Claim Missing Document
Check
Articles

Found 45 Documents
Search
Journal : eProceedings of Engineering

Usulan Interval Waktu Dan Estimasi Biaya Perawatan Mesin Cylinder Unit 2 Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance (RCM) (Studi Kasus : PT KLM) Muhammad Ilham Maulana; Endang Budiasih; Judi Alhilman
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT KLM merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang produksi kertas board yang biasa disebut dengan Coated Duplex Board (CDB) dengan variasi gramatur mulai dari 250 gsm hingga dengan 500 gsm. Produk kertas yang dihasilkan harus memenuhi kepuasan konsumen dan pengolahannya dilakukan sesuai standar dan ketentuan yang telah ditetapkan perusahaan. Mesin yang digunakan menggunakan sistem paralel dan proses produksi yang digunakan adalah sistem kontinyu sehingga jika terjadi kerusakan salah satu atau beberapa mesin akan menghambat proses produksi yang telah ditargetkan sehingga berdampak pada kerugian. Oleh karena itu, keandalan dari setiap mesin perlu diperhatikan untuk mendapatkan performansi kinerja mesin yang baik. Menurut data historis dari tahun 2013 hingga tahun 2017, mesin Cylinder unit 2 memiliki kerusakan mesin paling banyak yaitu 31 kali kerusakan. Dalam penelitian ini digunakan metode Reliability Centered Maintenance untuk menentukan kebijakan perawatan sesuai dengan karakteristik mesin, meminimasi biaya perawatan, dan menentukan labor force cost yang optimal. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh empat scheduled on condition task, interval waktu perawatan adalah 23 hari dengan estimasi total biaya perawatan sebesar Rp 1.167.241.427,63 per tahun dan labor force cost menghemat sebesar 16,67% dari Rp 207.360.000,00 per tahun. Kata Kunci: Reliability Centered Maintenance, Biaya Perawatan, Labor Force Cost, Mesin Cylinder Abstract PT KLM is a company engaged in paper board production, commonly referred to as Coated Duplex Board (CDB) with a variety of grammage range from 250 gsm to 500 gsm. The resulting paper products must meet customer satisfaction and processing is carried out according to the standards and conditions set by the company. The machine uses a parallel system and the production process uses a continuous system so that if there is damage to one or several machines it will inhibit the production process that has been targeted so that it has an impact on losses. Therefore, the reliability of each machine needs to be considered to get a good machine performance. According to historical data from 2013 to 2017, the Cylinder machine unit 2 has the most machine damage, which is 31 times damage. In this study the Reliability Centered Maintenance method is used to determine maintenance policy according to machine characteristics, minimize maintenance costs, and determine the optimal labor force cost. Based on the research results obtained four scheduled on condition tasks, the maintenance time interval is 23 days with an estimated total maintenance cost of Rp 1,167,241,427.63 per year and labor force cost saves 16.67% from Rp 207,360,000.00 per year. Keywords: Reliability Centered Maintenance, Maintenance Cost, Labor Force Cost, Cylinder Machine
Perancangan Durasi Warranty Dan Perhitungan Estimasi Biaya Warranty Berdasarkan Analisis Ketahanan Hidup Pesawat Cn-235-220 Mpa Military Transport Di Pt Dirgantara Indonesia Dian Rahmania; Judi Alhilman; Aji Pamoso
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Dirgantara Indonesia adalah perusahaan yang bergerak dibidang kedirgantaraan dengan kompetensi inti dalam desain dan pengembangan pesawat, pembuatan struktur pesawat, produksi pesawat, serta layanan pesawat untuk sipil dan militer. Untuk memberikan jaminan bahwa produk berjalan dengan baik, PTDI memberikan kebijakan warranty untuk pesawat yang dijual. Selama periode 2017 hingga 2018 perusahaan mendapatkan 34 klaim kerusakan dari pesawat CN-235-220 MPA sehingga perlu mengeluarkan biaya warranty sebesar Rp 18,963,780,000. Biaya yang dikeluarkan tersebut cukup besar dan melebihi target perusahaan yang menargetkan biaya warranty sebesar 2% dari harga jual produk. Analisis ketahanan hidup sangat diperlukan untuk mengetahui seberapa lama pesawat tersebut dapat bertahan hingga mengalami kerusakan, dan estimasi biaya warranty dilakukan menggunakan kebijakan Free Replacement Warranty (FRW), sehingga didapatkan durasi warranty dan estimasi biaya warranty dari pesawat CN-235-220 MPA. Dari analisis perhitungan, didapatkan bahwa durasi warranty berdasarkan data MTTF adalah selama 0.5 tahun (6 bulan), dimana dengan waktu selama 6 bulan perusahaan hanya perlu mengeluarkan biaya warranty sebesar Rp 6,582,333,741.22. Biaya warranty yang dikeluarkan perusahaan pun dapat mendekati target yaitu 2% dari harga jual produk. Kata kunci: Warranty, Free Replacement Warranty (FRW), MTTF, Durasi Warranty, Biaya Warranty
Usulan Kebijakan Maintenance Mesin Fillomatic Rotary Liquid Filler & Capper Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance Dengan Pendekatan Integer Programming Di Pt Combiphar Prima Hutama Putra Abdi; Judi Alhilman; Endang Budiasih
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT Combiphar merupakan salah satu perusahaan farmasi terbesar yang ada di Indonesia. Demi mendukung proses produksi perusahaan tersebut membagi lini produksinya ke dalam empat plant. Plant Padalarang menghasilkan produk OBH, Peditok, Scout, Panadol. Plant Cikarang menghasilkan produk Eporon dan Insto. Plant Cimanggis menghasilkan produk Insto dan Aimo. Plant Gersik menghasilkan produk Avta. Salah satunya plant padalarang terdapat dua mesin yang digunakan untuk memproduksi OBH, yaitu Mesin Fillomatic Rotary Filler & Capper Vectra 4012 SB dan Mesin Nastec, namun Mesin Fillomatic Rotary Filler & Capper Vectra 4012 SB merupakan salah mesin yang paling sering mengalami downtime. Downtime yang terjadi disebabkan karena umur mesin yang sudah tua sehingga sering menyebabkan banyak terjadinya kerusakan pada komponen mesin tersebut, selain itu juga mesin tersebut sering tidak memenuhi target availability yang ditetapkan oleh perusahaan. Tidak terpenuhinya target availability mesin itu bisa disebabkan maintenance interval, dan task selection yang kurang tepat atau tidak sesuai. Oleh karena itu untuk berdasarkan data historis dan tingkat urgensi yang tinggi Mesin Fillomatic Rotary Filler & Capper Vectra 4012 SB digunakan sebagai objek penelitian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kebijakan perawatan yang efektif dan maintenance interval yang tepat. RCM (Reliability Centered Maintenance) digunakan untuk menentukan kebijakan perawatan yang efektif dan maintenance interval yang tepat. RPN digunakan untuk menentukan sistem kritis serta subsistem kritis dan didapatkan sistem kritis yaitu mechanic serta subsistem kritis yaitu conveyor, center plate, capper dan star wheel sehingga penelitian akan berfokus pada keempat subsistem tersebut. Dari hasil perhitungan RCM, didapatkan 10 Scheduled On Condition Task dan 3 Scheduled Restoration Task dengan total biaya maintenance usulan sebesar Rp 13.758.098.719,25,. Untuk mendapatkan biaya maintenance yang optimal dilakukan pendekatan integer programming maka didapat total biaya maintenance usulan sebesar Rp 10.931.720.460,16. Kata Kunci : Integer Programming, Maintenance Interval, Reliability Centered Maintenance Abstract PT Combiphar is one of the largest pharmaceutical companies in Indonesia. In order to support the production process of the company split the production line into four of the plant. Plant Padalarang produce products OBH, Peditok, Scout, Panadol. Cikarang Plant produce products Eporon and Insto. Plant Cimanggis produce products Insto and Aimo. Plant Gersik produce products Avta. One plant padalarang there are two machines used for producing OBH, namely Machine Fillomatic Rotary Filler & Capper Vectra 4012 SB and Machine Nastec, but the Engine Fillomatic Rotary Filler & Capper Vectra 4012 SB is the machine that most often experience downtime. The Downtime that occurs due to the lifespan of the machine which are old and often cause a lot of damage to the engine components, in addition to these machines often do not meet the target availability set out by the company. It did not meet the target availability of the machine it could be due to maintenance intervals, and task selection that are less appropriate or not appropriate. Therefore for based on historical data and the level of urgency high Machine Fillomatic Rotary Filler & Capper Vectra 4012 SB is used as the object of research. The purpose of this study is to determine the policy effective care and maintenance appropriate intervals. RCM (Reliability Centered Maintenance) is used to determine the policy effective care and maintenance appropriate intervals. The RPN is used to determine the critical systems and subsystems critical and achieved a critical system namely the mechanic as well as the critical subsystem that is the conveyor, center plate, capper and star wheel so that the research will focus on the four subsystems. From the results of the calculation of the RCM, obtained 10 Scheduled On Condition Task and 3 Scheduled Restoration Task with the total cost of maintenance of the proposed Rp 13.758.098.719,25,. To get the cost of an optimal maintenance approach of integer programming is then obtained the total cost of maintenance of the proposed Rp 10.931.720.460,16. Keywords : Integer Programming, Maintenance Interval, Reliability Centered Maintenance
Estimasi Kebutuhan Persediaan Suku Cadang Dan Operating Environment Dengan Menggunakan Metode Reliability Centered Spares (rcs) Pada Mesin Injeksi Plastik Di Cv Xyz Azylia Putri Denia; Judi Alhilman; Budi Santosa
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak CV XYZ merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi spare part yang merupakan bagian dari shockbreaker yaitu spring guide. Mesin yang memiliki peranan penting di CV XYZ yaitu mesin injeksi plastik. Fungsi mesin injeksi plastik tersebut yaitu mengolah biji polypropylene yang kemudian akan diolah menjadi produk spring guide. Untuk menjaga mesin injeksi plastik agar dapat berfungsi secara normal, maka perlu dilakukan pemeliharaan (maintenance), jika tidak dilakukan pemeliharaan maka akan terjadi berbagai kerusakan. Kerusakan yang terjadi dapat diakibatkan oleh beberapa penyebab eksternal yaitu Maintenance Crew and Skill, Operator Skill, Environment Factors and Dust, System Temperature, dan Machine Oil Quality. Metode Reliability Centered Spares (RCS) digunakan untuk menentukan jumlah persediaan suku cadang yang harus disediakan oleh perusahaan agar tidak terjadi out of stock. Berdasarkan hasil perhitungan jika dengan memperhitungkan kovariat lingkungan, persediaan komponen yang dibutuhkan selama satu tahun yaitu selang 8 komponen, barrel 7 komponen, dan motor 6 komponen. Sedangkan jika tanpa memperhitungkan kovariat lingkungan, persediaan komponen yang dibutuhkan selama satu tahun yaitu selang 5 komponen, barrel 5 komponen, dan motor 4 komponen. Kata kunci: Maintenance, Mesin Injeksi Plastik, Reliability Centered Spares Abstract CV XYZ is one of a companies that produces spare part which part of shockbreaker. It is named spring guide. Machine that has important role in CV XYZ is a plastic machine injection. It’s function is to processed polypropylene seeds then it will be processed into spring guide product. To keep the plastic injection machine functioning normally, maintenance needs to be done. Damage that occurs can be caused by several external causes. They are Maintenance Crew and Skill, Operator Skill, Environment Factors and Dust, System Temperature, and Machine Oil Quality. RCS method is used to determined the amount of spare parts inventory that must be provided by company in order out of stock will not happened. According to the results if calculate covariates, component inventory needed for a year they are hoses 8 component, barrels 7 component, and motors 6 component. Whereas if without taking environment covariates calculation, component inventory needed for a year they are hoses 5 component, barrels 5 component, and motors 4 component. Keywords: Maintenance, Plastic Injection Machine, Reliability Centered Spares
Usulan Kebijakan Maintenance Mesin Paving Rh1s15 Pada Proses Produksi Paving Block Di Cv. Samson Jaya Utama Dengan Menggunakan Metode Reliability And Risk Centered Maintenance (rrcm) Naufal Muhammad Iqbal; Endang Budiasih; Judi Alhilman
eProceedings of Engineering Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV. Samson Jaya Utama merupakan pabrik yang bergerak di bidang produksi paving block. Pada periode tahun 2018 – 2019, CV. Samson Jaya Utama memiliki penurunan jumlah produksi dan pada tahun 2019 jumlah produksi tidak mencapai target produksi perusahaan. Hal ini dikarenakan tingginya frekuensi kerusakan mesin paving di CV. Samson Jaya Utama. Frekuensi kerusakan yang tinggi disebabkan karena kegiatan pemeliharaan di perusahaan belum mempertimbangkan karakteristik kerusakan. Untuk menunjang mesin paving agar bekerja sesuai dengan fungsinya, maka perusahaan harus melakukan kegiatan pemeliharaan yang mempertimbangkan karakteristik kerusakan. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan metode Reliability and Risk Centered Maintenance (RRCM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui usulan kebijakan pemeliharaan yang optimal dan biaya pemeliharaannya. Dalam menentukan komponen kritis, penelitian ini menggunakan Risk Priority Number dan terpilih tiga komponen yaitu plat besi st 37, pillow block, dan trusco rubber. Dengan menggunakan metode RRCM, maka didapatkan proposed maintenance task dan total biaya pemeliharaannya. Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh 4 proposed maintenance task dengan tiga schedule on condition task dan satu schedule discard task. Dapat diketahui bahwa nilai usulan interval waktu pemeliharaan untuk setiap komponen kritis lebih rendah dari nilai MTTF-nya. Total biaya pemeliharaan usulan yang didapat sebesar Rp25,011,299,- per tahun dimana biaya tersebut lebih kecil Rp Rp13,385,377,- dari total biaya pemeliharaan eksisting per tahun. Kata kunci : Pemeliharaan, Reliability and Risk Centered Maintenance, Interval waktu pemeliharaan