Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pola Luka pada Korban Meninggal akibat Kekerasan Tumpul yang Diautopsi di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode Januari-Desember 2014 Enma, Zari; Kristanto, Erwin; Siwu, James F.
e-CliniC Vol 6, No 1 (2018): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.6.1.2018.19582

Abstract

Abstract: This study was aimed to determine the injury patterns of victims died due to blunt violence and were autopsied at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado from January – December 2014. This was a descriptive and retrospective study using medical record data of Forensic and Medicolegal Department, Medical Faculty of Sam Ratulangi University/Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado during the period from January 2014 to December 2014. The results showed that during that period there were 13 deaths due to blunt violence that met the criteria. There were twelve male and and one female victims. Further studies with longer periods of time involving other hospitals around Manado are needed.Keywords: patterns of wound, blunt trauma, dead victim Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola luka pada korban meninggal akibat kekerasan tumpul yang diautopsi di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado periode Januari – Desember 2014. Jenis penelitian ialah deskriptif dan retrospektif dengan menggunakan data rekam medik Bagian Ilmu Kedokteran Forensik Medikolegal FK Unsrat- RSUP Prof. Dr. R. D Kandou Manado selama periode Januari 2014 sampai dengan Desember 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode tersebut terdapat 13 korban yang meninggal akibat kekerasan tumpul yang memenuhi kriteria. Terdapat 12 korban berjenis kelamin laki-laki dan satu korban berjenis kelamin perempuan. Disarankan penelitian lebih lanjut dengan periode pendlitian yang lebih panjang dengan melibatkan rumah sakit lainnya di sekitar Manado.Kata kunci: pola luka, trauma tumpul, korban mati
Hubungan usia waktu menikah dengan kejadian kekerasan pada anak di Kota Manado Bulan Oktober 2014 – Oktober 2016 Sumayku, Gian P.S.; Tomuka, Djemi; Kristanto, Erwin
e-CliniC Vol 4, No 2 (2016): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.4.2.2016.14681

Abstract

Abstract: Child abuse is all forms of painful treatment physical or emotional, sexual abuse, trafficking, neglect, commercial exploitation including sexual exploitation of children resulting in injury/loss of actual or potential harm to the child's health, child survival, child development or dignity children, conducted in the context of a relationship of responsibility, trust, or power. Early marriage can be defined as an inner and outer bond between a man and a woman as husband and wife at a young age/adolescent. This study was aimed to determine the relationship between marriage age and child abuse in Manado. This was a retrospective study with a cross-sectional design using secondary data from several sources in Manado from October 2014 to October 2016. The results showed that many cases of child abuse occured with parents at susceptible age of 21-25 years in 8 cases (47.1%), followed by age 31-35 years in 4 cases (23.5%), susceptible age of 26-30 years and >35 years, each in 2 cases (11.8%), and the least at the marriage age of 15-20 years in 1 case (5.88%). Conclusion: Parents/step parents that married at the age of 21-25 years had the higher percentage of child abuse compared to those that maried at the ages of 15-20 years and over 25 years.Keywords: marriage age, child abuse Abstrak: Kekerasan terhadap anak adalah semua bentuk/tindakan perlakuan menyakitkan secara fisik ataupun emosional, penyalahgunaan seksual, trafiking, penelantaran, eksploitasi komersial termasuk eksploitasi seksual komersial anak yang mengakibatkan cidera/kerugian nyata ataupun potensial terhadap kesehatan anak, kelangsungan hidup anak, tumbuh kembang anak atau martabat anak, yang dilakukan dalam konteks hubungan tanggung jawab, kepercayaan atau kekuasaan. Perkawinan usia muda dapat didefenisikan sebagai ikatan lahir batin antara seorang pria dengan wanita sebagai suami istri pada usia yang masih muda/remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia waktu menikah dengan kekerasan pada anak di Kota Manado. Jenis penelitian ialah retrospektif dengan desain potong lintang dengan menggunakan data sekunder yang diperoleh dari RS Bhayangkara, Polresta Manado, dan BKKBN Manado. Hasil penelitian ini menunjukan kasus kekerasan pada anak banyak terjadi pada usia 21-25 tahun yang berjumlah 8 kasus (47,1%), diikuti usia 31-35 tahun yang berjumlah 4 kasus (23,5%), usia 26-30 tahun dan >35 tahun masing-masing berjumlah 2 kasus (11,8%), dan yang paling sedikit pada usia waktu menikah 15-20 tahun berjumlah 1 kasus se (5,88%). Simpulan: Orang tua kandung/tiri dengan usia waktu menikah 21-25 tahun yang paling banyak melakukan kekerasan pada anak dibandingkan usia waktu menikah dini 15-20 tahun atau usia di atas 25 tahun. Kata kunci: usia menikah, kekerasan pada anak
KLONING MANFAAT VERSUS MASALAH Wangko, Sunny; Kristanto, Erwin
Jurnal Biomedik : JBM Vol 2, No 2 (2010): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.2.2.2010.847

Abstract

Abstract: In general, cloning is an asexual creation of a cell or organism which is genetically identical to its ancestor. Actually, cloning of unicellular and multicellular organisms has been going on in the natural world for thousands of years. Nowadays, in biotechnology, artificial cloning processed by using non-embryonic somatic cells is unbelievably well developed. In medical application, cloning is pointed to therapeutic, reproductive, and replacement usages. However, there are still many controversies, especially if this cloning is related to human beings, law, and ethics norms. Keywords: cloning, cell, organism.     Abstrak: Kloning adalah kreasi secara aseksual dari suatu sel atau organisme yang merupakan salinan genetik dari organisme pendahulu. Secara alamiah kloning telah ditemukan sejak beribu-ribu tahun yang lalu pada organisme unisel sampai ke yang multisel. Dewasa ini kemajuan bioteknologi dalam melakukan kloning artifisial dengan menggunakan sel non embriogenik telah berkembang pesat. Pemanfaatan kloning dalam aplikasi medik ditujukan untuk pengobatan, reproduksi, dan replacement. Walaupun demikian, dalam hal pemanfaatannya masih banyak ketidak sesuaian pendapat, terlebih lagi bila masalah kloning terkait langsung dengan nilai-nilai kemanusiaan, hukum, dan etik. Kata kunci: kloning, sel, organisme.
CEDERA AKIBAT KECELAKAAN LALU LINTAS DI KOTA MANADO Kristanto, Erwin; Mallo, Johannis; Yudhistira, Aria
Jurnal Biomedik : JBM Vol 1, No 3 (2009): JURNAL BIOMEDIK : JBM
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jbm.1.3.2009.833

Abstract

Abstract: Nowadays, the incidence of traffic accidents increases annually. Injuries caused by traffic accidents show specific patterns, which differ from that of injuries due to other causes. Information of injury patterns due to accidents can be very useful in the management of treatment. The aim of this retrospective study is to describe the kinds of injuries in autopsied victims due to traffic accidents, which were autopsied, and in some cases handled in Prof.dr.R.D.Kandou Manado General Hospital from 2004 until 2008.  The results showed that 77.7% of deaths were due to traffic accident head injuries, and 22.2% to chest injuries. We observed that they had obvious internal organ damage, especially in the abdomen, which observation could not have been predicted just from external examination.  Therefore, it can be concluded that not only deaths by traffic accidents, but all fatalities should undergo autopsy to verify the exact cause of death. Keywords: injury pattern, retrospective study, forensic autopsy     Abstrak: Angka kecelakaan lalu lintas tiap tahun meningkat. Cedera yang ditimbulkan memiliki pola tertentu yang berbeda dengan cedera akibat kekerasan lain. Informasi mengenai pola cedera pada kecelakaan lalu lintas dapat digunakan dalam pengobatan. Studi retrospektif ini mendeskripsi-kan cedera yang ditemukan pada autopsi korban kecelakaan lalu lintas di rumah sakit umum Prof.dr.R.D Kandou di Manado, periode tahun  2004 – 2008. Hasil survei menemukan bahwa 77,7% kasus kematian akibat kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh cedera kepala, dan 22,2 % akibat cedera pada dada. Dari pengamatan penulis tampak dengan jelas kerusakan organ dalam, terutama pada perut tidak dapat diperkirakan hanya dengan pemeriksaan luar mayat. Perlu dipikirkan bersama agar dapat diciptakan kondisi di mana korban meninggal pada kasus kecelakaan lalu lintas maupun untuk kasus yang lain dapat menerima pelayanan autopsi forensik. Kata kunci: Pola cedera, studi retrospektif, autopsi forensik
An Analysis Of Health Promotion Strategies For Stunting Reduction In The Operational Area Of Minanga Public Health Center, Manado City Wattie, Claudia; Kristanto, Erwin; David Kaunang, Erling
International Journal of Health and Pharmaceutical (IJHP) Vol. 5 No. 3 (2025): August 2025 (Indonesia - Malaysia)
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijhp.v5i3.418

Abstract

Background:Stunting remains a significant public health challenge in Indonesia, including in Manado City. Despite various government initiatives, the prevalence of stunting persists due to complex contributing factors such as poor nutrition, inadequate parenting, and limited access to health services.Objective:This study aimed to analyze the implementation of health promotion strategies—specifically advocacy, social support, and community empowerment—in reducing stunting prevalence in the working area of Puskesmas Minanga, Manado.Methods:A qualitative study with an exploratory design was conducted from June to July 2025. Data were collected through in-depth interviews, direct observations, and document analysis involving 10 purposively selected informants: program managers, community leaders, and mothers of under-five children. Data were analyzed using content analysis guided by the Miles and Huberman model, involving data reduction, display, and conclusion drawing.Results:The findings revealed that (1) advocacy was carried out through mini-workshops and coordination with local stakeholders, although policy support and budgeting remained limited; (2) social support involved active participation of religious and community leaders in encouraging healthy practices, yet lacked formal community-based structures; and (3) community empowerment focused on cadre training and health education through monthly Posyandu activities, though constrained by funding and attendanceissues.Conclusion:Health promotion strategies—when applied in an integrated manner—showed potential to reduce stunting prevalence. However, sustainability depends on stronger policy commitment, consistent funding, and wider community involvement. Strengthening intersectoral collaboration and community ownership is essential to enhance the effectiveness of stunting prevention programs.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENERAPAN BUDAYA KESELAMATAN PASIEN DI RS GMIM SILOAM SONDER Kussoy, Kevin D W; Rampengan, Starry H.; Pertiwi, Junita Maja; Kaunang, Erling David; Kristanto, Erwin
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48233

Abstract

Budaya keselamatan dalam industri kesehatan, dianggap sebagai inisiatif penting untuk meningkatkan keselamatan pasien dan rumah sakit merupakan salah satu sara pemberi layanan kesehatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan penerapan budaya keselamatan pasien di RS GMIM Siloam Sonder. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di RS GMIM Siloam Sonder pada Mei-Juli 2025. Jumlah responden sebanyak 103 staf medis dan keperawatan. Instrument yang digunakan yaitu kuesioner. Data yang diperoleh dianalisis secara univariat, bivariat menggunakan uji fisher exact dan multivariat regresi logistic multinominal. Hasil uji fisher exact  diperoleh untuk kerjasama p=0,034, pengaturan staf dan tempo kerja p=0,827, pembelajaran organisasi p=0,724, respon terhadap eror p=0,003, dukungan supervisor p=0,016, komunikasi tentang eror p=0,094, keterbukaan komunikasi p=0,364, pelaporan kejadian p=0,325, dukungan manajemen p=0,025 dan penyerahan dan pertukaran informasi p=0,188. Hasil analisis multivariat ditemukan nilai -2 log likelihood of reduced model tertinggi yaitu dengan nilai 17,561 pada variabel respon terhadap eror dan nilai sig. 0,011. Kesimpulan penelitian ini yaitu faktor yang tidak berhubungan yaitu pengaturan staf dan tempo kerja, pembelajaran organisasi, komunikasi tentang eror, keterbukaan komunikasi, pelaporan kejadian serta penyerahan dan pertukaran informasi, sedangkan faktor yang berhubungan  dengan penerapan budaya keselamatan pasien di RS GMIM Siloam Sonder yaitu faktor kerjasama, respon terhadap eror, dukungan supervisor dan dukungan manajemen. Faktor yang paling berhubungan yaitu respon teradap eror.