Claim Missing Document
Check
Articles

IDENTIFIKASI POTENSI ENERGI MATAHARI SEBAGAI SUMBER LISTRIK BAGI WARGA CANGKIRAN SEMARANG DENGAN PANEL SURYA Kusmantoro, Adhi
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 05 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan semakin berkurangnya energi fosil untuk kebutuhan pembangkit listrik konvensional, maka pemerintah membuat kebijakan dalam peningkatan pemanfaatan sumber energi terbarukan sebagai sumber energi listrik. Sumber energi terbarukan yang banyak ditemukan yaitu energi matahari, Oleh karena itu kegiatan pengabdian masyarakat yang banyak dilakukan dari perguruan tinggi dalam mensosialisasikan dan penerapan panel surya. Tujuan pengabdian ini adalah melakukan identifikasi dan penerapan PLTS yang bermanfaat bagi warga Cangkiran Semarang sebagai sumber listrik. Metode yang digunakan yaitu metode identifikasi, perencanaan PLTS, monitoring dan evaluasi yang mampu meningkatkan produktifitas penduduk setempat. Dalam kegiatan ini telah dihasilkan rancangan PLTS yang dapat diterapkan pada rumah tinggal dengan kapasitas daya terpasang PLN 900 VA. Dengan penerapan PLTS maka masyarakat tidak tergantung terhadap sumber listrik PLN.
MANAJEMEN ALIRAN ENERGI MENGGUNAKAN ALGORITMA GENETIK PADA dc/ac MIKROGRID Kusmantoro, Adhi
Elektrika Vol. 17 No. 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/elektrika.v17i2.12915

Abstract

Pembangkitan energi listrik terdesentralisasi memakai energi terbarukan semakin banyak digunakan untuk mendorong inklusi sosial penduduk di wilayah pedesaan. Dalam daerah yang belum terjangkau jaringan listrik, maka semakin banyak infrastruktur jaringan yang dipasang menggunakan genset. Sumber energi ini hanya berfungsi untuk menyediakan listrik di lokasi tersebut, sementara penduduk setempat membutuhkan listrik yang meningkat setiap tahunnya. Penggunaan mikrogrid berbasis energi terbarukan, khususnya energi photovoltaic (PV), di lokasi-lokasi pedesaan dapat berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Pengelolaan mikrogrid ini dapat memastikan pasokan listrik yang berkelanjutan bagi penduduk setempat. Untuk mencapai konvergensi antara akses universal terhadap kebutuhan energi penduduk dan penyediaan energi memakai mikrogrid, maka penggunaan algoritma optimasi untuk perencanaan dan efisiensi operasional mikrogrid yang lebih baik sangatlah penting. Untuk tujuan ini, algoritma genetik digunakan untuk manajemen aliran energi yang optimal dalam sistem multi-PV dan multi-beban, untuk menguji kemampuan mikrogrid dalam mencapai tujuan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan mikrogrid yang optimal menjamin Probabilitas Kehilangan Pasokan Daya sebesar 0,16%, penghematan biaya listrik sebesar 53%, dan faktor penghematan emisi sebesar 88,9%. Rendahnya biaya listrik yang diperoleh menunjukkan bahwa metode ini merupakan peluang nyata untuk meningkatkan akses listrik bagi penduduk berpenghasilan rendah di pedesaan. Demikian pula, nilai faktor terbarukan maksimum yang diperoleh menunjukkan pengurangan waktu pengoperasian genset, yang berdampak pada pengurangan biaya operasional dan emisi gas rumah kaca secara signifikan.
Pelatihan Majalah Dinding Digital Berbasis Web bagi Komunitas Seni Hysteria Semarang Wardani, Theodora Indriati; Kusmantoro, Adhi; Farikhah, Irna; Purwosetiyono, FX. Didik
Pelita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2024): Pelita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Perkumpulan Kualitama Edukatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51651/pjpm.v4i2.511

Abstract

In the city of Semarang along with the development of the city of Semarang as the number five big city in Indonesia, communities have sprung up that have special activities as activities to foster love for the city of Semarang, namely for the future development of the city of Semarang. One of them is the Hysteria community based in Semarang who works for the city of Semarang. Hysteria Community, a community from Semarang. In the management of Hysteria each member of the board has a personal network and that personal network consists of literati, artists, painters, music artists, journalists, art students, choreographers, dance artists, but when their activities have been carried out and information in the form of pictures and writings must be displayed or shown to other people or the public around where they are active or working, They still make wall magazine designs. In the development of the digital technology era requires expertise and skills in the field of communication technology, the wall magazines that are still made by the Hysteria art community are usually still manual or conventional, namely in the form of a collection of wall magazine materials (mading) that are pasted and arranged in such a way on one large sheet of paper of rather thick size, so that the information in the wall magazine (mading) is not widely spread and requires costs, time and energy to make the wall magazine, so there is a waste of costs, so it was thought of how members of the Hysteria art community can independently use the application to disseminate wall magazine information (mading) to convey information on activities using a digital-based internet network in the form of a website to make it more attractive, so it is necessary to carry out a community partnership program, namely holding a web-based digital mading (wall magazine) training using the Google Sites software application without using paper pasted on the wall to reduce waste of cost, time and energy, and accelerate the dissemination of information using internet facilities for the Hysteria art community network spread across the city of Semarang.