Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat

DAGUSIBU DI ERA COVID-19 BAGI KADER KESEHATAN LASIZMU PENGURUS SEDAYU Sabtanti Harimurti; Pinasti Utami
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.769 KB) | DOI: 10.18196/ppm.32.157

Abstract

DAGUSIBU merupakan program nasiolah dari Ikatan Apoteker Indonesa dalam menggerakkan masyarakat dalam pemakaian obat dengan baik dan benar. Program ini meliputi mengajarkan bagainama mendapatkan obat dengan baik, menggunakan obat dengan baik, menyimpan obat dengan baik dan membuang/memusnahkannya obat dengan baik apabila sudah tidak digunakan atau sudah melebihi masa kadaluwarsanya. Seiring dengan meningkatnya penyakit degeneratif dimasyarakat khususnya darerah Sedayu, yang menyebabkan meningaktnya jumlah pasien yang bisa dirawat dirumah, maka pengetahuan orang yang merawat pasein tentang pemakaian obat perlu diperhatikan. Hal ini ditujukan agar pengobatan untuk pasien yang dirawat dirumah mencapati tujuannya. Untuk itu, pimpinan cabang Muhammadiyah Sedayu unit kegiatan LazizMu membentuk kader kesehatan yang diharapkan bisa membantu para perawat pasien. Karena pentingnya pengetahuan akan obat-obatan, maka para kader dibekali materi tentang DAGUSIBU. Pembekalan dilakukan dengan cara sosialisasi yang kemudian dievaluasi dengan pre-test dan post-test dan pemantauan setelah pelaksanaan sosialisasi. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test,peningkatan pemahaman akan DAGUSIBU meningkat sebesar 9,57% setelah dilakukan sosilaisai. Setelah satu bulan berlalu dan dilakukan pemantauan pemahaman tetang DAGUSIBU, diperoleh keterangan bahwa dari 4 kader yang memberikan jawaban menyatakan bahwa pemahaman DAGUSIBU sangat bemanfaat ketika mengelola obat di masa pandemic COVID 19.
Pengembangan Tanaman Obat Keluarga Kelompok Wanita Tani, Kayuhan Wetan, Pajangan, Bantul Muhammad Fariez Kurniawan; Sabtanti Harimurti; Ingenida Hadning
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.124 KB) | DOI: 10.18196/ppm.22.483

Abstract

Dusun Kayuhan Wetan merupakan salah satu dusun yang terdapat di Kelurahan Triwidadi, Pajangan,Bantul. Dusun ini merupakan dusun mitra dari Islamic Research Pharmacy Club (IRPC), suatu wadahorganisasi mahasiswa Program Studi Farmasi yang berkecimpung di bidang kajian riset pengetahuankeislaman. Dusun Kayuhan Wetan resmi menjadi dusun mitra pada tanggal 16 Desember 2018. Dalamkegiatan pengabdian masyarakat pemberdayaan desa mitra ini dilakukan beberapa tahap kegiatan yangberkelanjutan yang sudah terlaksana, meliputi : Penyuluhan Obat Tradisional, Penyuluhan BudidayaTanaman Obat Keluarga (TOGA), Pemberian Hibah dan Penanaman Tanaman Obat Keluarga(TOGA), Pelatihan Pembuatan Jamu Instan, Pelatihan Pembuatan Agar-Agar Jamu Kering, danPemberian Hibah Alat. Hasil yang didapatkan adalah meningkatnya pengetahuan warga masyarakattentang teknik budidaya dan teknik pengolahan produk empon-empon yang menjadi produk jamu instandan agar-agar kering jamu yang lebih praktis dalam konsumsi nya.
Busapi (Buku Saku Pintar): Solusi Guru Dalam Penanganan Kecelakaan Di Sekolah Yogyakarta Pinasti Utami; Sabtanti Harimurti; M. Thesa Ghozali; Ingenida Hadning
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (451.223 KB) | DOI: 10.18196/ppm.22.488

Abstract

Kecelakaan anak-anak saat beraktivitas disekolah tidak dapat dihindarkan. Kepanikanmerupakan reaksi pertama yang akan dilakukan oleh para guru atau wali murid akibat kejadiantersebut. Untuk itu pemahaman tenaga pendidik, wali murid dan masyarakat tentangpenanganan pertolongan pertama pada kecelakaab sangatlah penting untuk menghindarkankejadian serius yang tidak diinginkan oleh anak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkanpemahaman guru dan wali murid melalui “BUSAPI” buku saku pintar yang berisi solusi cerdaspenanganan pertolongan pertama pada kecelakaan anak serta untuk mengenalkan lebih dalamprofesi apoteker. Kegiatan ini dilakukan di TK ABA JANTURAN Yogyakarta melalui 2kegiatan. Kegiatan pertama terfokus pada guru dan wali murid sedangkan pertemuan keduaterfokus pada murid-murid TK. Setiap pertemuan berdurasi 4 jam dimana tiap materi yangdiberikan akan dikombinasi dengan modul BUSAPI. Kegiatan pertama diikuti 24 respondendengan metode pretest dan post test, sedangkan kegiatan kedua melakukan praktik pekerjaankefarmasiaan kepada murid TK melalui praktik langsung seperti membuat obat sirupus danpuyer.Selain itu kami juga akan memberikan informasi tentang apoteker dan obat melalui laguanak-anakyang diubah liriknya supaya dapat menarik perhatian murid TK. Analisis databerdasarkan peningkatan persentase pemahaman modul melalui evaluasi pre tes dan post test.Hasil program pengabdian menunjukan adanya peningkatan pemahaman sebesar 28% tentangpenanganan pertolongan pertama pada kecelakaan anak seperti luka, luka bakar, memar, gigitanserangga, menelan benda. Hal ini menunjukkan bahwa sosialisasi yang dilakukan bermanfaatbagi peningkatan pengetahuan guru dan wali murid yang mengikuti kegiatan tersebut.Sambutan peserta sangat baik dan mengharapkan kegiatan serupa dilaksanakan ditempat yangberbeda.
Penguatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Kesehatan Melalui Pemberdayaan Masyarakat di Margomulyo, Seyegan, Sleman Sania Nurul Qurrata; Amanda Chika Syavira; Fidelya Aimee Matsushita; Andi Martin; M Faizal Al Farizi; Melda Nurfadilah Rudiana; Destya Syafitri Sukmana; Qowina Liman Sari; Sabtanti Harimurti
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): Semnas PPM 6 Tahun 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.61.1176

Abstract

Kejadian stunting di Indonesia masih tergolong tinggi dengan prevalensi 30,8%, di mana angka ini masih berada di atas standar WHO yaitu 20%. Kasus stunting di DI Yogyakarta sendiri berada di angka 16,6%, meskipun angka ini berada di bawah angka nasional (30,8%) dan permasalahan stunting di Kabupaten Sleman termasuk rendah yaitu 6,88%, namun kita tetap harus waspada karena jika dibiarkan dampaknya sangat serius terhadap pembentukan kualitas sumber daya manusia. Tujuan program penyuluhan stunting adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Margomulya, Seyegan, Sleman tentang pencegahan dan penanganan stunting. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif dan tanya jawab. Hasil penyuluhan menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan masyarakat tentang stunting pada saat pre-test adalah 7,75 dan pada saat post-test meningkat menjadi 7,94. Dampak program ini adalah meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang pencegahan dan penanganan stunting dengan perbedaan nilai rata-rata skor pengetahuan peserta penyuluhan pada saat pre-test dan post-test dengan angka 0,19. Untuk itu disarankan kepada masyarakat khususnya pada ibu untuk melakukan pencegahan stunting dengan pemenuhan asupan gizi selama hamil, melahirkan dan anak sebelum usia 2 tahun.