Fitriyani Yuliawati
Universitas Siliwangi Tasikmalaya

Published : 17 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PEREMPUAN DAN POLITIK, DIKOTOMI ANTARA RUANG PRIVAT DAN RUANG PUBLIK (Studi Kasus Anggota Legislatif Terpilih DPRD Kota Tasikmalaya Periode 2009-2014) Edi Kusmayadi; Wiwi Widiastuti; Fitriyani Yuliawati
Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan Vol 3, No 1 (2011): (Januari) : Aliansi
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.478 KB) | DOI: 10.37058/jipp.v3i1.2657

Abstract

The study, entitled Women and Politics, The dichotomy between private space and the Public Sphere (Case Study Elected Member of Parliament Legislative Tasikmalaya Period 2009-2014). This study aims to determine the extent of women sitting in parliament to create gender-equitable policies among the dichotomy between the private and public spaces. The method used is a qualitative methodology, with the technique of informants using purposive sampling. Data collection through in-depth interviews and observation. The analytical method used is a triangulation of sources. It can be concluded that the City Assembly Members Tasikmalaya despite a 30% quota has not been represented, but in the presence of women legislators in the town of Tasikmalaya, had proved that the public and private roles of women can be done hand in hand and prove that women can become members of parliament sitting and can make policy based on justice among gender dichotomy between the private and public spaces.
Nilai-Nilai Hak Asasi Manusia Dalam Penanganan ODGJ di Kota Tasikmalaya Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2011 Muhamad Yusron; Wiwi Widiastuti; Fitriyani Yuliawati
Epistemik: Indonesian Journal of Social and Political Science Vol 3 No 1: April, 2022
Publisher : Epistemik Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.909 KB) | DOI: 10.57266/epistemik.v3i1.75

Abstract

In this journal, the author will discuss the odgj issues in Tasikmalaya City and how stakeholders in Tasikmalaya City perform respect, protection and fulfillment of ODGJ rights. This research shows ODGJ from various perspectives including the perspective of the community with the study of Laws and Regulations, namely Law No. 19 of 2011 concerning the Convention on the Rights Person with Disabilities / CRPD, where in the Law focuses on human rights values that must be applied in handling ODGJ, such as recognition and elimination of discrimination and stigma against ODGJ. Theories used in this study are the theory of Democracy and Human Rights and the concept of Public Policy. This journal will focus on discussing the presence of the state in handling ODGJ, in this case stakeholders in Tasikmalaya City who have a relationship regarding ODGJ issues. The method used in this study is Descriptive Qualitative with Interactive Analysis techniques. Where the results of the discussion of this study are the implementation of respect for the Protection and Fulfillment of ODGJ Rights which cannot be done optimally due to various factors. Communities/families with ODGJ members and stakeholders are key in this research.
Hak Politik Kelompok Minoritas : Studi Kasus pada Kelompok Masyarakat Protestan dalam Pemilihan Umum Tahun 2019 di Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya Ilham Ramadhani; Fitriyani Yuliawati; Randi Muchariman
Epistemik: Indonesian Journal of Social and Political Science Vol 4 No 1: April, 2023
Publisher : Epistemik Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57266/epistemik.v4i1.120

Abstract

This article aims to determine the political rights that occur in Protestant minority gropus during during the 2019 general election taking place In Cihideung District, Tasikmalaya City, with the majority of the population being Muslim, so it is very interesting to discuss the political rights of other religious minorities, one of which is Protestants. Political rights theory taken from legal products, such as the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia, Law Number 39 of 1999 concerning Human Rights, the text of the Universal Declaration of Human Rights, and the text of the International Covenant on Civil and Political Rights as a basis for sharpening theory and strengthening of the political rights of Protestant groups. This study also uses qualitative research methods with a case study research approach. The informant collection technique used purposive sampling, as well as data collection techniques in this study using interview techniques and documentation studies. Then, in terms of data validity, this research uses data source triangulation techniques. The results of this study are the realization of political rights in Protestant community groups during the 2019 elections, in reality there were dynamics during their implementation. The lack of implementation of political rights can also affect human rights and democracy in the Protestant community in Cihideung District, Tasikmalaya City. Then, the process of Minority Politics towards the Protestant community which is still lacking in its implementation also means that the political rights of the Protestant community are still not optimal.
Penguatan Literasi Digital Politik Perempuan melalui Pelatihan Pencegahan Hoaks untuk Mendukung Demokrasi Partisipatif di Desa Sukajaya Kabupaten Ciamis Wiwi Widiastuti; Fitriyani Yuliawati; Taufik Nurohman; Rahmi Nur Shofa; Nisa Khoerunisa; Sasy Tasya Kierana; Nur Rachmi Chayatri; Kukun Abdul Syakur Munawar
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/355rx317

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah meningkatkan akses masyarakat terhadap berbagai sumber informasi digital, namun pada saat yang sama juga memperbesar risiko penyebaran hoaks, disinformasi, dan manipulasi informasi yang dapat memengaruhi kualitas partisipasi demokrasi. Perempuan sebagai pendidik pertama dalam keluarga dan penggerak kehidupan sosial memiliki posisi strategis dalam membangun budaya literasi digital di masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi digital politik perempuan melalui pelatihan pencegahan hoaks guna mendukung demokrasi partisipatif di Desa Sukajaya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Learning and Action (PLA) dengan desain one-group pre-test–post-test. Sebanyak 32 perempuan desa berpartisipasi dalam pelatihan yang dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, simulasi identifikasi hoaks, praktik fact-checking, serta refleksi bersama. Data dikumpulkan menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang terdiri atas sepuluh soal pilihan ganda dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, paired sample t-test, dan ukuran efek (Cohen's d). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata pemahaman peserta meningkat dari 80,00 pada saat pre-test menjadi 98,12 pada saat post-test. Seluruh indikator literasi digital mengalami peningkatan, terutama kemampuan melakukan verifikasi informasi, mengenali hoaks, serta memahami partisipasi politik perempuan. Hasil paired sample t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test (p < 0,001), sedangkan nilai Cohen's d = 2,15 menunjukkan bahwa pelatihan memberikan efek yang sangat besar terhadap peningkatan literasi digital peserta. Kegiatan ini menghasilkan model Penguatan Literasi Digital Politik Perempuan Berbasis Partisipatif yang menempatkan pelatihan partisipatif sebagai sarana membangun kesadaran kritis, keterampilan verifikasi informasi, perilaku bermedia digital yang bertanggung jawab, serta penguatan partisipasi demokrasi dan ketahanan informasi masyarakat desa.
Pendampingan Pengembangan Usaha Gula Semut dalam Meningkatkan Inovasi Lokal Wiwi Widiastuti; Riska Sarofah; Fitriyani Yuliawati; Taufik Nurohman; Hilal Ramdhani
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): MARET-APRIL
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/bx5vpb86

Abstract

Pengabdian menjelaskan tentang pengembangan usaha UMKM salah satunya adalah usaha gula semut. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Desa binangun, Kota Banjar. Kegiatan ini merupakan Kerjasama mitra dengan tujuan pada pengembangan ekonomi lokal. Berdasarkan pada hasil Focus Group Discussion (FGD) dan observasi ditemukan permasalahan bahwa usaha home industry yang dijalankan oleh masyarakat setempat terkesan berjalan masing-masing dan tidak terkoordinasi dengan baik oleh desa. Padahal potensi lokal seperti gula semut bisa menjadi salah satu branding produk lokal desa yang sangat memadai. Karakteristik masyarakat di Desa Binangun cukup menarik misalnya terdapat salah satu dusun yang mata pencaharian masyarakatnya mayoritas sebagai pengrajin industry yaitu Dusun Priyagung. Selama ini produksi gula semut masih mengemas produknya dengan sangat sederhana dan belum memiliki merek dagang yang familiar di mata konsumen. Selain itu, kesulitan dalam manajemen pemasaran dan keuangan menjadi salah satu tantangan perkembangan dari home industry gula semut. Oleh karena  itu, kegiatan pengabdian berfokus meningkatkan inovasi lokal dengan pengembangan industy gula semut. Pengabdian akan memberikan beberapa pendampingan penyusunan business plan, manajemen pemasaran, dan pembukuan keuangan. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa kelompok masyarakat melaksanakan kegiatan UMKM yang merupakan Kerjasama antara pemerintah desa dengan kelompok perempuan. Beberapa hasil produk misalnya pembuatan dodol dengan bahan dasar gula semut dan pembuatan kripik. Kegiatan ini memberikan pendampingan yang intensif mulai dari cara penentuan kualitas produk, pembukuan usaha dan pemasaran. Diharapkan program pengabdian ini dapat membantu pemerintah desa untuk berkolaborasi dengan para pelaku home industry sehingga pengembangan industry gula semut memiliki kelompok usaha, rumah produksi yang memadai, dan manajemen pemasaran yang baik dan terintegrasi dengan potensi wisata lokal lainnya. Pada akhirnya, kegiatan ini akan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Binangun.
Penguatan Ketahanan Pangan Masyarakat Desa Sukajaya Kabupaten Ciamis Melalui Program Menanam Kebutuhan Dapur di Pekarangan Rumah Wiwi Widiastuti; Alex Abdu Chalik; Fitriyani Yuliawati; Taufik Nurohman; Riska Sarofah
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/bmkv5t69

Abstract

Pengabdian pada masyarakat yang sudah dilakukan menggunakan skema Ketahanan Pangan. Pengabdian ini dilakukan untuk menindaklajuti hasil observasi pemetaan profil, permasalahan dan potensi yang ada di Desa Sukajaya Kabupaten Ciamis, hasil observasi lapangan ditemukan bahwa di wilayah Desa Sukajaya sejalan dengan program desa tentang ketahanan pangan, selain mengadakan penyuluhan tentang isu resesi ekonomi tahun 2023, Dalam rangka meningkatkan akses masyarakat terhadap pangan yang bergizi, program ini mengedukasi masyarakat untuk menanam kebutuhan dapur sehari-hari di pekarangan rumah. Pendekatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan eksternal, tetapi juga untuk menciptakan kemandirian pangan jangka panjang. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pelatihan teknik bertani di pekarangan rumah, penyediaan bibit tanaman yang sesuai dengan iklim lokal, serta pendampingan dalam perawatan dan panen. Program ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Sukajaya dengan mengoptimalkan potensi lahan pekarangan rumah mereka sebagai sumber pangan yang berkelanjutan. Program ini juga memberikan kontribusi pada peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keberagaman konsumsi pangan dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Program Penguatan Ketahanan Pangan Masyarakat Desa Sukajaya Kabupaten Ciamis berhasil mencapai beberapa tujuan utama yang telah direncanakan. Sebanyak 80% dari peserta pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan mengenai teknik bertani di pekarangan rumah. Selain itu Masyarakat Desa Sukajaya kini lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari mereka. Dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam bahan pangan, mereka berhasil mengurangi ketergantungan pada pasar dan mengurangi biaya belanja pangan. Hal ini juga berdampak positif terhadap pola makan keluarga, yang kini lebih bergizi dan beragam. Sebagai hasil dari program ini, terbentuk kelompok masyarakat yang secara rutin berkumpul untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait pertanian rumah tangga. Kelompok ini diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang terus mengembangkan pengetahuan pertanian di desa dan memperluas jaringan kerja sama dengan instansi terkait.
Pengembangan Desa Wisata Melalui Pelatihan Literasi Digital bagi Kelompok Sadar Wisata Desa Pamijahan Kecamatan Bantarkalong Kabupaten Tasikmalaya Fitriyani Yuliawati; Wiwi Widiastuti; Subhan Agung; Randi Muchariman; Budi Riswandi; Riska Sarofah
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-FEBRUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/twbcr267

Abstract

Program pengabdian masyarakat Universitas Siliwangi di Desa Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, bertujuan meningkatkan literasi digital pengelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) untuk memaksimalkan potensi wisata religi Makam Syekh Abdul Muhyi dan keindahan alam sekitar. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan literasi digital memperluas wawasan Pokdarwis mengenai pemasaran digital, pengelolaan informasi dan interaksi dengan wisatawan. Pre-test memperlihatkan rendahnya pemahaman awal; sebagian besar peserta belum memanfaatkan media digital untuk branding desa, dan akses internet terbatas. Setelah pelatihan, terjadi peningkatan signifikan dalam pemahaman tentang pentingnya platform digital, kemampuan membuat konten promosi, dan pengelolaan media sosial. Peserta juga mulai terbuka terhadap jaringan dan kolaborasi eksternal. Tantangan utama meliputi terbatasnya konektivitas, minimnya pengetahuan digital, belum adanya akun media sosial resmi, serta kurangnya kemitraan dengan pihak luar. Solusi yang diusulkan meliputi pengadaan internet desa, pelatihan lanjutan, pembuatan akun media sosial resmi, dan penguatan kerja sama dengan agen perjalanan serta influencer. Program ini memberikan dampak positif bagi pengembangan ekonomi lokal dan branding Desa Pamijahan sebagai destinasi wisata religi dan alam.