Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

PELAYANAN KESEHATAN BAGI WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN Ilman Karyanus Zebua; Harmona Daulay; Faizal Madya
Jurnal Kebijakan Publik Vol 15, No 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkp.v15i1.8463

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran, analisis, dan penilaian menyeluruh terkait penyediaan layanan kesehatan bagi warga binaan pemasyarakatan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Gunungsitoli. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara dengan pihak berwenang dan tahanan di lapas tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan kesehatan di Lapas Kelas IIB Gunungsitoli masih belum memenuhi standar yang diharapkan. Terdapat hambatan-hambatan yang dapat diamati dalam lima dimensi utama kualitas layanan, termasuk ketidakterpenuhan standar fasilitas, ketersediaan obat yang tidak mencukupi, dan kekurangan tenaga kesehatan, terutama pada jam-jam tertentu. Tantangan signifikan juga terletak pada masalah kepercayaan, ketepatan waktu dalam layanan kesehatan, dan biaya perawatan medis tambahan yang belum ditanggung secara memadai. Kurangnya perhatian dan empati dari tenaga kesehatan juga menjadi masalah bagi para narapidana dan tahanan. Dengan demikian, untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Lapas Kelas IIB Gunungsitoli, diperlukan tindakan untuk memperbaiki fasilitas, meningkatkan persediaan obat-obatan, memastikan keandalan dan daya tanggap layanan, serta menanggulangi kurangnya tenaga kesehatan professional.
FENOMENA BIAS GENDER PADA KOMUNITAS KPOPERS LAKI-LAKI: STUDI KASUS PADA MAHASISWA KPOPERS FISIP USU MEDAN Batubara, Nurshafa Ramadhani; Daulay, Harmona; Simanihuruk, Muba; Saladin, T. Ilham
Kafa`ah: Journal of Gender Studies Vol 13, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jk.v13i2.608

Abstract

This research is entitled The Phenomenon of Gender Bias in the Male Kpopers Community (Case Study on USU MEDAN FISIP Kpopers Students). This study explains the gender bias that K-Pop fanboys get which is caused by the “collision” of masculinity that society has with that exhibited by K-Pop. This study uses a qualitative research method with a case study approach with informants who are determined by snowball sampling. There were 12 informants in this study with 10 main informants and 2 additional informants. The results of the study show that K-Pop fanboys get gender bias in the form of stereotypes. K-Pop fanboys get gender bias by being labeled as effeminate, feminine, less male, feminine, less masculine, less macho, and gay. The construction of gender bias occurs as a result of the display of soft masculinity by K-Pop idols, the K-Pop market which is dominated by women, the collision of masculinity displayed by K-Pop with masculinity presents in societu (macho), inferiority of femininity, incongruity with gender views openness to femininity, not trapped in the construction of masculinity and the application of soft masculinity by K-Pop fanboys in everyday life simply in the sense that it is not too soft masculinity.
Konflik Peran Sosial Komunitas Persatuan Waria (Perwari) dalam Masyarakat Claudia Clara br. Ginting; Harmona Daulay; Ria Manurung; Badaruddin; Linda Elida
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 5 No. 6 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Oktober - November 2024)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v5i6.3079

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana eksistensi diri waria di Kota Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif, karena penelitian ini termasuk dalam data dekskriptif kehidupan sosial waria. Keberadaan diri waria memiliki konsep yang cukup luas dalam suatu proses yaitu panggung depan dan panggung belakang dibentuk oleh imajinasi, emosi, dan kognisi. Kelompok waria adalah jenis orientasi seksual ketiga dari jenis orientasi seksual absolut dan seksualitas yang terbentuk melalui tekanan dan sosialisasi, kemudian diinternalisasi menjadi tindakan secara normal, karena orientasi seksualitas berjalan biasanya sesuai dengan jenis orientasi seksual telah dipilih.
THE CONSTRUCTION OF MASCULINITY IN SOCIAL MEDIA: A CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS OF SOFT MASCULINITY AND UBERSEXUAL IN INDONESIAN TIKTOK CONTENT Nabila, Clara Liza; Daulay, Harmona
Kafa`ah: Journal of Gender Studies Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/jk.v15i2.861

Abstract

Masculinity is the result of gender construction originating from societal culture, where each society has a different culture. So these differences blend and create diverse types of masculinity. This research discusses two types of masculinity, namely soft masculinity and ubersexual. Soft maculinity emerged as a reaction to traditional, rigid masculinity norms. This type of man prioritizes empathy, emotional sensitivity, and also the courage to express his emotions openly. The TikTok content creator represents soft masculinity is Fahmi Nasrulloh who challenges patriarchal norms by showing that men can cook too. Meanwhile, ubersexual desribes men who are intellectual, confident, principled, as seen in Irwan, who is a TikTok content creator in the fields of politics, economis, and business. Through his TikTok content, he voiced his concern about corruption in Indonesia which is increasingly becoming an emergency. This research uses a critical discourse analysis methode with a qualitative approach. This type of research is descriptive, located on the tikTok platform. The results of the research show that the differences between the two types of masculinity lie in the approach to appearance, the values adhered to, behavioral patterns, relationships, and emotional expression. These two types show an evolution in the understanding of the role of men in society, and provide an idea of how a man should behave and interact in his environment. This research was conducted to determine the development of the construction of masculinity and see how the differences between the types of masculinity between soft masculinity and ubersexual are described
Konflik Peran Sosial Komunitas Persatuan Waria (Perwari) dalam Masyarakat Claudia Clara br. Ginting; Harmona Daulay; Ria Manurung; Badaruddin; Linda Elida
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 5 No. 6 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Oktober - November 2024)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v5i6.3079

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana eksistensi diri waria di Kota Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif, karena penelitian ini termasuk dalam data dekskriptif kehidupan sosial waria. Keberadaan diri waria memiliki konsep yang cukup luas dalam suatu proses yaitu panggung depan dan panggung belakang dibentuk oleh imajinasi, emosi, dan kognisi. Kelompok waria adalah jenis orientasi seksual ketiga dari jenis orientasi seksual absolut dan seksualitas yang terbentuk melalui tekanan dan sosialisasi, kemudian diinternalisasi menjadi tindakan secara normal, karena orientasi seksualitas berjalan biasanya sesuai dengan jenis orientasi seksual telah dipilih.