Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENULISAN ARTIKEL ILMIAH BIDANG SOSIAL-BUDAYA: NASKAH WEBINAR & PELATIHAN DALAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BAGI GURU-GURU SEKOLAH MENENGAH ATAS DENGAN APLIKASI ZOOM Nurdien H. Kistanto; Af’idatul Lathifah
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/hm.4.2.63-67

Abstract

Artikel ini merupakan naskah untuk webinar dan pelatihan dalam Pengabdian kepada Masyarakat bagi Guru-Guru Sekolah Menengah Atas (SMA) yang disampaikan dengan menggunakan aplikasi Zoom pada hari Sabtu, 28 November 2020. Diskusi naskah meliputi pengertian artikel ilmiah dan jurnal ilmiah beserta jenis-jenisnya, dengan konsentrasi pembahasan pada artikel ilmiah, dan langkah-langkah yang dilakukan untuk menyusun artikel ilmiah di bidang-bidang sosial-budaya. Diskusi juga mencakup pengertian bidang-bidang sosial-budaya, menentukan topik menjadi judul, yang diikuti dengan abstrak dan kata-kata kunci, kemudian dilanjutkan dengan menyusun Pendahuluan, Rumusan Masalah, Metode penelitian pustaka dan lapangan, kuantitatif dan kualitatif, Analisis Data hasil penelitian, Simpulan, Daftar Pustaka atau Referensi, dan Lampiran. Abstract This article is a manuscript for webinar and coaching in community service for high school teachersto be presented using Zoom application on Saturday, 28 November 2020. Discussion covers the notion of scholarly article and scholarly journal, types of scholarly articles, which include technique and steps to be carried out in composing a scholarly article in the areas of socioculture. Included in discussion are the notion of sociocultural areas or sciences, working out a topic into working title, designing an  Introduction, Research Questions, Research Methods which include library and field, quantitative and qualitative, Data Analysis, Conclusion, Bibliography or References, and Appendices.
Analisis Pesan Moral Berdasarkan Stratifikasi Sosial Tokoh Dalam Film Animasi Soul (2020) Al Farouq Lazuardo; Nurdien Harry Kistanto
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 7, No 1 (2022): VOLUME 7 NUMBER 1 MARET 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v7i1.2473

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pesan moral hubungan antara manusia dengan entitas lain yang disebut Soul atau Jiwa berdasarkan stratifikasi sosial tokoh yang terjadi dalam film Soul. Sumber data pada penelitian ini adalah film animasi berjudul Soul yang disutradarai oleh Pete Docter yang tayang pada akhir tahun 2020. Data penelitian ini adalah kata, frasa, klausa, kalimat, maupun paragraf yang berkenaan dengan pesan moral hubungan manusia dengan entitas lain yang disebut Soul berdasarkan stratifikasi sosial tokoh tersebut dari film Soul. Data penelitian dikumpulkan menggunakan teknik studi pustaka. Hasil temuan pada artikel ini adalah bahwa dalam film yang disutradarai Pete Docter yang diteliti untuk jenis pesan moral hubungan manusia dengan entitas lain yaitu Jiwa yang paling mendominasi adalah mawas diri dan menikmati hidup setiap menitnya. Kesimpulan tersebut diperoleh berdasarkan analisis yang dilakukan beserta kutipan yang diambil dalam film tersebut karya Pete Docter.
Tradisi 3M Masyarakat Jawa menurut Perspektif Gen Z Kajian: Feminisme Ratna Dwi Astuti; Nurdien Harry Kistanto
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 7, No 1 (2022): VOLUME 7 NUMBER 1 MARET 2022
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Jawa dikenal memiliki keterbatasan-keterbatasan tertentu dalam relasi sosial gender yang menunjukkan peran dan posisi laki-laki lebih dominan daripada perempuan. Ada tradisi yang disebut 3M bagi perempuan dalam masyarakat Jawa, yang berarti masak (memasak), macak (merias wajah), dan manak (melahirkan). Citra perempuan Jawa seringkali diasosiasikan hanya dengan 3M, hal ini membatasi perempuan untuk menuntut hak-hak lain seperti bekerja, bereksplorasi, dan memperoleh pendidikan yang lebih tinggi. Penelitian ini menggunakan teori Feminisme Liberal dan ditulis dengan metode deskriptif. Proses pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara kepada informan-informan yang telah ditunjuk. Objek penelitian adalah enam siswa SMA (perempuan Jawa), sebagai perwakilan dari Gen Z. Dari jawaban-jawaban informan, dapat disimpulkan bahwa Gen Z mempunyai wawasan mengenai tradisi 3M pada perempuan Jawa, Gen Z sadar bahwa nilai perempuan lebih dari 3M, Gen Z memilih untuk hidup bebas, dan modern setara dengan laki-laki. Bebas artinya bisa menentukan apa saja yang diinginkan tanpa paksaan. Modern artinya tidak memandang gender dalam pembagian tugas, bahwa perempuan juga boleh bekerja, dan laki-laki juga harus bisa merawat diri dan memasak. Gen Z sadar bahwa perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki seperti yang dikemukakan oleh Tong dalam teori Feminisme Liberal. Gen Z memiliki wawasan feminis yang baik dengan kesadarannya atas hak dan pilihannya.
Pendidikan Multikultural dalam Cerpen “Seribu Kunang-kunang di Manhattan” Karya Umar Kayam Sri Nofitasari, Indah; Nurdien H. Kistanto; M. Suryadi; Ken Widyatwati
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol. 17 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/cakrawala.v17i2.414

Abstract

Abstrak Penelitian ini terfokus pada analisis pendidikan multikultural dalam cerpen “Seribu Kunang-kunang di Manhattan” karya Umar Kayam. Penelitian kualitatif dengan pendekatan multikulturalisme dan sosiologi sastra ini menghasilkan penemuan adanya nilai-nilai pendidikan multikultural dalam cerpen yang digambarkan melalui dua tokoh utama, yakni Marno dan Jane. Pendidikan multikulturalisme dalam cerpen digambarkan melalui perbedaan negara asal tokoh utama, pertemuan antara budaya Amerika dan Jawa, perbedaan karakter orang Jawa dan Amerika. Perbedaan-perbedaan tersebut tidak menghalangi para tokoh dalam cerpen untuk tetap hidup berdampingan. Hal ini menunjukkan bahwa cerpen “Seribu Kunang-kunang di Manhattan” memuat pendidikan multikultural di dalamnya. Penelitian ini juga mengungkapkan pentingnya pendidikan multikultural dalam cerpen, yakni sebagai pesan agar para pembaca saling menghargai perbedaan pendapat, pandangan, dan budaya satu sama lain dalam hidup bermasyarakat, serta pesan agar pembaca tidak lupa dengan tanah air meskipun sedang berada dalam perantauan.
KIAT-KIAT UNTUK GURU AGAR SISWA AKTIF TERLIBAT AKTIF DI DALAM KELAS BAHASA Mualimin, Mualimin; Kistanto, Nurdien Harry
Harmoni: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (152.683 KB) | DOI: 10.14710/hm.1.1.%p

Abstract

Students in language classes are sometimes reluctant to be active. This condition can be a problem for teachers because in learning languages students are supposed to be actively involved and they even enjoy the activities. This paper aims at exploring some teaching and learning strategies and enjoyable activities that teachers may use in their classes so that students in the class are provoked to be involved in and enjoy the activities in their classes. To discuss this matter the writer has collected some references from books and journals on the matter. The discussion will cover teaching methods and strategic activities or techniques that teachers may find them useful to cater for such problems. By considering such methods and startegies it is hoped that the students of language classes will have enjoyable activities in their class and they will have a better achievement in their learning processes. Key words: teaching and learning strategies, enjoyable activities, language classes
Komparasi Struktur Imaji dalam Lirik Lagu "Kokoro No Tomo" dengan Versi Remake oleh Grup Musik Zivilia Darmawan, Ricky; Kistanto, Nurdien H; Suryadi, M
IZUMI Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/vol%viss%ipp694-708

Abstract

Image is a word or a word arrangement that has the effect of clarifying or concretizing what the poet has stated. Images in literary works include many kinds of things related to human senses. This study compares and equates the emphasis on figurative language style in the lyrics of songs with two language translation versions of the same name, Kokoro no Tomo which was set to music by Mayumi Itsuwa in 1980 and popularized in the world. Translated in Indonesian with the title Kokoro no Tomo by the music group Zivilia. The method used by the author in the research is a qualitative method, focusing on comparing the images in the lyrics of the song. The results of visual exploration of similarities and differences in the lyrics of the two songs include (1) sensational images, (2) tactile images, and (3) visual images. an illustration that both versions provide an equivalent statement with sentences from the Japanese and Indonesian versions. With the difference in the use of images, the lyrics of the two songs have adjusted the content to suit the musical needs of the people, especially in this case, the people of Indonesia <a href="https://gb777info.com">gb777</a><a href="https://pajak.blitarkota.go.id/uploads/profile/">gb777</a><a href="https://baak.uika-bogor.ac.id/uploads/">slot gacor</a><a href="https://siadmin.baak.uika-bogor.ac.id/files/images/">gb777</a><a href="https://jdih.dprd-pemalangkab.go.id/">gb777</a><a href="https://disnakertrans.bungokab.go.id/">GB777</a><a href="https://jdih.bungokab.go.id/">GB777</a>slot gacorslot gacor
Totemisme dalam Iklan: Studi Sastra Komparatif TVC Sabun Lux Versi Beauty Superpowers dan Versi Maudy Ayunda Fitri Astuti Lestari; Nurdien H. Kistanto
Indonesian Language Education and Literature Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Jurusan Tadris Bahasa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/ileal.v7i1.8498

Abstract

This study aims to describe totemism in advertisements for the Soap Lux Beauty Superpowers and Maudy Ayunda versions and explain the similarities and differences between the two TVCs. The method used is descriptive qualitative. The results show that Lux soap advertisements from different production gap times contain totemism elements. The difference lies in the ambassador's image, which is then used as a totem. The Beauty Superpowers version displays the impression of being beautiful, sensual, confident, glamorous, rich, powerful, and economically strong. Maudy Ayunda's version, aside from these things, a highly educated image is also inserted. This research implies that advertising invites people to buy products and influences them to be included in a group bound by a totem.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan totemisme dalam iklan Sabun Lux versi Beauty Superpowers dan versi Maudy Ayunda serta memaparkan adanya persamaan maupun perbedaan dari kedua TVC tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan sabun Lux dari gap time produksi yang berbeda tersebut sama-sama mengandung unsur totemisme. Perbedaannya terletak pada citra ambassador yang kemudian dijadikan totem. Versi Beauty Superpowers menampilkan citra yang cantik, sensual, percaya diri, glamor, kaya, berkuasa, dan kuat secara ekonomi. Versi Maudy Ayunda selain hal-hal tersebut, diselipkan juga citra berpendidikan tinggi. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa iklan tidak hanya mengajak masyarakat untuk membeli produk, tetapi juga memengaruhi agar masuk dalam sebuah kelompok yang diikat oleh sebuah totem.