Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Gambaran Reaksi Saat Hospitalisasi Pada Anak Usia 4-8 Tahun di Surakarta Adi Pramono; Siti Arifah; Ratri Wijayanti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.32465

Abstract

Kecemasan adalah salah satu masalah yang sering muncul pada anak yang dirawat inap di rumah sakit. Hal ini dikarenakan anak merasa asing dengan lingkungan rumah sakit yang berbeda jauh dengan lingkungan rumah, berpisah dengan keluarga dan merasakan nyeri karena penyakitnya sehingga berdampak pada kondisi psikologis anak. Stres hospitalisasi adalah suatu kejadian atau masalah yang sering terjadi pada pasien rawat inap di rumah sakit terutama pada anak-anak.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran reaksi anak saat awal hospitalisasi di salah satu RS di surakarta. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Sampel penelitian adalah anak usia 4-8 tahun yang menjalani hospitalisasi di salah satu RS di Surakarta sejumlah 25 responden. Hasil penelitian anak yang mengalami hospitalisasi di RS UNS Surakarta yaitu 25 Responden sebagain besar mengalami kecemasan tingkat ringan 19 repsonden (85,8%), kecemasan sedang sebanyak 5 (13,2%) dan kecamasan berat sebnayak 1 responden (1%). Maka disarankan agar lebih memperhatikan kecemasan pada anak dengan hospitalisasi dan lebih memahami penanganannya.
Pengaruh Terapi Bermain Breathing Games terhadap Fungsi Paru pada Anak dengan Bronkopneumonia Immara Latifa Larasati; Siti Arifah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.32755

Abstract

Bronkopneumonia adalah penyakit yang muncul di area pernapasan. Penyakit tersebut terjadi karena terdapat inflamasi atau peradangan pada daerah bronkus. Terapi bermain breathing games dapat meningkatkan fungsi paru pada anak dengan bronkopneumonia. Tujuan: mengetahui pengaruh terapi bermain breathing games terhadap fungsi paru pada anak penderita bronkopneumonia. Metode: Pada studi kasus ini, penulis menggunakan metode asuhan keperawatan yang menyeluruh yang Tahap-tahap yang dilakukan penulis adalah mulai dari pengkajian, berlanjut ke pemilihan diagnosis keperawatan yang tepat, lalu menentukan perencanaan keperawatan, setelahnya berlanjut ke implementasi dan evaluasi keperawatan. Dilakukan pada seorang anak berusia 9 tahun yang mengalami sesak dan batuk dikarenakan mengalami bronkopneumonia. Hasil penelitian: menunjukkan adanya pengaruh terapi bermain breathing games selama 3 hari, didapatkan hasil bahwa batuk dan sesak pasien berkurang ditandai dengan RR yang membaik dan SPO2 yang meningkat. Kesimpulan: Intervensi terapi bermain breathing games yang dilakukan 3 hari berturut-turut dapat meningkatkan fungsi paru pada anak dengan bronkopneumonia
Gambaran Peran Orang Tua Terhadap Personal Hygine Anak Selama Hospitalisasi Friska Fajar Khusnul Ambar Sari; Siti Arifah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.33141

Abstract

Background: Poor personal hygiene in children can cause health problems. Parents play a big role in children's development, playing a role in educating, being role models for children, giving advice, and getting children used to maintaining personal hygiene. Objective: The aim of this research is to determine the role of parents in personal hygiene for children during hospitalization. Method: This research uses descriptive analytics; the sampling technique uses accidental sampling of 22 parents. The instrument used is a questionnaire. Study Results: The research results show that the role of parents in their child's personal hygiene during hospitalization is quite good. Conclusions and Suggestions: Based on the research results, nurses, as educators, can help provide health education to parents about the importance of maintaining children's personal hygiene during the treatment period to increase parents' role in children's personal hygiene.
Stunting among children under 5 years of age in Surakarta City, Central Java Dewi, Indria Aulia; Arifah, Siti
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol 7, No 6 (2024)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v7i6.24935

Abstract

Background: Stunting is defined as the growth of a child below the expected level for his or her age. It can occur during pregnancy, breastfeeding, and up to the first 1000 days (about 2 and a half years) of life. Stunting affects the brain development of the children, physical-motor growth, and has long-term implications for their future. The causes of stunting in children are multifaceted and can range from long-term inadequate nutrition to genetic and psychosocial factors.Purpose: To investigate demographics data of stunting among children under 5 years of age in Surakarta City, Central Java.Method: A quantitative design and descriptive analytical approach were used. The data were collected from a population of stunted children in the work area of the Pajang Community Health Centre between November and December of 2023. The research used purposive sampling and involved 93 respondents. Results: Finding characteristics of both children and mothers with specifically, 71% of the stunted children were categorized as short, 52.7% were male, and the majority had a normal birth length. Most mothers of stunted children are aged between 20 and 35 years, 50.5% of mothers are taller than 155 cm (about 5.09 ft), 52.5% of mothers have a high school education and 74.2% of mothers are unemployed. Conclusion: The characteristics of children and mothers about stunting are complex and interrelated. Therefore, health service providers should provide the best interventions with particular attention to both community and family-centered care.
Deskripsi Screen Time pada Anak Usia 6 – 12 Bulan di Wilayah Puskesmas Delanggu Alya Olga Chairina Zahra; Arifah, Siti
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.377

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan teknologi digital telah menyebabkan peningkatan signifikan dalam pemakaian media layar dikalangan usia dini, termasuk anak berusia 6 – 12 bulan. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi dampaknya terhadap aspek perkembangan anak, baik secara kognitif, sosial emosional maupun fisik. Penting untuk diketahui bagaimana pola penggunaan media digital terbentuk sejak dini. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara komrehensif gambaran penggunaan screen time anak 6 – 12 bulan, mencakup akses media layar, frekuensi penggunaan, paparan konten, serta pendampingan orang tua selama anak menggunakan perangkat digital. Metode: Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan rancangan deskriptif analitik. Penentuan sampel dilakukan melalui teknik total sampling, dengan melibatkan para orang tua yang berinteraksi menggunakan media digital bersama anak mereka di wilayah Desa Gatak dan Desa Delanggu. Data dikumpulkan melalui kuesioner SCREEN-Q, yang dikembangkan berdasarkan pedoman dari American Academy of Pediatrics (AAP). Hasil: Sebagian besar anak usia 6 – 12 bulan memiliki durasi screen time berlebih dan akses yang tinggi terhadap media digital.  Media layar menjadi bagian dari rutinitas harian anak dengan pendampingan orang tua yang masih diperlukan konsistensi. Kesimpulan: Diperlukan peran dan pendampingan orang tua yang lebih konsisten serta edukasi mendalam mengenai penggunaan media digital untuk mencegah dampak negatif yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak.
Hubungan Pola Pemberian Makan Orang Tua dengan Kejadian Stunting pada Balita di Puskesmas Kedungwungu Salsabila, Fadilah; Siti Arifah
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.383

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah kesehatan yang kompleks dan memiliki dampak jangka panjang, ditandai oleh tinggi badan anak yang lebih rendah dari standar usia akibat kekurangan gizi kronis serta paparan infeksi berulang. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah kurangnya efektivitas orang tua dalam melaksanakan praktik pemberian makanan kepada anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis serta mengidentifikasi keterkaitan antara pola pemberian makanan oleh orang tua dengan insiden stunting pada balita. Metode: Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif analitik serta melibatkan 30 responden, yaitu ibu dari balita yang mengalami stunting, yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan berupa Child Feeding Questionnaire (CFQ), yang dikembangkan berdasarkan pedoman dari American Academy of Pediatrics (AAP). Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner serta pengukuran tinggi badan balita dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Berdasarkan analisis diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar -0,015 dengan tingkat signifikansi 0,939 (p>0,05), yang menandakan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pola pemberian makan dan kejadian stunting pada balita. Pola pemberian makan belum menjadi faktor utama dalam upaya pencegahan stunting sehingga upaya pencegahan stunting perlu mempertimbangkan faktor lain di antaranya kualitas konsumsi zat gizi, kesehatan lingkungan, dan kondisi sosial ekonomi keluarga. Kesimpulan: Pola pemberian makan belum dapat dikatakan sebagai faktor yang dapat berdampak langsung terhadap status gizi anak, sehingga upaya pencegahan stunting perlu mempertimbangkan faktor lain seperti kualitas konsumsi zat gizi, kesehatan lingkungan, dan kondisi sosial ekonomi keluarga.
Hubungan Pola Makan Dengan Tingkat Kejadian Hipertensi Pada Lansia Di Padukuhan Tejokusuman Kota Yogyakarta Sagita, Debi Anggi; Wahyuntari, Evi; Arifah, Siti
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.640

Abstract

Pola makan yang tidak seimbang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kesehatan lansia, termasuk risiko hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola makan dengan tingkat kejadian hipertensi pada lansia di Posyandu Ngudi Waras Padukuhan Tejokusuman Kota Yogyakarta. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan teknik total sampling, melibatkan 50 lansia sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner untuk menilai pola makan dan pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 56,0% lansia memiliki pola makan buruk dan 44,0% memiliki pola makan baik, sedangkan 48,0% lansia mengalami hipertensi dan 52,0% tidak. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pola makan dengan hipertensi (p = 0,00; OR = 0,098; CI 95% = 0,026–0,365), yang menandakan bahwa lansia dengan pola makan baik memiliki risiko lebih rendah mengalami hipertensi. Penelitian ini menekankan pentingnya penerapan pola makan sehat pada lansia serta peran posyandu dalam memberikan edukasi gizi dan pemantauan kesehatan.
Gambaran Strategi Koping Orang Tua Pada Anak Yang Dirawat di Ruang Rawat Anak Zidni Ilman Nafi'a; Siti Arifah
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.58070

Abstract

A child’s hospitalization often causes stress for parents due to the emotional burden, uncertainty, and role changes during the treatment process. Coping strategies play a crucial role in determining how parents manage this stress. This study aims to describe the coping strategies of parents whose children are hospitalized. This study employs a descriptive quantitative design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 10 parents selected using purposive sampling based on inclusion criteria, namely parents of children aged 1–12 years who were undergoing inpatient care for at least 48 hours and were willing to participate as respondents and complete the questionnaire. Data were collected using the Brief COPE questionnaire, which consists of 14 items and a 4-point Likert scale. Data analysis was conducted using univariate methods to present frequency distributions, percentages, and mean values. The results indicated that most parents employed adaptive coping strategies such as religious coping, active coping, planning, emotional support, and seeking information. Meanwhile, maladaptive coping strategies such as self-blame and denial were found at low levels. These findings suggest that parents still require psychosocial support while their children are hospitalized. This study can serve as a basis for healthcare professionals in developing family-centered care interventions in pediatric wards.