Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

HUBUNGAN KADAR GLUKOSA DARAH PUASA DENGAN TROPONIN I PADA PASIEN INFARK MIOKARD AKUT Ledy Oktabelia; Debie Anggraini; haves ashan
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 9, No 2 (2022): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v9i2.9235

Abstract

Infark miokard akut (IMA) merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia akibat terbentuk plak aterosklerotik, sehingga menyebabkan iskemia miokard. Hal ini memicu terjadinya nekrosis sel miokard yang menyebabkan gangguan sarkolema, sehingga terjadi pelepasan troponin I ke aliran darah sebagai  biomarker jantung yang dinilai lebih spesifik. Diabetes melitus merupakan faktor risiko terjadinya IMA yang didiagnosis dari pemeriksaan kadar glukosa darah puasa (GDP), sehingga peneliti tertarik mengetahui hubungan kadar GDP dengan troponin I pada pasien IMA di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2019-2020. Penelitian observasional analitik ini dengan desain cross sectional menggunakan data sekunder. Populasi terjangkau adalah pasien IMA yang melakukan pemeriksaan kadar GDP dan troponin I di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2019-2020 dengan 32 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi menggunakan teknik total sampling. Dari hasil penelitian jenis kelamin terbanyak laki-laki 21 orang (65,6%), rata-rata usia 56,97±8,43 tahun, nilai tengah kadar GDP 158,5±62,2 mg/dL, nilai tengah kadar troponin I 1890±5023,2 ng/L. Hubungan kadar GDP dengan troponin I pada pasien IMA diperoleh nilai p=0,88 dengan nilai r=0,026. Kesimpulan bahwa hubungan kadar GDP dengan troponin I pada pasien IMA memiliki kekuatan korelasi positif yang sangat lemah.
ASPEK KLINIS DAN PEMERIKSAAN LABORATORIUM PENYAKIT GINJAL KRONIK Debie Anggraini
An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal) Vol 9, No 2 (2022): AN-NADAA JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT (DESEMBER)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/ann.v9i2.9229

Abstract

Penyakit Ginjal Kronik (PGK) didefinisikan sebagai kelainan struktur atau fungsi ginjal yang terjadi lebih dari 3 bulan ditandai dengan Laju Filtrasi Glomerulus <60 mL/menit/1,73 m². Manifestasi klinis yang sering dijumpai pada pasien PGK adalah penurunan kadar hemoglobin yang berat disertai dengan meningkatnya kadar kreatinin serum. Berkembangnya negara Indonesia, menyebabkan usia harapan hidup akan bertambah, maka jumlah pasien PGK turut meningkat. Untuk itu perlu suatu kajian untuk membantu menegakkan diagnosis melalui deteksi dini PGK dengan menenkankan pada aspek klinis dan pemeriksaan laboratoriumnya
Hematology Profile of Tuberculosis Lymphadenitis Patients at Siti Rahmah Hospital, Padang, Indonesia Debie Anggraini; Meta Zulyati Oktora
INDONESIAN JOURNAL OF CLINICAL PATHOLOGY AND MEDICAL LABORATORY Vol. 27 No. 3 (2021)
Publisher : Indonesian Association of Clinical Pathologist and Medical laboratory

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24293/ijcpml.v27i3.1719

Abstract

Tuberculosis (TB) is a progressive granulomatous infectious disease caused by Gram-positive acid-resistant bacilli classified in the genus Mycobacterium. Tuberculosis in humans is caused by Mycobacterium tuberculosis (MTB) and it mainly infects the lungs, although it can also infect intestines, meninges, bones, lymph nodes, skin that cause extra-pulmonary TB. Tuberculous lymphadenitis is an inflammatory process in lymph nodes as a result of MTB activity. The inflammatory process caused by MTB activity is often associated with anemia as the most common complication. Anemia in TB is caused by an inflammatory process associated with bone marrow suppression due to pro-inflammatory cytokines, thus inhibiting the proliferation and differentiation of erythroid progenitor cells. This chronic TB infection also affects iron hemostasis, thus further affecting the hematological profile of TB patients. This study aimed to determine the hematology profile of TB lymphadenitis patients in the Siti Rahmah Hospital, Padang, Indonesia. This was a descriptive study, with a population of patients diagnosed with TB lymphadenitis based on the results of a fine needle biopsy in the Colli region. The samples of this study consisted of 24 patients who have tested the hematology profile. Tuberculosis lymphadenitis patients in females were higher than males, the mean age was 26.75±19.53 years old dominated by an adult (54%). The mean of 3 hemoglobin levels was 11.8±1.522 g/dL, with 62.5% anemia patients. The mean leukocyte count was 10400±3018.926/mm , 3 with 54.2% of patients had normal levels of leukocyte. The mean of thrombocyte count was 334750±74440.668/mm , with 83.3% in normal levels and the mean of Erythrocyte Sedimentation Rate (ESR) was 35.25±31.489 mm/h, with 54.2% patients in high ESR. Hematology profile in TB lymphadenitis patient was anemia, normal levels of leukocytes, thrombocyte, and increased levels of ESR.
Pengaruh Kadar Hemoglobin terhadap Risiko Anemia dan Dampaknya pada Kesehatan Remaja Putri Intan Mulyani; Afkaar Faadilah; Diva Efrilia Junisa; Debie Anggraini
Scientific Journal Vol. 4 No. 1 (2025): SCIENA Volume IV No 1, January 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i1.187

Abstract

Pendahuluan: Anemia merupakan masalah kesehatan umum di kalangan remaja putri, yang sering kali disebabkan oleh gizi yang tidak memadai dan kesadaran yang buruk, yang dapat berdampak negatif pada kualitas hidup dan hasil kesehatan mereka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas edukasi anemia dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi status anemia pada remaja putri. Metode: Tinjauan ini mencakup lima penelitian yang menggunakan desain eksperimental dan cross-sectional. Metode pengumpulan data bervariasi dari pengujian hemoglobin, kuesioner, dan pengukuran antropometri hingga analisis asupan gizi. Uji statistik seperti Mann-Whitney U, chi-square, dan regresi logistik digunakan untuk menganalisis data. Hasil: Edukasi tentang anemia, baik secara langsung maupun berbasis web, secara signifikan meningkatkan kadar hemoglobin, pengetahuan, sikap, dan praktik. Faktor-faktor utama yang memengaruhi anemia meliputi pendapatan keluarga, asupan gizi, pendidikan orang tua, dan kondisi menstruasi. Anemia juga berdampak signifikan pada kualitas hidup, khususnya hubungan sosial dan kesehatan reproduksi. Kesimpulan: Intervensi anemia yang efektif memerlukan pendekatan multifaset, yang menggabungkan pendidikan, peningkatan akses ke gizi, dan dukungan keluarga, untuk mengurangi prevalensi anemia dan meningkatkan hasil kesehatan remaja.
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Zahra Dwi Annisa; Apriliyana Puji Lestari; Debie Anggraini
Scientific Journal Vol. 4 No. 2 (2025): SCIENA Volume IV No 2, March 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i2.189

Abstract

Status gizi dapat menjadi cerminan kesehatan seseorang yang didukung oleh asupan zat gizi organik . Terkait dengan kejadian anemia pada remaja, hal ini dapat menjadi penting karena prevalensi anemia pada remaja di suatu negara mencapai 100 juta orang . Kondisi ini mempengaruhi kesehatan, kesadaran, dan tindakan belajar . Dengan memahami hubungan antara status gizi dan anemia, kita dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, mengembangkan program-program gizi dan mendorong perubahan dalam perilaku makan sehat pada remaja, sehingga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa ( SDGs). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi hubungan antara status gizi dan kejadian anemia pada remaja. Metode yang digunakan adalah analisis sistematis dengan pengumpulan data yang ada , hasil analisis berasal dari peninjauan data yang diperoleh berdasarkan hasil analisis yang ada , dengan kesimpulan bahwa anemia dan penyakit defisiensi merupakan masalah kesehatan yang vital bagi remaja putri di berbagai negara, termasuk Republik Demokratik Federal Ethiopia , Bangladesh, India, India Selatan , dan Chili.
Peran Indeks Aterogenik sebagai Penanda Komplikasi pada Diabetes Melitus Tipe 2: Tinjauan Pustaka Debie Anggraini; Meta Zulyati Oktora; Dita Hasni
Scientific Journal Vol. 4 No. 2 (2025): SCIENA Volume IV No 2, March 2025
Publisher : CV. AKBAR PUTRA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56260/sciena.v4i2.205

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik kronis dengan risiko tinggi terhadap komplikasi makrovaskular dan mikrovaskular. Dislipidemia aterogenik, yang ditandai oleh peningkatan trigliserida dan penurunan HDL-kolesterol, memainkan peran sentral dalam patogenesis komplikasi tersebut. Atherogenic Index of Plasma (AIP), yang dihitung sebagai logaritma rasio trigliserida terhadap HDL-C, telah diusulkan sebagai biomarker sederhana untuk mengevaluasi risiko vaskular pada pasien DMT2. Tujuan: Tinjauan ini bertujuan untuk mengevaluasi peran AIP sebagai penanda prediktif terhadap komplikasi kardiovaskular dan mikrovaskular pada DMT2, berdasarkan bukti-bukti ilmiah terkini. Metode: Tinjauan pustaka ini disusun menggunakan pendekatan naratif. Penelusuran literatur dilakukan melalui database PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar dengan kata kunci: “atherogenic index of plasma”, “AIP”, “type 2 diabetes mellitus”, dan “vascular complications”. Artikel yang disertakan merupakan publikasi dalam 10 tahun terakhir, studi manusia, dan berbahasa Inggris atau Indonesia. Hasil: Beberapa studi menunjukkan bahwa AIP memiliki korelasi signifikan dengan komplikasi makrovaskular seperti penyakit jantung koroner, serta mikrovaskular seperti nefropati dan retinopati diabetik. Nilai AIP yang tinggi berhubungan dengan peningkatan risiko komplikasi, dan dinamika AIP dapat mencerminkan perubahan risiko secara longitudinal. AIP juga mudah dihitung dari data laboratorium rutin, sehingga berpotensi digunakan secara luas dalam praktik klinis.Kesimpulan: AIP merupakan biomarker hematologis yang menjanjikan dalam stratifikasi risiko komplikasi pada DMT2. Penggunaannya sebagai alat skrining dan pemantauan risiko klinis perlu didukung oleh penelitian lanjutan dan validasi dalam populasi lokal.
IMPLEMENTING RAPID NEEDS ASSESSMENT TO IMPROVE HUMANITARIAN AID DISTRIBUTION FOLLOWING THE 2025 FLASH FLOOD IN PADANG CITY, INDONESIA: A COMMUNITY SERVICE EXPERIENCE Ade Teti Vani; Irwan Triansyah; Nadia Purnama Dewi; Dessy Abdullah; Yuri Haiga; Debie Anggraini; Prima Adelin; Dita Hasni
Nusantara Hasana Journal Vol. 6 No. 1 (2026): Nusantara Hasana Journal, June 2026
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v6i1.2254

Abstract

Humanitarian aid is one of the most critical components of disaster response. However, relief distribution during the emergency phase is frequently driven by donor availability rather than by the actual needs of affected communities. Consequently, while essential supplies such as food and drinking water are often adequately provided, personal necessities that directly influence dignity, hygiene, and daily living remain insufficient. Rapid Needs Assessment (RNA) is recommended as a systematic approach to identify priority needs and improve the effectiveness of humanitarian interventions. This community service program aimed to implement a Rapid Needs Assessment before humanitarian aid distribution for victims of the 2025 flash flood in Padang City, Indonesia. The program was conducted during the emergency response period following the flash flood on 26 November 2025. A collaborative team of university lecturers and members of the Indonesian Medical Association (IDI) Padang Branch conducted field observations and semi-structured interviews with affected households at evacuation sites. Information on assistance already received and unmet priority needs was collected and used to guide the procurement and distribution of relief items. Most affected households had already received temporary shelter, food, and clean water. However, essential personal items—including towels, baby supplies, underwear, blankets, prayer equipment, umbrellas, and raincoats—remained insufficient. Implementing Rapid Needs Assessment enabled the humanitarian team to provide targeted assistance, complement existing relief efforts, minimize duplication, and address overlooked needs. Rapid Needs Assessment improved the relevance and effectiveness of humanitarian aid distribution. Collaboration between higher education institutions and professional organizations offers a practical model for evidence-based community service in disaster response.
RISK FACTORS OF HYPERTENSION IN THE ELDERLY Debie Anggraini
Nusantara Hasana Journal Vol. 3 No. 8 (2024): Nusantara Hasana Journal, January 2024
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v3i8.1043

Abstract

Hypertension is caused by an abnormal increase in blood pressure beyond normal values, namely systolic blood pressure ≥140 mmHg and diastolic blood pressure ≥90 mmHg measured at least twice in a sitting position. Hypertension indicates the occurrence of hemodynamic imbalance in the cardiovascular system caused by several aspects or multi-aspects and difficult to detect with one aspect only Methods: Hypertension detected during a physical examination is caused by certain diseases, so it is referred to as "The Silent Killer" because it often appears without symptoms. Elderly is someone who has entered the age of ≥60 years. Result: The elderly are at high risk of degenerative diseases, one of which is hypertension because the elderly will experience the aging process that causes changes in the body's work system such as cardiovascular. As we get older, the walls of blood vessels tend to be more rigid and their elasticity will decrease so that blood is forced to pass through narrow blood vessels and result in hypertension. Conclusion: Factors that often cause hypertension are divided into two factors such as gender, age, genetics and factors that can be changed such as diet, stress, obesity, physical activity, and smoking.
EDUKASI ISI PIRINGKU BERBASIS TEKNOLOGI DI NAGARI PADANG GANTIANG KABUPATEN SOLOK SELATAN Ade Teti Vani; Irwan Triansyah; Nadia Purnama Dewi; Debie Anggraini; Yuri Haiga; Aryaldy Zulkarnaini; Yanti Fitri Yasa
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 7 (2025): Nusantara Hasana Journal, December 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i7.1882

Abstract

Nutritional problems remain a major challenge in community health development, particularly in rural areas. The Indonesian government has introduced the “Isi Piringku” concept as a visual guideline for balanced nutrition; however, its implementation requires more innovative educational approaches. This community service activity aimed to improve knowledge and awareness of balanced nutrition through technology-based “Isi Piringku” education as an effort to prevent nutritional problems in Nagari Padang Gantiang. The community service program was conducted in Nagari Padang Gantiang, Sangir Jujuan District, South Solok Regency, over a 21-day period. Participants included housewives, posyandu cadres, elementary school teachers, and village officials. Educational methods involved technology-based counseling using educational videos, interactive discussions, and question-and-answer sessions. The program resulted in improved participants’ understanding of the “Isi Piringku” concept, particularly the application of the 3J principles (timing, quantity, and type of food) in complementary feeding practices. Educational videos effectively facilitated comprehension of balanced nutrition messages. In addition, the activity fostered community commitment to developing a nutrition-aware village program through the establishment of a healthy garden to support complementary feeding practices. Technology-based “Isi Piringku” education is effective in enhancing community nutrition knowledge and awareness. The integration of digital media and participatory community activities can support stunting prevention efforts and promote the development of a healthy and nutrition-conscious village