Articles
PERMAINAN TRADISIONAL CUBLAK-CUBLAK SUWENG DARI PROVINSI YOGYAKARTA DAN PEMBENTUKAN KARAKTER TANGGUNG JAWAB PADA PESERTA DIDIK MI/SD DI INDONESIA
Yosie Ervanda;
Anis Fuadah Z
el-Ibtidaiy:Journal of Primary Education Vol 3, No 2 (2020): el-ibtidaiy
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/ejpe.v3i2.9758
The purpose of this study was to see the traditional cublak-cublak suweng game from D.I Yogyakarta, and the order for the character of responsibility for students. Knowing the method of implementing the cublak-cublek suweng game that can shape the character of responsibility for students. This research method is research research. The research subjects were research articles and web that discussed the cublak-cublak suweng game that could be accounted for for its authenticity and correctness. The scope of this research includes elementary school teachers, elementary school children, and the surrounding community who are familiar with this game, as well as the role of the government in preserving the cublak-cublak suweng game and applying it to elementary schools at this time.This research was conducted to explain whether the cublak-cublak suweng game in the present era can give pleasure after being played and the impact that occurs after being played 1) Introduction to what cublak-cublak suweng is and how to play it. 2) Implementation of the cublak-cublek suweng model that can develop the character of responsibility for students, 3) The effectiveness of the cublak-cublak suweng game in shaping the character of responsibility for students. 4) what are the effects if you continue to drink it again and again.
Memperkenalkan Sejarah Pahlawan Nasional K.H. Samanhudi bagi Peserta Didik MI/SD di Indonesia
Lutfiah Hamidah;
Anis Fuadah Z
el-Ibtidaiy:Journal of Primary Education Vol 3, No 2 (2020): el-ibtidaiy
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/ejpe.v3i2.9752
The enthusiasm of Kyai Haji Samanhudi in advancing the indigenous merchant class against Chinese merchants resulted in the idea of establishing Sarekat Dagang Islam. Sarekat Dagang Islam was originally a group of batik traders whose aim was to improve the lives of its members. However, over time, membership has grown rapidly, starting from the groups of farmers, laborers and other traders. To expand its reach, this organization changed its name to Sarekat Islam and succeeded in penetrating various fields such as economics, politics, religion and society. The organization, which was founded in 1912, will later become the embryo and spirit of unity for the success of the economic movement in Indonesia during the movement era.This study describes (1) the biography of the hero Kyai Haji Samanhudi, (2) the values of K.H. Samanhudi in establishing and running Sarekat Dagang Islam to Sarekat Islam (3) the influence of K.H. Samanhudi towards society in the political, economic, religious and social fields (4) the heroic values of K.H. Samanhudi towards students in MI / SD.
Memerkenalkan Sejarah Pahlawan Nasional Ki Sarmidi Mangunsarkoro bagi Peserta Didik MI/SD di Indonesia
septia indah cahyani;
Anis Fuadah Z
el-Ibtidaiy:Journal of Primary Education Vol 3, No 2 (2020): el-ibtidaiy
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24014/ejpe.v3i2.9754
Behind the independence of the Indonesian State, many things are behind it. Education in Indonesia has existed since ancient times, to be precise in the pre-literacy era. Its development started from the pre-script era, the Hindu-Buddhist kingdom, and Islam until today. Ki Sarmidi Mangunsarkoro is an important factor in the field of education in Indonesia. The Minister of Teaching, Education and Culture, which he occupied, made many changes in Indonesia. The establishment of the Jakarta branch of Taman Siswa made children around them grow interested in reading and provided schools for children from underprivileged families. This study aims to improve students' enthusiasm for learning and to have a sense of struggle for education in Indonesia. The method that can be done is by looking for information about the history of Ki Sarmidi Mangunsarkoro from the history books of the Minister and the Indonesian Cabinet as well as the history books of Ki Sarmidi Mangunsarkoro. The results of this study show that students have a high enthusiasm for learning so that they can continue to the tertiary level and education in Indonesia becomes more advanced. Students have the nature of the view that education is very important. With the history of Ki Sarmidi Mangunsarkoro, there are a lot of knowledge of attitudes and morals that can be taken, one of which is educational.
PERAN ORMAS KEAGAMAAN DALAM PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 DI INDONESIA
Dina Mahdaniyati Anis Fuadah Z
JURNAL ILMIAH EDUKATIF Vol. 6 No. 1 (2020): Edukatif
Publisher : FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM SULTAN MUHAMMAD SYAFIUDDIN SAMBAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37567/jie.v6i1.105
Saat ini dunia digegerkan dengan kemunculan virus baru yaitu Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Virus Covid-19 ini merupakan suatu virus yang baru muncul di Wuhan pada akhir tahun 2019 lalu. Munculnya virus ini menyebabkan kepanikan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri, virus ini baru ditemukan pada awal 2020. Namun, karena penyebarannya yang begitu cepat menyebabkan masyarakat semakin khawatir. Berdasarkanlaporan data World Healh Organization (WHO) per 22 Maret 2020, kasus Covid-19 secara global adalah 292.142. Pasien yang meninggal dunia adalah 12.784 jiwa sedangkan di Indonesia tercatat 514 kasus dikonfirmasi, 48 kasus meninggal, dan 29 kasus sembuh. Dalam hal ini, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) keagamaan juga turut andil dalam pencegahan penyebaran Virus Covid-19. Artikel ini akan membahas tentang (1) Indonesia Menghadapi Penyebaran Covid-19. (2) Dialog Kapolri dengan Tokoh Masyarakat dalam Mengurangi dampak Penyebaran Covid-19 di Jabodetabek. (3) Perilaku Warga Masyarakat dalam Mentaati Maklumat Kapolri.
MERAWAT KERUKUNAN BERAGAMA PADA ERA 4.0
Devi Juliana Ardhani, Lina Agusti, dan Anis Fuadah Zuhri
JURNAL ILMIAH EDUKATIF Vol. 6 No. 1 (2020): Edukatif
Publisher : FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM SULTAN MUHAMMAD SYAFIUDDIN SAMBAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37567/jie.v6i1.106
Kerukunan juga diartikan sebagai kehidupan bersama yang diwarnai oleh suasana yangharmonis dan damai, hidup rukun berarti tidak mempunyai konflik, melainkan bersatu hati dan sepakat dalam berfikir dan bertidak demi mewujudkan kesejahteraan bersama. Di dalam era 4.0, teknologi informasi pada saat ini sangat mempengaruhi kerukunan antar umat beragama. Jika salah sedikit dalam menerima informasi tanpa mencari tahu kebenarannya, maka akan timbul kecurigaan, dimana dari situlah akan memicu ketidaknyamanan antar umat beragama. Dalam penulisan jurnal ini menggunakan metode studi kepustakaan atau Library research. Library research adalah penelitian yang memanfaatkan sumber perpustakaan untuk memperoleh data penelitiannya. Tujuan dari penulisan ini untuk mengetahui bagaimana karakteristik kerukunan beragama yang terjadi di Indonesia.
MENAMPILKAN SIKAP CINTA TANAH AIR PADA ERA 4.0
Safa Amalia, Umniati Rofifah, dan Anis Fuadah Zuhri
JURNAL ILMIAH EDUKATIF Vol. 6 No. 1 (2020): Edukatif
Publisher : FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM SULTAN MUHAMMAD SYAFIUDDIN SAMBAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37567/jie.v6i1.109
Sikap cinta tanah air merupakan sikap yang mementingkan kepentingan bangsa serta sikap rela berkorban demi kejayaan bangsa dan negaranya. Setiap warga negara haruslah memiliki sikap cinta tanah air. Rasa cinta tanah air inilah yang membuat seseorang memperdulikan bangsa dan negaranya. Pada era 4.0, sikap cinta tanah air merupakan hal yang penting. Era 4.0 adalah era dimana perkembangan terjadi bukan hanya dalam sektor teknologi saja melainkan dari semua sektor kehidupan. Sebagai warga negara Indonesia yang hidup pada era 4.0, sikap cinta tanah air harus dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang inovatif dan kreatif. Sikap cinta tanah air yang diklakukan juga haruis sesuai dengan era 4.0, sehingga dapat membawa Indonesia menjadi negara yang lebih baik. Banyak cara yang dapat menunjukkan sikap cinta tanah air pada era ini. Untuk itu, tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja sikap cinta tanah air yang dapat ditunjukkan agar sesuai dengan era 4.0. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah metode studi pustaka dengan mengumpulkan data-data terkail hal tersebut dari berbagai literatur dan berbagai media. Hasil yang didapatkan dari penellitian kajian ini adalah terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menunjukkan sikap cinta tanah air, seperti belajar dengan giat, melestarikan dan memperkenalkan budaya Indonesia di dunia Internasional, menggunakan dan membeli produk dalam negeri dan membanggakan nama Indonesia dengan mengikiti sejumlah perlombaan yang bertaraf Internasional.
MENJAGA KEBERSIHAN SEKOLAH DAN KARAKTER PEDULI LINGKUNGAN BAGI MURID MI/SD DI INDONESIA
Widya Safitri Aryanti, Anis Fuadah Z
JURNAL ILMIAH EDUKATIF Vol. 6 No. 1 (2020): Edukatif
Publisher : FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM SULTAN MUHAMMAD SYAFIUDDIN SAMBAS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37567/jie.v6i1.110
Karakter merupakan sesuatu yang ada pada tiap diri individu yang dibentuk dalam lingkungan keluarga sejak kecil. Namun, karakter juga ada pada tiap diri individu sejak lahir. Karakter yang baik dapat dibentuk melalui pendidikan, salah satunya melalui pendidikan karakter di sekolah. Untuk mewujudkannya dapat dilakukan dengan menanamkan nilai-nilai karakter terhadap peserta didik. Salah satu karakter yang harus dibentuk sejak usia dini yaitu karakter pedulilingkungan. Pembentukan karakter peduli lingkungan dapat dimulai dari lingkungan sekolah dengan menjaga kebersihan sekolah. Dengan terbiasanya siswa menjaga lingkungan sekolah, maka siswa akan peduli terhadap lingkungan di sekitarnya. Program yang biasa dilakukan disekolah terdapat unsur K3 (kebersihan, keindahan, kerapian), meliputi piket bersama di kelas dan lingkungan sekolah serta belajar merawat tumbuhan dan menjaganya. Dengan program ini bertujuan untuk memperkuat dan meningkatkan aktivitas kesadaran siswa di sekolah agar menjaga kebersihan lingkungan serta merawat tumbuhan di sekitarnya. Karena dengan bersihnya lingkungan sekolah, maka akan membuat siswa serta guru nyaman dalam melakukan kegiatan belajar mengajar.
Penerapan Model Pembelajaran Think Pair Share Untuk Meningkatkan Keaktifan dan Hasil Belajar Siswa Kelas IV
Vetty Norma Lasari;
Anis Fuadah Zuhri;
Rohmat Widiyanto
Elementar : Jurnal Pendidikan Dasar Vol 1, No 1 (2021): Elementar : Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Faculty of Educational Sciences,Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (439.01 KB)
|
DOI: 10.15408/elementar.v1i1.20374
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA melalui model pembelajaran kooperatif tipe think pair share di kelas IV-A MI Nurul Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kurt Lewin yang terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian dilaksanakan sebanyak dua siklus, setiap siklusnya terdiri dari dua pertemuan. Subjek penelitian ini terdiri dari 34 siswa kelas IV-A MI Nurul Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada siklus I dan siklus II. Hasil observasi aktivitas siswa memperoleh rata-rata nilai dari 75 menjadi 80. Hasil tes belajar siswa memperoleh rata-rata nilai dari 70,25 menjadi 80,56. Berdasarkan hasil observasi dan hasil tes belajar (posttest) yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair share mampu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas IV-A.
Penerapan Pendekatan Kooperatif Talking Chips untuk Meningkatkan Partisipasi dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV
Nisa Lia Utami;
Anis Fuadah Zuhri;
Rohmat Widiyanto
Elementar : Jurnal Pendidikan Dasar Vol 1, No 2 (2021): Elementar : Jurnal Pendidikan Dasar
Publisher : Faculty of Educational Sciences,Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (426.182 KB)
|
DOI: 10.15408/elementar.v1i2.20547
This research aims to determine the application of the cooperative approach type talking chips in increasing participation and student learning outcomes in science learning in class IV B MI Nurul Islam Ciputat. This research was conducted in March 2020 in class IV B MI Nurul Islam Ciputat. The research method used was Classroom Action Learning (PTK) which was conducted in two cycles. The subject of this study consisted of 35 class IV B students of MI Nurul Islam Ciputat. The data collection techniques used werw observation, interview, test and documentation. The result showed that the was an improve in participation and student learning outcomes in cycle I and cycle II. The result of student activity observations showed an increase in student participation with an average percentage score of 72% with the good category in cycle I and increased to 83% in very good category in the second cycle. The result of the student learning test showed that the student obtained an average value of 72,94 with the complete category in the first cycle and increased to 81,88 with complete category in the second cycle. Based on the result of this study, it can be concluded that the application of the cooperative approach type talking chips can increase the participation and learning outcomes of class IV B student of MI Nurul Islam.Keywords: Talking Chips, Participation, Learning Outcome
Kiprah generasi milenial pada era 4.0 dalam membumikan pancasila
Aisyah Sri Lestari;
Munifa Aini;
Anis Fuadah Zuhri
Attadib: Journal of Elementary Education Vol 3, No 2 (2019): ATTADIB: Journal of Elementary Education
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Ibn Khaldun Bogor
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (314.845 KB)
|
DOI: 10.32507/attadib.v3i2.513
Pancasila is the basis of the Indonesian state, the birth of Pancasila through a long process by the founding fathers of the nation. Pancasila itself is a sacred state foundation because of the values contained in Pancasila. The millennial generation or the young generation is currently very instrumental in the development and enlightening of the nation. Millennial generation faces many challenges in the information age or 4.0 era. Not only domestic challenges but challenges from abroad must be faced by the Indonesian people, especially millennial generation. The hopes they have for the progress of the Indonesian people are implemented through actions that have a positive impact on the Indonesian people. Millennial generation gait in grounding the Pancasila starts from oneself and from the smallest things and invites the closest people to carry out the values contained in the Pancasila precepts. Keywords: the meaning of Pancasila, challenges and hopes, the work of millennials Abstrak Pancasila merupakan dasar negara Indonesia, lahirnya pancasila melaui proses panjang yang dilakukan para pendiri tokoh bangsa. Pancasila sendiri merupakan dasar negara yang sakral karena nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Generasi milenial atau generasi muda saat ini sangat berperan dalam pembangunan dan mencerahkan bangsa. Generasi milenial mengahadapi banyak tantangan di era informasi atau era 4.0 ini. Bukan hanya tantangan dalam negeri namun tantangan dari luar negeri harus dihadapi bangsa Indonesia sendiri khusunya generasi milenial. Harapan yang mereka miliki untuk kemajuan bangsa Indonesia diimplementasikan melalui tindakan berdampak positif untuk bangsa Indonesia. Kiprah generasi milenial dalam membumikan Pancasila dimulai dari diri sendiri dan dari hal terkecil hingga hal yang besar yang dilakukan secara bekerja sama serta mengajak mengajak orang terdekat untuk melaksanakan nilai-nilai yang terkandung dalam sila Pancasila. Kata kunci: makna pancasila, tantangan dan harapan, kiprah generasi milenial