Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Kebiasan Sarapan, Asupan Zat Gizi Makro dan Status Gizi pada Remaja di Kota Medan Tyas Permatasari; Yatty Destani Sandy; Caca Pratiwi; Kanaya Yori Damanik; Erni Rukmana; Agnes Irene Silitonga
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling: Special Issue (General)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9739

Abstract

Pada usia remaja terjadi puncak pertumbuhan yang akan mempengaruhi perubahan komposisi tubuh, pertumbuhan yang pesat pada berat badan sehingga mempengaruhi kebutuhan gizi pada remaja. Kebiasaan makan yang tidak seimbang dan kurang aktifitas fisik serta gaya hidup sedentary merupakan faktor penyebab masalah gizi pada remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara asupan zat gizi, kebiasaan sarapan dan status gizi pada remaja di Kota Medan. Desain penelitian yang digunakan yakni cross- sectional study. Populasi pada penelitian ini yakni remaja di Kota Medan dan subyek sebanyak 145 diambil yang tersebar ketiga kelompok usia yakni remaja awal, pertengahan, dan akhir. Variabel yang diteliti pada penelitian ini yakni asupan zat gizi makro dan kebiasaan sarapan serta status gizi. Uji korelasi digunakan untuk menganlisis hubungan asupan zat gizi makro dan kebiasaan sarapan dengan status gizi. Hasil menunjukkan terdapat hubungan yang signifkan pada asupan zat gizi makro (energi, protein dan lemak) terhadap status gizi remaja (p<0.00), sedangkan asupan karbohidrat dan kebiasaan sarapan tidak memiliki hubungan yang signifikan (p>0.00).
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN PRAKTIK HIDUP BERSIH DAN SEHAT DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA Damanik, Kanaya Yori; Rukmana, Erni; Fransiari, M. Edwin; Nurfazriah, Latifah Rahman
Jurnal Andaliman: Jurnal Gizi Pangan, Klinik dan Masyarakat Vol 3, No 2 (2023): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgpkm.v3i2.54675

Abstract

Adolescents are one of the age groups that are vulnerable to experiencing nutritional problems because they can determine their own lifestyle. Apart from diet, clean and healthy behavior is one of the indirect causes that influences nutritional status. Knowledge about clean and healthy living that teenagers have can determine their clean and healthy behavior attitudes and practices. Low clean and healthy behavior can be a risk factor for infectious diseases which can reduce nutritional status. This study aims to examine the relationship between knowledge, attitudes and practices of clean and healthy behavior and the nutritional status of adolescents. This research uses a cross-sectional study. The research was conducted in June-November 2023 at Al-Washliyah 1 Private High School, Medan City and Bandung Foundation High School, Deli Serdang Regency. The selection of research locations was carried out using purposive sampling. The research population was students in grades X to XII aged 14-18 years in both schools. The sampling technique used cluster sampling, the total subjects were 100 students from each school. Data was collected through questionnaire interviews in the form of characteristics, knowledge, attitudes and practices of clean and healthy behavior. Nutritional status data was obtained by directly measuring body weight using a digital scale and height using a microtoise and then determined using a z-score from the body mass index according to age (BMI/U). Data analysis was carried out using the Spearman Test. As many as 31% of teenagers have abnormal nutritional status (undernutrition, overnutrition and obesity). The bivariate test results showed that there was a significant relationship between knowledge (p=0.005), attitudes (p=0.001), and practice (p=0.000) of clean and healthy behavior and adolescent nutritional status. As many as 65.5% of teenagers with low clean and healthy behavior attitudes have abnormal nutritional status. Adolescents need to pay attention to clean and healthy behavior in their daily lives to help obtain good nutritional status.Keywords—Knowledge, Clean and Healthy Behavior, Adolescents, Nutritional Status
The Hypertention and Mechanic's Lifestyle in Medan City and Its Relation to Nutritional Status: Kejadian Hipertensi dan Gaya Hidup Mekanik Bengkel di Kota Medan serta Kaitannya dengan Status Gizi Damanik, Kanaya Yori; Haryana, Nila Reswari; Sandy, Yatty Destani; Permatasari, Tyas
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 2 (2024): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i2.2024.248-252

Abstract

Background: Lifestyle has a role in determining a person's nutritional status, such as eating habits, smoking habits, physical activity, and alcohol consumption. Mechanics tend not to pay special attention to health, especially in their lifestyle. In addition, the majority of mechanics have high blood pressure. Therefore, the authors were concerned about their nutritional status and its relationship with the affecting factors. Objectives: To analyze the correlation of age, lifestyle, and blood pressure with the nutritional status of repair shop mechanics. Methods: This study used a cross-sectional design on 70 mechanics at 12 motorcycle repair shops in 6 districts of Medan City. Age and lifestyle data were obtained from questionnaires, blood pressure data from direct measurements using a sphygmomanometer twice with a five-minute interval, and nutritional status data from anthropometric measurements. All collected data were analyzed using Spearman's Correlation with the Kolmogorov Smirnov's normality test. Results: The bivariate test showed a significant relationship between smoking (p=0.004, r=-0.342), physical activity (p=0.000, r=-0.484), sodium intake (p=0.000, r=0.570), and blood pressure (p=0.001, r=0.382) with the nutritional status of mechanics. Meanwhile, no significant relationship exists between age (p=0.255) and alcohol consumption habits (p=0.774) with mechanical nutritional status. Conclusions: Mechanical nutritional status negatively correlated with smoking and physical activity but positively correlated with sodium intake and blood pressure.
KUALITAS TIDUR DAN ASUPAN ENERGI TERHADAP INDEKS MASSA TUBUH MAHASISWA DI KOTA MEDAN Destani Sandy, Yatty; Rukmana, Erni; Yori Damanik, Kanaya; Permatasari, Tyas
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.20949

Abstract

Indeks Massa Tubuh merupakan indikator yang digunakan dalam penilaian terhadap status gizi. Semakin tinggi Indeks Massa Tubuh, maka akan semakin berisiko untuk mengalami gizi lebih. Satu dari tujuh remaja Indonesia mengalami gizi lebih yang akan berdampak pada kesehatan, perkembangan psikososial, dan peningkatan risiko Penyakit Tidak Menular. Pola istirahat yang buruk dan pola makan yang tidak tepat menjadi salah satu penyebab masalah gizi remaja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dan asupan energi terhadap Indeks Massa Tubuh mahasiswa di kota Medan. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Populasi adalah seluruh mahasiswa aktif di kota Medan. Sampel terdiri dari 151 mahasiswa yang berasal dari empat Perguruan Tinggi dengan menggunakan teknik purposive sampling. Uji korelasi menggunakan rank spearman. Sebagian besar responden memiliki kualitas tidur yang buruk (81.5%). Asupan energi mahasiswa terbilang masih kurang (62.9%). Indeks Massa Tubuh mahasiswa memiliki persentase yang hampir sama, kategori normal 50.3% dan tidak normal (kurus dan gemuk) 40.7%. Hasil penelitian menunjukkan kualitas tidur tidak berhubungan secara signifikan dengan Indeks Massa Tubuh dengan p-value 0.188 (p>0.05). Sedangkan untuk asupan energi berhubungan secara signifikan dengan Indeks Massa Tubuh dengan p-value 0.000 (p<0.05). Asupan energi dan Indeks Massa Tubuh memiliki kekuatan hubungan yang cukup kuat, semakin tinggi asupan energi pada mahasiswa maka semakin tinggi pula Indeks Massa Tubuh mahasiswa tersebut.
Penerapan Skrining PRISAT (Productivity Risk Self-Assessment Tool) dalam Pendidikan Gizi di MTs Al Washliyah 19 Percut Rosmiati, Risti; Damanik, Kanaya Yori; Sari, Wina Dyah Puspita; Fimansyah, Wira; Saufani, Iza Ayu; Firmansyah, Hardi
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 Nomor 2 Desember 2024
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/jagri.v5i2.1196

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyebab kematian global utama, sehingga memerlukan strategi pencegahan yang efektif melalui deteksi dini dan edukasi gizi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi di kalangan guru dan siswa di MTs Al Washliyah 19 Percut sekaligus memberikan pelatihan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam deteksi dini risiko PTM menggunakan Productivity Risk Self-Assessment Tool (PRISAT). Selama lima bulan, program ini menerapkan edukasi gizi berbasis sekolah yang berkelanjutan melalui sesi interaktif, evaluasi pretest-posttest, dan penyediaan alat penilaian status gizi dan kesehatan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan guru dan siswa tentang gizi seimbang (p<0,05). Pelatihan PRISAT yang berfokus pada guru berhasil membekali guru dengan keterampilan untuk melakukan penilaian risiko dini serta pemantauan status gizi dan kesehatan secara mandiri. PRISAT terbukti menjadi alat yang efektif dan dapat digunakan untuk mengidentifikasi risiko PTM dan mempromosikan perilaku makan yang lebih sehat. Program ini menawarkan model yang dapat direplikasi untuk mengintegrasikan pendidikan gizi terstruktur dengan pelatihan praktis, dengan menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan untuk mempertahankan dampak jangka panjangnya.
Edukasi Gizi Seimbang pada Siswa SMA Swasta Alwashliyah 1 Kota Medan Rukmana, Erni; Yatty Destani Sandy; Kanaya Yori Damanik; Nindya Ayu Pristanti; Muhammad Edwin Fransiari
Jurnal Dedikasia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/dedikasia.v4i2.8691

Abstract

The importance of knowledge about balanced nutrition is increasing among adolescents, because adolescence is a critical phase for forming a healthy diet that will later have an impact on long-term health. However, the low understanding of the principles of balanced nutrition guidelines is still a challenge among adolescents. This community service activity aims to improve knowledge of balanced nutrition among adolescents at Alwashliyah 1 Private High School, Medan City. The method used is lectures and discussions, involving 30 adolescents at Alwashliyah 1 Private High School, Medan City, carried out in June-July 2024. The stages of the activity include preparation, implementation, and evaluation. Data were analyzed descriptively to see age and gender and tested using a paired t-test to assess differences in knowledge before and after nutrition education. The results showed a significant increase in knowledge of balanced nutrition after the intervention (p <0.05). The conclusion of this community service activity shows that balanced nutrition education through lecture and discussion methods is effective in improving adolescent knowledge about balanced nutrition. Pentingnya pengetahuan tentang gizi seimbang semakin meningkat di kalangan remaja, karena masa remaja merupakan fase kritis untuk membentuk pola makan sehat yang nantinya berdampak pada kesehatan jangka panjang. Namun, rendahnya pemahaman tentang prinsip pedoman gizi seimbang masih menjadi tantangan di kalangan remaja. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi seimbang pada remaja di SMA Swasta Alwashliyah 1 Kota Medan. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi, melibatkan 30 remaja di SMA Swasta Alwashliyah 1 Kota Medan, dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2024. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat usia dan jenis kelamin dan diuji menggunakan paired t-test untuk menilai perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah pendidikan gizi. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pengetahuan gizi seimbang setelah intervensi (p<0,05). Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pendidikan gizi seimbang melalui metode ceramah dan diskusi efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai gizi seimbang.
Efektivitas E-booklet Tentang ASI Eksklusif dalam Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Ibu Hamil Trimester III: Effectiveness of an E-booklet on Exclusive Breastfeeding in Enhancing Knowledge and Attitudes of Third-Trimester Pregnant Women Purba, Edy Marjuang; Sandy, Yatty Destani; Damanik, Kanaya Yori; Purba, Saut; Nainggolan, Anna Waris
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 3SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 4th Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i3SP.2024.305-314

Abstract

Background: Knowledge and attitudes of third-trimester pregnant women significantly affect the success of exclusive breastfeeding. This period is critical for mothers to prepare for childbirth, including understanding infant nutrition. Enhancing knowledge and attitudes requires effective media aligned with technological advancements, such as an E-booklet. Objectives: To evaluate the impact of an E-booklet on exclusive breastfeeding in enhancing the knowledge and attitudes of third-trimester pregnant women in the Tuntungan Health Center area. Methods: This quasi-experimental study used a pre-test and post-test design with a control group. A total of 60 third-trimester pregnant women (30 in the experimental group and 30 in the control group) were chosen through purposive sampling. The intervention consisted of distributing an E-booklet over a two-week period. Changes in knowledge and attitudes were evaluated using the Wilcoxon and Mann-Whitney tests. Results: Most participants in both groups were aged 20–25 years (50.0% and 56.7%), had higher education (73.3% and 70.0%), parity ≤2 (63.3% and 66.7%), were unemployed (63.3% and 56.7%), and had high incomes (60.0% and 56.7%). The experimental group showed a mean knowledge score increase of 5.70 (SD=2.57) compared to 0.86 (SD=1.37) in the control group. Attitude scores increased by 8.87 (SD=3.37) in the experimental group compared to 1.43 (SD=3.65) in the control group. Mann-Whitney analysis indicated that the E-booklet significantly improved knowledge and attitudes (p-value=0.001). Conclusions: The E-booklet effectively enhanced the knowledge and attitudes of third-trimester pregnant women regarding exclusive breastfeeding. It is a promising educational tool to promote exclusive breastfeeding in communities.
Perbedaan Pengetahuan Kader Posyandu dan Ibu Balita Terkait Stunting serta Hubungannya dengan Kejadian Stunting pada Balita: Differences in Knowledge of Posyandu Cadres and Mothers of Toddlers Regarding Stunting and Its Association with Stunting Incidence in Toddlers Rukmana, Erni; Fransiari, Muhammad Edwin; Damanik, Kanaya Yori; Nurfazriah, Latifah Rahman
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 3SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 4th Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i3SP.2024.61-70

Abstract

Background: Stunting, a condition where children fail to grow adequately for their age, is a significant public health issue in Indonesia. Health cadres play a vital role role as sources of information and knowledge for mothers of toddlers to prevent stunting. Objectives: To analyze differences in knowledge between Integrated Health Service Post (Posyandu) cadres and mothers of toddlers regarding stunting, and to examine the relationship between maternal knowledge of stunting and stunting incidence in children. Methods: This study was conducted in Medan Maimun Subdistrict, Medan City, from June to July 2024, using a cross-sectional design. A total of 68 cadres and 79 mothers of toddlers participated as respondents. Data were collected using validated questionnaires and analyzed using univariate analysis, independent sample t-test to compare knowledge levels between groups, And Spearman’s test to assess the relationship between maternal knowledge of stunting and stunting incidence. Results: Significant differences in stunting knowledge were found between health cadres and mothers of toddlers (p-value=0.003). Additionally, a significant relationship was observed between maternal knowledge of stunting and stunting incidence in children (p-value=0.034). Stunting incidence rates among children were 22.8% and 21.5%, respectively. Conclusions: Enhancing education and training for mothers of toddlers is essential to prevent stunting. The study also recommends strengthening the role of health cadres in delivering stunting-related education within the community.
Hubungan Night Time Eating dan Asupan Lemak Dengan Kejadian Gizi Lebih Pada Mahasiswa di Kota Medan: The Association Between Night Time Eating, Fat Intake, and The Incidence of Overweight Among University Students in Medan City Sandy, Yatty; Rukmana, Erni; Damanik, Kanaya Yori; Pratiwi, Caca
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 3SP (2024): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 4th Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i3SP.2024.141-150

Abstract

Background: University students are the age group of late adolescents who are still undergoing growth and development. Growth and development must be supported by balanced nutritional intake and healthy eating habits. Currently, an emerging trend is that numerous campus activities and academic demands often lead students to develop nighttime eating habits, typically involving high-fat foods, outside of regular mealtimes. Objectives: To determine the relationship between nighttime eating, fat intake, and the incidence of overweight among college students. Methods: The research design was cross-sectional, with purposive sampling technique. A total of 106 students, aged 19-23 years, participated in this study. The instruments used included the Night Eating Diagnostic Questionnaire (NEDQ) to assess night eating habits, a 24-hour food recall questionnaire to estimate fat intake, weight scales and microtoice to calculate Body Mass Index and determine nutritional status. Data analysis was conducted using chi-square and logistic regression. Results: There was a relationship between night time eating and the incidence of overnutrition (p-value = 0.040). There was also a significant relationship between fat intake and the incidence of overweight (p-value = 0.005) among college students. The results further indicate that adolescents with nighttime eating are 3.785 times more likely to being overweight. Additionally, adolescents with high fat intake are 3,814 times more likely to be overnourished. Conclusions: Eating habits and nutritional intake are crucial to create healthy and productive adolescents.
Edukasi Gizi Seimbang pada Siswa SMA Swasta Alwashliyah 1 Kota Medan Rukmana, Erni; Yatty Destani Sandy; Kanaya Yori Damanik; Nindya Ayu Pristanti; Muhammad Edwin Fransiari
Jurnal Dedikasia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/dedikasia.v4i2.8691

Abstract

The importance of knowledge about balanced nutrition is increasing among adolescents, because adolescence is a critical phase for forming a healthy diet that will later have an impact on long-term health. However, the low understanding of the principles of balanced nutrition guidelines is still a challenge among adolescents. This community service activity aims to improve knowledge of balanced nutrition among adolescents at Alwashliyah 1 Private High School, Medan City. The method used is lectures and discussions, involving 30 adolescents at Alwashliyah 1 Private High School, Medan City, carried out in June-July 2024. The stages of the activity include preparation, implementation, and evaluation. Data were analyzed descriptively to see age and gender and tested using a paired t-test to assess differences in knowledge before and after nutrition education. The results showed a significant increase in knowledge of balanced nutrition after the intervention (p <0.05). The conclusion of this community service activity shows that balanced nutrition education through lecture and discussion methods is effective in improving adolescent knowledge about balanced nutrition. Pentingnya pengetahuan tentang gizi seimbang semakin meningkat di kalangan remaja, karena masa remaja merupakan fase kritis untuk membentuk pola makan sehat yang nantinya berdampak pada kesehatan jangka panjang. Namun, rendahnya pemahaman tentang prinsip pedoman gizi seimbang masih menjadi tantangan di kalangan remaja. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan gizi seimbang pada remaja di SMA Swasta Alwashliyah 1 Kota Medan. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi, melibatkan 30 remaja di SMA Swasta Alwashliyah 1 Kota Medan, dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2024. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat usia dan jenis kelamin dan diuji menggunakan paired t-test untuk menilai perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah pendidikan gizi. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pengetahuan gizi seimbang setelah intervensi (p<0,05). Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pendidikan gizi seimbang melalui metode ceramah dan diskusi efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai gizi seimbang.