Claim Missing Document
Check
Articles

PERENCANAAN SISTEM FIRE ALARM DAN HYDRAN PEMADAMAN KEBAKARAN PADA TOSERBA YOGYA PEKALONGAN M. Tova Maulana Irvan; Adhi Kusmantoro; Margono
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi: OKTOBER 2024
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/vx1e9g07

Abstract

Gedung Toserba Yogya Pekalongan merupakan gedung yang direncanakan dibangun, merupakan bangungan tiga lantai terdapat bahan dan peralatan yang sangat rentan akan bahaya kebakaran yang mampu memusnahkan aset serta dokumen penting yang dimiliki gedung Toserba Yogya Pekalongan. Oleh karena itu untuk menghindari terjadinya hal yang tidak di inginkan dari bencana kebakaran ini ialah dengan dilakukannya pemasangan sistem penanganan kebakaran seperti fire alarm dan hydran kebakaran.Tujuan dari penelitian ini adalah merencanakan sistem pemadam kebakaran, jumlah dan spesifikasi fire alarm kebakaran dan sistem hydran yang akan dipasang di gedung 3 lantai Toserba Yogya Pekalongan, merancang gambar sistem dan instalasi fire alarm kebakaran dan sistem hydran pada bangunan gedung 3 lantai Toserba Yogya Pekalongan, mengetahui faktor-faktor apakah yang harus menjadi perhatian agar system alarm kebakaran dapat beroperasi secara maksimal pada gedung 3 lantai di Toserba Yogya Pekalongan.Kata Kunci : perencanaan, fire Alarm, hydran
DESAIN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BAYU (PLTB) DENGAN TURBIN ANGIN VERTIKAL Teeris Ardiyanto; Adhi Kusmantoro; Margono
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi: OKTOBER 2024
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/cab8tz94

Abstract

Energi listrik pada saat ini masih menggunakan bahan bakar fosil sebagai bahan utama untuk menghasilkan listrik, ketersediannya semakin menipis dan juga menimbulkan polusi dari proses konversi bahan bakar fosil tersebut. Indonesia memiliki keadaan geografis yang merupakan suatu negara kepulauan dan juga salah satu negara yang berada di garis khatulistiwa, yang menjadikan Indonesia berpotensi memiliki energi angin yang sangat melimpah. Pemanfaatan energi angin dapat digunakan untuk pembangkit listrik tenaga bayu, pembangkit listrik tenaga bayu merupakan salah satu energi terbarukan dimana pemanfaatan energi angin dapat diubah menjadi energi listrik. Kecepatan angin dan keadaan cuaca dapat mempengaruhi tegangan dan arus listrik yang dihasilkan dari generator dc. Kebutuhan listrik baik untuk kalangan industri, perumahan, maupun masyarakat umum dan individu sangat meningkat. Tetapi, peningkatan kebutuhan listrik ini tidak disebabkan oleh penambahan pasokan listrik. Berdasarkan permasalahan tersebut, energi angin listrik dipilih sebagai energi alternatif untuk menghasilkan energi. Alat yang digunakan disini adalah turbin angin, karena dapat dikonversikan dengan bantuan generator dc dari kecepatan energi angin menjadi energi listrik (proses kinetik). Energi listrik yang dihasilkan dari generator dc di koneksikan ke charge controller yang berfungsi untuk mengatur tegangan yang nantinya akan masuk dan disimpan oleh baterai, dalam penelitian ini baterai difungsikan untuk menyimpan dan mensuplai tegangan ke beban agar nanti penggunaan energi listriknya bisa stabil, selanjutnya digunakan inverter untuk mengubah arus tegangan dc dari baterai menjadi tegangan ac yang nantinya bisa digunakan untuk beban, dengan menyesuaikan arus tegangan yang dibutuhkan beban yaitu arus tegangan ac atau dc.
PERANCANGAN SISTEM INSTALASI LISTRIK PRESIDENT ROOM RUMAH SAKIT MITRA BANGSA PATI Febrinawan; Adhi Kusmantoro; Muhammad Amirudin
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi: OKTOBER 2024
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/2jbtng21

Abstract

Rumah Sakit merupakan institusi pelayanan kesehatan yang menyediakan layanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat secara paripurna. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 1204/Menkes/SK/X/2004, Rumah Sakit adalah sarana yang tidak hanya tempat berkumpulnya orang sakit dan sehat, tetapi juga rentan menjadi sumber penularan penyakit dan pencemaran lingkungan. Rumah Sakit Mitra Bangsa Pati, sebagai salah satu fasilitas kesehatan di Kota Pati, Jawa Tengah, menawarkan berbagai jenis layanan medis, mulai dari perawatan hingga pelatihan medis. Penerapan teknologi dalam layanan kesehatan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kepada pasien. Teknologi di rumah sakit sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil dan aman, yang memenuhi persyaratan ketat seperti yang diatur dalam Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL). Pemasangan instalasi listrik di rumah sakit memerlukan perhatian khusus terhadap sumber daya, pencahayaan, pendinginan, dan kontak listrik, berbeda dari instalasi pada gedung biasa.
KOMPARASI NILAI IMPEDANSI TERHADAP PENGARUH FUNGSI PADA PRODUK ANTENNA KEYLESS 4L45W Muhammad Ghifari; Adhi Kusmantoro; Bambang Hadi Kunaryo
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi: APRIL 2025
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/cwvpr882

Abstract

Abstrak - Antenna keyless merupakan inovasi terkait smart handle yang dikembangkan oleh produsen-produsen mobil. Antena model 4L45W dengan customer mitsubishi (MMKI) memilki 2 tipe yaitu SRJ-1 dan SRJ-2, dimana perbedaannya berada pada jumlah lilitan kabel pada part antena dengan perbedaan pada handle pintunya yaitu painting dan platting. Untuk memverifikasi nilai impedansi produk antenna sebelum dikirimkan ke pelanggan, maka diperlukan pengecekan menggunakan function test machine di line produksi dan dikonfirmasi secara sampel oleh tim quality untuk menjamin bahwa produk sudah sesuai standart dan juga memastikan tidak adanya masalah pada mesin function test selama proses produksi. Pada Penelitian ini menggunakan metode komparasi hasil pengecekan impedansi antara function test machine produksi dan LCR meter quality, dari hasil komparasi didapatkan beberapa perbedaan judgement dan nilai pengukuran untuk produk SRJ-1 -0,096 dan SRJ- 2 0,088. Hasil data dari komparasi tersebut kemudian dikelompokkan berdasarkan jenis temuan NG produk Xin upper, lower dan switch on error. Kemudian dilakukan analisa terhadap aktual produk NG. Dengan metode komparasi nilai impedansi dan analisa aktual produk disimpulkan bahwa NG karena material terdapat 8,4% produk dan NG karena man terdapat 2,8% produk, sehingga penyebab dari perbedaan nilai impedansi dan adanya produk NG yaitu disebabkan dari material dan man.
Perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Untuk Penerangan di Mushola RT01/RW01 Kelurahan Bandung Kecamatan Tegal Selatan Kota Tegal fandi safarian; Adhi Kusmantoro; Muhammad Amiruddin
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi: APRIL 2025
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/f612yx44

Abstract

Abstrak— Penerangan yang efisien dan ramah lingkungan sangat dibutuhkan untuk mendukung kegiatan ibadah dimushola, sebagai alternatif sumber energi yang terbarukan dan ramah lingkungan, sistem tenaga surya dapat menjadi Solusi untuk memenuhi kebutuhan penerangan mushola, terutama didaerah yang sulit dijangkau jaringan listrik. Penelitian ini bertujuan merancang sistem tenaga surya yang dapat menyediakan energi listrik untuk penerangan mushola secara mandiri, hemat biaya, dan berkelanjutan, perencangan sistem mencakup pemilihan komponen utama, seperti panel surya, baterai penyimpanan energi disesuaikan dengan kebutuhan daya penerangan mushola, berdasarkan perhitungan kebutuhan daya penerangan. Untuk kebutuhan lampu penerangan mushola RT01/RW01 Kelurahan Bandung Kecamatan Tegal Selatan Kota Tegal untuk Tingkat intensitas Cahaya 200 lux membutuhkan 6 lampu dengan spesifikasi 12 Watt 3000 Watt, dengan kebutuhan energi total harian 129,6 Watthour. Dengan pengujian perangkat keras, pembangkit listrik tenaga surya pada penelitian ini mampu  menyalurkan energi per hari sebesar 139, 1 Watthour ke dalam baterai.
Automatic Switching Berbasis Fuzzy Logic Untuk Pengaturan Daya Mikrogrid Kusmantoro, Adhi
Aceh Journal of Electrical Engineering and Technology Vol. 6 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Iskandarmuda Jl. Kampus Unida No.15, Surien, Kec. Meuraxa, Kota Banda Aceh, Aceh 23234 Propinsi Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/ajeetech.v6i1.1178

Abstract

Perkembangan sistem Mikrogrid memerlukan sistem manajemen energi yang mampu menjaga kontinuitas dan kestabilan suplai daya. Permasalahan utama pada sistem mikrogrid dengan sumber hibrid adalah fluktuasi daya photovoltaic (PV) dan perubahan beban yang menyebabkan ketidakstabilan suplai energi. Oleh karena itu, diperlukan strategi automatic switching yang mampu mengatur perpindahan sumber daya secara otomatis dengan waktu singkat antara PV, baterai, dan PLN agar sistem dapat bekerja secara optimal dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengatur pergantian suplai daya dengan sumber PV, Baterai, PLN pada sistem mikrogrid. Metode penelitian dengan strategi automatic switching yang digunakan untuk menentukan keputusan switching berdasarkan kondisi daya PV, state of charge (SOC) baterai, dan kebutuhan beban. Sistem dirancang dan disimulasikan menggunakan MATLAB/Simulink dengan lima skenario pengujian, yaitu kondisi PV menyuplai beban, PV dan baterai menyuplai beban, PLN sebagai sumber cadangan, perpindahan otomatis kembali ke PV, dan kondisi kenaikan beban mendadak. Hasil studi memperlihatkan bahwa sistem automatic switching berbasis fuzzy logic mampu bekerja secara adaptif dalam pergantian sumber energi yang digunakan. Pada kondisi daya PV tinggi, sistem mikrogrid memprioritaskan PV sebagai sumber utama. Ketika daya PV menurun, maka baterai secara otomatis membantu menyuplai kekurangan daya. Ketika SOC baterai rendah, sistem akan mengaktifkan PLN sebagai sumber cadangan untuk menjaga kontinuitas suplai daya. Sistem juga mampu melakukan perpindahan otomatis kembali ke PV ketika daya keluaran PV tinggi dan mampu merespon kenaikan beban secara cepat dan stabil melalui power sharing PV dan baterai. Metode fuzzy logic berhasil meningkatkan stabilitas, efisiensi, dan keandalan sistem mikrogrid dengan sumber hibrid.
Coordinated multi-battery control for single-stage islanded AC microgrids Adhi Kusmantoro; Lukman Harun
Indonesian Journal of Electrical Engineering and Computer Science Vol 43, No 2: August 2026
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijeecs.v43.i2.pp384-399

Abstract

Reliable power management is essential for islanded AC microgrids integrating photovoltaic (PV) generation and battery energy storage, particularly under variable solar irradiance and load conditions. This paper proposes a coordinated multi-battery control strategy using a single-stage AC-coupled configuration to ensure uninterrupted power supply while improving system reliability. The proposed topology employs two PV arrays: one directly connected to a battery inverter to supply the AC load and another dedicated to battery charging. Four battery units are coordinated through a fuzzy logic controller (FLC), which sequentially regulates battery discharge based on PV generation and load demand. Simulation studies were conducted under two operating scenarios. In the first scenario, at a solar irradiance of 1000 W/m², the PV system generated approximately 1200 W, and the proposed controller maintained power balance as the load demand increased. In the second scenario, when PV output decreased due to reduced solar irradiance or complete source interruption, the FLC coordinated battery operation at 0.07 s, 0.34 s, 0.64 s, and 0.93 s, ensuring continuous power delivery to the load. The simulation results demonstrate that the proposed coordinated control strategy effectively enhances power continuity, operational stability, and energy management in single-stage islanded AC microgrids.