Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Explainable Deep-Reinforcement Learning Framework for Autonomous Traffic Signal Control Integrating V2X Data and Smart Infrastructure Jarot Dian Susatyono; Sofiansyah Fadli; G Thippanna
Global Science: Journal of Information Technology and Computer Science Vol. 1 No. 2 (2025): June: Global Science: Journal of Information Technology and Computer Science
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/globalscience.v1i2.172

Abstract

The integration of autonomous systems in traffic management has become increasingly important as urban populations and vehicle numbers continue to rise, leading to significant congestion. Traditional traffic signal control systems, which rely on fixed timing, are no longer sufficient to handle the dynamic and complex nature of urban traffic. To address these challenges, the proposed explainable Deep Reinforcement Learning (DRL) framework aims to optimize traffic signal control by dynamically adjusting traffic signals based on real-time data. This approach enhances traffic flow efficiency, reduces congestion, and improves overall system performance. The framework leverages Vehicle-to-Everything (V2X) communication, which enables real-time data exchange between vehicles, infrastructure, and other road users, extending the perception range of autonomous vehicles and providing valuable insights for traffic signal optimization. Additionally, the integration of smart infrastructure, such as smart intersections, plays a crucial role in enabling adaptive traffic management and facilitating better coordination across multiple intersections. One of the key advantages of the proposed system is its transparency, achieved through the implementation of explainable AI (XAI) techniques. These mechanisms provide clear insights into the decision-making processes, ensuring that traffic management authorities and system users can understand the rationale behind the system’s decisions. Although challenges such as data accuracy, scalability, and cybersecurity risks remain, the proposed DRL framework shows great promise in revolutionizing traffic management systems. Future research directions include enhancing data collection methods, improving the scalability of the system for larger cities, and further developing explainability features to improve trust and adoption in real-world applications.
Pengembangan Sistem Keamanan Rumah Berbasis IoT dengan Deteksi Intrusi Real-Time Menggunakan Sensor PIR dan Kamera, serta Notifikasi Otomatis melalui Aplikasi Mobile Jarot Dian Susatyono; Febryantahanuji Febryantahanuji; Arsito Ari Kuncoro
Jurnal Publikasi Ilmu Komputer dan Multimedia Vol. 4 No. 2 (2025): Mei: Jurnal Publikasi Ilmu Komputer dan Multimedia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jupikom.v4i2.3856

Abstract

Home security plays an essential role in contemporary life. As technology progresses, conventional security approaches are transitioning toward smarter, IoT-powered systems. This research introduces a real-time intrusion detection prototype combining a PIR sensor with an ESP32-CAM, integrated with Telegram for instant alerts. Once movement is detected, the system captures an image and sends both visual and text-based notifications to users, allowing for swift remote response. The system utilizes an ESP32 microcontroller linked to a PIR sensor and camera over Wi-Fi. Tests were performed to assess detection precision, response time, and system stability. The prototype achieved a 93% accuracy rate in detecting motion and delivered alerts with under a 5-second average delay. Image transmission through Telegram was successful, ensuring users receive visual proof in real-time. This solution is economical, intuitive to use, and suitable for household implementation. It offers a viable substitute to traditional CCTV by enabling proactive surveillance and remote interaction. Future enhancements could include cloud backup, facial recognition features, and smart home integrations.
Eksplorasi Efek Warna terhadap Keterlibatan Pengguna dalam Animasi Digital: Studi UX/UI pada Platform E-Learning Setiyo Prihatmoko, Setiyo; Sumaryanto; Jarot Dian Susatyono
Jurnal Publikasi Ilmu Komputer dan Multimedia Vol. 4 No. 2 (2025): Mei: Jurnal Publikasi Ilmu Komputer dan Multimedia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jupikom.v4i2.3870

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana warna dalam animasi digital memengaruhi keterlibatan pengguna pada platform e-learning. Dengan menggunakan pendekatan eksperimental, penelitian ini menguji lima skema warna (hangat, dingin, netral/kontras tinggi, monokromatik, dan pastel) melalui teknik eye-tracking , analisis interaksi, dan survei skala Likert. Data dari 150 partisipan menunjukkan bahwa warna dingin memiliki durasi fokus (fixation duration ) terpanjang (2670 ms) dan skor pengalaman pengguna tertinggi, sementara warna pastel juga menunjukkan performa yang kuat. Skema warna hangat dan netral/kontras tinggi menunjukkan keterlibatan jangka panjang yang lebih rendah. Temuan ini menyoroti pentingnya pemilihan warna dalam animasi digital untuk meningkatkan efektivitas e-learning. Penelitian ini memberikan bukti empiris tentang peran warna dalam keterlibatan pengguna, serta wawasan praktis bagi desainer UI/UX dan pengembang e-learning.
Konsep Desain Multimedia Sinestetik sebagai Pendekatan Baru dalam Penciptaan Pengalaman Visual–Audio Imersif Setiyo Prihatmoko, Setiyo; Sumaryanto; Jarot Dian Susatyono
Jurnal Publikasi Ilmu Komputer dan Multimedia Vol. 5 No. 1 (2026): Januari: Jurnal Publikasi Ilmu Komputer dan Multimedia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jupikom.v5i1.6135

Abstract

Perkembangan teknologi multimedia mendorong penciptaan pengalaman digital yang semakin imersif dan multisensori. Namun, sebagian besar desain multimedia masih berfokus pada aspek visual dan auditif secara terpisah, sehingga belum sepenuhnya menggambarkan keterhubungan persepsi antarindera. Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan Konsep Desain Multimedia Sinestetik sebagai pendekatan baru dalam menciptakan pengalaman visual–audio yang harmonis dan menyeluruh. Metode penelitian yang digunakan bersifat kualitatif-konseptual melalui analisis literatur dan sintesis teori dari bidang psikologi persepsi, teori warna dan bunyi, serta estetika digital. Proses analisis dilakukan dengan menelaah keterkaitan parameter visual (warna, bentuk, ritme) dan parameter audio (frekuensi, tempo, timbre) untuk merumuskan model konseptual desain multimedia sinestetik. Hasil kajian menghasilkan model konseptual yang menggambarkan hubungan timbal balik antara elemen visual dan auditif dalam membentuk pengalaman sinestetik yang imersif. Konsep ini berpotensi menjadi dasar pengembangan desain multimedia yang lebih emosional, interaktif, dan responsif terhadap persepsi manusia. Kesimpulannya, penerapan prinsip sinestetik dapat memperkaya pendekatan desain multimedia dan membuka arah baru bagi penelitian multisensori di bidang desain komunikasi visual dan teknologi kreatif.
Analisis Pengaruh Estetika Antarmuka Infinite Scroll terhadap Fenomena Technology-Mediated Bedtime Procrastination pada Remaja Setiyo Prihatmoko, Setiyo; Sumaryanto Sumaryanto; Jarot Dian Susatyono
Jurnal Publikasi Ilmu Komputer dan Multimedia Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Jurnal Publikasi Ilmu Komputer dan Multimedia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketergantungan terhadap media sosial kini menjadi permasalahan penting yang memengaruhi kesejahteraan digital serta kondisi fisik remaja di tengah tingginya tingkat konektivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat adiksi media sosial pada remaja serta mengkaji keterkaitannya dengan gangguan tidur yang dimediasi oleh perilaku doomscrolling. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan melibatkan [masukkan jumlah] responden melalui penyebaran kuesioner secara daring. Analisis data dilakukan menggunakan distribusi frekuensi dan uji korelasi guna melihat hubungan antar variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 64% remaja termasuk dalam kategori pengguna ekstrem (lebih dari 5 jam per hari), sementara 72% responden aktif menggunakan perangkat digital pada periode malam (22.00–03.00). Temuan ini mengindikasikan adanya penurunan kemampuan regulasi diri yang dipengaruhi oleh desain antarmuka yang bersifat manipulatif (dark patterns). Selain itu, aktivitas doomscrolling pada malam hari terbukti menjadi faktor utama yang berkontribusi terhadap menurunnya kualitas tidur serta meningkatnya kelelahan kognitif. Berdasarkan hasil tersebut, penelitian ini merekomendasikan penerapan kurikulum berbasis digital wellbeing serta program digital detox di lingkungan perguruan tinggi sebagai langkah preventif untuk membantu remaja menghadapi pengaruh desain teknologi yang persuasif.