Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : agriTECH

Perubahan Sifat Mikrobiologi dan Kimiawi Rusip selama Fermentasi Dyah Koesoemawardani; Samsul Rizal; Moralita Tauhid
agriTECH Vol 33, No 3 (2013)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.02 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9547

Abstract

Rusip can be made both spontaneously and non-spontaneously. Starter is not added to spontaneous rusip, while to that of non-spontaneous, liquid starter is added in the form of a mixture of lactic acid bacteria including Streptococcus, Lactococcus and Leuconostoc as much as 2% (b/v). This research was aimed at investigating microbiological and chemical changes of rusip, both spontaneously and non-spontaneously. The treatment was repeated three times. The data obtained were then analyzed by applying student t-Test at the level of alpha 5%. The investigation conducted included the total lactic acid bacteria, total yeast, total microbes, pH, total acid, reducing sugar, and total volatile nitrogen (TVN). The findings show that microbiological and chemical characteristics of non-spontaneous rusip were better than those of non-spontaneous during 14-day fermentation. The criteria were the total lactic acid bacteria 12.37 log cfu/; total yeast 4,57 log cfu/g; total microbes 5.94 log cfu/; pH 5.69; total lactic acid 5.04%; reducing sugar 1.29%; TVN 27.57 mg N/100g, while the characteristics of spontaneous rusip include the total lactic acid bacteria 10.40 log cfu/g; total microbes 8.68 log cfu/g; total yeast 5.99 log cfu/g; pH 5.98; total acid lactate 3.12%; reducing sugar 3.63%, and TVN 44, 98 mg N/100g.ABSTRAKRusip dapat dilakukan secara spontan dan tidak spontan. Pada rusip spontan tidak ditambahkan kultur, sedangkan pada rusip tidak spontan ada penambahan kultur cair campuran bakteri asam laktat yaitu Streptococcus, Lactococcus dan Leuconostoc sebanyak 2% (b/v). Penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan sifat mikrobiologi dan kimiawi rusip baik spontan maupun tidak spontan. Perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan uji t student pada taraf alpha 5%. Pengamatan yang dilakukan meliputi total bakteri asam laktat, total kapang, total mikroba, pH, total asam, gula reduksi dan total volatile nitrogen (TVN). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa sifat mikrobiologi dan kimiawi rusip tidak spontan lebih baik dibandingkan dengan rusip spontan selama 14 hari fermentasi. Adapun kriterianya yaitu total bakteri asam laktat 12,37 log cfu/g; total mikroba 5,94 log cfu/g; pH 5,69; total asam laktat 5,04%; kadar gula reduksi 1,29%; TVN 27,57 mg N/100g, sedangkan karakteristik rusip secara spontan yaitu total bakteri asam laktat 10,40 log cfu/g; total mikroba 8,68 log cfu/g; total kapang 5,99 log cfu/g; pH 5,98; total asam  laktat 3,12 %; kadar gula reduksi 3,63% dan TVN 44, 98 mg N/100g.
Karakteristik Minuman Sari Lemon (Citrus limon) dengan Penambahan Konsentrasi Kolagen yang Berbeda Lola Anandya Inke; Ahmad Sapta Zuidar; Dyah Koesoemawardani; Siti Nurdjanah
agriTECH Vol 42, No 4 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/agritech.59724

Abstract

Minuman sari lemon kolagen merupakan salah satu minuman fungsional yang mudah diserap oleh tubuh, namun kolagen yang berasal dari ikan memiliki aroma amis sehingga dapat dikombinasikan dengan sari buah lemon untuk menutupi aroma amis tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi kolagen yang tepat sehingga menghasilkan minuman sari lemon kolagen berbasis sari buah lemon dengan karakteristik fisikokimia, mikrobiologi, dan sensori terbaik.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 6 perlakuan level konsentrasi kolagen yang berbeda, yaitu 0,5% (K1), 1% (K2), 1,5% (K3), 2% (K4), 2,5% (K5), dan 3% (K6) dengan 4 kali ulangan. Proses pembuatan dilakukan dengan mencampurkan sari lemon dan gula pasir, kemudian ditambahkan kolagen dan air yang sudah disaring dengan UV dan dipanaskan sambil diaduk hingga suhu ± 60 °C, lalu dimasukkan ke dalam botol kaca dan dilakukan pasteurisasi dengan suhu ± 75-85 °C selama 10 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kolagen berpengaruh nyata terhadap karakteristik fisik (tingkat kekeruhan, viskositas, dan pH), karakteristik mikrobiologi (total mikroba), dan karakteristik sensori. Minuman sari lemon kolagen berbasis sari buah lemon terbaik diperoleh pada konsentrasi kolagen 1,5% (K3) dengan aroma agak khas lemon (3,11), rasa yang khas lemon (3,71), warna putih sedikit kekuningan (2,34), penerimaan keseluruhan suka (3,53), persen transmittan 67,20%, viskositas 1,19 cP, pH 4,07, dan total mikroba 1,2 x 10 2 koloni/mL.  Minuman sari lemon kolagen ini mengandung kadar protein sebesar 1,34 ± 0,04%, kadar vitamin C sebesar 0,018 ± 0,00 mg/mL, dan aktivitas antioksidan sebesar 19,39 ± 0,08%.