Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Gambaran Kecemasan, Stress dan Depresi pada Usia Dewasa yang Menjalani Hemodialisa Rizki Amin Nur Rahman; Kartinah Kartinah; Kusnanto Kusnanto
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 4 No 1 (2023): JULI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/asjn.v4i1.918

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyebab kematian tertinggi. Indonesia  mengalami kenaikan prevalensi PTM salah satunya penyakit ginjal kronis. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2015 mengemukakan bahwa pasien GGK yang menjalani hemodialisis (HD) diperkirakan mencapai 1,5 juta orang di seluruh dunia. Penderita gagal ginjal kronik yang melakukan hemodialisa mengalami kecemasan. Selain mengalami kecemasan banyak ditemukan mengalami depresi dan stress. Tujuan: mengetahui Gambaran Kecemasan, Stress dan Depresi pada Usia Dewasa yang Menjalani Hemodialisa di RSUD Ir. Soekarno Kab. Sukoharjo. Metode: jenis penelitian yaitu kuantitatif dengan desain deskriptif. Jenis pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling Accidental sampling dengan instrumen penelitian kuesioner DASS (Depression Anxiety and Stress Scale). Analisa data menggunakan analisa univariate. Hasil: dari 25 responden yang menjalani hemodialisa di RSUD Ir. Soekarno Kab. Sukoharjo pasien yang memiliki depresi normal sebanyak 92%, sedangkan depresi ringan dan sedang sebesar 4%, berdasarkan kecemasan didominasi oleh normal dengan 76% dan  kecemasan ringan sebanyak 12%. Pasien yang mengalami stress sedang sebanyak 12% dan 80% dengan hasil stress normal. Kesimpulan: sebagian besar pasien yang menjalani hemodialisa di RSUD Ir. Soekarno tidak mengalami depresi, kecemasan maupun stress, karena dipengaruhi faktor-faktor seperti lamanya menjalani hemodialisa dan mempunyai motivasi hidup yang tinggi.
BERKEBUN SEBAGAI TERAPI MENURUNKAN STRES LANJUT USIA Kartinah Kartinah; Agus Sudaryanto; Rizka Endrayani; Galuh Restuti; Supratman Supratman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 5 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i5.17506

Abstract

Abstrak: Masalah psikologis adalah masalah yang paling sering dialami lanjut usia. Menjadi tua akan mengalami banyak kemunduran secara fisik, biologis, mental, social, dan spiritual. Kasus lansia mengalami sakit atau menderita penyakit, mengalami stress, cemas dan depresi adalah beberapa masalah yang dialami lansia. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memperkenalkan, mengajak, dan merangsang lansia melakukan aktifitas berkebun sebagai bentuk terapi komplementer yang bermanfaat untuk mengatasi masalah-masalah yang dirasakan dan dialami lansia selama tinggal di Balai Pelayanan Sosial Tresna Werda. Metode pengabdian menggunakan pendekatan aktifitas kelompok bersama, yaitu berkebun (field group activity with gardening). Mitra pengabdian adalah Wisma Jolotundo Balai Pelayanan Sosial Tresna Werda Sleman Yogyakarta. Jumlah lansia yang terlibat sebanyak 17 orang. Alat evaluasi untuk mengukur tingkat stress menggunakan angket Stress Scale, 14 item dengan menggunakan skala Likert 4 tingkat. Hasil aktifitas berkebun bersama mitra menunjukkan penurunan tingkat stress. Lansia yang mengalami stress berat menurun 8%, stress sedang dan stress berat menurun 5%. Tim pengabdi merekomendasikan berkebun sebagai agenda tetap di Balai, menjadikan varitas tanaman dijadikan warung hidup, perlunya diversifikasi tanaman untuk memperkaya kebun yang dikelola. Abstract: Psychological problems are the most common problems experienced by the elderly. Growing old suffers many physically, biologically, mentally, socially, and spiritually. Cases of the elderly experiencing illness or suffering from illness, experiencing stress, anxiety and depression are some of the problems experienced by the elderly. The purpose of this community service is to introduce, invite, and stimulate the elderly to do gardening activities as a form of complementary therapy that will be useful to overcome the problems felt and experienced by the elderly while living at the Balai Pelayanan Sosial Tresna Werda. The service method uses a group activity approach, namely gardening. The partner is Wisma Jolotundo Balai Pelayanan Sosial Tresna Werda Sleman Yogyakarta. Evaluation tool to measure stress levels using the Stress Scale questionnaire, 14 items using the 4-Likert scale. The results of gardening activities showed a decrease in stress levels. Seniors who experienced severe stress decreased by 8%, moderate and severe stress decreased by 5%. The team recommends gardening as a fixed agenda in the Balai, making plant varieties into living stalls, the need for plant diversification to enrich the managed gardens.
Gambaran Pola Tidur pada Lansia Hipertensi di Wilayah Puskesmas Kartasura Afrischa Yusti Nabrita; Kartinah Kartinah
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 10 (2023): Volume 5 Nomor 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i10.9432

Abstract

ABSTRACT The elderly are susceptible to diseases related to the aging process, one of which is hypertension. Hypertension is a health problem that occurs worldwide. Sleep is a very important process for humans, because in sleep there is a recovery process. An obstructed recovery process can cause the body's organs to not work optimally, as a result, people who are sleep deprived will tire quickly and experience a decrease in concentration.This study aims to describe sleep patterns in elderly hypertensives. The research method uses a quantitative descriptive approach with a sample of a population of 94 respondents. Data collection techniques using a questionnaire Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). The results of the study were (1) Respondents in this study were mostly female, had high school education, were employees, families who cared for them were children, marital status was married, most respondents did not smoke, had hypertension 1-5 years and were diagnosed with hypertension which affect the sleep patterns of the elderly; and (2) the sleep patterns of elderly people with hypertension in the Kartasura Health Center area are mostly good. Keywords: Sleep Patter, Elderly, Hypertension.  ABSTRAK Lansia rentan mengalami penyakit yang berhubungan dengan proses menua salah satunya adalah hipertensi. Hipertensi adalah masalah kesehatan yang terjadi di seluruh dunia. Tidur adalah suatu proses yang sangat penting bagi manusia, karena dalam tidur terjadi proses pemulihan, proses ini bermanfaat mengembalikan kondisi seseorang pada keadaan semula, dengan begitu tubuh yang tadinya mengalami kelelahan akan menjadi segar kembali. Proses pemulihan yang terhambat dapat menyebabkan organ tubuh tidak bisa bekerja dengan maksimal, akibatnya orang yang kurang tidur akan cepat lelah dan mengalami penurunan konsentrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pola tidur pada lansia hipertensi. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan sampel dari populasi sebesar 94 responden. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil penelitian didapatkan (1) Responden pada penelitian ini sebagian besar berjenis kelamin perempuan, berpendidikan SMA, dengan pekerjaan karyawan, keluarga yang merawat adalah anak, status pernikahan yaitu menikah, sebagian besar responden tidak merokok, mengalami hipertensi 1-5 tahun dan terdiagnosis mengalami hipertensi yang berpengaruh terhadap pola tidur lansia; dan (2) Pola tidur lansia penderita Hipertensi di Wilayah Puskesmas Kartasura sebagian besar baik. Kata Kunci: Pola Tidur, Lansia, Hipertensi.
Kualitas Hidup Penderita Rheumatoid Arthritis di Puskesmas Karangrayung 2 Grobogan Musa Bangkit Alfaruq; Kartinah Kartinah
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i11.9787

Abstract

ABSTRACT This study aims to describe the quality of life in patients with rheumatoid arthritis. The research method used in this study is a quantitative method using a descriptive research design and methods to describe the quality of life of elderly people with rheumatoid arthritis. Sampling in research using purposive sampling technique. Determining the number of samples in this study using the Slovin formula. The results of the research and discussion that the researchers conducted showed that 1) The majority of respondents with RA at the Karangrayung 2 Health Center were aged 46-55 years, were female, had elementary school education, and the majority worked as farmers. 2) The majority of respondents have a good quality of life. Keywords: Quality of Life, Rheumatoid Arthritis, Elderly.  ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hidup pada penderita rheumatoid arthritis. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif dan metode untuk mengetahui gambaran kualitas hidup lansia penderita rheumatoid arthritis. Pengambilan sampel pada penelitian dengan menggunakan teknik purposive sampling. Penentuan jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Slovin Hasil penelitian dan pembahasan yang peneliti lakukan menunjukkan bahwa 1) Mayoritas Responden penderita RA di puskesmas Karangrayung 2 adalah berusia 46-55 tahun,berjenis kelamin perempuan,berpendidikan SD,dan mayoritas bekerja sebagai petani. 2) Mayoritas Responden memiliki kualitas hidup baik. Kata Kunci: Kualitas Hidup, Rheumatoid Arthritis, Lansia.
Hubungan Self Management dengan Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi di Wilayah Puskesmas Kartasura Ikhlash ALkautsar; Kartinah Kartinah
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 11 (2023): Volume 5 Nomor 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i11.9652

Abstract

ABSTRACT The elderly is a group that is vulnerable to chronic diseases. One of the chronic diseases experienced by the elderly is hypertension. Hypertension can lead to various complications if not properly controlled. Self-management is self-care aimed at changing lifestyles such as monitoring blood pressure, eating healthy food and maintaining body weight, and taking regular medication can help control blood pressure. Low levels of self-management are often found in elderly people with hypertension. The purpose of this study was to determine the relationship between self-management and blood pressure in elderly hypertensives. The research method used is correlational descriptive quantitative research with a cross sectional approach. The respondents of this study were 94 elderlies from the elderly population with hypertension in the Kartasura Health Center area, with a total of 1340 elderly. The sampling technique used is proportional random sampling. The measuring instrument used in this study was the HSMBQ questionnaire or (Hypertension Self Management Behavior Questionnaire) as a measure of self management and a digital sphygmomanometer as a measure of blood pressure. Data analysis was used with univariate analysis and bivariate analysis with a correlation test of significance level α. = 0.05. The results of the study showed that most of the elderly had good self-management, namely 48 elderly (51.1%), 31 elderly (33%) with sufficient self-management and 15 elderly (16%) with poor self-management. And the elderly with controlled blood pressure were 48 people (51.1%) and blood pressure was not controlled as many as 46 people (48.9%). The results of the correlation test between self-management and hypertension elderly blood pressure obtained p value = 0.000 (< α = 0.05). The conclusion from this study is that there is a relationship between self-management and blood pressure in the elderly with hypertension in the Kartasura Health Center area. Keywords: Hypertension, Self-Management, Elderly, and Blood Pressure.  ABSTRAK Lansia merupakan kelompok yang rentan terhadap penyakit kronis. Salah satu dari penyakit kronis yang dialami oleh lansia adalah Hipertensi. Hipertensi dapat memicu terjadinya berbagai macam komplikasi jika tidak dikontrol dengan baik. Self management merupakan perawatan diri bertujuan mengubah gaya hidup seperti monitoring tekanan darah, makan makanan yang sehat dan jaga berat badan, serta rutin minum obat teratur dapat membantu terkendalinya tekanan darah. Rendahnya tingkat self management sering ditemukan pada lansia yang mengalami hipertensi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya hubungan self management dengan tekanan darah pada lansia hipertensi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Responden penelitian ini berjumlah 94 lansia dari populasi lansia penderita hipertensi di wilayah Puskesmas Kartasura sejumlah 1340 lansia. Teknik sampling yang digunakan adalah proportional random sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner HSMBQ atau (Hypertension Self Management Behavior Quetionnaire) sebagai alat ukur self management dan sphygmomanometer digital sebagai alat ukur tekanan darah. Analisa data yang digunakan dengan analisis univariat dam analisis bivariat dengan uji korelasi tingkat singinfikansi α. = 0,05. Hasil penelitian sebagian besar lansia memiliki self management yang baik yaitu sebanyak 48 lansia (51,1%), lansia dengan self management cukup sebanyak 31 lansia (33%) dan self management buruk sebanyak 15 lansia (16%). Dan lansia dengan tekanan darah terkontrol sebanyak 48 orang (51,1%) dan tekanan darah tidak terkontrol sebanyak 46 orang (48,9%). Hasil uji korelasi antara self management dengan tekanan darah lansia hipertensi didapatkan p value = 0.000 (< α = 0,05). Kesimuplan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara self management dengan tekanan darah lansia hipertensi di wilayah Puskesmas Kartasura. Kata Kunci: Hipertensi, Self-Management, Lansia, dan Tekanan Darah.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Status Nutrisi pada Lansia Nindya Erina Putri; Kartinah Kartinah
Journal of Telenursing (JOTING) Vol 5 No 2 (2023): Journal of Telenursing (JOTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joting.v5i2.5982

Abstract

The study aims to determine the relationship between family support and nutritional status of the elderly in Ngadirejo Village. The type of research used in this research is quantitative research with a cross sectional approach. The results showed that elderly people with high family support who had good nutritional status were 38 respondents (41.3%), elderly people who had low family support with nutritional status were at risk of malnutrition as many as 1 respondent (1.1%), elderly people who had family support 7 respondents (7.6%) had low nutritional status with malnutrition, and most respondents had moderate family support who had nutritional status at risk of malnutrition as many as 46 respondents (50%). In conclusion, there is a relationship between family support and the nutritional status of the elderly in Ngadirejo Village. Keywords: Family Support, Elderly, Nutrition
Empowerment of health cadres in detecting psychosocial problems for chronic tuberculosis patients in Bulu, Sukoharjo Arum Pratiwi; Erna Herawati; Abi Muhlisin; Nuralis Setyadi; Dian Hudiyawati; Kartinah Kartinah
Community Empowerment Vol 8 No 11 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.10172

Abstract

Bulu Community Health Center currently treats 24 Tuberculosis (TB) sufferers, 143 people in the risk group and has 30 health cadres. TB sufferers need comprehensive treatment including physiological and psychological problems. Psychological treatment for TB sufferers has not been carried out due to limited health personnel and lack of knowledge about how to detect psychosocial problems early and treat them. The aim of this community service is to obtain data on TB patients who experience psychosocial problems and increase health cadres' knowledge about detecting psychosocial problems and how to treat them. This program was carried out in the form of training and mentoring for 15 health cadres. Based on the evaluation results, the level of cadre knowledge about the concept of TB increased from 66.7 to 82.1 and the concept of depression increased from 56.4 to 72.2. Furthermore, skills in early detection increased from 52.3 to 76.5.
Terapi Aktivitas Kelompok Okupasi ART “WASIMAPAN” Terhadap Penurunan Tingkat Kesepian Pada Lansia Lutfi Arofatul Inayah; Kartinah Kartinah
Jurnal LINK Vol 20, No 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v20i1.11250

Abstract

Seseorang yang mengalami kesepian adalah orang yang merasa sendirian. Mayoritas lansia tentunya ingin dapat hidup nyaman di rumahnya sendiri bersama anak dan keluarganya. Namun nyatanya, tidak semua lansia mampu melakukan hal tersebut karena berbagai alasan, antara lain kemiskinan, kurangnya anak atau anggota keluarga yang dapat merawat lansia, dan kesalahan yang dilakukan anggota keluarga dalam memberikan pengasuhan. tua. tua. Akibatnya banyak lansia yang mengalami penelantaran dan kesepian. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh terapi aktivitas kelompok okupasi art WASIMAPAN “wadah kreasi menurunkan kesepian” terhadap penurunan tingkat kesepian pada lansia. Penelitian ini menggunakan pre-experimental one-group pre-posttest design. Sampel pada penelitian ini 8 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner University California of Los Angeles (UCLA) Loneliness scale version 3 dianalisis dengan menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil dari penelitian menunjukkan hasil p=0,012≤α yang berarti ada pengaruh terapi aktivitas kelompok okupasi art terhadap penurunan tingkat kesepian pada lansia. Saran bagi pengelola griya wredha dapat menggunakan terapi aktivitas kelompok okupasi art untuk mengisi aktivitas rutin harian dan menurunkan tingkat kesepian pada lansia.
Tingkat pengetahuan dan kepatuhan menjalankan diit hipertensi pada lansia Putri Wulandari; Kartinah Kartinah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 2 (2024): Volume 18 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i2.260

Abstract

Background: Hypertension is a cardiovascular disease that can attack anyone and cause death. The increase in hypertension is still largely due to lack of knowledge. Knowledge about hypertension is one of the factors for someone to adhere to a hypertension diet. Someone who has a high level of knowledge will have compliant behavior in implementing a hypertension diet. Purpose: To determine the relationship between level of knowledge and adherence to a hypertension diet in the elderly. Method: Quantitative with correlative descriptive using a cross sectional approach. This research was conducted at the Pajang Community Health Center in December 2023. The data collection technique used a questionnaire which was distributed directly to respondents. The research sample consisted of 33 respondents using total sampling. Data analysis used univariate and bivariate with the Spearman technique. Results: Based on research that has been conducted, it was found that 24 (72.7%) respondents were in the category of lacking knowledge and in the category of non-compliance with the hypertension diet were 27 (81.8%). Spearmen correlation test results p-value 0.016 < p 0.05. Conclusion: There is a relationship between the level of knowledge and compliance with a hypertension diet in the elderly. Suggestion: It is hoped that the elderly can increase their knowledge about hypertension. If knowledge about hypertension increases, compliance with the hypertension diet will increase. For health workers on duty, they should provide health education to the elderly more regularly and can also provide motivation for the elderly to live a healthy life by maintaining a healthy diet and regular physical activity.   Keywords: Compliance; Diit; Elderly; Hypertension; Knowledge.   Pendahuluan: Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang dapat menyerang siapa saja dan menyebabkan kematian. Peningkatan penyakit hipertensi masih banyak disebabkan karena kurangnya pengetahuan. Pengetahuan tentang hipertensi menjadi salah satu faktor seseorang untuk patuh menjalankan diit hipertensi. Seseorang yang memiliki tingkat pengetahuan tinggi akan memiliki perilaku yang patuh dalam menjalankan diit hipertensi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan menjalankan diit hipertensi pada lansia. Metode: Kuantitatif dengan deskriptif korelatif menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Pajang pada bulan Desember 2023.Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dibagikan langsung kepada responden. Sampel penelitian berjumlah 33 responden menggunakan total sampling. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat dengan teknik Spearman. Hasil: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan ditemukan sebanyak 24 (72.7%) responden dalam kategori pengetahuan kurang dan dalam kategori tidak patuh menjalankan diit hipertensi sebanyak 27 (81.8%). Hasil uji korelasi Spearman p-value 0.016 < p 0.05. Simpulan: Ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan menjalankan diit hipertensi pada lansia. Saran: Kepada lansia diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan mereka tentang hipertensi, apabila pengetahuan tentang hipertensi meningkat maka kepatuhan diit hipertensi akan meningkat. Bagi tenaga kesehatan yang bertugas agar memberikan penyuluhan kesehatan kepada lansia lebih rutin dan juga dapat memberikan motivasi untuk lansia agar dapat hidup sehat dengan menjaga pola makan dan rutin untuk melakukan aktivitas fisik.   Kata Kunci: Diit; Hipertensi; Kepatuhan: Lansia; Pengetahuan.
Gambaran Kecemasan, Stress dan Depresi pada Usia Dewasa yang Menjalani Hemodialisa Rizki Amin Nur Rahman; Kartinah Kartinah; Kusnanto Kusnanto
ASJN (Aisyiyah Surakarta Journal of Nursing) Vol 4 No 1 (2023): JULI
Publisher : P3M Universitas Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/asjn.v4i1.918

Abstract

Latar Belakang: Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan penyebab kematian tertinggi. Indonesia  mengalami kenaikan prevalensi PTM salah satunya penyakit ginjal kronis. Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2015 mengemukakan bahwa pasien GGK yang menjalani hemodialisis (HD) diperkirakan mencapai 1,5 juta orang di seluruh dunia. Penderita gagal ginjal kronik yang melakukan hemodialisa mengalami kecemasan. Selain mengalami kecemasan banyak ditemukan mengalami depresi dan stress. Tujuan: mengetahui Gambaran Kecemasan, Stress dan Depresi pada Usia Dewasa yang Menjalani Hemodialisa di RSUD Ir. Soekarno Kab. Sukoharjo. Metode: jenis penelitian yaitu kuantitatif dengan desain deskriptif. Jenis pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling Accidental sampling dengan instrumen penelitian kuesioner DASS (Depression Anxiety and Stress Scale). Analisa data menggunakan analisa univariate. Hasil: dari 25 responden yang menjalani hemodialisa di RSUD Ir. Soekarno Kab. Sukoharjo pasien yang memiliki depresi normal sebanyak 92%, sedangkan depresi ringan dan sedang sebesar 4%, berdasarkan kecemasan didominasi oleh normal dengan 76% dan  kecemasan ringan sebanyak 12%. Pasien yang mengalami stress sedang sebanyak 12% dan 80% dengan hasil stress normal. Kesimpulan: sebagian besar pasien yang menjalani hemodialisa di RSUD Ir. Soekarno tidak mengalami depresi, kecemasan maupun stress, karena dipengaruhi faktor-faktor seperti lamanya menjalani hemodialisa dan mempunyai motivasi hidup yang tinggi.