Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

“Mewah menuju Rahmatullah” : Pengaruh Status Sosial Ekonomi terhadap Persepsi Masyarakat Mengenai Trend Pemakaman Mewah Masyarakat Muslim Masni Erika Firmiana; Siti Rahmawati; Rochimah Imawati
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 2, No 4 (2014)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.647 KB) | DOI: 10.36722/sh.v2i4.176

Abstract

Abstrak – Riset ini dilakukan untuk melihat pengaruh Status Sosial Ekonomi (SSE) yang terdiri dari pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan terhadap persepsi mengenai trend pemakaman mewah di DKI Jakarta dan sekitarnya. Dengan harga 17 juta - milyaran rupiah per lubang makam (tergantung pengembang/ developer), ternyata peminatnya tidak sedikit, bahkan belakangan muncul pemakaman mewah khusus muslim. Padahal Islam sendiri menganjurkan umatnya untuk hidup dalam kesederhanaan. Teori yang akan digunakan dalam riset ini adalah Persepsi dan Status Sosial Ekonomi. Penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif, pengumpul data utama adalah kuesioner, dan didukung oleh wawancara. Dengan jumlah responden 63 orang, hasil analisis data dengan regresi berganda menunjukkan Status Sosial Ekonomi berpengaruh sangat signifikan terhadap persepsi responden mengenai trend pemakaman mewah, sebesar 49%. Faktor yang paling berpengaruh adalah pekerjaan. Saran penelitian selanjutnya adalah menggunakan Teori Reasoned Action dari Aczjen, untuk melihat intensi (kecenderungan bertingkah laku) melakukan pembelian makam mewah. Kata Kunci  – Persepsi, Status Sosial Ekonomi, Pemakaman Mewah Abstract. – This research is conducted  to analyze the effect of socioeconomic status to perceptions about lavish funeral’s  trends at DKI Jakarta and surroundings. For  the minimum price 17 million – billions rupiahs (depends on developer), there is a lot of person who interested to having the lavish funeral. For a couple years ago, there is emerging lavish funeral for moslem, whereas Islam suggesting Moslems to unpretentious live. The theory in this research is perception, and socio economic status. This research using quantitative technique, the prime data collection is questionaire, and interview too.  With N= 63, the data analyzed showed that there is a significant effect of socioeconomic status to perceptions about lavish funeral’s, about 49%.  The most affected factor is occupation.  The researcher suggesting the next research using  The Reasoned Action Theory from Aczjen to asses the intention to buy lavish funeral. Keywords – Perception, socioeconomic status, lavish funeral
Kesadaran dan Pengetahuan untuk Penanganan Awal Anak Berkebutuhan Khusus di Lembaga PAUD Pesanggrahan Jakarta Siti Rahmawati; Masni Erika Firmiana; Rochimah Imawati
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 3, No 2 (2015)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.125 KB) | DOI: 10.36722/sh.v3i2.206

Abstract

Abstrak - Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) saat ini sudah semakin tersebar di seluruh Indonesia. Begitu pentingnya PAUD, sehingga menjadi salah satu tujuan penting dalam pembangunan di Indonesia. Seperti tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 yang menyebutkan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan (Abdurrachman, 1994:2) termasuk juga anak-anak. Tidak hanya anak-anak yang berada dalam kondisi normal, bahkan juga anak yang memiliki keterbatasan atau biasa disebut Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Sayangnya belum semua pendidik PAUD memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar untuk mengenali dan menangani ABK dengan benar. Untuk perlu pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tersebut.Suran & Rizzo (dalam Mangunsong, 2008:3) menyatakan bahwa anak yang tergolong luar biasa atau memiliki kebutuhan khusus adalah anak yang secara signifikan berbeda dalam beberapa dimensi yang penting dari fungsi kemanusiaannya. Intervensi sosial didefinisikan sebagai tindakan yang bertujuan untuk membantu orang per orangan atau kelompok, atau keluarga, atau komunitas dalam konteks kehidupan sosial (Hardjomarsono, 2007: 1.4). Model evaluasi Kirkpatrick adalah model evaluasi pelatihan yang menggunakan empat level dalam mengkategorikan hasil-hasil pelatihan. Empat level tersebut adalah level reaksi, pembelajaran, perilaku dan hasil. (1959, dalam  Kirkpatrick, 2006)Metode yang digunakan adalah kuantitatif, dengan menggunakan model evaluasi pelatihan KirkPatrick, dan pre-post treatment. Sebelum pelaksanaan pelatihan, para peserta akan diberikan pre-test dan setelah kegiatan, para peserta akan mengerjakan post test. Sumber datanya adalah para pendidik PAUD dalam lingkungan HIMPAUDI Kecamatan Pesanggrahan yang mengikuti kegiatan pelathan ini. Berdasar hasil Pre dan Post test diketahui bahwa persentase mean pre test adalah 68,78%, artinya nilai rata-rata pengetahuan peserta sebelum pelatihan adalah adalah 68, 78, sementara diperoleh hasil post test sebesar 90,68 % yang berarti bahwa nilai rata-rata pengetahuan peserta setelah pelatihan adalah 90,68. Hal ini berarti materi yang diberikan dapat diterima dengan sangat baik oleh peserta, terlihat dari peningkatan persentase rata-rata pengetahuan pre test – post testKegiatan pelatihan ini dapat disimpulkan berjalan dengan baik. Untuk kegiatan selanjutnya, diharapkan bisa melakukan semua tahapan dari KirkPaatrick, mempertimbangkan kalender akademik PAUD dan dilakukan dalam skala yang lebih besar dan bertahap. Kata Kunci  – Training, Pendidikan Anak Usia Dini, Guru Pendidikan AUD, Anak Berkebutuhan Khusus Abstract - Early Childhood Education Institutions (PAUD) is now increasingly spread throughout Indonesia. Once the importance of early childhood, so it becomes one of the important goals in development in Indonesia. As stated in the 1945 Constitution article 31 stating that every citizen is entitled to education (Abdurrachman, 1994: 2) as well as children. Not only children who are in normal condition, even children who have limitations or so-called Children with Special Needs (ABK). Unfortunately not all PAUD educators have the basic knowledge and skills to recognize and handle the crew properly. To need training to improve the knowledge and skills.Suran & Rizzo (in Mangunsong, 2008: 3) states that children who are extraordinary or have special needs are children who are significantly different in some important dimensions of their humanitarian function. Social intervention is defined as an act aimed at helping an individual or group, or family, or community in the context of social life (Hardjomarsono, 2007: 1.4). Kirkpatrick's evaluation model is a training evaluation model that uses four levels in categorizing training outcomes. These four levels are the level of reaction, learning, behavior and results. (1959, in Kirkpatrick, 2006).The method used is quantitative, using the KirkPatrick training evaluation model, and pre-post treatment. Before the training, participants will be given pre-test and after the activity, the participants will do post test. The data source is PAUD educators in HIMPAUDI sub-district Pesanggrahan who follow this pelathan activity. The method used is quantitative, using the KirkPatrick training evaluation model, and pre-post treatment. Before the training, participants will be given pre-test and after the activity, the participants will do post test. The data source is PAUD educators in HIMPAUDI sub-district Pesanggrahan who follow this pelathan activity.Based on the results of Pre and Post test it is known that the mean pre test percentage is 68.78%, meaning that the average score of participants' knowledge before the training is 68,78 while the post test result is 90.68% which means that the mean participants' knowledge after training is 90.68. This means that the material given is very well received by the participants, as evidenced by the increase in the average percentage of pre - test - post test knowledgeThis training activity can be concluded to run well. For subsequent activities, it is expected to perform all stages of KirkPaatrick, consider the academic calendar of early childhood and be done on a larger and gradual scale. Keywords - Training, Early Childhood Education, Early Childhood Teacher, Special Needs Children
Pengaruh Budaya Organisasi Dan Work Engagement Terhadap Kinerja Karyawan Rochimah Imawati
JURNAL Al-AZHAR INDONESIA SERI HUMANIORA Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.526 KB) | DOI: 10.36722/sh.v1i1.22

Abstract

Studies about job performance show that it is influence by many variables. These present study what to test the hypotheses that work engagement and organization culture simultaneously influence job performance. Data were collected among employees at University Al Azhar of Indonesia. The result show that both of the variable, work engagement and organization culture influence job performance but organization culture show better prediction than work engagement.
T The Impact Of Job Security And Work Engagement Onto Organization Commitment: A Case Study Of Tenured Faculty Of Universitas Islam Negeri (Uin) Syarif Hidayatullah Jakarta Rochimah Imawati
Enrichment : Journal of Management Vol. 12 No. 4 (2022): October: Management Science and Field
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.598 KB) | DOI: 10.35335/enrichment.v12i4.722

Abstract

Hypothetically, employees will be committed to their organizational obligation and responsibility if their job are secure and they are highly engaged in their works, and their organizational commitment in turn benefits the company for which they work. However, this hypothesis must be first validated and its truth must be first justified so that it becomes a scientific fact. This study aims at proving the hypothesis validity of the effect of job security and work engagement onto organizational commitment. To do so, 60 (sixty) persons of tenured faculty of FIDIKOM (Faculty of Computer Education) were taken as research sample. This study uses a quantitative method with a descriptive and verification approach, while the sampling technique used is purposive sampling by incidental sampling. The research instrument in this study is a questionnaire, the results of which are in the form of a scale. The scale uses a Likert scale. The hypothesis testing in this study uses Moderated Regression Analysis (MRA). The results showed that Job Security had a significant/significant effect on Organizational Commitment. Work engagement has a significant/significant effect on Commitment Organization. Job Security, Work Engagement, and Moderation have a significant/significant effect on Organizational Commitment.
Understanding “Contemporary Hijrah ” phenomenon: A Study of the effect of religiosity on self-esteem Rochimah - Imawati; Eka Ade Lestari
Psikoislamika : Jurnal Psikologi dan Psikologi Islam Vol 19, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/psikoislamika.v19i2.15381

Abstract

Abstract: A religious phenomenon currently rife in Indonesia is called “hijrah kekinian” (the contemporary hijrah); it is the religious conversion of Muslims living in big cities in Indonesia. Hundreds of Muslims, from various life paths, renew their lifestyle to be more “Islamic”. The author of this article is curious to understand, from a religious, psychological perspective, what psychological consequences are experienced by the perpetrators of the “hijrah kekinian”. Does the increasing religiosity experienced by them influence their self-esteem, which also causes them to be more self-confident and increasingly steadfast and committed to their religious conversion? For this reason, 117 “hijrah kekinian” actors with an age range of 18-40 and above residing in two big administrative cities—South Jakarta and South Tangerang—were sampled and investigated. This study uses quantitative methods, while the sampling technique used is proportional random sampling. The research found that the religiosity variable contributed significantly to the self-esteem variable and had a strong correlation with a correlation coefficient of 0.634, which implies that religious transformation possibly raises self-esteem levels. With the rise, more religious commitment is also increased. Keywords: hijrah kekinian (contemporary hijrah); religiosity; self-esteemAbstrak: Fenomena keagamaan yang marak terjadi di Indonesia saat ini disebut “hijrah kekinian” (hijrah kekinian); itu adalah konversi agama umat Islam yang tinggal di kota-kota besar di Indonesia. Ratusan umat Islam, dari berbagai jalur kehidupan, memperbaharui gaya hidup mereka menjadi lebih “Islami”. tujuan penelitian ini untuk peningkatan religiusitas yang dialami oleh mereka mempengaruhi harga diri mereka, yang juga menyebabkan mereka menjadi lebih percaya diri dan semakin teguh dan berkomitmen pada konversi agama mereka. penelitian ini memahami dari perspektif agama, psikologis, konsekuensi psikologis apa yang dialami oleh para pelaku “hijrah kekinian”. Oleh karena  itu, 117 pelaku “hijrah kekinian” dengan rentang usia 18-40 tahun ke atas yang tinggal di dua kota administratif besar—Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan—diambil sampelnya dan diinvestigasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, sedangkan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proporsional random sampling. Hasil penelitian menemukan bahwa variabel religiositas memberikan kontribusi yang signifikan terhadap variabel harga diri dan memiliki korelasi yang kuat dengan koefisien korelasi sebesar 0,634, yang berarti bahwa transformasi agama mungkin meningkatkan tingkat harga diri. Dengan naiknya, komitmen beragama juga meningkat.Kata kunci: hijrah kekinian; religiusitas; harga diri
SIKAP MASYARAKAT TERHADAP ONDEL-ONDEL SEBAGAI ALAT MENGAMEN DI JAKARTA Masni Erika Firmiana; Siti Rahmawati; Rochimah Imawati
Psychopedia Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang Vol 7 No 2 (2022): PSYCHOPEDIA : Jurnal Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas Buana Perjuangan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36805/psychopedia.v7i2.3425

Abstract

Ondel-ondel has existed in the life of the Betawi people since 1605. At that time Ondel-ondel was trusted and used by the Betawi people as a repellent against reinforcements and a symbol of safety. Nowadays, many of these cultural symbols are used as tools for singing on the streets of the capital and its surroundings. This qualitative research aims to describe people's attitudes regarding it. Using a phenomenological design, the research subjects were 6 (six) people from different ethnic groups. The results show that 5 subjects both from Betawi and non-Betawi have a negative affection for this activity, while one subject from Sumatra has a positive affection on the grounds that there are still Jaipong and Kuda Lumping as other cultural symbols that are used as tools for singing and busking. Keywords: Attitude, ondel-ondel, busking Ondel-ondel sudah eksis dalam kehidupan masyarakat Betawi sejak tahun 1605. Saat itu Ondel-ondel dipercaya dan digunakan oleh masyarakat Betawi sebagai penolak bala dan simbol keselamatan. Saat ini banyak ditemui, simbol budaya ini dijadikan alat untuk mengamen di jalan-jalan ibukota dan sekitarnya. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan sikap masyarakat terkait hal itu. Menggunakan desain fenomenologi, subjek penelitian berjumlah 6 (enam) orang yang berasal dari suku bangsa yang berbeda. Hasilnya menunjukkan bahwa 5 subjek baik asal Betawi maupun non Betawi memiliki afeksi negatif terhadap aktivitas ini, sementara satu subjek asal Sumatera memiliki afeksi positif dengan alasan masih ada Jaipong dan Kuda Lumping sebagai simbol budaya lain yang dijadikan alat untuk mengamen. Kata Kunci: Sikap, ondel-ondel, mengamen
Peranan Komunikasi Interpersonal dan Religiusitas Remaja dalam Menghadapi Proseb Perceraian OrangTua Rochimah Imawati
Syntax Idea 3037-3046
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v6i7.3980

Abstract

Keluarga dalam proses perceraian berada dalam kondisi yang membutuhkan penyesuaian dan penerimaan yang cukup berat bagi pasangan, anak-anak, dan anggota keluarga lainnya. Penelitian kualitatif ini dalam pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi mendalam terhadap 5-orang subjek. Kasus perceraian pada penelitian ini terjadi setelah pernikahan berlangsung antara 15–22 tahun, dengan demikian respondennya adalah remaja berusia 17–21 tahun. Hasil penelitan menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal antara orangtua (ibu) dengan anaknya dan dimensi religiusitas menjadi faktor yang cukup berperan menghadapi proses perceraian orangtua mereka, dan lebih siap pada kehidupan sebagai keluarga yang terpecah.
The Effect of Self-Control on Continual Binge-watching of Netflix Movies and Youtube Videos by Young Adults in the Post-pandemic Period Andrya, Amanda Putri; Imawati, Rochimah; Rahmawati, Yuliana Mukti
GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan dan Konseling Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/gdn.v14i1.7006

Abstract

Binge-watching is a behavior that is often carried out by many people, especially when the COVID-19 pandemic hit with limited activities; individuals are also looking for other alternatives, one of which is watching. Along with the increase in Video-On-Demand on streaming applications, Netflix and YouTube make it easier for users to watch wherever and whenever. Unfortunately, this pandemic habit affects the way individuals organize and control themselves in the post-pandemic period, especially in early adulthood, because they are the generation that has easy access to watching using various media technologies. The method used in this research is quantitative, with a non-probability sampling technique using voluntary sampling. The analysis used is simple regression analysis to determine the effect of the independent variables on the dependent variable. This study (N = 270) shows an influence between binge-watching and self-control, with 17.7% motivated by seeking pleasure, filling free time, spending time together, adding insight, and escaping reality. Conversely, this behavior also causes procrastination, sleep disturbance, constant desire to eat, and addiction to watching movies.
‘THE CONTEMPORARY HIJRAH’ PHENOMENON AS RELIGIOUS CONVERSION: A PSYCHOLOGICAL STUDY OF RELIGION Rochimah Imawati; Vahruddin Jayadi; Siti Rahmawati; Masni Erika Firmiana
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 1: Agustus 2024
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena ‘hijrah kekinian’ yang popular pada masyarakat muslim beberapa waktu lalu telah menarik perhatian berbagai disiplin keilmuan untuk membahasnya. Akan tetapi kajian mengenai ‘hijrah kekinian’ sebagai bentuk konversi beragama pada psikologi agama, masih sangat jarang dan belum penulis temukan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, yaitu pengamatan, wawancara mendalam, dan triangulasi. Sembilan orang muslimah dalam rentang usia 18-45 tahun berdomisili wilayah Jakarta Selatan dan Tangerang Selatan dikaji dan diteliti sebagai obyek penelitian. Temuan dalam studi ini ialah bahwa ‘hijrah kekinian’ sebagai proses konversi beragama pada subjek penelitian meliputi adanya perubahan arah pandangan dan keyakinan seseorang terhadap ajaran agama yang dianut, dan perubahan dalam keberagamaan ini terjadi tidak hanya karena faktor psikologis dan lingkungan sosial, tetapi juga karena petunjuk ilahi; dan konversi beragama ini menyebabkan perubahan penampilan sebagai simbol konversi.
Self Esteem Residen Penyalahguna Narkoba di Pusat Layanan Rehabilitasi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIa Padang Fitria, Rahmi; Imawati, Rochimah
Jurnal Penyuluhan Agama Jurnal Penyuluhan Agama | Vol. 8 No. 2, 2021
Publisher : Islamic Extension Guidance Study Program (BPI) of the Faculty of Da'wah and Communication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jpa.v8i2.25557

Abstract

Bimbingan agama adalah semua bentuk kegiatan yang dilakukan oleh seorang dalam rangka memberikan bantuan kepada orang lain yang mengalami kesulitan-kesulitan rohaniah dalam lingkungan hidupnya agar orang tersebut dapat mengatasi kesulitannya sendiri karena adanya kesadaran dan penyerahan diri pada kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, sehingga timbul harapan kebahagiaan hidup masa sekarang dan masa yang akan datang. Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Padang yang memiliki Pusat Layanan Rehabilitasi menggunakan bimbingan agama sebagai salah satu program dalam meningkatkan rasa percaya diri dan Self Esteem residen, sehingga residen menjalani masa rehabilitasi dengan baik dan siap untuk menghadapi kembali lingkungan sosial pasca rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh bimbingan agama terhadap self esteem residen penyalahguna narkoba yang menjalani rehabilitasi di Pusat Layanan Rehabilitasi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, analisis data yang digunakan adalah uji normalitas, regresi linear berganda, uji koefisien korelasi, uji determinasi, uji koefisien korelasi parsial (T) dan uji F test simultan. Hasil penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara bimbingan agama dengan self esteem, tidak terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel Bimbingan Agama indikator materi (X1), terdapat nya pengaruh yang signifikan antara variabel Bimbingan Agama indikator metode (X2) terhadap Self Esteem residen penyalahguna narkoba di pusat layanan rehabilitasi Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Padang.