Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Jenis dan Jumlah Sampah Laut (Marine Debris) di Desa Sinaboi Kecil Kecamatan Sinaboi Kabupaten Rokan Hilir, Riau Nita Liza Br Manalu; Eko Purwanto; Muhammad Fauzi
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.p.58-65

Abstract

Kurangnya kesadaran masyarakat dan pemerintah dalam menjaga kelestarian ekosistem dapat ditinjau dengan keberadaan marine debris. Peningkatan sampah laut akan mengancam langsung terhadap  kerusakan ekosistem yang lebih luas seperti bibit mangrove yang tertutupi oleh material marine debris akan berakibat biji mangrove gagal berkecambah, berkurangnya keindahan wilayah pesisir, menimbulkan berbagai macam penyakit yang mempengaruhi kesehatan manusia, mempengaruhi jejaring makanan pada organisme perairan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan jumlah marine debris di Desa Sinaboi Kecil Kecamatan Sinaboi Kabupaten Rokan Hilir. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2024. Pengambilan sampel diambil sebanyak tiga kali dengan interval waktu dua minggu. Penelitian ini terdiri dari 4 stasiun dengan membuat 3 transek pada masing-masing stasiun. Analisis sampel dilakukan secara insitu di Desa Sinaboi Kecil. Hasil penelitian menemukan 8 jenis marine debris yaitu plastik, kaleng, karet, kaca, jaring, styrofoam, kayu dan daun. Setiap stasiun memiliki jumlah sampah laut berbeda. Jumlah total marine debris pada stasiun I 5.154 item/m2, stasiun II 14.496 item/m2, stasiun III 10.763 item/m2, stasiun IV 3.413 item/m2 sedangkan total berat marine debris pada stasiun I 118.49 g/m2, stasiun II 231.46 g/m2, stasiun III 245.779 g/m2, dan stasiun IV 69.858 g/m2. Jumlah dan berat marine debris pada setiap stasiun tidak memiliki perbedaan signifikan
Kandungan Mikroplastik pada Lambung dan Usus Ikan Guppy (Poecilia reticulata) di Waduk PLTA Koto Panjang, Kabupaten Kampar, Riau, Indonesia Sarah Popi; Eko Purwanto; Nur El Fajri; Budijono Budijono
Jurnal Ilmu Perairan (Aquatic Science) Vol. 13 No. 1 (2025): Maret
Publisher : LPPM Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jipas.13.1.p.89-95

Abstract

Waduk Koto Panjang telah terkontaminasi mikroplastik yang telah ditemukan pada badan air dan pada beberapa ikan yang tergolong ikan besar pada penelitian sebelumnya. Hal ini memungkinkan mikroplastik juga dapat tertelan pada ikan kecil, seperti ikan guppy. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah tipe dan kelimpahan mikroplastik di usus dan lambung ikan guppy dan mengetahui adanya perbedaan jumlah tipe dan kelimpahan mikroplastik pada tiga stasiun penelitian di Waduk Koto Panjang. Penelitian dilakukan pada Maret sampai Mei 2024 di perairan Waduk PLTA Koto Panjang dan Laboratorium Ekologi Perairan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe mikroplastik yang teridentifikasi adalah film, fiber, fragment, foam, pellet dan granual. Kelimpahan mikroplastik paling tinggi di stasiun 3 pada lambung ikan guppy tipe film berkisar 4,44 partikel/individu. Kelimpahan mikroplastik yang tinggi berdasarkan kelas ukuran yaitu pada kelas ukuran 2,9-4,4 cm