Claim Missing Document
Check
Articles

Effect of fuzzy logic controller on voltage stability of parallel boost converter configuration Kusmantoro, Adhi; Hiyama, Takashi
Journal of Soft Computing Exploration Vol. 4 No. 2 (2023): June 2023
Publisher : SHM Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52465/joscex.v4i2.153

Abstract

An increase in electricity load causes a change in grid voltage and current, causing losses to customers. In addition, the source of electricity from fossil energy has also decreased. Therefore this study aims to provide a stable DC voltage source from solar panels, with a Fuzzy Logic Controller (FLC). The proposed method is to design a boost converter in parallel with its output. The boost converter is used to increase the DC voltage from 24 V to 48 V. In this study, FLC is used to adjust the output voltage of each boost converter. This is so that if one of the boost converters fluctuates, the other boost converters will supply a voltage according to the load voltage. The results showed that the FLC can adjust the boost converter output voltage changes. Whereas when using the PI (Integral Proportional) controller, a voltage spike occurs in the range of 0 seconds to 0.6 seconds and the voltage stabilizes within 0.6 seconds to 1 second.
Penggunaan APD terhadap Kecelakaan Kerja pada Pekerjan Bertegangan Listrik di PT PLN Persero Pemalang Lemi Josie Zanuba; Adhi Kusmantoro
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro Vol. 14 No. 02 (2024): Artikel Riset Edisi Oktober 2024
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/elektriese.v14i02.4819

Abstract

Masalah kesehatan bersifat kompleks dan terhubung dengan berbagai faktor selain kesehatan itu sendiri, termasuk perilaku, keturunan, lingkungan, dan layanan kesehatan. Kesehatan lingkungan ialah kondisi lingkungan yang ideal untuk mencapai kesehatan optimal. Penerapan keselamatan kerja ialah salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, memastikan keselamatan individu di tempat kerja, baik ketika bekerja atau dalam perjalanan ke dan dari tempat kerja. Tujuan dari keselamatan dan kesehatan kerja ialah menciptakan lingkungan kerja yang bersih, aman, dan nyaman. Studi ini memakai pendekatan deskriptif untuk memberi gambaran yang jelas dan menyelesaikan masalah meliputi penetapan lokasi, objek penelitian, alat dan bahan, metode penghimpunan data, serta analisis data. Hasil wawancara di PT. PLN (Persero) Area Pemalang memperlihatkan  mereka sudah menerapkan penggunaan APD untuk semua karyawan, terutama di bagian PDKB. APD itu meliputi helm, kacamata, sepatu tahan pukul, sarung tangan isolasi, dan sabuk. Meski PP No. 50 Tahun 2012 sudah dicabut, PT. PLN Area Pemalang masih menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) yang sesuai dengan standar internasional. Penelitian memperlihatkan  penerapan APD sesuai dengan peraturan yang ada, memberi manfaat seperti mencegah kecelakaan kerja, meningkatkan kualitas produksi, dan mengurangi kehilangan jam kerja akibat cedera. Proses pengendalian risiko mencakup identifikasi bahaya, penilaian risiko, penetapan prioritas, dan pengendalian. PT. PLN (Persero) Area Pemalang juga sudah mengembangkan prosedur kerja dan komunikasi terkait penggunaan APD.
Penggunaan APD terhadap Kecelakaan Kerja pada Pekerjan Bertegangan Listrik di PT PLN Persero Pemalang Zanuba, Lemi Josie; Kusmantoro, Adhi
Elektriese: Jurnal Sains dan Teknologi Elektro Vol. 14 No. 02 (2024): Artikel Riset Edisi Oktober 2024
Publisher : Yayasan Cita Cendekiawan Al Khwarizmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/elektriese.v14i02.4819

Abstract

Masalah kesehatan bersifat kompleks dan terhubung dengan berbagai faktor selain kesehatan itu sendiri, termasuk perilaku, keturunan, lingkungan, dan layanan kesehatan. Kesehatan lingkungan ialah kondisi lingkungan yang ideal untuk mencapai kesehatan optimal. Penerapan keselamatan kerja ialah salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, memastikan keselamatan individu di tempat kerja, baik ketika bekerja atau dalam perjalanan ke dan dari tempat kerja. Tujuan dari keselamatan dan kesehatan kerja ialah menciptakan lingkungan kerja yang bersih, aman, dan nyaman. Studi ini memakai pendekatan deskriptif untuk memberi gambaran yang jelas dan menyelesaikan masalah meliputi penetapan lokasi, objek penelitian, alat dan bahan, metode penghimpunan data, serta analisis data. Hasil wawancara di PT. PLN (Persero) Area Pemalang memperlihatkan  mereka sudah menerapkan penggunaan APD untuk semua karyawan, terutama di bagian PDKB. APD itu meliputi helm, kacamata, sepatu tahan pukul, sarung tangan isolasi, dan sabuk. Meski PP No. 50 Tahun 2012 sudah dicabut, PT. PLN Area Pemalang masih menerapkan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja (SMK3) yang sesuai dengan standar internasional. Penelitian memperlihatkan  penerapan APD sesuai dengan peraturan yang ada, memberi manfaat seperti mencegah kecelakaan kerja, meningkatkan kualitas produksi, dan mengurangi kehilangan jam kerja akibat cedera. Proses pengendalian risiko mencakup identifikasi bahaya, penilaian risiko, penetapan prioritas, dan pengendalian. PT. PLN (Persero) Area Pemalang juga sudah mengembangkan prosedur kerja dan komunikasi terkait penggunaan APD.
Planning Of Solar Power Plant With On-Grid System At The Fourth Building University Of PGRI Semarang Kusmantoro, Adhi
IJCONSIST JOURNALS Vol 1 No 2 (2020): March
Publisher : International Journal of Computer, Network Security and Information System

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (918.342 KB) | DOI: 10.33005/ijconsist.v1i2.16

Abstract

The on-grid system is a system that is used by PLTS directly connected to an existing electricity grid (PLN). Therefore, the on-grid system does not use a battery storage system or supercapacitor. By using this on-grid system, the community has helped the government in reducing PLN's electricity burden. The main objective in this study was to plan an on-grid system using photovoltaics in the four buildings of the University of PGRI Semarang. The research method carried out in the study was collecting data as supporting research including hourly electric load identification data and on-grid system inverter and photovoltaic specifications used, determining the amount of power to be generated in the on-grid system, calculating the number of solar panels will be used, determine the arrangement of solar panels. Based on the load data of Building four, it can be planned to have a capacity of 200 Wp solarland monocrystaline solar panels 166 units of PV modules. In the installation of PV modules there are connected in series or parallel and depending on the size of the on-grid inverter input voltage used. Based on the Sunny Tripower 60 inverter specifications, the inverter input voltage is 685 V to 800 V DC. Based on the calculation of the PV area, a value of 254.19 m2 was obtained. If the strings are arranged then the total power generated by the PV area is 33.15 KWP. The choice of location is based on the consideration that the solar panel faces north with a slope angle of 17.45⁰ and is close to the building installation room.
PENGENALAN SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) BAGI SISWA SEKOLAH DASAR Kusmantoro, Adhi
Masyarakat: Jurnal Pengabdian Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Pendidikan Dan Pengembangan Harapan Ananda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58740/m-jp.v2i1.418

Abstract

Dengan peningkatan jumlah rumah tinggal dan bangunan sekolah maka terjadi peningkatan konsumsi energi listrik setiap tahunnya. Selain itu Indonesia merupakan negara yang mempunyai sumber energi terbarukan yang sangat melimpah. Pembangkit listrik konvensional masih menggunakan bahan bakar fosil menimbulkan dampak lingkungan. Oleh karena itu dapat dikembangkan pembangkit listrik dengan energi matahari yang dapat diperoleh dengan mudah. Tujuan pada kegiatan pengabdian ini dilakukan pengenalan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan lokasi di SD Labschool Universitas Negeri Semarang (UNNES) untuk menumbuhkan minat generasi muda terhadap energi terbarukan. Pada kegiatan ini digunakan metode pembelajaran, demo, monitoring dan evaluasi, dan studi kasus penerapan PLTS di sekolah. Dalam kegiatan ini dilakuakn tim pengabdi berjumlah 3 orang yang melibatkan 1 dosen dan 2 mahasiswa, sedangkan jumlah peserta 52 orang. Hasil kegiatan memperlihatkan minat peserta untuk mengetahui dan mengoperasikan komponen PLTS. Manfaat yang diperoleh selain bagi siswa juga dalam kegiatan ini juga dihasilkan perencanaan sistem PLTS yang dapat digunakan untuk sumber listrik di sekolah.
Sosialisasi Penerapan Panel Surya Sebagai Sumber Listrik di SD Labschool Unnes Semarang Kusmantoro, Adhi; Rustanti, Nanik
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi April - Juni
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i2.6008

Abstract

Perkembangan teknologi pada saat sekarang dan meningkatnya jumlah gedung sekolah menyebabkan kenaikan penggunaan energi listrik PLN. Pembangkit listrik konvensional masih menggunakan bahan bakar fosil yang semakin lama akan habis. Selain itu Indonesia mempunyai sumber energi terbarukan yang melimpah. Energi matahari merupakan sumber energi yang diperoleh secara gratis dan melimpah di Indonesia. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah melakukan sosialisasi kepada siswa SD Labschool Unnes dan melakukan perencanaan penerapan panel surya di sekolah. Metode yang dilakukan adalah penyampaian materi dan diskusi dengan peserta pengabdian dan melakukan identifikasi kebutuhan beban listrik di sekolah. Hasil pengabdian masyarakat memperlihatkan minat siswa untuk memahami penggunaan panel sebagai sumber listrik dan hasil perencanaan sumber listrik dengan panel surya yang akan digunakan sebagai sumber listrik utama.
PLTS MODULE DESIGN USING BATTERY MANAGEMENT SYSTEM ON LI-ION BATTERY Muhamad Syariful Wafa, Muhamad; Kusmantoro, Adhi; Margono, Margono
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi: OKTOBER
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jeti.v2i2.317

Abstract

Abstrak— Energi listrik saat ini masih menggunakan bahan bakar fosil. Indonesia merupakan negara tropis sehingga mempunyai kelebihan sinar matahari. Pemanfaatan sinar matahari dapat digunakan untuk pembangkit listrik tenaga surya, pembangkit listrik tenaga surya merupakan salah satu energi terbarukan dimana pemanfaatan cahaya matahari bisa diubah menjadi energi listrik. Intensitas cahaya matahari dan keadaan cuaca dapat mempengaruhi tegangan dan arus listrik yang dihasilkan dari panel surya.. Alat yang digunakan disini adalah sel surya, karena dapat mengkonversikan langsung radiasi sinar matahari menjadi energi listrik (proses photovoltaic). Agar energi surya dapat digunakan pada malam hari, maka pada siang hari energi listrik yang dihasilkan disimpan terlebih dahulu ke baterai yang dikontrol oleh SCC. Berkembangnya kebutuhan akan penyimpanan energi menyebabkan kebutuhan baterai semakin meningkat misalnya pada penggunaan baterai litium hal tersebut dikarenakan baterai litium ion memiliki banyak kelebihan mulai dari kerapatan energi yang tinggi hingga perawatanya yang mudah. Baterai lithium ion yang dihubungkan secara seri memberikan masalah teknis berupa ketidak seimbangan tegangan yang terjadi pada battery pack. Pada penelitian ini dibuat sistem penyeimbangan tegangan sel baterai dengan menggunakan topologi flyback converter arsitektur pack to cell, dimana energi pada pack yang memiliki tegangan paling tinggi akan ditransfer ke sel untuk menyeimbangkan tegangan antar sel. Battery pack yang digunakan memiliki konfigurasi 3S 5P, pada BMS yang dirancang memiliki tiga fitur utama yaitu monitoring, balancing, dan proteksi. Hasil pengujian menunjukan performa BMS untuk monitoring nilai tegangan dan nilai arus memiliki akurasi sebesar 99,99% dan 91,7%. Pada fitur balancing lama waktu yang dibutuhkan untuk melakukan penyeimbangan tegangan baterai bergantung pada besarnya perbedaan tegangan antar baterai dan banyaknya baterai yang memiliki nilai tegangan yang berbeda. Pada fitur proteksi dapat melakukan kinerja yang baik saat mengatasi masalah overcharge. Kata kunci : Panel Surya, Photovoltaic, PLTS, BMS, Baterai Pack Li - ion
PERANCANGAN ALAT PENYIRAMAN TANAMAN OTOMATIS BERBASIS PID DENGAN MONITORING PID Alfan, Alfanur Fatkhiatur Rizqi; Kusmantoro, Adhi; Margono
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi: APRIL
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jeti.v1i1.573

Abstract

Abstrak— Abstrak Petani saat ini rata rata masih menggunakan alat manual sehingga memebutukan waktu yang lama, tentunya menguras waktu, tenaga secara asal-asalan sehingga memungkinkan terjadinya kelebihan porsi air yang tidak seharusnya diterima oleh tanah. Hal tersebt tidak efesian maka dari itu penulis merancang alat penyiraman tanaman ototmatis berbasis PID bangun kotrol PID menggunakan mikrokontroler node mcu dan sensor YL – 69 dengan nilai tuning Kp = 0,1 Ki = 0,0 Kd =1 mendapatakan Rise Tme (Tr) pada waktu 121 detik dengan fedback kelembapan dan mendapatkan nilai settingtime (Ts) terlaksana pada waktu 197 detik dengan output nilai peaktime 139 detik 80% mendapatkan overshoot nya mendapatkan 3,7% (Proposional Integral Derivative) dengan monitoring IoT (Internet of Things).Metode PID (Proposional Integral Derivative) mengatur waktu menyalanya pompa sesuai nilai PID yang didapat dari nilai eror, jika mendapatkan nilai 0 kembali membaca dari awal, Node MCU sebagai alat untuk memonitoring pada aplikasi blynk yang terhubung pada koneksi internet, setalah itu pompa on sesuai PID yang sudah disetpoint 80% nilai kelembapan. Hasil dari penelitian alat bangun kotrol PID menggunakan mikrokontroler node mcu dan sensor YL – 69 dengan nilai tuning Kp = 0,1 Ki = 0,0 Kd =1 mendapatakan Rise Tme (Tr) pada waktu 121 detik dengan fedback kelembapan dan mendapatkan nilai settingtime (Ts) terlaksana pada waktu 197 detik dengan output nilai peaktime 139 detik 80% mendapatkan overshoot nya mendapatkan 3,7%.
PERANCANGAN PERANGKAT KERAS PENGERING PAKAIAN Udin, Fachrudin; Kusmantoro, Adhi; Amirudin
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi: APRIL
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jeti.v1i1.578

Abstract

Seiring berjalannya waktu, teknologi terus berkembang. Indonesia mempunyai dua musim, musim panas dan musim hujan. Di musim panas, sumber energi terbesar untuk menjemur pakaian adalah sinar matahari. Saat musim hujan tiba, sebagian orang mempunyai permasalahan atau kendala yang sama dalam menjemur pakaian. Menjemur pakaian merupakan salah satu contoh rutinitas sehari-hari yang biasa dilakukan di rumah. Dulu dan sekarang, pakaian kebanyakan dijemur di luar ruangan dan di bawah sinar matahari langsung. Dari permasalahan pengeringan pakaian tersebut maka di rancanglah sebuah alat lemari pengering pakaian dengan mengimplementasikan sistem kontrol menggunakan pemanas yang dihasilkan melalui burner LPG. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dan studi Pustaka. Hasil penelitian ini menghasilkan respon output suhu dari suhu ruangan kisaran 30℃ kemudian naik sampai keadaan tunak dengan Waktu awal naik sebesar 32 detik serta setlingtime sebesar 362 detik dan suhu tunak sebesar 109-110℃.
STUDI ANALISA PENGGUNAAN BATERAI LI-ION DAN LI-PO PADA SISTEM IOT HIDROPONIK Rifal, Khalif Zusrifal; Kusmantoro, Adhi; harjanto, Imadudin
JETI (Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi) Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Elektro dan Teknologi Informasi: APRIL
Publisher : Program Studi Teknik Elektro Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jeti.v1i1.580

Abstract

Seiring berkembangnya teknologi modern, kebutuhan akan listrik menjadi kebutuhan yang semakin mendasar. Baterai merupakan perangkat yang sangat dibutuhkan bagi peralatan elektronik untuk menyimpan energi. Peran baterai sangat penting, salah satunya dalam penggunaan sistem IoT, terutama jika diaplikasikan di daerah yang memiliki keterbatasan energi listrik. Konsumsi daya listrik pada baterai dipengaruhi oleh desain dari sistem IoT tersebut. Pada penelitian ini penulis melakukan analisis ketahanan baterai pada sistem monitoring hidroponik dengan menggunakan dua jenis baterai yang berbeda: Baterai Lithium-polymer (Li-Po) dan Lithium-ion (Li-ion) dengan kapasitas masing-masing 12V 5000mAH. Pada pengujian ini baterai akan digunakan untuk menyuplai sistem pemantauan hidroponik berbasis Internet of Things (IoT). Dari penelitian tersebut diketahui nilai efisiensi baterai paling rendah yaitu baterai Li-Po dengan durasi pengiriman data 5 detik yaitu sebesar 8,9% dan nilai efisiensi baterai paling tinggi adalah baterai Li-Ion dengan durasi pengiriman data 15 menit yaitu sebesar 77%