Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENANAMAN NILAI-NILAI NASIONALISME MELALUI PEMBELAJARAN SEJARAH DI SMA KEBANGSAAN YOGYAKARTA Wira Fimansyah; Dyah Kumalasari
ISTORIA: Jurnal Pendidikan dan Sejarah Vol 11, No 1 (2015): ISTORIA Edisi Maret 2015, Vol. 11, No.1
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.067 KB) | DOI: 10.21831/istoria.v11i1.5766

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) proses penanaman nlai-nilai nasionalisme melalui pembelajaran Sejarah, (2) kesulitan-kesulitan yang dialami oleh guru Sejarah, dan (3) upaya yang dilakukan oleh guru Sejarah untuk mengatasi kesulitan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif naturalistik, menggunakan snowball sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles Huberman. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Proses penanaman nilai-nilai nasionalisme melalui pembelajaran Sejarah di SMA Kebangsaan yakni melalui persiapan pembelajaran,  pelaksanaan pembelajaran (menggunakan strategi yang bervariasi seperti merumuskan perasaan siswa melalui karikatur, cerpen, puisi, pantun, teka-teki silang dan memanfaatkan berbagai media yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran seperti film, gambar, artefak dan lain-lain), dan evaluasi. (2) Kesulitan-kesulitan yang dihadapi oleh guru Sejarah dalam proses penanaman nilai-nilai nasionalisme adalah latar belakang peserta didik yang berbeda-beda, kesulitan untuk mengontrol penggunaan internet, pemberitaan media massa (kurang contoh dari tokoh nasional), dan belum adanya laboratorium sejarah. (3) Upaya yang dilakukan oleh guru Sejarah dalam mengatasi kesulitan tersebut adalah dengan menjadikan dirinya sebagai teladan dan motivator bagi siswanya, mengadakan agenda wajib kunjungan ke tempat-tempat bersejarah, dan ikut serta dalam setiap acara peringatan hari-hari besar nasional.  Kata Kunci: nasionalisme, pembelajaran sejarah
Upaya Peningkatan Citra Pembelajaran IPS Bermakna di Indonesia Rini Setyowati; Wira Fimansyah
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia) Vol 3, No 1 (2018): Volume 3 Number 1 March 2018
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.671 KB) | DOI: 10.26737/jpipsi.v3i1.544

Abstract

Konsep pendidikan IPS di Indonesia secara historis epistemologis terasa sangat sukar karena dua alasan yaitu diIndonesia belum ada lembaga profesional bidang IPS sekuat pengaruh NCSS atau SSEC dan pembelajaran IPS sangattergantung pada pemikiran individual atau kelompok pakar. Pembelajaran IPS yang bermakna diperlukan agar siswadapat berkomunikasi dengan terampil. Selain itu , mengajar dengan diskusi memungkinkan siswa untuk mengembangkanpemahaman tentang isu tertentu, meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan untuk meningkatkan keterampilaninterpersonal. Pentingnya diskusi dalam pelajaran IPS mempertahankan argumen yang meliputi fakta dan konsep yangmendukung gagasan bahwa siswa yang mengalami keterlibatan pada kegiatan, interaksi kelompok kecil dan pembelajarankooperatif lebih sukses dalam pembelajaran IPS
PELATIHAN MANAJEMEN USAHA DAN PEMASARAN DIGITAL DALAM PENGEMBANGAN USAHA FROZEN FOOD BAHAN BAKU IKAN Tyas Permata Sari, S.Gz, M.Si; Nila Reswari Haryana; Yatty Destani Sandy; Wira Firmansyah
COVIT (Community Service of Health) Vol. 2 No. 2 (2022): SEPTEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/covit.v2i2.6137

Abstract

North Sumetera has a fairly high fishery yield, especially in Kecematan Percut Sei Tuan. The main commodity is mackerel. However, the results of too much mackerel have not been used well. MTS Al-Wasiyah 19 as a service partner seeks to process fishery products into frozen processed food, but in the process of marketing and management still finds many obstacles and wants to further increase income generation. The purpose of this service activity is to carry out mapping related to business management and digital marketing on processed fish products. The methods used in this service activity are dicussion, interviews, training and mentoring. The activity was held on October 18, 2021 at MTS AL Wasliyah 19 Percut Sei Tuan with the target of teachers who want to increase income generation. Activities proceed smoothly and achievement indicators can be achieved. The teachers gave a positive response by conducting questions and answers in the discussion. At the end of the meeting the teachers and the service team agreed on the name of the product to be used in marketing activities. Keywords: Business Management, Digital Marketing, Fish, Forzen Food.
Folk Belief on Pancur Gading Site in Deli Tua Village, Sumatera Utara Province, Indonesia Ayu Febryani; Puspitawati Puspitawati; Trisni Andayani; Wira Fimansyah; Dedi Andriansyah
International Journal of Management, Entrepreneurship, Social Science and Humanities Vol. 4 No. 1 (2021): June 2021
Publisher : Research Synergy Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3052.029 KB) | DOI: 10.31098/ijmesh.v4i1.410

Abstract

Folk belief through magical practices is an integral part of the discussion about the Pancur Gading Site, located in Deli Tua Village, North Sumatra, Indonesia. Through this folk belief, people come with their own goals and purposes. The remains of this site can be seen by the rushing water of the two showers, namely ‘pancuran putri’ (princess shower) and ‘pancuran panglima’ (the commander's shower). People believe by using this water, all the problems in their life can be resolved immediately. Various magical practices are also held to fulfill human desires for the problems they face.  The religious behavior of the people who believe in the properties of Pancur Gading is based on the folk belief in the worshiped figures. The legend of Putri Hijau provides a conception of revered supernatural figures, including the princess known as Putri Hijau or Nini Biring, her first brother (kakek naga), the second (kakek meriam), her commanders, and the ancestors who were worshiped according to cultural background of their respective communities. This belief is strengthened by the existence of media from supernatural experts who connect to patients. This paper is an effort to make an inventory of the various folk beliefs and traditions related to the Pancur Gading Site as an intangible cultural heritage.
Implementasi Model Pembelajaran VCT (Value Clarification Technique) Dengan Metode Bermain Peran Pada Mata Kuliah Pengembangan Materi IPS Untuk Penguatan Ranah Afektif Mahasiswa Wira Fimansyah
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 13, No 1 (2023): April
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v13i1.386

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan dan kelebihan dari Model VCT (Value clarification technique) yang dipadukan dengan metode bermain peran sehingga berguna untuk penguatan ranah afektif mahasiswa. Penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Tekhnik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul kemudian diolah dengan model interaktif Miles & Huberman dengan 4 tahap yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran VCT (Value clarification technique) yang dipadukan dengan metode bermain peran efektif dalam memberikan penguatan terhadap ranah afektif mahasiswa. Dengan beberapa kelebihan yakni  dapat memberikan kesadaran akan nilai dan norma social yang berkembang dalam masyarakat, mahasiswa jadi lebih berani mengambil keputusan jika dihadapkan dalam situasi tertentu sehingga bisa menjadi problem solver, mahasiswa merasa jauh lebih kreatif dan inovatif, dapat meningkatkan kerjasama antar anggota kelompok sehingga solidaritas mereka meningkat, mahasiswa juga bisa memilih nilai mana yang paling tepat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari setelah diperkuat dengan penampilan sosiodrama.
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER ANAK DI ERA GLOBALISASI Wira Fimansyah
Primary Education Journal Silampari (PEJS) Vol 1 No 1 (2019): Primary Education Journal Silampari (PEJS)
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.317 KB) | DOI: 10.31540/pejs.v1i1.305

Abstract

The globalization era has taken place in every part of life even in the point of view and the mindset of parenting. In fact, parents are the main and most important educator. Thus, why the family is known as the first madrasah for children because the education from parents is the basis of character development and the future life of children. Through this literature study, it is expected could provide the knowledge and understanding to the parents about the family as the first madrasah and the importance of applying the right parenting for their children. This information is very useful for all parents, prospective parents, and especially for the rural communities who are considered less of knowledge about it. The method used is the literature review method to provide the knowledge and understanding of various types of parenting to build up the children's character in the globalization era by exploring the results of several types of research, journals, and books. The parenting style has a significant effect in developing the children character to be good or bad, whether they will grow into an extrovert, introvert, or ambitious person in their daily life. Therefore, parenting plays an important role in building the children's character. Considering the tight relationship between parenting and the children's character, so applying the right parenting will help parents build their child's character up. The most recomended parenting is democratic parenting.
ANALISIS BAHAN AJAR IPS BERBASIS PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DAN KEARIFAN LOKAL DAERAH DALAM MEWUJUDKAN INTEGRASI NASIONAL Wira Fimansyah, Rini Setyowati,
Istoria: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sejarah Universitas Batanghari Vol 5, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.607 KB) | DOI: 10.33087/istoria.v5i2.125

Abstract

Abstract. Salah satu tujuan pembelajaran IPS adalah mempersiapkan peserta didik menjadi warga negara yang baik. Salah satu hal yang perlu dipersiapkan dalam mata pelajaran IPS guna mencapai fungsi ini adalah bisa memilih dan menggabungkan materi sesuai dengan local content masyarakat Indonesia. Pemilihan bahan ajar yang sesuai dengan masyarakat Indonesia yang beragam akan menjadi rujukan peserta didik untuk mempelajari berbagai keragaman yang ada dalam masyarakat Indonesia. Sehingga bisa mencegah radikalisme di tengah tengah kehidupan bernegara. Penelitian ini menggunakan studi literature dalam menganalisis bahan ajar IPS berbasis pendidikan multikultural dan kearifan lokal daerah dalam mewujudkan integrasi nasional. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa bahan ajar IPS berbasis pendidikan multikultural dan kearifan lokal daerah terbukti efektif dalam mewujudkan integrasi nasional.Keywords: Bahan ajar IPS, pendidikan multikultural, kearifan lokal, integrasi nasional
POLA ASUH ORANG TUA DALAM MENDIDIK ANAK PADA ETNIS TIONGHOA DI DESA SAMPALI KECAMATAN PERCUT SEI TUAN KABUPATEN DELI SERDANG Sitorus, Friska Sumanda; Fimansyah, Wira
PSIKOLOGI KONSELING Vol 16, No 1 (2024): Jurnal Psikologi Konseling
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/konseling.v16i1.51190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pola asuh apa yang diterapkan oleh orang tua etnis Tionghoa dalam mendidik anak, mengetahui dampak dari pola asuh yang dipilih oleh orang tua etnis Tionghoa dan mengetahui upaya yang dilakukan oleh orang tua etnis Tionghoa dalam mendidik anak di Desa Sampali Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang tepatnya  Komplek Cemara Asri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data diperoleh dari observasi non partisipan, wawancara serta dokumentasi dengan menggunakan teknik analisis data berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh yang diterapkan oleh orang tua etnis Tionghoa yang ada di Komplek Cemara Asri desa Sampali adalah pola asuh demokratis dan pola asuh otoriter, yang memberikan dampak berbeda pada anak, dimana anak yang dididik dengan pola asuh demokratis lebih terbuka dan percaya diri sedangkan yang dididik dengan pola asuh otoriter lebih tertutup dan bergantung pada orang tuanya. Disamping itu kedua jenis pola asuh tetap memberikan dampak positif seperti anak-anak Tionghoa menjadi lebih disiplin, pekerja keras, memiliki banyak kemampuan dan bertanggung jawab. Hal tersebut tentu didukung oleh upaya yang dilakukan oleh orang tua etnis Tionghoa seperti memberikan contoh serta nasihat yang baik, membiasakan anak untuk hidup disiplin, memberikan pendidikan terbaik, memberikan quality time dan les tambahan pada anak.
EFFECTIVENESS OF PJBL (PROJECT BASED LEARNING) BASED MICROTEACHING MODULES STUDENT LEARNING RESULTS ON BASIC TEACHING SKILLS MATERIAL Fimansyah, Wira; Daud, Daud; Rulyani, Ayu; Br Maibang, Chintia Fani; Fatimah, Yusri Sajidah; Hasibuan, Alwy Syahri
Journal of Educational Review and Research Vol 6, No 2 (2023): VOLUME 6 NUMBER 2 DECEMBER 2023
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jerr.v6i2.5040

Abstract

This study aims to test the module's effectiveness on student learning outcomes in microteaching courses. The type of research used is Pre-Experimental with a one-group pretest-posttest design. In this study, the treatment given was using teaching modules on essential teaching skills material. The research took place in the anthropology education study program, faculty of social sciences, State University of Medan. With research subjects totalling 30 students who received microteaching courses in the 2022/2023 academic year. Before getting the treatment, students were given a pretest, and after being given the treatment, a posttest was conducted with 50 questions in the form of objective or multiple-choice questions. The increase in learning outcomes was analyzed using the N-Gain formula. Based on the results of the N-Gain analysis, the average value was 0.41. There was an increase in student learning outcomes after using the microteaching module based on the PjBL (Project Learning) learning model on essential teaching skills material with a moderate category. 
Penerapan Skrining PRISAT (Productivity Risk Self-Assessment Tool) dalam Pendidikan Gizi di MTs Al Washliyah 19 Percut Rosmiati, Risti; Damanik, Kanaya Yori; Sari, Wina Dyah Puspita; Fimansyah, Wira; Saufani, Iza Ayu; Firmansyah, Hardi
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jagri.v5i2.1196

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyebab kematian global utama, sehingga memerlukan strategi pencegahan yang efektif melalui deteksi dini dan edukasi gizi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi di kalangan guru dan siswa di MTs Al Washliyah 19 Percut sekaligus memberikan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam deteksi dini risiko PTM menggunakan Productivity Risk Self-Assessment Tool (PRISAT). Selama lima bulan, program ini menerapkan edukasi gizi berbasis sekolah yang berkelanjutan melalui sesi interaktif, evaluasi pretest-posttest, dan penyediaan alat penilaian status gizi dan kesehatan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan guru dan siswa tentang gizi seimbang (p<0,05). Pelatihan PRISAT yang berfokus pada guru berhasil membekali guru dengan keterampilan untuk melakukan penilaian risiko dini serta pemantauan status gizi dan kesehatan secara mandiri. PRISAT terbukti menjadi alat yang efektif dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi risiko PTM dan mempromosikan perilaku makan yang lebih sehat. Program ini menawarkan model yang dapat direplikasi untuk mengintegrasikan pendidikan gizi terstruktur dengan pelatihan praktis, dengan menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan untuk mempertahankan dampak jangka panjangnya.