Claim Missing Document
Check
Articles

Found 45 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Perancangan Kebijakan Maintenance Pada Mesin Komori Ls440 Dengan Menggunakan Metode Life Cycle Cost (lcc) Dan Overall Equipment Effectiveness (oee) (studi Kasus : Pt Abc) Chairun Nisa; Judi Alhilman; Nurdinintya Athari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT ABC merupakan perusahaan industri percetakan di Kota Bandung. Aktivitas produksi pada perusahaan menuntut mesin beroperasi dengan baik. Mesin Komori LS440 adalah mesin cetak sheet yang memiliki downtime tertinggi dengan besarnya jumlah produksi yang diterima sehingga mesin tidak bekerja optimal. Untuk mengatasi hal tersebut dilakukan kegiatan maintenance pada mesin Komori. Metode yang digunakan yaitu metode Life Cycle Cost (LCC) untuk mengetahui jumlah maintenance crew dan retirement age yang optimal dari sebuah mesin. Metode lain yang digunakan yaitu metode Overall Equipment Effectiveness (OEE) untuk mengetahui kinerja dan tingkat efektifitas mesin. Selanjutnya dilakukan penelitian terhadap faktor six big losses untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan nilai OEE rendah. Berdasarkan metode Life Cycle Cost, nilai total LCC terendah sebesar Rp 3.631.528.201 dengan umur optimal mesin sebelas tahun dan jumlah maintenance crew sebanyak tiga orang dalam satu shift. Untuk perhitungan nilai OEE pada mesin Komori sebesar 85,91%. Nilai tersebut dalam standar yang ditetapkan oleh Japanese Institute of Plant Maintenance (JIPM) sebesar 85%. Perusahaan dapat mengantisipasi dari hasil six big losses bahwa faktor yang paling berpengaruh terhadap penurunan efektifitas mesin adalah faktor idling and minor stoppages sebesar 66,45% dari total losses. Kata Kunci – Life Cycle Cost (LCC), Overall Equipment Effectiveness (OEE), Six Big Losses
Analisis Perancangan Kebijakan Maintenance Pada Ekskavator Kobelco Sk200 Dengan Menggunakan Metode Life Cycle Cost (lcc) Dan Overall Equipment Effectiveness (oee) Di Po Rajawali Project Ahmad F Abdillah; Judi Alhilman; NURDININTYA ATHARI SUPRATMAN
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Rajawali Project merupakan perusahaan penyewaan alat berat yang terletak di Baleendah, Kabupaten Bandung yang menyewakan pelbagai macam alat berat seperti ekskavator, buldoser, truk, dan lain sebagainya. Kobelco SK200 merupakan salah satu ekskavator yang dimiliki oleh Rajawali Project yang mempunyai frekuensi kerusakan paling tinggi dibandingkan dengan alat berat lainnya. Untuk mengatasi hal tersebut, metode yang dapat digunakan adalah metode Life Cycle Cost (LCC) dan Overall Equipment Effectiveness (OEE). Berdasarkan metode LCC, diperoleh total nilai LCC paling minimum sebesar Rp.250.877.275 dengan umur ekskavator optimal selama 17 tahun dan jumlah maintenance crew optimal sebanyak dua orang. Berdasarkan metode OEE, diperoleh nilai OEE sebesar 85.05% serta faktor losses terbesar yaitu faktor defect losses dan reduced speed dari six big losses sebesar masing-masing 27.3% dari total losses. Kata Kunci – Life Cycle Cost, Overall Equipment Effectiveness, Six Big Losses ABSTRACT Rajawali Project is a heavy equipment rental company located in Baleendah, Kabupaten Bandung which rents a various kinds of heavy equipment such as excavators, bulldozers, trucks, etc. Kobelco SK200 excavator is one of the excavators owned by Rajawali Project which has the highest failure rate compared to the other heavy equipment. To overcome this, two methods are needed. They are Life Cycle Cost (LCC) and Overall Equipment Effectiveness (OEE). Based on the LCC method, the lowest LCC total amount is Rp.250.877.275 with the optimal retirement age life for 17 years and the optimum maintenance crew of two people. Based on the OEE method, the OEE value is 85.05%, and the biggest losses factor was defect losses and reduced speed factor from six big losses, which is 27.3% each from the total losses. Keywords – Life Cycle Cost, Overall Equipment Effectiveness, Six Big Losses
Perancangan Usulan Preventive Maintenance Pada Mesin Komori Ls440 Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (rcm Ii) Dan Risk Based Maintenance (rbm) Di Pt Abc Destina Surya Dhamayanti; Judi Alhilman; Nurdinintya Athari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT ABC merupakan perusahaan cetak dalam skala nasional. Produk yang dihasilkan oleh perusahaan merupakan buku ajar, majalah, surat kabar, dan lain sebagainya. Kegiatan maintenance yang ada PT ABC terbagi menajadi dua yaitu preventive maintenance setiap senin dan kamis serta kegiatan corrective maintenance yang dilakukan jika mesin mengalami kegagalan fungsi. Kegagalan fungsi pada mesin Komori masih cukup tinggi. Oleh karena itu diperlukan kegiatan pecegahaan untuk meningkatkan reliabilitas mesin. Metode yang dilakukan yaitu dengan menggunakan Reliability Centered Maintenance yaitu dengan menganalisis failure yang terjadi dengan menggunakan ananlisis Failure Mode and Effect Analysis dan Decision Worksheet. Hasil dari analisis ini merupakan preventive task masing-masing komponen. Sedangkan untuk menganalisis risiko yang diakibatkan jika mesin mengalami gagal fungsi, yaitu dengan metode Risk Based Maintenance. Setelah dilakukan perhitungan menggunakan metode diperoleh nilai risiko yang ditanggung perusahaan ketika mesin mengalami failure, yaitu sebesar Rp 965.904.899,36. Berdasarkan hasil pengolahan data pada subistem kritis maka diperoleh kesimpulan bahwa enam komponen dilakukan dengan task scheduled on condition, tiga komponen dengan task scheduled restoration, dan enam komponen dengan task scheduled discard. Sedangkan untuk interval waktu dalam pengerjaan preventive maintenance pada komponen tersebut disesuaikan dengan task yang diperoleh. Setelah mendapatkan interval waktu perawatan, kemudian ditentukan biaya perawatan usulan yang dikeluarkan perusahaan, yaitu sebesar Rp 971.567.519,69. Kata kunci: Reliability Cencetered Maintenance, Risk Based Maintenance, Preventive Maintenance, Corrective Maintenance
Analisis Performansi Mesin Menggunakan Metode Reliability, Availability, Maintainability (ram) Analysis Dan Penentuan Umur Mesin Serta Maintenance Set Crew Optimal Menggunakan Life Cycle Cost (lcc) Analysis Pada Mesin Dumping Line 1 Di Pt Xyz Mohammad Badar; Endang Budiasih; Judi Alhilman
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT XYZ merupakan salah satu industri manufaktur yang menghasilkan Accu Battery terbesar di Indonesia. Berdasarkan data dari GAIKINDO sebesar 55% dari penjualan mobil di Indonesia pada tahun 2016 hingga 2017 menggunakan accu battery yang diproduksi oleh PT XYZ. Dalam mengoperasikan mesin dan peralatan, PT XYZ memerlukan sistem perawatan mesin yang baik serta optimal terutama pada mesin Dumping di line 1 yang memiliki frekuensi downtime tertinggi pada tahun 2016 hingga 2017 yakni sebesar 292 kerusakan. Oleh karena itu, perlu adanya analisis Reliability, Availability, Maintainability (RAM) dengan pemodelan Reliability Block Diagram (RBD) serta analisis Life Cycle Cost (LCC) untuk mengetahui performansi mesin Dumping Line 1. Berdasarkan hasil pengukuran performansi dengan menggunakan metode RAM, diperoleh nilai reliability system sebesar 61,94% pada t = 112 jam dan untuk mencapai nilai maintainability 100% membutuhkan waktu minimal selama empat jam dengan nilai inherent availability sebesar 99,81% dan operational availability sebesar 99,72%. Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan berdasarkan kebijakan perusahaan dan Key Performance Indicator IVARA sebagai parameter keberhasilan, indikator availability telah mencapai target indikator sebesar 95%. Dari hasil perhitungan dengan metode LCC didapatkan nilai Life Cycle Cost terkecil sebesar Rp646.175.379,30,- dengan umur optimal mesin selama tujuh tahun dan jumlah maintenance crew sebanyak satu orang. Kata kunci: Reliability, Availability, Maintainability, Reliability Block Diagram, Life Cycle Cost, Key Performance Indicator. Abstract PT XYZ is one of the largest manufacturing industries that produces the largest Accu Battery in Indonesia. Based on data from GAIKINDO 55% of car sales in Indonesia from 2016 to 2017 using batteries manufactured by PT XYZ. In operating the machinery and equipment, PT XYZ requires a good and optimal machine maintenance system. Especially on the Dumping machine in line 1 which has the highest downtime frequency in 2016 until 2017 which amounted to 292 damage. Therefore it is necessary to analyze Reliability, Availability, Maintainability (RAM) with Reliability Block Diagram (RBD) modeling and Life Cycle Cost (LCC) analysis to know Dumping Line 1 machine performance. Based on performance measurement using RAM method, the value of reliability system is 61.94% at t = 112 hours and to achieve 100% maintainability it takes for 4 hours. Where the inherent availability value of 99.81% and operational availability of 99.72%. From the results of evaluations that have been done based on company policy and Key Performance Indicator IVARA as the parameters of success, indicator availability has reached the indicator target of 95%. From the calculation with LCC method, obtained the smallest Life Cycle Cost value of Rp646.175.379,30,- with the optimal age of the machine for seven years and the number of maintenance crew as much as one person. Keywords: Reliability, Availability, Maintainability, Reliability Block Diagram, Life Cycle Cost, Key Performance Indicator.
Usulan Kebijakan Perawatan Mesin Caulking Pada Lini Produksi 6 Menggunakan Metode Cost Of Unreliability (Cour) Dan Risk Based Maintenance (Rbm) (Studi Kasus: Pt Dns) Revy Desfriansyah; Endang Budiasih; Judi Alhilman
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT DNS adalah salah satu perusahaan pembuat komponen otomotif. Salah satu komponen yang dibuat oleh PT DNS adalah Spark plug atau biasa disebut busi. Spark plug adalah sebuah media yang digunakan untuk proses pembakaran bahan bakar pada mesin bermotor. Tanpanya kendaraan bermotor dipastikan tidak bisa berfungsi. Agar dapat bersaing ketat dengan perusahaan lainnya PT DNS harus meningkatkan efektivitas dan efisiensi kegiatan produksinya agar demand yang harus dipenuhi setiap harinya tercapai dengan baik dengan menggunakan beberapa mesin produksi, perusahaan harus selalu mengkontrol dan mempersiapkan kesiapan mesin-mesinnya dengan melakukan kegiatan preventive maintenance dan corrective maintenance. Salah satu mesin yang sangat penting dan harus banyak dikontrol adalah mesin caulking karena kegiatan produksi harus melalui mesin ini agar busi tidak mengalami kebocoran. Lalu salah satu cara untuk mengetahui konsekuensi dan risiko yang dihasilkan dari kerusakan mesin caulking yaitu dengan menggunakan metode RBM dan untuk menentukan berapa besar biaya yang dihasilkan akibat ketidakhandalan sistem diperlukan metode COUR. Berdasarkan perhitungan COUR didapatkan biaya yang disebabkan oleh ketidakhandalan sistem sebesar Rp. 2.612.857.012 berdasarkan active repair time dan Rp. 2.906.982.097 berdasarkan pada downtime. Dan dari perhitungan RBM didapatkan nilai konsekuensi dan risiko sebesar Rp. 788.679.691 dengan persentase sebesar 2,270%. Risiko ini sudah melewati kriteria penerimaan risiko yang sudah ditentukan perusahaan yaitu 1% pada mesin caulking lini ke 6. Kata kunci : Corrective maintenance, Preventive maintenance, COUR, RBM, Spark plug Abstract PT DNS is one of the makers of automotive components. One of the components made by PT DNS is Spark plug. Spark plug is a tool for the combustion of fuel in a motor engine. Without which the motor vehicle was ensured could not function. In order to compete with other companies PT DNS should increase the affectiveness and efficiency of activities of its production so that demand to be met every day the accomplished well with using some of the production machine, the company must always control the readiness of its engines and prepare to do the activities of preventive maintenance and corrective maintenance. One of the machines that are very important and should be a lot of controlled is caulking machine because production has to go through this machine so that the plugs do not leak. Than one of the ways to know the consequences and risk resulting from damage to the caulking machine by using RBM method and to rate how much the costs generated by the issue of unreliability the system required a method of COUR From the results of the data processing is carried out, for the calculation of the Cost of Unreliability is obtained the cost caused by unreliability Rp. 2.612.857.012 system based on active repair time and Rp. 2.906.982.097 based on downtime. Whereas the calculation of Risk Based Maintenance brings about consequences and risk value of Rp. 788.679.691 with a percentage of 2,270%. This risk had passed the risk acceptance criteria already determined the company is 1% on the 6th line of Caulking machine. Keywords : Corrective maintenance, Preventive maintenance, COUR, RBM, Spark plug
Usulan Kebijakan Perawatan Mesin Cetak Goss Universal Dengan Metode Reliability Availability Maintainability (ram) Analysis Dan Overall Equipment Effectiveness (oee) Muhammad Tamami Dwi Saputra; Judi Alhilman; Nurdinintya Athari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah berkembang saat ini semakin pesat, seiring dengan meningkatnya kebutuhan akan informasi itu sendiri. Dengan memproduksi koran setiap harinya maka keadaan tersebut memaksa PT Pikiran Rakyat untuk lebih meningkatkan kelancaran, efektivitas dan efisiensi kegiatan percetakannya. Salah satu cara untuk mengukur kinerja mesin secara umum yaitu dengan menggunakan metode OEE dan untuk memperkecil kerugian yang kemungkinan harus ditanggung oleh perusahaan adalah dengan meningkatkan Reliability, Availability & Maintainability (RAM). Dengan menggunakan data-data berupa MTTF dan MTTR dari setiap subsistem dari mesin cetak. Berdasarkan perhitungan menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness, dengan melakukan perhitungan berdasarkan tiga parameter utama yaitu nilai Availability sebesar 75%, nilai Performance sebesar 97%, dan nilai Quality sebesar 98%, maka sistem memiliki nilai OEE sebesar 71.60% dengan penelitian selama delapan bulan atau 5760 jam. Sistem memiliki nilai reliability sebesar 10.59% pada waktu 70 jam berdasarkan pada analytical approach. Perhitungan maintainability dengan menggunakan pemodelan reliability block diagram, didapatkan bahwa seluruh unit dalam sistem memiliki peluang untuk diperbaiki minimal 12 jam untuk dapat berfungsi kembali dengan probabilitas 100% untuk mencapai kondisi semula. Selama delapan bulan penelitian, Inherent Availability dari sistem adalah 99.52% berdasarkan pada analytical approach dan Operational Availability dari sistem adalah 73.91%. Kata Kunci : Reliability, Availability, Maintainability, KPI, RBD, OEE
Usulan Kebijakan Preventive Maintenance Pada Mesin Waldrich Siegen Dengan Menggunakan Metode Risk Based Maintenance (rbm) Dan Life Cycle Cost (lcc) Di Pt Xyz (persero) Noviyanti Permata Sari; Judi Alhilman; Nurdinintya Athari SUPRATMAN
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT XYZ (Persero) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan penjualan alat utama sistem senjata, produk industri, serta beberapa produk komersial. Produk-produk unggulan yang dihasilkan seperti produk konstruksi, pertanian, perkapalan, pertambangan dan kelistrikan. Produk unggulan dengan ukuran yang mayoritas besar diproduksi oleh bagian divisi alat berat. Mesin Waldrich Siegen merupakan mesin produksi yang memiliki downtime tertinggi sehingga mesin tidak dapat bekerja optimal dan memerlukan kebijakan perawatan. Metode yang digunakan pada penelitian adalah Risk Based Maintenance (RBM) dan Life Cycle Cost (LCC). Metode Risk Based Maintenance digunakan untuk mengetahui seberapa besar konsekuensi dan nilai risiko yang dihasilkan akibat kerusakan mesin Waldrich Siegen. Metode Life Cycle Cost (LCC) digunakan untuk menentukan retirement age, maintenance set crew, dan mengetahui total life cycle cost optimal pada mesin Waldrich Siegen. Berdasarkan metode RBM, didapatkan nilai konsekuensi dan risiko sebesar Rp 284.817.600,00 dengan persentase 0,90%. Risiko ini melewati batas kriteria penerimaan risiko yaitu 0,40% pada mesin Waldrich Siegen. Berdasarkan metode LCC, didapatkan retirement age mesin Waldrich Siegen selama tiga tahun dengan jumlah maintenance set crew yang terdiri dari satu orang, dan total life cycle cost yang minimum sebesar Rp 413.882.541,00. Kata Kunci: Risk Matrix, Risk Based Maintenance, Life Cycle Cost, Retirement Age, Maintenance Set Crew Abstract PT XYZ (Persero) is a company engaged in the production and sales of main tool weapon systems, industrial products, and some commercial products. Excellent products are produced such as construction products, agriculture, shipping, mining and electricity. Excellent products with a large sizes produced by heavy equipment division. Waldrich Siegen engine is the production machine that has the highest downtime so that the machine can not work optimally and require maintenance policy. The method used in this research is Risk Based Maintenance (RBM) and Life Cycle Cost (LCC). Risk Based Maintenance method is used to find out how big the consequences and the value of risk resulting from damage to engine Waldrich Siegen. Life Cycle Cost (LCC) method is used to determine retirement age, maintenance set crew, and know the total life cycle cost optimal on Waldrich Siegen machine. Based on RBM method, we get the value of consequence and risk of Rp 284.817.600,00 with percentage 0,90%. This risk exceeds the risk acceptance criteria of 0.40% on the Waldrich Siegen engine. Based on the LCC method, there was a retirement age of Waldrich Siegen engine for four years, with maintenance crew consisting of one person, and a minimum life cycle cost of Rp 413.882.541,00. Keyword : Risk Matrix, Risk Based Maintenance, Life Cycle Cost, Retirement Age, Maintenance Set Crew
Kebijakan Warranty Pada Mesin Absorption Chiller Dengan Pendekatan Satu Dimensi Di Balai Termodinamika Motor Dan Propulsi Reano Anggradwika; Judi Alhilman; Warih Puspitasari
eProceedings of Engineering Vol 3, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses bekerja mesin akan mengalami penurunan kualitas dan produktifitas atau reability bila digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama. Dalam reability terdapat istilah warranty. Warranty memiliki definisi sebagai bentuk perlindungan dari produsen untuk konsumen apabila produk mengalami kerusakan dengan mematuhi aspek -aspek dari produsen atau yang telah disepakati bersama dengan konsumen sebelum melakukan pembelian produk. Balai Termodinamika Motor Dan Propulsi (BTMP) merupakan bagian dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Sejak awal beroperasi pada tahun 1994, BTMP telah bekerjasama dengan berbagai kalangan yang berasal dari lembaga penelitian, perguruan tinggi, departemen teknis pemerintah, lembaga pemerintah non departemen, organisasi profesi dan industri yang bergerak dalam bidang termodinamika, perpindahan kalor dan motor bakar. Fasilitas dan kemampuan ini merupakan aset negara yang perlu dimanfaatkan bersama untuk dapat memajukan industri Indonesia dalam menghadapi era pasar global. Pada penelitian ini mesin yang diteliti yaitu absorption chiller yang berfungsi sebagai pendingin udara pada suatu bangunan atau gedung. Kata kunci : warranty, keandalan, Pemburukan
Perencanaan Kebijakan Perawatan Mesin Corazza Ff100 Pada Line 3 Pt. Xyz Dengan Metode Reliability Centered Maintenance (rcm) Ii Ully Tri Kirana; Judi Alhilman; Sutrisno Sutrisno
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. XYZ merupakan produsen yang bergerak dalam bisnis keju. Meskipun telah menerapkan kegiatan preventive maintenance, frekuensi kerusakannya masih tinggi menyebabkan terhambatnya kelancaran proses produksi serta mengindikasikan nilai keandalannya kecil. Oleh karena itu perlu dilakukan analisis kegiatan perawatan yang tepat sesuai dengan karakteristik kerusakan serta interval waktu kegiatan perawatan pada mesin Corazza FF100 dengan analisis Reliability Centered Maintenance (RCM) II yang menekankan pada karakteristik keandalan (reliability). Melakukan identifikasi risiko yang dipetakan dalam risk matrix. Tahapan dalam RCM yaitu pengukuran kualitatif dilakukan dengan membuat Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi penyebab serta efek terjadinya kegagalan komponen. Untuk mengetahui konsekuensi yang ditimbulkan dilakukan klasifikasi menggunakan Logic Tree Analysis (LTA) kemudian pemilihan tindakan kegiatan perawatan (maintenance task). Tahap selanjutnya yaitu pengukuran kuantitatif dengan melakukan pengumpulan data kerusakan dan data perbaikan untuk menghitung nilai MTTF dan MTTR yang diolah untuk mendapatkan interval waktu perawatan. Maintainable item pada mesin Corazza FF100 berjumlah 27. Berdasarkan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) untuk menentukan maintenance task yang sesuai didapatkan 67 maintenance task. Terdapat 17 scheduled discard task, 15 scheduled restoration task, 31 scheduled on condition dan 4 failure finding. Interval waktu perawatan ditentukan berdasarkan kebijakan perawatannya dengan mempertimbangkan karakteristik kerusakan, parameter distribusi dan biaya perawatan. Kata kunci : preventive maintenance, reliability-centered maintenance, risk matrix
Perancangan Aplikasi Perhitungan Oee (overall Equipment Effectiveness) Dan Analisis Rcm (reliability Centered Maintenance) Dalam Menentukan Kebijakan Maintenance Damanhuri Nurul Huda; Judi Alhilman; Budi Laksono Putro
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan peradaban manusia juga telah memacu peningkatan kebutuhan dan keinginan baik dalam jumlah, variasi jenis, dan tingkat mutu. Perkembangan ini menimbulkan tantangan untuk dapat memenuhi keinginan tersebut dengan cara meningkan kemampuan dan menghasilkannya. Peningkatan kemampuan penyediaan atau produksi barang merupakan usaha yang harus dilakukan oleh perusahaan untuk dapat memenuhi kebutuhan secara efektif dan efisien. Salah satu bidang yang terpengaruhi adanya perkembangan teknologi komputer adalah dibidang Maintenance Management. Maintenance Management, menurut The American Management Association, Inc.(1971), adalah kegiatan rutin, pekerjaan berulang yang dilakukan untuk menjaga kondisi fasilitas produksi agar dapat dipergunakan sesuai dengan fungsi dan kapasitas sebenarnya secara efisien. Ini berbeda dengan perbaikan. Pemeliharaan (Maintenance) juga didefinisikan sebagai suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga suatu barang dalam, atau memperbaikinya sampai suatu kondisi yang bisa diterima (BS3811, 1974 dalam Corder,1992). Dari permasalah tersebut munculah suatu gagasan untuk membuat aplikasi berbasis Windows untuk membantu masalah di bidang Maintenance, yang didalamnya dapat melakukan kalkulasi, pengelolaan, dan pendataan. Bahasa pemograman yang digunakan adalah C# dimana aplikasi yang digunakan adalah Microsoft Visual Studio 2012. Dengan adanya Aplikasi Perhitungan OEE dan RCM ini dapat mempermudah perhitungan OEE (Overall Equipment Effectiveness) dan RCM (Reliability Centered Maintenance) sehingga hasil yang didapatkan dapat diketahui dengan mudah dan sesuai dengan perhitungan yang telah dilakukan. Kata Kunci : OEE, RCM, LTA, C#