Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

EMOTIONAL INDICATORS PENYANDANG AUTIS DI SURABAYA Puri Aquarisnawati; Wiwik Sulistiani
MOTIVA: JURNAL PSIKOLOGI Vol 6, No 1 (2023)
Publisher : LPPM University 17 Agustus 1945 Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31293/mv.v6i1.6496

Abstract

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis emotional indicators penyandang autis di Surabaya. Autis merupakan salah satu kelompok gangguan perkembangan neurobiologis pada anak-anak dan tergolong gangguan perkembangan yang berat, pervasif, dan berjangka panjang, yang dapat mempengaruhi beberapa aspek perkembangan. Gangguan emosi yang muncul sebagai gangguan penyerta pada penyandang autis, dapat membuat terhambatnya aspek perkembangan yang lain, yaitu kemampuan interaksi sosial, komunikasi, dan perilaku penyandang autis. Jenis gangguan emosi dapat diketahui melalui identifikasi emotional indicators melalui instrumen tes Bender Gestalt. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dan menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan di dalam penelitian ini adalah dengan teknik jenuh, dimana peneliti menggunakan seluruh populasi yang ada di salah satu lembaga autism di Surabaya, sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan data menggunakan tes Bender Gestalt yang diadministrasikan secara individual. Metode analisa data menggunakan pedoman Bender skoring system dengan fokus analisis adalah pada skoring emotional indicators. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emotional indicators yang teridentifikasi dominan ditemukan pada penyandang autis antara lain dashes subtitute for circle, wavy lines, careless overwork, confused order, small size, dan large size.
Analisis Fenomenologi tentang Perilaku Berpacaran Pada Mahasiswa : Penelitian Salsabila Nurfatin; Wiwik Sulistiani
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 1 (Juli 2025 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i1.740

Abstract

Pacaran pada mahasiswa dewasa awal merupakan fenomena penting yang mencakup eksplorasi identitas dan pengembangan hubungan romantis. Fenomena ini sering ditemukan di Indonesia, namun seringkali diwarnai oleh tantangan seperti pengaruh media sosial dan kasus kekerasan dalam hubungan pacaran yang semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mahasiswa memaknai pacaran. Metode penelitian menggunakan pendekatan fenomenologi dengan teknik purposive sampling dan analisis Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa keintiman dipahami sebagai kedekatan emosional yang memberikan rasa nyaman, sedangkan gairah diartikan sebagai ketertarikan fisik dan emosional yang mendalam. Ketergantungan emosional pada pasangan, yang sering dikaitkan dengan pengalaman fatherless, memainkan peran penting dalam dinamika hubungan romantis. Kesimpulan penelitian menekankan pentingnya regulasi emosi dan komunikasi yang baik dalam menjaga stabilitas hubungan romantis mahasiswa. Penelitian selanjutnya penting untuk mengeksplorasi lebih lanjut pengaruh pola asuh ayah terhadap regulasi emosi dan dinamika hubungan romantis, serta memahami bagaimana perbedaan love language mempengaruhi komunikasi dan keintiman, guna memberikan wawasan mendalam dalam membangun hubungan yang sehat.
Regulasi Emosi pada Remaja SMP X di Pesisir Kenjeran Surabaya Aprilia, Rivayani Dwi; Wijaya, Hasna Ghaziyah; Sulistiani, Wiwik
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26531

Abstract

Kenakalan remaja, khususnya tawuran, menjadi permasalahan serius di wilayah pesisir Kenjeran, Surabaya. Salah satu penyebab kenakalan adalah ketidakmampuan mengontrol emosi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk perbedaan regulasi emosi berdasarkan jenis kelamin dan tingkat regulasi emosi pada remaja SMP berdasarkan kategori (tinggi, sedang, rendah). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan partisipan sebanyak 32 siswa. Instrumen yang digunakan adalah Skala Sosial Remaja (SSR) yang dikembangkan berdasarkan teori regulasi emosi Gross (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa (81%) berada pada kategori sedang, sementara masing-masing 9% berada pada kategori tinggi dan rendah. Uji perbedaan menunjukkan adanya perbedaan signifikan berdasarkan jenis kelamin (p=0,033), di mana remaja laki-laki memiliki rata-rata regulasi emosi lebih tinggi (33,73) dibandingkan dengan remaja perempuan (29,71). Artinya, bahwa remaja laki-laki memiliki kemampuan regulasi emosi yang lebih baik.
Self-esteem, dukungan sosial keluarga dan career adaptability: Studi pada taruna-taruni pelayaran tingkat akhir Ramadhani, Dita Rizky; Sulistiani, Wiwik; Aquarisnawati, Puri
Jurnal Psikologi Poseidon Volume 7, Nomor 2
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jpp.v7i2.127

Abstract

The purpose of this study was to investigate the relationship between self-esteem and family social support with career adaptability in final-year cadets of the Sailing Polytechnic. This study used a quantitative approach. There were 159 cadets—107 males and 52 females. This method used the assumption of probability sampling. The method used for data analysis is the product moment and multiple correlation approach. There are 24 items in the career adaptability scale and 10 items in the self-esteem scale. There are 17 items in the family social support scale. Results showed a relationship between self-esteem and career adaptability. There is a correlation between family social support and career adaptability. For the final-year cadets of the Sailing Polytechnic, there is a relationship between career adaptability and family social support. The results validate the positive hypothesis, demonstrating a correlation between self-esteem and family social support and career adaptability among final-year cadets at the Sailing Polytechnic
Does Career Adaptability Serve as a Mediator between Optimism and Life Satisfaction? Sulistiani, Wiwik; Syanti, Wanda Rahma
Journal of Educational, Health and Community Psychology Vol 12 No 4 December 2023
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jehcp.v12i4.26927

Abstract

Mental toughness nelayan: analisis fenomenologis kekuatan nelayan dalam menghadapi tantangan hidup Putra, Novan Dwi Purnama; Dewi, Kartika Sari; Sulistiani, Wiwik; Mahastuti, Dewi
Jurnal Psikologi Poseidon Volume 9, Nomor 1
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/jpp.v9i1.264

Abstract

The issue of mental toughness among fishermen remains under-recognized by the public. Income instability due to the lean season, extreme weather, and price fluctuations puts fishermen under significant economic pressure. This study aims to understand the dynamics of fishermen's mental toughness in dealing with income instability. The study employed a qualitative phenomenological approach with Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Participants were three active fishermen with at least five years of fishing experience. Data were collected through in-depth interviews and observations, and their validity was tested using technical triangulation, member checking, peer debriefing, and audit trails. The results showed that fishermen's mental toughness is formed through four main dimensions (control, challenge, commitment, and confidence) with different dynamics for each participant. Fishermen with longer experience demonstrated resilience based on stability and economic planning, while fishermen with shorter experience demonstrated resilience based on adaptation and innovation, particularly in the utilization of marketing technology. These findings confirm that fishermen's mental toughness is influenced by work experience, economic adaptation strategies, and the social context of the coastal environment. This research contributes to the development of mental toughness studies in the fishing profession and becomes the basis for formulating empowerment programs and psychosocial assistance for coastal communities.