Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Analisis Karakteristik Individu dari Perspektif Modal Psikologis dan Kepribadian Proaktif Pegawai Badan Pendapatan Daerah di Kota Bengkulu Rahmat Perkasa; Slamet Widodo; Paulus Sulluk Kananlua
Student Journal of Business and Management Vol. 5 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to analyze the perspective of employees from the psychological capital and proactive personality of employees at Regional Income In Bengkulu City. This study uses a quantitative descriptive approach, respondents are all employees of the Bengkulu City Regional Opinion Board (Civil Servants) totaling 69 people. Data collection using a questionnaire survey in the form of a link from google form (https://forms.gle/ babAsZDKsBb3y2M28) is distributed through the Whataaps Group of employees in the Bapenda Bengkulu City environment. The method of analysis uses descriptive statistics, namely to analyze the frequency distribution and average value (mecm) of the respondent's responses. The results showed that the overall average value of respondents' responses to psychological capital was very high. The highest response from psychological capital is in the optimism dimension with an average value of 5.27 (very very high). These results indicate that respondents have hopes of having a better future. Respondents' responses to resilience with the lowest average value. These results indicate that respondents have a tendency to recover quickly from adversity or have the ability to bounce back, with a focus on goals and success. Respondents' responses to proactive personalities with high ratings. These results indicate that respondents can accept responsibility for their own behavior and take the initiative to make things happen and believe that they have the power to make positive choices that can change negative things. The lowest respondent's response is the dimension of employee professional growth. The lowest average score in this dimension is found in question ten, namely the desire of employees to improve performance, supported by superiors. These results indicate that not all respondents have received support from their superiors in their desire to improve their performance. Superiors' support is considered to be an important factor in influencing employee work results. Keywords: Psychological Capital, Proactive Personality. Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perspektif pegawai ditinjau dari modal psikologis dan kepribadian proaktif pegawai pada Pendapatan Asli Daerah Di Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, respondennya adalah seluruh pegawai Badan Pemeriksa Keuangan Daerah (PNS) Kota Bengkulu yang berjumlah 69 orang. Pengumpulan data menggunakan survei kuisioner berupa link dari google form (https://forms.gle/ babAsZDKsBb3y2M28) yang dibagikan melalui karyawan Whataaps Group di lingkungan Bapenda Kota Bengkulu. Metode analisis menggunakan statistik deskriptif, yaitu menganalisis distribusi frekuensi dan nilai rata-rata (mecm) tanggapan responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan nilai rata-rata tanggapan responden terhadap modal psikologis sangat tinggi. Respon tertinggi dari modal psikologis adalah pada dimensi optimisme dengan nilai rata-rata 5,27 (sangat sangat tinggi). Hasil ini menunjukkan bahwa responden memiliki harapan untuk memiliki masa depan yang lebih baik. Respon responden terhadap resiliensi dengan nilai rata-rata terendah. Hasil ini menunjukkan bahwa responden memiliki kecenderungan untuk cepat pulih dari keterpurukan atau memiliki kemampuan untuk bangkit kembali, dengan fokus pada tujuan dan kesuksesan. Tanggapan responden terhadap kepribadian proaktif dengan peringkat tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa responden dapat menerima tanggung jawab atas perilaku mereka sendiri dan mengambil inisiatif untuk mewujudkan sesuatu dan percaya bahwa mereka memiliki kekuatan untuk membuat pilihan positif yang dapat mengubah hal-hal negatif. Respon responden terendah adalah dimensi pertumbuhan profesional karyawan. Skor rata-rata terendah pada dimensi ini terdapat pada pertanyaan kesepuluh, yaitu keinginan karyawan untuk meningkatkan kinerja yang didukung oleh atasan. Hasil ini menunjukkan bahwa tidak semua responden mendapat dukungan dari atasannya dalam keinginannya untuk meningkatkan kinerjanya. Dukungan atasan dinilai menjadi faktor penting dalam mempengaruhi hasil kerja karyawan. Kata Kunci: Modal Psikologis, Kepribadian Proaktif.
Pelatihan Andragogi 2 Hari untuk Penguatan Kapasitas SDM Koperasi Merah Putih di Kota Bengkulu Slamet Widodo; Nasution Nasution; Mukti Trio Putra; Fenny Evrita
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 6 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/t9bm4360

Abstract

Latar belakang: Program Koperasi Merah Putih (KMP) merupakan inisiatif strategis nasional yang secara administratif telah berhasil membentuk lebih dari 80.000 unit koperasi di seluruh Indonesia. Namun, kesenjangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) pengurus, khususnya dalam administrasi keuangan dan tata kelola organisasi, menjadi hambatan utama operasionalisasi koperasi dan berisiko menimbulkan penyimpangan dana. Tujuan: Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan kompetensi pencatatan buku kas harian dan administrasi simpan pinjam pengurus KMP di Kota Bengkulu; (2) memperkuat pemahaman pembagian tugas pokok (job desk) dan fungsi pengawasan antar pengurus; serta (3) menghasilkan dokumen Standar Operasional Prosedur (SOP) sederhana yang siap diimplementasikan. Metode: Pelatihan intensif 2 hari (Senin–Selasa) dengan pendekatan andragogi (30% teori singkat, 70% praktik langsung) diberikan kepada 30 pengurus inti (Ketua, Sekretaris, Bendahara, Pengawas) dari 10 KMP di Kota Bengkulu. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi proses, serta pendampingan daring selama 1 bulan pasca pelatihan. Hasil: Rata-rata skor kompetensi peserta meningkat dari 45,6 (pre-test) menjadi 78,4 (post-test) atau peningkatan sebesar 71,9% (p<0,001). Seluruh peserta (100%) berhasil menyelesaikan tugas praktik pengisian buku kas (tingkat kebenaran 87,5%) dan buku simpan pinjam (akurasi 85,2%). Sepuluh koperasi (100%) menghasilkan draft SOP sederhana. Setelah 1 bulan, 73,3% peserta masih mengimplementasikan keterampilan yang dipelajari. Kesimpulan: Pelatihan kilat 2 hari berbasis andragogi efektif untuk mengatasi kesenjangan kompetensi dasar pengurus koperasi dalam waktu terbatas. Model ini direkomendasikan untuk direplikasi pada koperasi lainnya.
Budaya Kerja dan Motivasi pada Kinerja: Kepuasan Kerja sebagai Mediasi Mebryando Gutama; Slamet Widodo
JWM (JURNAL WAWASAN MANAJEMEN) Vol. 14 No. 2 (2026)
Publisher : Master of Management FEB ULM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jwm.v14i2.419

Abstract

The purpose of this study is to analyze the influence of work culture and motivation on employee performance with job satisfaction as a mediating variable among employees of PT Bank Bengkulu. The data used in this study are primary data obtained through questionnaires distributed to PT Bank Bengkulu employees via an online survey. The research sample consisted of 274 respondents. The data analysis method used includes descriptive analysis and Partial Least Squares (PLS) analysis. The study reveals that work culture, motivation, and job satisfaction each have a significant positive effect on employee performance. A supportive work culture and strong motivation not only enhance performance directly but also improve job satisfaction, which in turn leads to better work outcomes. Furthermore, job satisfaction serves as a key mediating variable, strengthening the impact of both work culture and motivation on performance. This highlights job satisfaction as a central factor in linking organizational environment and individual drive to overall employee performance.
Pengaruh Kepemimpinan Autentik dan Work-Life Balance terhadap Keterlibatan Karyawan PT. Telkomsel dimediasi oleh Self-Efficacy Rhehan Ramdhan Dinar; Slamet Widodo
Jurnal Ekonomi Bisnis, Manajemen dan Akuntansi (Jebma) Vol. 6 No. 2 (2026): Article Research Juli 2026
Publisher : Yayasan Cita Cendikiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jebma.v6i2.8795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan autentik dan work-life balance terhadap keterlibatan karyawan dengan self-efficacy sebagai variabel mediasi pada karyawan PT Telkomsel Kota Bengkulu. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal dan melibatkan 177 responden yang dipilih menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-efficacy memediasi secara signifikan pengaruh kepemimpinan autentik terhadap keterlibatan karyawan (? = 0,359; p < 0,05) serta pengaruh work-life balance terhadap keterlibatan karyawan (? = 0,274; p < 0,05). Selain itu, model penelitian mampu menjelaskan 73,4% variasi keterlibatan karyawan (R² = 0,734). Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan keterlibatan karyawan dapat dilakukan melalui penerapan kepemimpinan autentik dan work-life balance yang mampu memperkuat self-efficacy karyawan. Dengan demikian, self-efficacy berperan penting sebagai mekanisme psikologis yang menjembatani pengaruh faktor organisasi terhadap keterlibatan karyawan.
TRANSFORMASI DIGITAL DALAM PENGELOLAAN SDM UMKM; SOLUSI INOVATIF UNTUK MENINGKTKAN DAYA SAING MASYARAKAT KABUPATEN BENGKULU TENGAH Slamet Widodo; Nasution Nasution; Mukti Trio Putra; Erni Sisna Wati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ekonomi dan Bisnis Digital Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jpmebd.v2i2.2656

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Bengkulu Tengah melalui pelatihan dan pendampingan manajemen berbasis digital. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan dosen dan mahasiswa Program Studi Manajemen S3 Universitas Bengkulu bersama mitra daerah seperti Dinas Koperasi, Pemerintah Daerah, dan Bank Bengkulu. Kegiatan dilakukan dengan tahapan identifikasi masalah, perencanaan aksi, pelaksanaan pelatihan, hingga evaluasi hasil pelatihan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan digital mampu meningkatkan pemahaman pelaku UMKM dalam pengelolaan SDM, mendorong penggunaan teknologi digital untuk pemasaran dan pembayaran, serta meningkatkan akses permodalan melalui sistem pembiayaan perbankan. Transformasi digital terbukti menjadi solusi inovatif dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM di Bengkulu Tengah. Simpulan dari pengabdian ini adalah pemberdayaan UMKM melalui pelatihan digitalisasi manajemen SDM dapat memperkuat kapasitas produksi dan ekonomi masyarakat secara signifikan. Kata Kunci : Pemberdayaan UMKM, Manajemen Sumber Daya Manusia, Transformasi Digital, Participatory Action Research, Daya Saing UMKM