Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

OPTIMASI KETEBALAN STRUKTUR CHASSIS SEMI-MONOCOQUE BUS LISTRIK MENGGUNAKAN STATIC STRUCTURAL ANALYSIS Kafi Yusuf Kafi; Sri Hastuti; Nani Mulyaningsih
JURNAL FOUNDRY Vol. 6 No. 2 (2023): JURNAL FOUNDRY
Publisher : LPPM Politeknik Manufaktur Ceper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62944/jf.v6i2.71

Abstract

ABSTRAKPada pengembangan bus listrik medium menggunakan chassis tipe semi-monocoque masih memiliki permasalahan yaitu kelebihan massa pada strukturnya. Chassis merupakan suatu kerangka yang menopang seluruh komponen diatasnya, sehingga chassis harus kuat dan massanya kecil (ringan) untuk meningkatkan efisiensi dari kendaraan. Oleh karena itu untuk mengurangi massa struktur dapat dilakukan optimasi ukuran salah satunya pada ukuran tebal profil chassis kendaraan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh variasi tebal profil chassis semi-monocoque bus listrik medium terhadap kekuatan tekan struktur. Penelitian ini dilakukan dengan metode optimasi ukuran pada ketebalan profil chassis dengan variasi ketebalan profil 4,5 mm, 4 mm, dan 3,5 mm menggunakan material stainless steel 201. Proses simulasi dilakukan pada kondisi statis menggunakan beban vertikal dengan bantuan software ANSYS R1 2022. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa struktur chassis semi-monocoque dengan ketebalan 4 mm dalam kondisi optimum. Kekuatan tekan struktur ketebalan tersebut masih dalam keadaan aman dengan parameter tegangan maksimal sebesar 179,33 MPa, displacement sebesar 1,66 mm, dan safety factor sebesar 1,63. Hasil penelitian ini berhasil menurunkan massa chassis semi-monocoque bus listrik medium sebesar 10,01% dari massa awal 325,6 kg menjadi 293 kg.
ANALISIS VARIASI BENTUK MATA PISAU TERHADAP KAPASITAS DAN EFISIENSI PERAJANGAN UBI PADA MESIN GRUBI Yuni Nur Diana; Catur Pramono; Sri Hastuti
JURNAL FOUNDRY Vol. 6 No. 2 (2023): JURNAL FOUNDRY
Publisher : LPPM Politeknik Manufaktur Ceper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62944/jf.v6i2.72

Abstract

Grubi adalah salah satu makanan oleh-oleh dari Jawa Tengah yang terbuat dari ubi jalar yang dirajang menyerupai bentuk lidi. Proses perajangan ubi jalar masih dilakukan secara manual menggunakan peralatan konvensional melalui dua tahap pengerjaan dengan kapasitas perajangan 5 kg/jam. Peralatan konvensional dinilai kurang efektif dan efisien untuk melakukan proses perajangan ubi jalar sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) grubi. Oleh karena itu diperlukan teknologi mesin otomatis yang mampu melakukan perajangan ubi jalar dalam satu kali tahap pengerjaan dengan kapasitas produksi dan efisiensi perajangan yang tinggi. Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil perajangan adalah bentuk mata pisau perajang, sehingga perlu dilakukan penelitian tentang analisis variasi bentuk mata pisau terhadap kapasitas produksi dan efisiensi perajangan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh masing-masing bentuk mata pisau terhadap kapasitas produksi grubi dan efisiensi perajangan yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen menggunakan tiga variasi bentuk mata pisau, yaitu bentuk cakram, tabung, dan horizontal dengan prinsip pengulangan sebanyak 5 kali pengulangan sehingga diperoleh 15 hasil percobaan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif dengan parameter dan perhitungan berdasarkan BSN SNI 0838:2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi bentuk mata pisau horizontal menunjukkan hasil paling optimal dengan kapasitas perajangan mencapai 52,03 kg/jam dengan efisiensi perajangan sebesar 89,71%. Kapasitas perajangan yang dihasilkan pada bentuk mata pisau tabung mencapai 37,51 kg/jam dengan nilai efisiensi perajangan sebesar 78,15%. Kapasitas perajangan paling rendah terdapat pada pengujian dengan bentuk mata pisau cakram yaitu sebesar 35,69 kg/jam dengan nilai efisiensi perajangan sebesar 68,63%. Kata kunci: efisiensi, grubi, kapasitas, mata pisau, perajangan
PENGARUH VOLTAGE PADA PROSES THERMAL SPRAY ALUMINIUM TERHADAP KEKUATAN IKATAN LAPISAN COATING PADA BAJA ST60 Maulana Aziz Hidayanto; Catur Pramono; Sri Hastuti; Akhmad Nurdin; Ibnu Rosyid Al Hassany; Larasanto Larasanto; Bramono Pandupradityo
JURNAL FOUNDRY Vol. 6 No. 2 (2023): JURNAL FOUNDRY
Publisher : LPPM Politeknik Manufaktur Ceper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62944/jf.v6i2.73

Abstract

Thermal spray aluminium adalah salah satu jenis teknologi rekayasa coating. Sifat utama yang menunjukkan kualitas proses thermal spray adalah kekuatan ikatan. Voltage pada thermal spray aluminium secara signifikan mempengaruhi kekuatan ikatan dan kemampuan bending lapisan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh voltage pada proses thermal spray aluminium terhadap kekuatan ikatan lapisan coating pada baja ST 60. Jenis pengujian yang dilakukan yaitu pengujian pull off adhesion, uji bending dan pengamatan SEM (Scanning Electron Microscope). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan jumlah 27 spesimen yang mendapatkan perlakuan berbeda dalam setiap proses pengerjaannya, yaitu variasi voltage 26 V, 32 V dan 38 V. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa voltage yang digunakan berpengaruh pada kekuatan ikatan lapisan coating pada baja ST 60. Nilai kekuatan ikatan dan kemampuan bending lapisan paling baik didapat dari proses penyemprotan dengan voltage 38 V dengan nilai kekuatan ikatan lapisan coating 10, 24 MPa dan tidak ada retakan pada lapisan ketika dibengkokkan. Peningkatan nilai voltage yang digunakan pada thermal spray meningkatkan nilai kekuatan ikatan dan kemampuan bending lapisan
Analisa Uji Tarik dan Uji Impak Pada Komposit Sekam Padi Perlakuan NaOH dan Pengisi Plastik Polypropylene (PP) dengan Matriks Resin BQTN-157 Isro Nurul Hadi; Sri Hastuti; Nurhadi Nurhadi; Anaya Putri Riskia; Ridwan Afandi; Roy Aries Permana Tarigan
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 18, No 2 (2023): Volume 18, Nomor 2, Agustus 2023
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v18i2.4016

Abstract

Utilization of rice husk is widely used as a compost medium for plants. Rice husk reinforced composite materials can be used to manufacture electric car interiors and bodies with lightweight and corrosion resistance. The purpose of this study was to analyze the mechanical properties of the results of tensile and impact testing of rice husk reinforced composites with polypropylene plastic fillers. The composite matrix uses Unsaturated Polyester BQTN-157 resin with 1-2% catalyst. Rice husk was chemically treated with 15% NaOH for 5 hours. This study used a volume fraction comparison Matrix: Rice Husk: Polypropylene (80% : 15% : 5% , 80% : 10% : 10% , and 80% : 5% : 5%). The tensile test refers to the ASTM A370 standard and the impact test refers to the ASTM E23 standard. The greatest tensile strength is found in the volume fraction of 80% : 15% : 5%, with a value of 42.13 Mpa. The modulus of elasticity decreased in the volume fraction of 80% : 10% : 10% and 80% : 5% : 5%, with a difference of 5% decrease in rice husk of 1.916,46 MPa. The decrease in the elastic modulus occurs due to the random arrangement of fiber directions. The results of the impact test obtained the highest impact value at a volume fraction of 80% : 15% : 5% , with a value of 10320.04 J/mm2.  
Analisis Kekuatan Adhesive Bonding Sambungan Tumpang Tunggal Aluminium 6063 - Komposit Serat Sabut Kelapa Sri Hastuti; Xander Salahudin; Azam Akmal Nur Irsan; Akhmad Nurdin
Jurnal Rekayasa Mesin Vol 18, No 2 (2023): Volume 18, Nomor 2, Agustus 2023
Publisher : Mechanical Engineering Department - Semarang State Polytechnic

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32497/jrm.v18i2.4304

Abstract

Sambungan tumpang tunggal banyak digunakan pada beda material atau sama material antar adherend pada komponen sambungan mekanik. Sambungan ini diaplikasikan pada industri transportasi darat, laut dan udara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan adhesive bonding sambungan tumpang tunggal bermaterial adherend aluminium paduan 6063 dengan komposit serat sabut kelapa. Adherend diberikan kekasaran permukaan menggunakan sandpapering grid 150. Adhesive menggunakan material perekat campuran lateks karet/getah karet dengan resin epoksi (Epoksi A dan Epoksi B dengan perbandingan 1:1). Sambungan tumpang tunggal dengan ketebalan 0,4 mm dicetak dengan cetakan dan tekanan 0,1 MPa. Sambungan di post-curing 100 0C selama 100 menit. Pengujian mekanik dilakukan uji tarik geser mengacu pada standar ASTM D1002. Hasil pengujian kekasaran menunjukkan kekasaran permukaan permukaan adherend 1,93 μm. Pengujian tarik geser menunjukkan kekuatan tertinggi pada variasi campuran perekat dengan penambahan 10% getah karet dengan ketebalan perekat 0,4 mm. Kekuatan tarik geser berbanding lurus dengan modulus elastisitas sambungan tumpang tunggal. Hal ini didukung dengan pengamatan secara makro terjadi mechanical interlocking akibat kekasaran permukaan dan memberikan pengaruh peningkatkan daya rekat adhesive terhadap adherend. Mode kegagalan pada sambungan tumpang tunggal terjadi stok—break failure mode, two-stage failure mode, dan thin layer cohesive failure mode.
Effect of Layers on Delamination and Tensile Strength of Woven Fiber Composites with Polyester Matrix Fajar Paundra; Danang Istanto; Eko Pujiyulianto; Muhamad Fatikul Arif; Sri Hastuti
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 21 No. 1 (2024): APRIL 2024 (SINTA 3)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jtm.21.1.11-20

Abstract

A composite is a combination of 2 or more different materials. The composite joining process can use adhesives or mechanically by making holes. During the process of making holes in the composite, it can cause delamination in the composite. Delamination and layer thickness greatly influence the strength of hollow composite joints. This research aims to determine the effect of delamination factors and the number of layers on the tensile strength value of the composite. The materials used in this research are polyester resin and woven glass fiber. The method used is vacuum bagging with variations in the number of layers, namely 3 layers, 4 layers, 5 layers, and 6 layers. Tensile testing refers to ASTM D638 standards. Specimens that have been cut according to standards will then be perforated in the center with a hole diameter of 4 mm using a milling machine. The highest tensile strength value was obtained in the 6-layer variation of 237.448 MPa and the lowest value was obtained in the 3-layer variation of 186.221 MPa. The delamination value greatly influences the tensile strength of the composite, where the more layers, the delamination value will decrease and increase the tensile strength of the composite.