Claim Missing Document
Check
Articles

PERSEPSI PENGUNJUNG EKOWISATA MANGROVE WONOREJO SURABAYA BERDASARKAN EXPERIENCESCAPE Oktavianus Wanly Utojohardjo; Bayu Jagadhita Wiratama; Monika Kristanti
Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa
Publisher : Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi pengunjung setelah mengunjungi Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya dengan pendekatan Experiencescape. Pendekatan Experiencescape terdiri dari 4 dimensi yaitu Entertainment, Education, Escapist dan Esthetic. Jenis penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner secara Online menggunakan Google Form. Hasil kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukan bahwa persepsi masyarakat Surabaya terhadap dimensi Entertainment tertinggi dengan total nilai rata-rata 4,34 dengan persepsi sangat baik, untuk dimensi Eshtestic berpersepsi sangat baik dengan nilai rata-rata 4,24, untuk dimensi Escapist berpersepsi Baik dengan nilai rata-rata 4,20, untuk yang terendah pada dimensi Education dengan total nilai rata-rata 4,14 dipersepsikan baik.Kata Kunci: Experiencescape, Persepsi, Ekowisata, MangroveAbstract - This study aims to determine perceptions of visitors in Ecotourism Mangrove which takes place in Wonorejo - Surabaya that use Experiencescape. Experiencescape consists of 4 dimensions, Entertainment, Education, Escapist and Esthetic. This type of study includes Quantitative Descriptive analysis. The method of data collections in this study was conducted by distributing online questionnaires using Google Form. The result shows that Surabaya citizen’s perceptions for Entertainment dimension has the highest total of mean value is 4,34 with very good perception, for Esthetic dimension has the total of mean value is 4,24 with very good perception, for Escapist dimension has the total of mean value is 4,20 with good perception and for Education dimension has the lowest total of mean value is 4,14 with good perception.Keywords: Experiencescape, Perception, Ecotourism, Mangrove
ANALISA PERILAKU KELUHAN KONSUMEN DI STREATS RESTORAN IBIS STYLES HOTEL SURABYA JEMURSARI Tommy Susanto; Monika Kristanti
Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Hospitality dan Management Jasa
Publisher : Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.916 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perilaku keluhan konsumen di Streats restoran yang dibagi menjadi dua yaitu immediate complaint behaviour dan subsequent complaint behaviour. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini cross tabulation, chi-square, dan koefisien kontingensi. Berdasarkan hasil uji dapat disimpulkan bahwa: Pada tahap immediate complaint behaviour, karakteristik demografi usia, tingkat pendidikan terakhir, dan pendapatan memiliki hubungan positif dan signifikan dengan perilaku keluhan konsumen, sedangkan karakteristik demografi jenis kelamin tidak memiliki hubungan positif dan signifikan. Sedangkan pada tahap subsequent complaint behaviour karakteristik demografi usia dan tingkat pendidikan terakhir memiliki hubungan positif dan signifikan dengan perilaku keluhan konsumen, sedangkan karakteristik demografi pendapatan dan jenis kelamin tidak memiliki hubungan positif dan signifikan.
ANALISA PERBEDAAN PRIA DAN WANITA DALAM MOTIVASI PEMBERIAN TIP KEPADA KARYAWAN HOTEL DI JEMBER Bella Priscilia; Tju Celine; Monika Kristanti
Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa
Publisher : Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui perbedaan pria dan wanita dalam motivasi pemberian tip kepada karyawan hotel di Jember. Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif dengan pendekatan komparatif dan menggunakan metode Exploratory Factor Analysis (EFA) yang diuji dengan program SPSS. Dalam penelitian yang dilakukan, ditemukan 5 faktor baru yang mempengaruhi pemberian tip kepada karyawan hotel di Jember, yaitu kualitas layanan, pengakuan sosial, empati pelanggan, gender karyawan, dan metode pembayaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam faktor pemberian tip dilihat dari gender pelanggan hotel di Jember.Kata kunci : Gender, Tip, motivasi Abstract : This research was conducted with the aim of finding out the differences between men and women in motivating tips for hotel employees in Jember. This type of research is quantitative with a comparative approach and uses the exploratory factor analysis (EFA) method which is tested with the SPSS program. In the research conducted, found 5 new factors that influence the giving of tips to hotel employees in Jember, namely service quality, social recognition, customer empathy, employee gender, and payment methods. The results showed that there were significant differences in tipping factors seen from the gender of hotel customers in Jember.Keywords: Gender, Tip, motivation
PERSEPSI STAF FRONT OFFICE TERHADAP TIPPING DI “A” PRIVATE RESORT AND VILLA BALI David Giovanni Sudarmadji; Ricky Alexander Pristyo; Monika Kristanti
Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa
Publisher : Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Tip sudah menjadi hal yang familiar, terutama di dunia perhotelan. Para tamu memberikan tip kepada staf ketika menginap di hotel sebagai tanda penghargaan atau bentuk terima kasih atas apa yang telah dikerjakan oleh staf tersebut. Oleh karena itu, peneliti ingin mengetahui persepsi staf terhadap tipping di “A” private resort and villa. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil informan sebanyak 10 orang staf, dimana terdiri dari 1 orang Executive Assistant Manager dan 9 orang butler. Metode pengambilan data yang digunakan adalah dengan melakukan wawancara, baik secara langsung maupun melalui telepon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tip tidak mempengaruhi motivasi dan kinerja staf di “A” private resort and villa, Bali. Lalu, dari hasil penelitian adapula staf yang mengatakan bahwa tip dapat meningkatkan motivasi. Selain itu, tip juga dapat meningkatkan kinerja staf, tetapi lebih terfokus kepada pelayanan tamu. Disamping itu, peneliti juga menemukan persepsi tip dari para staf yang mengatakan bahwa para staf juga tidak menganggap tip itu penting, dikarenakan para staf sudah mendapatkan gaji dan service charge tiap bulannya. Selain itu, para staf butler terus menerus dilatih untuk bekerja secara service oriented, bukan secara tip oriented agar dapat terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada tamu.Kata Kunci:Tip, motivasi, kinerja, butler, front office, service, resort, villaAbstrak - Tip has become a familiar thing, especially in Food and Beverage industry. Guests give tip to a staff when they are staying at hotel as an appreciation or a gratitude for everything that the staff has done. Furthermore, researchers aimed to investigate how front office staff perception of tipping is, at “A” private resort and villa, Bali. This research involved 10 participants as the sample, which are consist of 1 person as Executive Assistant Manager and 9 person as butler. This research is using interview as the method. Thus, the result of this research indicated that tip didn’t have any impact to either staff’s motivation or work performance at “A” private and resort, Bali. Then, from the results, there were also found that tip could increase staff motivation. Moreover, tip also could affect on staff performance, but it’s more focused on guest service Besides that, researchers also found about staff tip perception that staff didn’t consider tip was very important, since staff had earned a monthly salary and service charge. Furthermore, butler staff had been continuously trained to not to work in tip-oriented, but in a service-oriented manner, in order to provide the best service to guests all the time.Keywords:Tip, motivation, work performance, butler, front office, service, resort, villa
ANALISA PERBEDAAN MOTIVASI PEMBERIAN TIP BERDASARKAN GENDER KEPADA KARYAWAN RESTORAN DI SURABAYA Ni Luh Intha Hanani Miryani; Jeniffer Fransisca Tandiary; Monika Kristanti
Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa
Publisher : Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTip digunakan sebagai sebuah penghargaan yang diberikan konsumen kepada karyawan Restoran yang telah memberikan pelayanan yang memuaskan. Motivasi pemberian tip adalah sebuah dorongan untuk memberikan penghargaan dari konsumen kepada karyawan. Setiap konsumen, baik pria maupun wanita memiliki motivasi yang berbeda dalam memberikan tip. Penelitian ini bertujuan untuk mencari faktor apa saja yang menjadi motivasi pemberian tip oleh konsumen kepada karyawan, serta melihat apakah ada perbedaan signifikan antara pria dan wanita dalam motivasi pemberian tip. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat enam faktor yang terbentuk yang memotivasi pelanggan untuk memberikan tip yaitu Loyalty and Small Change, Empati dan Suasana, Staff Performance and Norms, Product Knowledge dan Gender Pelayan. Dalam Penelitian ini menunjukan bahwa konsumen pria dan wanita memiliki perbedaan motivasi pemberian tip, namun tidak signifikan.Kata Kunci:Motivasi, Tip, Pria, Wanita, RestoranABSTRACTTip is used as an award given by consumers to restaurant employees who have provided a satisfying service. The motivation for tipping is an encouragement to give reward from consumers to employees. Every consumer, both men and women have a different motivation for giving tips. This study aims to find out what factors motivate consumers to give tips to employees, and see if there are significant differences between men and women in motivating tips. The results of this study, there are six factors formed that motivate customers to give tips, including Loyalty and Small Change, Empathy and Atmosphere, Staff Performance and Norms, Product Knowledge and Waiter Gender. In this study, shows that male and female consumers have different motivations for tipping, but not significantly.Keyword:Motivation, Tipping, Men, Women, Restaurant
FAKTOR-FAKTOR YANG MENDORONG MASYARAKAT SURABAYA DALAM MELAKUKAN RESERVASI HOTEL SECARA ONLINE Sherly Gozzali; Monika Kristanti
Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa
Publisher : Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1040.237 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mendorong masyarakat Surabaya dalam melakukan reservasi hotel secara online. Dimana reservasi online yang dilakukan hanya pada Online Travel Agent yang dilakukan oleh masyarakat Surabaya berumur 20-40 tahun selama kurun waktu 1 tahun terakhir (Mei 2012-April 2013). Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis faktor. Hasil penelitian menunjukan bahwa tedapat tujuh faktor yang mendorong masyarakat Surabaya dalam melakukan reservasi hotel secara online, yaitu faktor popularitas dan teknologi, keterandalan, kemudahan, kecepatan, informasi, harga, dan reward. Faktor popularitas dan teknologi merupakan faktor yang memiliki kontribusi paling besar. 
PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP ATRIBUT PRODUK BREADTALK TUNJUNGAN PLASA SURABAYA agustin wiek kustanto; Edwin Japarianto; Monika Kristanti
Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa
Publisher : Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.919 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana persepsi konsumen terhadap atribut produk BreadTalk Tunjungan Plasa Surabaya. Dalam penelitian ini terdapat terdapat 7 variabel, yaitu persepsi terhadap product design, product quality, product features, product reliability and consistency, product benefit, range of product or service, dan value price relationship. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik judgemental sampling terhadap 100 responden. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh kesimpulan bahwa masyarakat mempunyai persepsi yang baik terhadap atribut produk.
ANALISA MEAL EXPERIENCE DAN PENGARUHNYA TERHADAP MINAT BELI ULANG DI RESTORAN JEPANG DI SURABAYA Clairine Nathania; Catherine Tjandra; Monika Kristanti
Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa
Publisher : Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.624 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa perbedaan meal experience yang dialami oleh konsumen dari gender dan kelompok usia yang berbeda, serta apakah meal experience memiliki pengaruh terhadap minat beli ulang di Restoran Jepang di Surabaya. Meal experience terdiri dari aspek makanan, minuman, pelayanan, kebersihan dan higienitas, suasana, serta harga dan nilai uang. Teknik analisa yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, One Way Anova, Independent Sample t-Test, serta regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, meal experience yang didapatkan konsumen di restoran Jepang Surabaya sudah baik. Selain itu, dalam meal experience yang dirasakan, tidak ada perbedaan signifikan antara pria dan wanita, akan tetapi terdapat perbedaan signifikan antar kelompok usia yang berbeda pada aspek minuman, pelayanan, kebersihan dan higienitas, serta harga dan nilai uang. Sementara itu, meal experience ternyata berpengaruh signifikan terhadap minat beli ulang konsumen, pada aspek makanan dan aspek pelayanan.
Kualitas Layanan Karyawan Hotel Berbintang Terhadap Kepuasan Wisatawan Penyandang Disabilitas di Indonesia Stella Agrippina; Monica Luizjaya; Monika Kristanti
Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa
Publisher : Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa kualitas layanan karyawan hotel berbintang terhadap kepuasan wisatawan penyandang disabilitas di Indonesia. Metode pengumpulan data dengan menyebarkan kuesioner sebanyak 100. Metode penelitian ini menggunakan PLS (Partial Least Square). Hasil penelitian ini menunjukkan jika kualitas layanan karyawan hotel berbintang dalam hal ini dimensi bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, dan empati memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kepuasan wisatawan penyandang disabilitas. Jaminan merupakan dimensi yang memiliki pengaruh paling dominan terhadap kepuasan wisatawan penyandang disabilitas.Kata Kunci: kualitas layanan, bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, kepuasan, wisatawan penyandang disabilitasAbstract: This study is accomplished to analyze the service quality of star rated hotel employees towards the satisfaction of tourist with disabilities in Indonesia. Methods of data collection by distributing questionnaires as many as 100. This research method uses PLS (Partial Least Square). The results of this study indicate if the quality of star rated hotel employee services in this case the dimensions of tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy have a positive and significant effect towards the satisfaction of tourists with disabilities. Assurance are the dimensions that have the most dominant influence on the satisfaction of tourists with disabilities.Keyword: service quality, tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy, satisfaction, tourists with disabilities
Analisa Aspek Ergonomi di Restoran Pipe & Barrel Surabaya Terhadap Kenyamanan Karyawan dan Konsumen Feby Christabella Soedarto; Anastasia Hendrayanti Widjaja; Monika Kristanti
Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Hospitality dan Management Jasa
Publisher : Jurnal Hospitality dan Manajemen Jasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.861 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Restoran Pipe & Barrel Surabaya, dengan tujuan untuk mengetahui apakah aspek ergonomi berpengaruh terhadap kenyamanan karyawan dan konsumen. Penelitian ini mengambil sampel sebanyak 3 karyawan sebagai informan dan 100 konsumen sebagai responden. Penelitian ini menggunakan Analisa Faktor Konfirmatori untuk dimensi kenyaman konsumen dan triangulasi untuk dimensi kenyamanan karyawan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa  aspek ergonomi pada dimensi kenyamanan karyawan (ergonomi fisik, lingkungan, & makro) sudah cukup baik dan aspek ergonomi pada dimensi kenyamanan konsumen (aspek antropometri dan ergonomi lingkungan) berpengaruh signifikan terhadap kenyamanan konsumen di Restoran Pipe & Barrel Surabaya. This research was conducted at the Pipe & Barrel Restaurant Surabaya; the objective of this study is to know whether the aspects of ergonomics effect on employees’ and consumers’s comfort. This research take 3 employees of informants and 100 consumers of respondent. This study uses triangulation for the employees’ comfort dimension and Confirmatory Factor Analysis (CFA) for the consumers’ comfort dimension. Based on the result, ergonomic aspects of employees’ comfort dimension (physical, environmental, & macro ergonomics) are proper enough and ergonomic aspects of consumers’ comfort dimension (anthropometrics and environmental ergonomics) affect on consumers’ comfort in Pipe & Barrel Restaurant Surabaya.
Co-Authors Abigail Anggraini Susilo Abigail Anggraini Susilo, Abigail Anggraini Adiguna Yapola Adiguna Yapola Adriana Aprilia Adriana Aprilia agustin wiek kustanto Agustinus Nugroho Agustinus Nugroho Alfonsus Lucky Prajitno Amanda Radityani Anastasia Hendrayanti Widjaja Anastasia Vianney Budiantoro Anastasia Vianney Budiantoro, Anastasia Vianney Andrea Gabriella Andrew Irawan Andrew Irawan, Andrew Angelina Putri Arlita Helena Bayu Jagadhita Wiratama Bella Jessica Margianto Bella Priscilia Carmenita Suhartono Catherine Tjandra Christian Hanni Santoso Clairine Nathania Claudia Cindy Gosal Claudia Cindy Gosal, Claudia Cindy David Giovanni Sudarmadji David Kristianto Deborah C Widjaja Desyandri Desyandri Devi Kristianto Dicky Josiando Dio Alfiantara Santoso Edwin Japarianto Edwin Japarianto Elina Novita Endo Wijaya Kartika Evelyn Tjitrokusmo Feby Christabella Soedarto Felicia Felicia Felicia Livia Ganiadi Fera Kusno Fransisca Andreani Fransisca Andreani Gilbert Alosius Anggana Ismail Eki Permana Ivania Deselina Soenjoyo Jeniffer Fransisca Tandiary Jenni Lukmanto Josephine, Abigail Kelly Wisana Klarissa, Kezia Kuhn, Benjamin Leonanta Pradana Sujarwo Putra Levina, Gina Liliany Prajogo Lucano Giovanni Lokman Luciana Chandra Boediarso Luciana Lim Jaya Mandias, Rosilia Marcia, Kimiyana Meyske Meyske Michael Michael Michelle Wijaya Mila Christina Sutikno Monica Luizjaya Nancy Permatasari Soedargo Ni Luh Intha Hanani Miryani Oktavianus Wanly Utojohardjo Olivia Redjo Olivia Redjo, Olivia Olivia Vinka Imanda Patricia Antonia Setiadji Priska Vianny Marsellita Purnamasari, Indriani Ratna Suryani Widjaja Regina Jokom Rianti Rizki Ricky Alexander Pristyo Ronny Kusnin Rudijanto, Diana Gabriela Ryan Kurniawan Njoto Serli Wijaya Shannen Sentosa Singgih Sharon Sharon Sheila Handriyani Sherly Gozzali Sienny Thio Silvia Shacharisha Laurent Silvia, Lanny Stefani Susiani Stella Agrippina Stevent Darius Sugianto, Amelia Sutanto, Joceline Thendeano, Christina Ribka Thomas Marcel Sutomo Tju Celine Tommy Susanto Valerie, Celine Veranita Goenawan Vido Iskandar Widjaja, Deborah C Widjaja, Deborah C. Yenie Widjojo Yenie Widjojo, Yenie Yessica Hartanto Yohan Gunawan Henuk Yolanda Gunawan Henuk Yolanda Tjandra Yvonne Natalia Zeplin Jiwa Husada Tarigan