Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Optimasi Jumlah Inokulum dan Laju Aliran terhadap Persentase Penurunan Deterjen, Lipid, Bod Dan Cod pada Sistem Biofilter Kerikil Horizontal Nur Hidayat; Sri Kumalaningsih; Noor Hamdani; Susinggih Wijana
agriTECH Vol 32, No 2 (2012)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.386 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9625

Abstract

The objective of this study was to determine the effect of fl ow rate of waste and the amount of inoculum to improve the quality of wastewater using a horizontal gravel biofi lter. The research was conducted with continuous horizontal gravel biofi lter. Waste materials were derived from the instant noodle soup which had diluted ten times and added with detergent 1.0 g/l. The experimental design used in this research was response surface methodology within two factors: the amount of inoculum and the fl ow rate of waste. Implementation of the biofi lter experiments conducted over 2 months. The results showed that the optimal value obtained were 6.83% inoculum and fl ow rate of 1.44 l/day which resulted in decreasing of BOD to 87.08 %, COD to 85.41%, LAS to 96.22 % and lipid to 81.88 %.ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh laju aliran limbah dan jumlah inokulum terhadap perbaikan kualitas limbah menggunakan biofi lter kerikil horizontal. Penelitian dilakukan dengan biofi lter kerikil horizontal kontinyu. Bahan limbah diperoleh dari kuah mie instan yang diencerkan sepuluh kali dan ditambah deterjen 1,0 g/l. Rancangan percobaan yang digunakan adalah response surface methodology dengan dua faktor yaitu jumlah inokulum dan laju aliran limbah. Pelaksanaan percobaan dengan biofi lter dilakukan selama 2 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai optimal yang diperoleh adalah jumlah inokulum 6,83 % dengan laju aliran 1,44 l/hari yang menghasilkan penurunan BOD sebesar 87,08 %, COD 85,41 %, LAS 96,22 %, dan lipid 81,88 %.
Rekayasa Teknologi Produksi yang Efektif dan Efisien untuk Pembuatan Produk Multiguna Berbasis Jagung {Zea Mays) Sri Kumalaningsih; Sri Suhartini; Dodyk Pranowo
JURNAL PANGAN Vol. 18 No. 1 (2009): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33964/jp.v18i1.222

Abstract

Upaya untuk memecahkan masalah kerawanan pangan dan energi perlu segera dilakukan. Salah satu alternatif adalah mencari bahan baku yang dapat dimanfaatkan secara keseluruhan termasuk bagian-bagian yang selama ini dianggap sebagai limbah. Tanaman jagung (Zea mays) adalah komoditas pertanian yang sebenarnya punya prospek untuk dikembangkan produk-produknya secara luas, diikuti dengan upaya pemanfaatnya untuk menghasilkan produk olahan multiguna dengan bahan baku dari tangkai, daun, pelepah, biji jagung pipilannya serta bonggolnya. Rekayasa teknologi yang efektif dan efisien dapat diterapkan untuk menghasilkan produk pangan berbentuk ekstrudat termodifikasi dengan ubi jalar dan kedelai, pati jagung, dekstrose, sirup jagung, protein (gluten) dan minyak jagung. Tongkol jagung, disamping digunakan sebagai pakan ternak dapat juga dimanfaatkan untuk bahan baku sumber energi terbarukan antara lain bioetanol dan briket arang. Kulit jagung dapat diolah menjadi "soluble sugars". Batang jagung telah digunakan untuk bahan baku kertas. Selanjutnya dengan menggunakan mikroorganisme, daun jagung dapat diubah menjadi pakan ternak berprotein tinggi. Demikian juga jerami jagung dapat dimanfaatkan untuk pupuk organik atau kompos. Kebijakan pengembangan pertanian untuk komoditas jagung perlu didukung berbagai pihak terkait yaitu pengambil kebijakan, pengusaha dan petani, serta para peneliti, sehingga produksi produk multiguna berbasis jagung dapat lebih efektif dan efisien.
ANALISIS NILAI TAMBAH PRODUKSI GULA SIRUP, GULA SEMUT DAN GULA CETAK DARI NIRA NIPAH (NYFA FRUTICANS WURMB) Dhani Aryanto; Susinggih Wijana; Sri Kumalaningsih

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2263.312 KB) | DOI: 10.35891/agx.v7i1.914

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran usaha pengolahan nira nipah menjadi produk gula dan nilai tambah serta marjin dari gula nipah dalam bentuk gula sirup, gula semut dan gula cetak. Metode analisis nilai tambah yang digunakan adalah Metode Hayami (1987). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai tambah gula sirup, gula semut dan gula cetak secara berturut-turut adalah Rp. 705,26 per liter nira nipah (13,75%), Rp. 203,27 per liter nira nipah (4,25%) dan Rp. 292,36 per liter nira nipah (6,29%). Kegiatan pengolahan nira nipah menjadi gula sirup, semut dan cetak memiliki nilai konversi 22,3%-17,1% dan yang paling menguntungkan adalah usaha gula sirup.
The effect of wet-salting preservation method on the physicochemical and microbial quality of Dasyatis sp. Novianti Adi Rohmanna; Zuliyan Agus Nur Muchlis Majid; Syifa’ Rabbani; Sri Kumalaningsih; Sucipto Sucipto
Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE) Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Advances in Food Science, Sustainable Agriculture and Agroindustrial Engineering (AFSSAAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.afssaae.2021.004.01.9

Abstract

Microbial Dasyatis sp. (stingray fish) was a popular fish in Indonesia. Commonly, this fish is processed into smoked fish and perishable products. Therefore, it needs a preservation method through the handling process. Wet salting was considered as an efficient and inexpensive preservation method. This study aimed to determine the effect of brine concentration on the physicochemical and microbial quality of Dasyatis sp. The research used a Completely Randomized Design with factor of brine concentration (i.e. 10%, 20% and 30%). The statistical analysis consists of variance analysis (ANOVA) and followed by LSD or DMRT test (α=5%). The fish sample was soaked in brine solution at different concentrations for one hour. Total crude protein, physicochemical (total volatile basic nitrogen/TVB-N, tri-methyl amine/TMA, and pH), and (total plate count/TPC) were analyzed. The results showed that the brine concentration effect of physicochemical and microbiological of Dasyatis sp (p<0.05). The best treatment was obtained at the application of 10% brine concentration, which had physicochemical parameters as follows: 6.92 pH, 6.110 mgN/100g TVB-N, 5.520 mgN/100g TMA, 16.78 % protein, and 0.537x105 CFU/ml TPC.
Minimizing Antioxidant Damage of Purple Sweet Potato var Antin 3 in Vacuum Packaging Abd. Azis Hasan; Nur Hidayat; Sri Kumalaningsih
The Journal of Experimental Life Science Vol. 5 No. 1 (2015)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1160.934 KB) | DOI: 10.21776/ub.jels.2015.005.01.06

Abstract

The aim of this research is to find out the best immersion time in liquid nitrogen and the thickness of the packaging plastic to minimize the antioxidant damage of purple sweet potato during storage process. This research is conducted by using a factorial experiment in a randomized block design with two factors. In this research, first factor is the immersion time (0; 50; 60; 70 seconds), the second factor is the thickness of plastic (0.07 and 0.10 mm). The result of this research showed that the best immersion time is 70 seconds, while the best plastic thickness is 0.1 mm. The interaction of these two factors is the most effective to prevent antioxidants damage of purple sweet potato chips during 1 month storage.Keywords: antin 3, antioxidants, multilayer, vacuum packaging
Penerapan Jaringan Syaraf Tiruan Untuk Peramalan Penjualan Dalam Mendukung Pengembangan Agroindustri Coklat di Kabupaten Blitar Hendri Cahya Aprilianto; Sri Kumalaningsih; Imam Santoso
HABITAT Vol. 29 No. 3 (2018): December
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.017 KB) | DOI: 10.21776/ub.habitat.2018.029.3.16

Abstract

Tidak stabilnya penjualan dalam pemenuhan kebutuhan produk coklat dipasaran oleh unit pengolahan coklat di Kabupaten Blitar menyebabkan terkendalanya perkembangan agroindustri coklat di daerah tersebut. Sehingga berdampak pada peningkatan biaya produksi dan biaya inventori jika terdapat produk yang tidak habis terjual. Sebaliknya, apabila pemenuhan kebutuhan produk coklat di Kabupaten Blitar terlalu kecil, maka akan terjadi peningkatan biaya stock out bahkan dapat kehilangan pelanggan. Oleh karena itu dibutuhkan suatu prediksi yang akurat untuk bisa memenuhi kebutuhan pasar dengan jumlah produksi yang tepat nantinya. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan sistem komputasi JST dengan error output terkecil sebagai alat peramalan penjualan coklat di Kabupaten Blitar dan menganalisis tingkat akurasi metode peramalan dengan data testing dibandingkan peramalan versi times series. Metode yang digunakan dalam melakukan peramalan pada penelitian ini ialah metode jaringan syaraf tiruan. Berdasarkan perhitungan peramalan permintaan dengan menggunakan metode jaringan syaraf tiruan diperoleh hasil bahwa prakiraan penjualan produk coklat pada awal periode bulan Juli 2017 sampai bulan Agustus 2017 akan mengalami penurunan. Jumlah penjualan terendah yaitu pada bulan Agustus 2017 yaitu sebesar 2306,22. Sedangkan jumlah permintaan tertinggi yaitu terjadi pada bulan Januari 2018 sebesar 2546,93. Sehingga pada bulan yang mengalami penurunan penjualan dalam peramalan, Perbandingan hasil peramalan penjualan menggunakan metode jaringan syaraf tiruan lebih baik dibandingkan dengan metode times series.
The Encapsulation of Noni Fruit using Foam Mat Drying Method Setiawan, Andika Putra; Kumalaningsih, Sri; Wignyanto, Wignyanto
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.industria.2020.009.02.2

Abstract

AbstractIndonesia is an agrarian country with its extensive production sectors. One of them is of biopharma commodities called noni (Morinda sp.). The production number of noni fruit in 2013 is 8,432,119 kg and 8,577,347 kg in 2014. The research aims to obtain an optimum temperature and concentration of maltodextrin of noni powder making, the optimum total of yield and antioxidant. The powdering process was carried out using Foam Mat Drying. The research employed the Response Surface Method (RSM) with central composite design factorial 22 for optimization. The factors studied were maltodextrin (10%, 15%, and 20%) and temperatures (80°C, 85°C, and 90°C). The results showed that the optimum formula composition specifically is at a temperature of 84.447°C, and 20% w/w (weight by weight) of maltodextrin. Based on the optimum formula, it was predicted that the value of the antioxidant activity was 60.473 mg/ml per 100 mg, and the yield was 22.417% w/w. Hence, it can be concluded that the optimum formula obtained can be used as a model for the making of noni fruit powder.Keywords: Foam Mat Drying, noni powder, response surface method AbstrakIndonesia adalah sebuah negara agraris dan hasil sektor produksi terbesar. Salah satunya dari komoditas Biofarmaka yaitu mengkudu (Morinda sp.). Tanaman mengkudu yang dihasilkan nilai produksinya pada tahun 2013 sebanyak 8.432.119 kg, tahun 2014 sebanyak 8.577.347 kg. Tujuan penelitian ini didapatkan suhu dan konsentrasi maltodekstrin yang tepat pada pembuatan serbuk mengkudu serta didapatkan total rendemen dan antioksidan yang optimal. Metode yang digunakan pada proses pembubukan adalah Foam Mat Drying. Metode yang digunakan untuk optimasi adalah Metode Permukaan Tanggap (RSM) dengan rancangan komposit terpusat faktorial 22. faktor yang digunakan adalah maltodekstrin yaitu 10%, 15% dan 20% serta suhu yaitu 80°C, 85°C dan 90°C. Hasil penelitian menunjukkan komposisi formula yang terbaik suhu sebesar 84,447°C, dan maltodekstrin sebesar 20% b/b (berat per berat). Dapat diprediksikan dari formula optimal tersebut mendapatkan nilai aktivitas antioksidan sebesar 60,473 mg/ml per 100 mg dan rendemen sebesar 22,417% b/b. Disimpulkan bahwa formula optimal yang telah didapatkan dapat digunakan sebagai model untuk pembuatan serbuk dari buah mengkudu.Kata kunci: Foam Mat Drying, Metode Permukaan Tanggap, serbuk mengkudu