Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

ANALISIS NILAI TAMBAH DAN LABA PADA PENGOLAHAN NANAS (Ananas comosus L.) SEGAR MENJADI DODOL NANAS DI KECAMATAN JALANCAGAK KABUPATEN SUBANG Wanda Fadhilah; Sulistyo Sidik Purnomo; Suhaeni Suhaeni
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 9, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v9i1.8343

Abstract

Pineapple lunkhead is one of processed pineapple fruit mixed with glutinous rice flour, sugar, coconut milk, and other ingredients. Value added is the added value of a commodity because it undergoes a processing, transportation or storage process in a production. This study aims to: (1) Analyze the business description in the agroindustry of processing fresh pineapple into pineapple lunkhead in Jalancagak District, Subang Regency, (2) Analyze the added value of processing fresh pineapple into pineapple lunkhead in Jalancagak District, Subang Regency, (3) Analyze the profit that can be created from processing fresh pineapple into pineapple lunkhead in Jalancagak District, Subang Regency. The research method used is descriptive quantitative and qualitative research. In this study, the researchers set 10 people as respondents using the saturated sampling method (census). The results showed that: (1) Business description in pineapple dodol agroindustry in Jalancagak District, Subang Regency shows that it is currently quite developed. (2) The added value obtained from processing pineapple into pineapple lunkhead for 5 months is an average of Rp. 20,758/kg with a value added ratio of 55%. So based on these results the added value of pineapple lunkhead is said to be high because it has a ratio of > 40%. (3) Average profit from pineapple dodol agoindustry is Rp. 157.459.379 in a period of 5 months with an r/c ratio of 2.76. Pineapple dodol agro-industry in Jalancagak District, Subang Regency is feasible to cultivate.
ANALISIS PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP PRODUK SAYURAN ORGANIK (Studi Kasus Pelanggan Supermarket Total Buah Segar, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi) Fika Anggraini; Slamet Abadi; Suhaeni Suhaeni
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 9, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v9i1.8130

Abstract

Public awareness of a healthy lifestyle has increased, especially in modern society, some people are becoming more selective in determining the vegetables to be consumed, even now some people are starting to set certain conditions in determining the vegetables to be purchased, one of which is organic vegetables. This study aims to determine consumer characteristics, the decision-making process in purchasing organic vegetables, and consumer preferences for the attributes of organic vegetables in the Total Buah Segar Supermarket, North Bekasi District. Using consumer preference theory and theory of planned behavior (TPB). In this study, researchers set 100 people as respondents with the accidental sampling method. The analytical method used is descriptive analysis and multiple linear regression. The independent variable is attitude, subjective norm, and behavioral control, as well as the dependent variable purchase intention. The buying decision-making process includes need recognition, information search, alternative evaluation, purchase decision and post-purchase evaluation. The results showed that subjective attitudes and norms had a significant effect on the purchase intention of organic vegetables. Behavioral control has no significant effect on the intention to buy organic vegetables in Total Buah Segar, North Bekasi District. The implications for Total Buah Segar, North Bekasi District, need to pay attention to consumer preferences in marketing strategies for organic vegetables and be more active in seeking information about consumer preferences on a regular basis, in order to be consistent in maintaining consumer satisfaction and always improving store facilities and the quality of organic vegetable products.
Edukasi Konsumsi Hijau dalam Peningkatan Perilaku Konsumen yang Ramah Lingkungan Sri Ayu Andayani; Suhaeni Suhaeni; Tintin Febrianti; Siti Syarah Maesyaroh; Hanni Hidayati Nafi’ah; Sri Umyati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.5420

Abstract

Isu global warming saat ini nampaknya kian marak di masyarakat khususnya Masyarakat Garut dan banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah efek dari pemanasan global dan perubahan iklim. Salah satu yang dapat dilakukan yaitu memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan lebih memilih produk yang ramah lingkungan walaupun kondisi ini masih jauh dari harapan karena masyarakat pada umumnya banyak yang belum mengenal dan memahami pentingnya konsumsi hijau. Edukasi terkait pentingnya konsumsi hijau untuk meningkatkan perilaku konsumen hijau yang ramah lingkungan merupakan tema kegiatan pengabdian pada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan terhadap civitas akademika Fakultas Pertanian Universitas Garut, mengingat akademisi sebagai penghubung masyarakat Garut khususnya yang selama ini dianggap tinggi pencemaran akibat limbah industry kulit. Kegiatan pengabdian ini bertujuan dalam meningkatkan pengetahuan dan wawasan terkait konsumsi hijau pada produk-produk hijau yang ramah lingkungan sehingga dapat membentuk perilaku ke arah konsumen hijau. Metode edukasi dan sosialisasi bahkan penyuluhan merupakan metode dalam kegiatan ini. Kegiatan pengabdian menghasilkan peningkatan pengetahuan dan wawasan pentingnya konsumsi hijau dalam peningkatan kondisi ramah lingkungan sebagai pendukung situasi saat ini. Para peserta berperan secara aktif dan komunikatif walaupun di wilayah Garut belum begitu marak beredar produk-produk organic atau hijau sebagai pendukung membangun lingkungan hijau.
Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Ekspor Komoditas Perikanan: Pendekatan Gravity Model Indrajit Wicaksana; I Putu Eka Wijaya; Suhaeni Suhaeni; Ali fahmi Syahputra
Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension Vol. 3 No. 1 (2022): September
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/agrimanex.v3i1.6966

Abstract

This study aims to determine the factors that affect the quantity of Indonesian fishery commodity exports to eight APEC countries in the period 2002-2021. The eight countries are China, Hong Kong, Japan, USA, Singapore, Malaysia, Thailand and the Philippines. The trade model of this research is formed based on independent variables, namely GDP per capita of Indonesia, GDP per capita of export destination countries, economic distance of each country, export prices, and inflation of the Indonesian. While the dependent variable used is the number of Indonesian fishery commodity exports. In this model, there are four variables that significantly affect the number of Indonesian fishery commodity exports, namely the GDP of the export destination country (X1), the GDP of the exporting country/Indonesia (X2), the economic distance between the two countries (X3) and the export price (X4). While the inflation variable of the exporting country/Indonesia (X5) has no significant effect on the number of exports of Indonesian fishery commodities. The dependent variable can be explained by the independent variables used in the model by 91%, while the remaining 9% is explained by other variables outside the research variables.
Strategi Pengembangan Agribisnis Jamur Merang di Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat Luthfi Nur’azkiya; Suhaeni Suhaeni; I Putu Eka Wijaya
Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension Vol. 1 No. 1 (2020): September
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/agrimanex.v1i1.4750

Abstract

Karawang merupakan salah satu daerah sentra produksi jamur di Jawa Barat. Usaha jamur merang di Karawang dari hulu sampai hilir memiliki potensi untuk dikembangkan, tetapi masih belum optimal karena terdapat beberapa kendala faktor internal dan faktor external. Secara umum, usaha jamur merang di Kecamatan Jatisari Kabupaten Karawang memiliki beberapa permasalahan, antara lain; minimnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola budidaya jamur merang, ketersediaan bibit jamur merang berkualitas belum memadai, modal usaha terbatas, kurangnya akses dalam sistem pemasaran dan informasi, dan lembaga pemasaran yang terlalu panjang membuat penjualan jamur merang dikuasai oleh pedagang pengumpul. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan agribisnis jamur merang di Kecamatan Jatisari Kabupaten Karawang guna menyejahterakan petani. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif melalui wawancara yang mendalam (indepth interview) dan terstruktur baik kepada stakeholder maupun pakar, penyuluh, petani, dan pedagang yang terpilih di lokasi penelitian. Metode analisis data penelitian menggunakan analisis SWOT dan analisis arsitektur strategik. Berdasarkan hasil analisis SWOT diperoleh dua belas strategi dalam pengembangan agribisnis jamur merang di Kecamatan Jatisari Kabupaten Karawang yang diarahkan untuk menyejahterakan petani. Dari dua belas strategi yang telah dihasilkan tersebut, kemudian dijabarkan ke dalam dua puluh delapan program-program yang direkomendasikan. Program tersebut dibagi menjadi dua kelompok, yaitu program rutin dan program bertahap untuk dijalankan sesuai road map yang disusun dengan jangka waktu tertentu
Strategi Pengembangan Kelembagaan Usaha Kecil Menengah: Studi Kasus UKM NR I Putu Eka Wijaya; Suhaeni Suhaeni; Luthfi Nur’azkiya
Jurnal Agrimanex: Agribusiness, Rural Management, and Development Extension Vol. 1 No. 1 (2020): September
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/agrimanex.v1i1.4752

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor eksternal dan faktor internal serta strategi yang dapat diterapkan untuk pengembangan UKM NR. Penelitian ini dilakukan di Desa Mulyasari, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang. Metode analisis yang digunakan adalah analisis SWOT. Faktor strategis internal dan eksternal yang mempengaruhi strategi pengembangan UKM NR adalah SDM, kemampuan produksi produk yang tinggi, bersertifikat halal dan PIRT, permodalan berupa uang dan harta bergerak sudah tersedia, pemasaran produk belum terkoordinasi secara berkelompok, administrasi tidak terstruktur dengan rapi, belum memiliki rumusan strategi, perencanaan tidak optimal dan tidak mempunyai visi misi jangka panjang, tidak ada struktur organisasi yang terstruktur dan belum melibatkan pekerja dalam keluarga, belum berbadan hukum, persaingan antar perusahaan masih lemah, tidak memiliki lokasi yang strategis sebagai tempat persediaan atau penjualan khusus produk NR. Strategi yang dapat diterapkan dalam mengembangkan UKM NR adalah Strategi S-O.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat Melalui Pembibitan Jamur Merang Di Desa Pasirukeum Kabupaten Karawang Suhaeni Suhaeni; I Ketut Manu Mahatmayana; Indrajit Wicaksana; Yuyun Umaidah
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i1.3810

Abstract

Straw mushrooms are one of the food ingredients that contain lots of nutrients and are liked by the community. One of the villages that became the center of straw mushrooms in Karawang Regency is Pasirukeum Village. The mushroom in this village was developed by farmers who are members of the Sri Muncul farmer group. However, over time, the production of straw mushrooms are decreasing year by year. One of the contributing factors is the low quality of mushroom seeds and the lack of knowledge and skills of farmers in conducting nurseries. Based on these problems, this community service activity aims to help the community provide solutions, namely in the form of socialization and training in nursery of straw mushroom . The method used is counseling and training on seed production of straw mushroom. There are four indicators used to measure farmers' knowledge, which are related to seeding and cultivation, mushroom quality, farming risk and income. The results of the implementation show that the knowledge of farmers (partners) about breeding and cultivation has increased by 27%, farmers' knowledge regarding the quality of straw mushrooms has increased by 22.1%, increased knowledge of farmers related to farming risks has increased by 25.6% and increased knowledge of farmers related to income in farming. increased by 23.7%. The average increase in knowledge and skills of farmers as a whole is 24.6%.
Edukasi Konsumsi Hijau dalam Peningkatan Perilaku Konsumen yang Ramah Lingkungan Sri Ayu Andayani; Suhaeni Suhaeni; Tintin Febrianti; Siti Syarah Maesyaroh; Hanni Hidayati Nafi’ah; Sri Umyati
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i3.5420

Abstract

Isu global warming saat ini nampaknya kian marak di masyarakat khususnya Masyarakat Garut dan banyak cara yang dapat dilakukan untuk mencegah efek dari pemanasan global dan perubahan iklim. Salah satu yang dapat dilakukan yaitu memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan lebih memilih produk yang ramah lingkungan walaupun kondisi ini masih jauh dari harapan karena masyarakat pada umumnya banyak yang belum mengenal dan memahami pentingnya konsumsi hijau. Edukasi terkait pentingnya konsumsi hijau untuk meningkatkan perilaku konsumen hijau yang ramah lingkungan merupakan tema kegiatan pengabdian pada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan terhadap civitas akademika Fakultas Pertanian Universitas Garut, mengingat akademisi sebagai penghubung masyarakat Garut khususnya yang selama ini dianggap tinggi pencemaran akibat limbah industry kulit. Kegiatan pengabdian ini bertujuan dalam meningkatkan pengetahuan dan wawasan terkait konsumsi hijau pada produk-produk hijau yang ramah lingkungan sehingga dapat membentuk perilaku ke arah konsumen hijau. Metode edukasi dan sosialisasi bahkan penyuluhan merupakan metode dalam kegiatan ini. Kegiatan pengabdian menghasilkan peningkatan pengetahuan dan wawasan pentingnya konsumsi hijau dalam peningkatan kondisi ramah lingkungan sebagai pendukung situasi saat ini. Para peserta berperan secara aktif dan komunikatif walaupun di wilayah Garut belum begitu marak beredar produk-produk organic atau hijau sebagai pendukung membangun lingkungan hijau.