Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Hubungan Penyakit Periodontal pada Ibu Hamil dengan Kejadian Bayi Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Baliung, Ratika F.; Wowor, Vonny N. S.; Khoman, Johanna A.
e-GiGi Vol 9, No 2 (2021): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v9i2.36424

Abstract

Abstract: Periodontal disease is still one of the dental and oral health disorders that has a high prevalence worldwide. Moreover, it can cause disorders in pregnancy including low birth weight (LBW) infant with the risks of death as well as disorders of growth and development in children. To date, low birth weight is one of the causes of high infant mortality rate. This study was aimed to evaluate the relationship between periodontal disease in pregnant women and the incidence of LBW baby. This was a literature review study searching data on three databases namely Pubmed, ScienceDirect, and Google Scholar and using keywords and a combination of boolean operators. After being selected based on inclusion and exclusion criteria, critical appraisal was conducted, and nine literatures were obtained: cross sectional study, case-control study, cohort study designs. The results showed that the most common periodontal disease in pregnant women was periodontitis. Women who gave birth to LBW babies had poor periodontal conditions compared to women who gave birth to babies with normal weight. Most of the literatures showed a significant relationship between periodontal disease in pregnant women and the incidence of LBW baby. In conclusion, there is a relationship between periodontal disease in pregnant women and the incidence of LBW infant. Periodontitis is one of the risk factors of poor pregnancy outcomes.Keywords: periodontal disease; pregnant women; low birth weight (LBW)  Abstrak: Penyakit periodontal masih merupakan salah satu gangguan kesehatan gigi dan mulut dengan prevalensi cukup tinggi di dunia. Dampak penyakit periodontal dapat berupa gangguan pada kehamilan termasuk terjadinya kelahiran bayi berat badan lahir rendah (BBLR) yang berisiko kematian bayi, serta gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak. Bayi BBLR merupakan salah satu penyebab tingginya angka kematian bayi (AKB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara penyakit periodontal pada ibu hamil dengan BBLR. Jenis penelitian ialah suatu literature review dengan pencarian data pada tiga database yaitu Pubmed, ScienceDirect, dan Google Scholar menggunakan kata kunci dan kombinasi boolean operator. Setelah diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dilakukan critical appraisal, dan didapatkan sembilan literatur dengan desain studi cross sectional, case-control, dan cohort. Hasil penelitian mendapatkan bahwa penyakit periodontal yang terbanyak pada ibu hamil ialah periodontitis. Ibu yang melahirkan bayi BBLR memiliki kondisi periodontal yang buruk dibandingkan ibu yang melahirkan bayi dengan berat badan cukup. Sebagian besar literatur yang ditelaah menunjukkan adanya hubungan bermakna antara penyakit periodontal pada ibu hamil dengan kejadian BBLR. Simpulan penelitian ini ialah terdapat hubungan bermakna antara penyakit periodontal pada ibu hamil dengan kejadian bayi BBLR. Periodontitis merupakan salah satu faktor risiko hasil kehamilan yang buruk.Kata kunci: penyakit periodontal; ibu hamil; berat badan lahir rendah (BBLR)
Daya Hambat Ekstrak Daun Mangrove Bruguiera gymnorrhiza Terhadap Pertumbuhan Candida Albicans pada Gigi Tiruan Lepasan Akrilik Khoman, Johanna A.; Wowor, Vonny N. S.; Tampie, Billinda B.
e-GiGi Vol. 12 No. 2 (2024): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v12i2.51335

Abstract

Abstract: Rough surface and poorly kept denture, especially those facing the supporting mucosa, can become a reservoir for the growth of microorganisms, such as the Candida albicans. Natural ingredients are chosen for denture cleanser because they are relatively cheap and safe. The mangrove plant Bruguiera gymnorrhiza is a natural source which contains active compounds, including saponins, flavonoids, phenol hydroquinones, alkaloids, and tannins which are antioxidants, anti-inflammatory, antibacterial, antiviral, antifungal, hypoallergenic, etc. This study aimed to determine the inhibition of Bruguiera gymnorrhiza mangrove leaf extract on the growth of Candida albicans on removable denture plates and to determine the effective concentration that could inhibit the growth of Candida albicans. This was a true experimental laboratory study with a post test control group design. The test method used was the modified Kirby-Bauer method using wells. Samples were divided into four groups with respective concentrations of 20%, 30%, 40%, 50%, control positive, and control negative. The one-way ANOVA test showed a p-value of <0.05, meaning that there was a significant difference in the average inhibition based on the four concentration groups. The Post Hoc test (Tukey's HSD) showed that there were differences in the strength of inhibition at each treatment concentration and the control group. In conclusion, Bruguiera gymnorrhiza mangrove leaf extract can inhibit the growth of the Candida albicans. Keywords: denture stomatitis; Candida albicans; Bruguiera gymnorrhiza   Abstrak: Permukaan gigi tiruan yang kasar dan kurang dijaga kebersihannya, terlebih khusus yang berhadapan dengan mukosa pendukung dapat menjadi reservoir bagi pertumbuhan mikroorganisme, seperti jamur Candida albicans yang dapat menyebabkan denture stomatitis. Bahan pembersih alami banyak dipilih karena relatif murah, dan aman. Tanaman mangrove Bruguiera gymnorrhiza merupakan salah satu sumber alami yang memiliki kandungan senyawa aktif, antara lain, saponin, flavonoid, fenol, alkaloid, dan tanin yang bersifat antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, antivirus, antifungi, dan antialergi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat ekstrak daun mangrove Bruguiera gymnorrhiza terhadap pertumbuhan Candida albicans pada plat gigi tiruan lepasan dan untuk mengetahui konsentrasi efektif yang dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans. Jenis penelitian ialah eksperimental laboratorik murni dengan post test control group design. Metode pengujian yang digunakan yaitu metode modifikasi Kirby-Bauer menggunakan sumuran. Sampel dibagi dalam kelompok perlakuan dengan konsentrasi masing-masing 20%, 30%, 40%, 50%, kontrol positif, dan kontrol negatif. Uji one way ANOVA menunjukkan p<0,05, berarti terdapat perbedaan bermakna untuk rerata daya hambat berdasarkan keempat kelompok konsentrasi. Uji Post Hoc (Tukey’s HSD) menunjukkan adanya perbedaan kekuatan daya hambat pada setiap konsentrasi perlakuan dan kelompok kontrol. Simpulan penelitian ini ialah ekstrak daun mangrove Bruguiera gymnorrhiza dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Kata kunci: gigi tiruan; denture stomatitis; Candida albicans; Bruguiera gymnorrhiza
Efek Anti Perdarahan Ekstrak Sabut Kelapa (Cocos Nucifera L) pada Luka Potong Ekor Mencit Tendean, Lydia E. N.; Khoman, Johanna A.; Ginotodihardjo, Devani
e-GiGi Vol. 13 No. 1 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i1.55684

Abstract

Abstract: Coconut coir has beneficial secondary metabolites, such as flavonoids, tannins, and saponins, which are known stop bleeding. This effect is much needed in dental practice. This study aimed to determine the anti-hemorhhagic effect of coconut coir extract on cut wound of mouse tail. This was an experimental study with a post test only control design. Subjects were 32 male mice, divided into four groups, as follows: positive control group (epinephrine), negative control group (not treated), and treatment groups with 50% and 100% coconut coir extract. The anti-hemorhhagic effect was observed using the Duke method. The tails of the mice were cut 0.5 cm length, and the bleeding time was measured from the first drop until the blood stopped dripping on the filter paper. Data were analyzed using the One Way ANOVA and the Least Significant Differences test (LSD). The results showed that the positive control group had the shortest bleeding time, followed by the 100% extract group, the 50% extract group, and the negative control group (105.213, 114.738, 143.563, 166.500 seconds). There was a significant difference between the negative control group and the group treated with 100% coconut coir extract (p=0.000). In conclusion, coconut coir extract (Coconut nucifera L) has an anti- hemorhhagic effect on cut wound of mouse tail. Keywords: coconut coir; anti-hemorhhagic effect   Abstrak: Sabut kelapa memiliki senyawa metabolit sekunder yang sangat bermanfaat, seperti flavonoid, tanin, dan saponin yang diketahui dapat membantu menghentikan proses perdarahan yang sangat dibutuhkan dalam praktik kedokteran gigi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek anti perdarahan ekstrak sabut kelapa terhadap luka potong ekor mencit. Jenis penelitian ialah eksperimental dengan post test only control design. Subjek penelitian ialah 32 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kelompok kontrol positif (epinefrin), kontrol negatif (tanpa perlakuan), serta kelompok perlakuan dengan ekstrak sabut kelapa konsentrasi 50%, dan 100%. Efek anti perdarahan dilihat dengan menggunakan metode Duke. Ekor mencit dipotong sepanjang 0,5 cm dan bleeding time diukur dari tetesan pertama hingga darah berhenti menetes pada kertas saring. Data dianalisis menggunakan One Way ANOVA dan Least Significant Differences test (LSD). Hasil peneliian mendapatkan bahwa kelompok kontrol positif memiliki bleeding time paling singkat, diikuti dengan kelompok ekstrak konsentrasi 100%, kelompok ekstrak konsentrasi 50%, dan kelompok kontrol negatif (105,213; 114,738; 143,563; 166,500 detik). Terdapat perbedaan bermakna antara kelompok kontrol negatif dengan kelompok yang diberi perlakuan ekstrak sabut kelapa 100% (p=0,000). Simpulan penelitian ini ialah ekstrak sabut kelapa (Coconut nucifera L) memiliki efek anti perdarahan terhadap luka potong ekor mencit. Kata kunci: sabut kelapa; efek anti perdarahan
Gambaran Pola Sidik Bibir Masyarakat Desa Tateli Tiga Khoman, Johanna A.; Tendean, Lydia E. N.; Kaunang, Joshua B. A.
e-GiGi Vol. 13 No. 1 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i1.55685

Abstract

Abstract: Lip print pattern offers potential as a fast and effective secondary identification method that can be used in emergency situations. DesaTateli Tiga is a disaster-prone village because it is located in a coastal area of ​​Mandolang District, Minahasa, North Sulawesi. This study aimed to obtain the profile of lip print pattern in people at Desa Tateli Tiga. This was a observational and descriptive studi with a cross sectional design. Samples were people living at Desa Tateli Tiga aged 21-40 years, obtained by using the purposive stratified sampling method as many as 267 people. The results showed that there were 87 males and 180 females as samples. In early adult group, the most frequent type of lip pattern was type 1 (43.65%) and type IV (20.63%). The most common lip profile in males was type IV (43.24%), and in females was type I (56.18%). In late adult group, the most frequent type of lip pattern was type I and type III, each of 27.03%. The most common type of lip pattern in males was type III (44.83%), and in females was type I (37.78%). In conclusion, the lip print pattern of Tateli Tiga people in Minahasa is dominated by perfectly vertical type I and reticular type IV. Type IV is predominant in males meanwhile type I in females. Keywords: lip print pattern; Suzuki and Tsuchihashi method; identification; sex; age   Abstrak: Penggunaan pola sidik bibir sebagai metode identifikasi sekunder yang cepat dan efektif dapat membantu mempercepat proses identifikasi korban dalam situasi darurat. Desa Tateli Tiga, merupakan salah satu desa yang rawan bencana karena terletak di wilayah pesisir pantai Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tipe pola sidik bibir masyarakat Desa Tateli Tiga. Jenis penelitian ialah observasional deskriptif dengan desain potong lintang. Sampel penelitian yaitu masyarakat Desa Tateli Tiga yang berusia usia 21–40 tahun. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive stratified sampling sebanyak 267 orang, ditentukan dengan rumus Slovin. Hasil penelitian mendapatkan sampel laki-laki sebanyak 87 dan perempuan sebanyak 180. Pada populasi dewasa awal, tipe yang paling sering ditemukan ialah tipe I (43,65%) dan tipe IV (20,63%). Tipe pola sidik bibir yang sering ditemukan pada jenis kelamin laki-laki ialah tipe IV (43,24%), dan pada perempuan tipe I (56,18%). Pada populasi dewasa akhir, tipe yang paling sering ditemukan ialah tipe I (27,03%) dan tipe III sama banyak. Tipe pola sidik bibir yang sering ditemukan pada jenis kelamin laki-laki ialah tipe III (44,83%), dan pada perempuan tipe I (37,78%). Simpulan penelitian ini ialah pola sidik bibir masyarakat Desa Tateli Tiga di Kabupaten Minahasa didominasi oleh tipe I vertikal sempurna dan tipe IV retikuler. Tipe IV terbanyak didapatkan pada laki-laki sedangkan tipe I pada perempuan. Kata kunci: pola sidik bibir; metode Suzuki dan Tsuchihashi; identifikasi korban
Gambaran Tingkat Pengetahuan Mengenai Kebersihan Gigi dan Mulut pada Siswa Pengguna Perangkat Ortodonti Cekat Sumilat, Briyando E.; Anindita, Pritartha S.; Khoman, Johanna A.
e-GiGi Vol. 13 No. 2 (2025): e-GiGi
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/eg.v13i2.59561

Abstract

Abstract: One of the risks of using braces is the increase in dental caries and periodontal diseases. Knowledge of oral dental hygiene is needed so that users of orthodontic devices can properly maintain and maintain oral dental hygiene. This study aimed to obtain the description of the level of oral hygiene knowledge among senior high school students who used fixed orthodontic devices. This was a descriptive st udy with a cross-sectional design. Samples consisted of 30 students of SMA Katolik Rex Mundi and SMA Eben Haezar (high schools) in grades 10−12 with fixed orthodontics, obtained by using the total sampling technique. The results showed that 28 respondents (93.3%) had good level of knowledge about dental and oral health, and two respondents (6.7%) had fair level of knowledge. One female respondent (4.4%) had fair level of knowledge and 22 respondent (95.6%) had good level of knowledge. One male respondent (14.2%) had fair level of knowledge and six respondents (85.8%) had good level of knowledge. In conclusion, most students of SMA Katolik Rex Mundi and SMA Eben Haezar using fixed orthodontic devices regarding oral dental hygiene have good level of knowledge. Keywords: fixed orthodontics; knowledge level; students using fixed orthodontics    Abstrak: Salah satu risiko pemakaian kawat gigi yaitu meningkatnya karies gigi dan penyakit periodontal. Pengetahuan tentang kebersihan gigi mulut diperlukan agar pengguna perangkat ortodonti dapat menjaga dan memelihara kebersihan gigi mulut dengan benar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan kebersihan gigi mulut pada siswa-siswi SMA Katolik Rex Mundi dan SMA Eben Haezar pengguna perangkat ortodonti cekat. Jenis penelitian ialah deskriptif dengan desain potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 30 siswa kelas 10−12 pengguna ortodonti cekat yang diambil menggunakan teknik total sampling. Hasil penelitian mendapatkan 28 responden (93,3%) memiliki tingkat pengetahuan kebersihan gigi mulut yang baik, dan dua responden (6,7%) memiliki tingkat pengetahuan yang cukup. Responden berjenis kelamin perempuan sebanyak satu siswa (4,4%) memiliki tingkat pengetahuan cukup dan sebanyak 22 siswa (95,6%) yang memiliki tingkat pengetahuan baik. Responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak satu siswa (14,2%) memiliki tingkat pengetahuan cukup dan sebanyak enam siswa (85,8%) memiliki tingkat pengetahuan baik. Simpulan penelitian ini ialah tingkat pengetahuan mayoritas siswa SMA Rex Mundi dan SMA Eben Haezar pengguna perangkat ortodonti cekat mengenai kebersihan gigi mulut dalam kategori baik. Kata kunci: ortodonti cekat; tingkat pengetahuan; siswa pengguna perangkat ortodonti cekat
Pelatihan Kader Kesehatan Gigi Masyarakat tentang  Penyakit Periodontal pada Ibu Hamil, Risiko pada Kehamilan dan Pencegahannya Khoman, Johanna A.; Wowor, Vonny N.S.; Wahyuni, Rizka
Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Lentera: Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/5z7v3621

Abstract

Perubahan hormonal pada ibu hamil meningkatkan kerentanan terhadap terhadap inflamasi gusi dan penyakit periodontal. Inflamasi gusi atau gingivitis merupakan manifestasi yang paling sering terjadi pada ibu hamil dan jika tidak diatasi dapat berlanjut menjadi periodontitis. Periodontitis berpotensi meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, seperti kelahiran prematur, preeklamsia, bayi lahir dengan berat badan rendah  (BBLR). Untuk mengurangi risiko komplikasi, ibu hamil perlu diberikan pengetahuan tentang pentingnya menjaga kebersihan gigi dan mulut serta hubungannya dengan kehamilan. Masyarakat sebagai kader kesehatan gigi dapat diberdayakan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dalam bentuk pelatihan kader kesehatan gigi ini  bertujuan untuk mendidik  kader sebagai perpanjangan tangan yang efektif guna menyebarluaskan informasi tentang kesehatan gigi mulut yang berdampak pada kehamilan. Kegiatan ini telah dilakukan di desa Kima Bajo yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Wori, melibatkan 18 peserta  pada tanggal 1 September 2025 dan pendampingan lapangan yang dilakukan di Puskesmas Wori pada tanggal 23 Oktober 2025. Media bantu yang digunakan yakni ppt dan in focus, model gigi, serta poster. Hasil pelatihan kader ditunjukkan dengan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader secara numerik.  Analisa hasil pengukuran pre-test dan post-test dengan  metode Normalized Gain (N-Gain) menunjukkan skor rata-rata N-Gain untuk pengetahuan sebesar 0,66 (peningkatan sedang) dan skor rata-rata keterampilan 0,84 (peningkatan tinggi). Perolehan skor N-Gain menunjukkan pemberian edukasi dalam pelatihan cukup efektif (66%) meningkatkan pengetahuan, dan pelatihan keterampilan efektif (84%) meningkatkan keterampilan perserta pelatihan.