Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENGUATAN KELOMPOK KADER PTM ASMA DENGAN DUKUNGAN INFORMASI MANAJEMEN DIRI DENGAN PENDEKATAN INTERPROFESI TIM MAHASISWA KESEHATAN Enita Dewi; Kartinah Kartinah; Dyah Intan Puspitasari; Budi Hernawan; Wahyuni Wahyuni; Riska Cahyani Zahra; Budi Kristanto
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23213

Abstract

Abstrak: Perubahan suhu, polusi udara akibat industri, dan aktivitas fisik berlebihan dapat memperburuk asma. Pasien asma desa Trangsan belum mampu menunjukan perubahan perilaku keseharian secara holistik dalam manajemen diri asma, sehingga memerlukan paparan informasi dan pendampingan manajemen diri asma dari kader kesehatan. Oleh karena itu, pemberian pendidikan kesehatan terhadap kader PTM asma desa Trangsan secara holistik dengan melibatkan interprofesi menjadi urgensi yang harus dilakukan. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan manajemen diri asma, mengenalkan informasi dengan beberapa media penyuluhan dan Youtube dengan pendekatan interprofesi tim mahasiswa kesehatan. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi kelompok dari tim mahasiswa keperawatan, gizi, kedokteran dan fisioterapi terhadap 22 kader PTM asma desa Trangsan. Hasil kegiatan yaitu terbentuknya kelompok kader PTM asma desa Trangsan, terlaksananya paket program penguatan  manajemen asma Tim interprofesi, dan adanya keaktifan 95% kader dalam kegiatan penyuluhanAbstract:  Temperature fluctuations, industrial air pollution, and excessive physical exertion can exacerbate asthma. Patients with asthma in Trangsan village have not exhibited comprehensive alterations in their daily routines with regard to asthma self-management. Consequently, they require exposure to information and assistance in the self-management of asthma from healthcare professionals. Therefore, it is imperative to provide comprehensive health education to asthma PTM cadres in Trangsan village through interprofessional collaboration. The objective of this initiative was to enhance asthma self-management knowledge, disseminate information through various counseling media, and utilize YouTube as an interprofessional approach to educate the health student team. The methodology employed involved lectures and group discussions conducted by a team of nursing, nutrition, medicine, and physiotherapy students for 22 asthma PTM cadres in Trangsan village. The results of the activity included the formation of a PTM asthma cadre group in Trangsan village, the implementation of an interprofessional team asthma management strengthening program package, and the active participation of 95% of cadres in counseling activities.
Gambaran kualitas hidup lansia anggota prolanis di wilayah kerja Puskesmas Grogol Agustia Cahyani; Kartinah Kartinah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 18 No. 10 (2024): Volume 18 Nomor 10
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v18i10.526

Abstract

Background: According to World Health Organization (WHO) data in 2017, Southeast Asia contributed 9.8% of the elderly population worldwide, this could increase to 13.7% and 20.3% in 2030 and 2050. In Sukoharjo district, the elderly population is estimated to increase in 2021 by 21.50% and to 22.16% in 2022. The data obtained showed that hypertension was 269.296 elderly and the largest number was in the Grogol Health Center work area with 35.067 people with hypertension and 2.356 elderly with diabetes mellitus. Chronic diseases are very susceptible to being suffered by the elderly which makes quality of life very important for the safety and comfort of the elderly. Purpose: To find out the picture of the quality of life of elderly members of the chronic disease management program in the Grogol Health Center work area. Method: Descriptive analytical approach research with a cross-sectional design, conducted in September 2024 during the chronic disease control program at the Grogol Sukoharjo Health Center. The population used were adults who were classified as elderly, the sampling technique used non-probability and purposive sampling, a sample of 81 respondents was obtained. Data collection used primary and secondary data, consisting of 4 factors, namely physical, psychological, social, and environmental factors. Results: Shows that the subjective quality of life of respondents and general health are mostly in the good category as many as 50 (61.7%). In addition, environmental health factors are also good as many as 51 (63.0%). Several variables that fall into the moderate category are general quality of life as many as 42 (51.9%), physical health factors as many as 50 (61.7%), psychological health factors as many as 38 (46.9%), and social relationship factors as many as 39 (48.2%). Conclusion: The quality of life of the elderly in general is influenced by the level of education, income, and the absence of complications of the disease suffered. Factors that greatly support the quality of life of the elderly are subjective quality of life and general health.   Keywords: Chronic Diseases; Diabetes Mellitus; Elderly; Hypertension; Quality of Life.   Pendahuluan: Menurut data World Health Organization (WHO) pada tahun 2017, Asia Tenggara menyumbang 9.8% populasi lansia dari seluruh dunia. Hal ini dapat meningkat hingga 13.7% dan 20.3% pada tahun 2030 dan 2050. Di kabupaten Sukoharjo, populasi lansia diperkirakan meningkat pada tahun 2021 sebesar 21.50% dan menjadi 22.16% pada tahun 2022. Data didapatkan bahwa penyakit hipertensi sebanyak 269.296 orang lansia dan yang paling banyak ada di wilayah kerja Puskesmas Grogol dengan jumlah penderita hipertensi sebanyak 35.067 dan penderita diabetes mellitus sebanyak 2.356. Penyakit kronis sangat rentan terhadap lansia yang mengakibatkan kualitas hidup sangat penting terhadap rasa aman dan kenyamanan lansia. Tujuan: Untuk mengetahui gambaran kualitas hidup lansia anggota prolanis di wilayah kerja Puskesmas Grogol. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan analisis deskriptif dengan desain cross-sectional, dilakukan pada bulan September 2024 selama kegiatan program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) di Puskesmas Grogol, Sukoharjo. Populasi dalam penelitian ini adalah orang dewasa yang tergolong lanjut usia dengan teknik pengambilan sampel menggunakan sampling non-probability dan purposive, selanjutnya didapatkan sampel sebanyak 81 responden. Pengambilan data menggunakan data primer dan sekunder, terdiri dari 4 faktor yaitu faktor fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Hasil: Menunjukkan bahwa kualitas hidup responden secara subjektif dan kesehatan umum sebagian besar masuk dalam kategori baik sebanyak 50 (61.7%). Selain itu, faktor kesehatan lingkungan juga baik sebanyak 51 (63.0%). Beberapa variabel yang masuk ke dalam kategori sedang yaitu kualitas hidup secara umum sebanyak 42 (51.9%), faktor kesehatan fisik sebanyak 50 (61.7%), faktor kesehatan psikologis sebanyak 38 (46.9%), dan faktor hubungan sosial sebanyak 39 (48.2%). Simpulan: Kualitas hidup lansia secara umum dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, pendapatan, dan tidak adanya komplikasi penyakit yang diderita. Faktor yang sangat menunjang pada kualitas hidup lansia adalah kualitas hidup subjektif dan kesehatan umumnya.   Kata Kunci: Diabetes Mellitus; Hipertensi; Kualitas Hidup; Lanjut Usia; Penyakit Kronis.
Relationship Between Self Care Management with Quality Of Live of Elderly Chronic Disease Management Program members at Grogol Sukoharjo Health Center Putri Rahayu; Kartinah Kartinah
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 6, No 2 (2024): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v6i2.21379

Abstract

Chronic disease management program (Prolanis) is a program that focuses on 2 diseases, namely hypertension and diabetes mellitus. Increased blood pressure exceeding 140 mmHg for diastole and above 90 mmHg for systole is hypertension. Although elevated blood sugar (glucose) levels in the body are a diabetic mellitus. Both diseases can attack anyone, especially the elderly. The elderly are very susceptible to disease due to decreased immunity and physical health.The disease can become complication that leads to death. With these complications, it's likely to disrupt the quality of life in the elderly. One effort to improve the quality of life of population, including the elderly, requires effective and efficient management in the form of self-care behavior management. The purpose of this study is to ascertain how elderly Prolanis members' quality of life and self care management relate to one another. This research uses cross-sectional methodology and is quantitative in nature. From May to June 2024, this study was carried out at the Grogol Sukoharjo Community Health Center. There were 288 elderly Prolanis members at the Grogol Sukoharjo Community Health Center who made up the study's population. Purposive sampling was the method utilized in the sampling process, providing an 81-person sample. The WHOQOL-BREF and the chronic disease self-care management questionnaire were utilized for data collection. Chi-square test used in bivariate analysis of research data. The statistical test obtained p value (0.001) <a value (0.05). So, it can be concluded that there is relationship between self care management and quality of life (p = 0.001). From this, self care management can affect the quality of life the elderly. Therefore, the community health center can optimize health education services regarding self care management to all Prolanis members so that it's expected to reduce disease complications. Keywords: Cronic Diseases, Elderlyl, Quality of Life, Self Care Management
Efektivtas Terapi SEFT (Spiritual Emotional Freedom Technique) Terhadap Penurunan Tekanan Darah di Wisma Andong Panti Sosial Tresna Werdha Yogyakarta Devi Sulistiawati; Kartinah Kartinah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.31886

Abstract

Terapi SEFT adalah terapi relaksasi dalam bentuk mind body therapy dari terapi komplementer yang bekerja kurang lebih sama dengan prinsip akupuntur dan akupresur, yakni dengan perangsangan titik-tiik akupuntur dipermukaan tubuh. Terapi SEFT merupakan penggabungan dari sistem energi tubuh dan spiritualitas dalam kalimat doa dengan menggunakan metode ketukan di 18 titik meridian tubuh yang merangsang dan mengaktifkan 12 jalur energi tubuh sehingga menimbulkan relaksasi pada tubuh. Studi kasus ini bertujuan untuk menurunkan tekanan tekanan darah pada responden dengan hipertensi. Metode penelitian yang menggunakan studi kasus menggunakan pendekatakan asuhan keperawatan dengan mengaplikasikan Based Practice Nursing. Dengan menggunakan 3 responden. Pengambilan data dilakukan selama 3 kali pertemuan dengan instrument yang digunakan pada studi kasus ini menggunakan tensimeter digital.  Pengambilan data tersebut dilakukan dengan pemeriksaan tekanan darah yang dilakukan sebelum terapi SEFT dan sesudah dilakukan terapi SEFT. Hasil studi kasus ini menunjukan ketiga responden memiliki jenis kelamin sama yaitu Perempuan. Dengan responden 1 berumur 55 tahun, Responden 2 berumur 50 tahun dan Responden 3 berumur 53 tahun. Dengan hasil setelah dilakukan terapi SEFT pada ke 3 responden mengalami penurunan tekanan darah dengan hasil rata-rata sebesar 9,6/6,7 mmHg untuk responden 1, untuk responden 2 juga mengalami penurunan tekan darah dengan hasil rata-rata sebesar 8,0/7,6 mmHg. Dan yang terakhir responden3 mengalami penurunan tekanan darah dengan hasil rata-rata sebesar 9,3/8,6 mmHg. Hal ini terapi SEFT mampu menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi.
Pengaruh Terapi Musik Terhadap Kualitas Tidur Pada Lansia Regita Aulia Sari; Kartinah Kartinah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.32272

Abstract

Latar Belakang : Perubahan pola tidur merupakan bagian dari proses penuaan normal. Gangguan tidur yang dialami lansia mencakup kesulitan tidur di awal periode tidur, terbangun di malam hari dan mengalami kesulitan untuk tidur kembali, serta bangun lebih awal atau sulit tertidur kembali. Tujuan : Mengetahui pengaruh terapi music terhadap kualitas tidur lansia. Metode : Metode yang digunakan pada karya ilmiah ini adalah kuantitatif eksperimental dengan jenis penelitian One Grup Pretest-Posttest Design dengan jumlah sample 6 orang. Instrumen yang digunakan untuk mengukur kualitas tidur pada lansia menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil Studi : Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,026 yang lebih kecil daripada nilai p yang berarti danya pengaruh signifikan dari pemberian terapi musik terhadap kualitas tidur lansia. Kesimpulan : Terapi musik terbukti memberikan pengaruh positif terhadap kualitas tidur lansia.
Pengaruh Terapi Hortikultura Untuk Menurunkan Tingkat Stres Pada Lansia Azzukhrufilail Ashiyami Bilqis Aziz; Kartinah Kartinah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.32765

Abstract

Stres merupakan salah satu gangguan mental yang paling umum pada orang lanjut usia di seluruh dunia (Salari et al., 2020). Sebagai salah satu terapi nonfarmakologis, terapi hortikultura telah mendapat perhatian yang lebih besar dari para peneliti dalam beberapa dekade terakhir. (Chu H, Chen M, Tsai C, Chan H, 2019). Terapi hortikultura semakin diterima sebagai pengobatan nonfarmakologis untuk mengurangi stres karena sifatnya yang fleksibel dan bebas efek samping. Lansia yang berpartisipasi dalam kegiatan ini, mampu mengurangi stres dan meningkatkan kepuasan sosial. Kegiatan ini bertujuan menjadikan hortikultura sebagai terapi tambahan bagi lansia, baik yang mempunyai masalah kesehatan maupun yang tidak. Dilakukan melalui metode aktifitas kelompok bersama (field group activity) dengan partisipasi aktif lansia, pengukuran tingkat stres menggunakan kuesioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale). Hasil dari kegiatan ini yaitu terdapat penurunan presentase tingkat stress pada setiap kategori, sebelum dilakukan intervensi terdapat 45% lansia dengan stres kategori sedang menurun menjadi 20%, terdapat 35% untuk stress dengan kategori ringan sebelum dilakukan intervensi kemudian setelah dilakukan intervensi turun menjadi 25%, sedangkan untuk stress kategori berat sebelum dilakukan intervensi sebanyak 20% dan menurun menjadi 10% setelah diberikan intervensi. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh terapi hortikultura untuk menurunkan tingkat stress pada lansia
Penerapan Tree Emotion dan Word Affirmation (Tema) Sebagai Teknik Ekspresi Emosi untuk Menurunkan Tingkat Depresi pada Lansia di Panti Tresna Werdha Yogyakarta Kartinah Kartinah; Nanda Putri Ary Pamungkas; Muh Fathoni Rohman
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47528

Abstract

Latar Belakang: Lansia di Indonesia menghadapi prevalensi depresi tinggi (sekitar 32%), terutama di panti werdha, akibat isolasi sosial, penurunan fungsi tubuh, dan minimnya dukungan emosional. Terapi farmakologis memiliki keterbatasan seperti efek samping dan risiko ketergantungan. Oleh karena itu, diperlukan intervensi non-farmakologis seperti TEMA yang menggabungkan ekspresi emosi visual (Tree Emotion) dan verbal (Word Affirmation) untuk mengatasi hambatan komunikasi emosional pada lansia. Tujuan: Menganalisis efektivitas teknik TEMA dalam menurunkan tingkat depresi pada lansia di Panti Tresna Werdha Yogyakarta. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi-experimental one group pretest-posttest dengan sampel 7 lansia (purposive sampling). Instrumen pengukuran depresi adalah Geriatric Depression Scale (GDS). Hasil: Hasil pretest menunjukkan skor GDS subjek masuk kategori depresi sedang-berat. Setelah intervensi, 5 dari 7 subjek mengalami penurunan skor dan dua subjek lain skornya stabil. Analisis statistik membuktikan perbedaan signifikan antara pretest dan posttest (p=0,017). Kesimpulan: Teknik TEMA secara statistik efektif menurunkan depresi pada lansia, dengan kombinasi ekspresi emosi visual dan verbal sebagai kunci keberhasilan. Implementasinya direkomendasikan sebagai terapi komplementer di panti jompo untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis lansia
PENINGKATAN PENGETAHUAN PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PENYULUHAN "CETING ITU PENTING” PADA IBU BALITA DI DESA TELUKAN GROGOL SUKOHARJO Putri Rahayu; Ariska Mahanani Putri; Aurellia Santya Martatia; Puan Aisyah Khairunnisa; Adhwa Aulia Hanif; Inas Luthfia Azzahra; Fauzia Alya Putri; Hasna Ghoida; Zita Digna Pratiwi; Amalia Dyah Pratiwi; Nurul Hafipah; Kartinah; Aan Sofyan
Jurnal Berkawan: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1, No. 2, Mei 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/berkawan.v1i2.5811

Abstract

Pendahuluan: Stunting adalah masalah kesehatan yang serius di Indonesia yang berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif anak-anak, terutama pada periode emas pertumbuhan. Dalam konteks pencegahan, peningkatan pengetahuan pada ibu balita mengenai stunting sangat penting. Edukasi dan pemberian informasi kepada ibu balita dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap mereka terhadap pencegahan stunting. Metode: Kegiatan penyuluhan kesehatan dilakukan pada ibu balita di Desa Telukan, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo melalui metode penyuluhan media leaflet bertemakan “cegah stunting itu penting (Ceting)” dengan 30 responden ibu balita yang mengikuti Posyandu di Kantil 1 dan Kantil 5 Kelurahan Telukan. Hasil pelaksanaan kegiatan: Penyuluhan mengenai pencegahan stunting dan pembagian PMT berupa puding jambu biji dan dimsum ayam udang. Setelah dilakukan intervensi penyuluhan mengenai stunting dan pemberian leaflet dapat diketahui bahwa penyuluhan berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan ibu peserta posyandu balita. Diketahui bahwa setelah dilakukan post-test pengetahuan para ibu peserta posyandu balita meningkat dengan persentase sebesar 87% dari semula 76,7%. Kesimpulan dan Saran: Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat mengenai pencegahan stunting yang telah dilakukan di Desa Telukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan pada ibu balita peserta posyandu dengan peningkatan 10%. Saran yang dapat yaitu perlu adanya program pengabdian lanjutan yaitu pengenalan pembuatan PMT untuk balita.