Zaenal Abidin
Fakultus Psikologi Universitas Diponegoro Semarang, Indonesia

Published : 33 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN SIKAP TERHADAP HUBUNGAN SEKSUAL PRANIKAH PADA SISWA SMA NEGERI 8 PURWOREJO Devi Anggraeni; Zaenal Abidin; Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.705 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.5262

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konsep diri dengan sikap terhadap hubungan seksual pranikah. Sikap terhadap hubungan seksual pranikah yaitu penilaian dalam diri individu yang memberi kesimpulan terhadap stimulus atau obyek, yang merupakan hasil interaksi dari komponen sikap terhadap segala aktivitas dan bentuk perilaku seksual yang dilakukan di luar ikatan perkawinan. Konsep diri merupakan evaluasi terhadap diri sendiri, serta penilaian individu terhadap pandangan orang lain pada dirinya yang berkaitan dengan hasil belajar dari pengalaman.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 8 Purworejo berjumlah 200 orang, dengan karakteristik yaitu laki-laki dan perempuan yang berusia antara 15-18 tahun. Sampel pada penelitian ini berjumlah 90 orang, yang diperoleh melalui cluster random sampling. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah skala sikap terhadap hubungan seksual pranikah (38 aitem valid, α=0,919) dan skala konsep diri (42 aitem valid, α=0,923), yang telah diuji cobakan pada 90 siswa kelas XI SMA Negeri 8 Purworejo.Analisis regresi sederhana menunjukkan nilai koefisiensi korelasi sebesar -0,250 dan p=0,000 (p<0,05). Artinya terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara konsep diri dengan sikap terhadap hubungan seksual pranikah. Semakin tinggi konsep diri maka sikap semakin menolak terhadap hubungan seksual pranikah. Sumbangan efektif konsep diri terhadap sikap terhadap hubungan seksual pranikah sebesar 6,3%. Hal ini mengindikasikan bahwa ada faktor lain sebesar 93,7% yang juga ikut berperan mempengaruhi sikap terhadap hubungan seksual pranikah.
THE MEANING OF LIFE WAYANG WONG SRIWEDARI PLAYERS Gilang Rastu Gati; Zaenal Abidin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 3, Nomor 2, Tahun 2014 (April 2014)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.531 KB) | DOI: 10.14710/empati.2014.7511

Abstract

The meaning of life is something that is considered important, valuable, and desirable as well as provide special value to one's self. The meaning of life is also worthy life goals. This study aims to find a vision of the meaning of life from the players who are in the wayang wong Sriwedari in Surakarta.     This study used a qualitative method using a phenomenological approach. The number of subjects in the study were four people determined purposively.     The results obtained from this study is the background in the selection of the fourth subject wayang wong job as a player because it has the talent and have ancestors who are involved in the arts wayang wong. Reason subjects persist in work because they love their work, do not have any other skills, and the desire to work. They also have the same goal in the work is provide for his family. Fourth research subject grateful for what they have earned, and considers his life prosperous.     Physical changes to give effect to the subject in the work, other than that obtained in any role the show has been changed into buto figures and waistband.    Achievement of the meaning of life is obtained subject of happiness, work wholeheartedly, loving family, successful children, produce works of art, to support my wife and kids, and the third male subjects have in common is their role as a father. Their efforts in achieving the meaning of life is done through the value of work, and the value being the value appreciation.
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN PENYESUAIAN SOSIAL PADA MAHASISWA FAKULTAS HUKUM ANGKATAN 2012 UNIVERSITAS DIPONEGORO Ririn Handayani; Zaenal Abidin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 4 Tahun 2013 (Oktober 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.428 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7425

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan secara empiris hubungan antara efikasi diri dengan penyesuaian sosial  pada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. Populasi dalam penelitian ini adalah 90 mahasiswa tahun angkatan 2012 yang berasal dari Luar Pulau Jawa. Penentuan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan Skala Penyesuaian Sosial yang terdiri dari 27 aitem (α=0,893) dan Skala Efikasi Diri yang terdiri dari 30 aitem (α=0,910). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara efikasi diri dengan penyesuaian sosial yang ditunjukkan dengan angka korelasi rxy=0,560 dengan p=0,000 (p<0,05) sehingga hipotesis yang menyatakan ada hubungan positif antara efikasi diri dengan penyesuaian sosial pada mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro dapat diterima.. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara efikasi diri dengan penyesuaian sosial mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. Arah hubungan bersifat positif, artinya apabila mahasiswa memiliki efikasi yang tinggi maka mahasiswa tersebut memiliki penyesuaian sosial yang baik dan sebaliknya apabila mahasiswa memiliki efikasi diri yang rendah maka penyesuaian sosialnya buruk. Sumbangan efektif efikasi diri terhadap penyesuaian sosial sebesar 31,3%, sementara 68,7% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diungkap dalam penelitian ini.
MAKNA TAWURAN STUDI FENOMENOLOGIS PADA MAHASISWA UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR Nur Indah Sari; Zaenal Abidin; Achmad Mujab Masykur
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 2, Nomor 3, Tahun 2013 (Agustus 2013)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.053 KB) | DOI: 10.14710/empati.2013.7372

Abstract

Tawuran antarmahasiswa di Univeristas Hasanuddin berbeda dengan tawuran antarmahasiswa di perguruan tinggi lainnya. Perbedaannya meliputi tidak memperbolehkan penggunaan senjata tajam, tidak melibatkan perkelahian face to face dan hanya sebatas pelemparan batu.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami makna tawuran menurut mahasiswa yang terlibat. Metode penelitian kualitatif fenomenologi dipergunakan dalam penelitian ini mengingat fokus utama penelitian ini adalah makna dari pengalaman subjek. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, materi audio dan dokumentasi. Pengambilan subjek menggunakan teknik snowball sampling. Subjek diperoleh sebanyak empat orang mahasiswa dari angkatan 2006 hingga mahasiswa angkatan 2009.Hasil penelitian ini menunjukkan makna tawuran dari mahasiswa yang terlibat tawuran antarmahasiswa Universitas Hasanuddin antara lain: solidaritas, kepuasan diri, sebagai sebuah seni, ajang melepas penat, sarana mengasah kebersamaan, menambah teman, dan adanya pride feeling. Komponen personal yang dimiliki subjek meliputi prinsip, kekeluargaan, pembentukan kepribadian, ego pemuda, prasangka dan victim feeling. Komponen sosial yang muncul meliputi pola asuh, hubungan sosial, budaya siri’ na pacce’ dalam aspek tanggung jawab, keberanian dan kepemimpinan.
JARAK SEBAGAI UJIAN CINTA: EKSPLORASI PENGALAMAN ISTRI YANG MENJALANI COMMUTER MARRIAGE DENGAN INTERPRETATIVE PHENOMENOLOGICAL ANALYSIS Puspita Dewi Widhistyasari; Zaenal Abidin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 1, Tahun 2016 (Januari 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.348 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.14945

Abstract

Commuter marriage merupakan alternatif pola hidup pernikahan pada pasangan profesional yang tetap ingin menjaga kelangsungan hidup pernikahan dikarenakan perkembangan dunia pendidikan dan pekerjaan saat ini yang dipengaruhi oleh proses globalisasi. Subjek penelitian ini adalah tiga orang istri yang hidup berjauhan dari suami karena alasan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami pengalaman yang diperoleh individu ketika menjalani commuter marriage guna mengetahui pengaruh jarak terhadap kehadiran cinta dalam pernikahan. Sejalan dengan tujuan penelitian tersebut, maka pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) dipilih sebagai acuannya. Pendekatan IPA dipilih karena memiliki prosedur analisis data yang sistematis. Prosedur yang sistematis tersebut membuahkan kedalaman makna terhadap berbagai latar belakang, pengalaman, peristiwa unik, dan pemikiran subjek melalui wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa menjalani commuter marriage memunculkan berbagai macam pengalaman yang berkaitan dengan perjalanan kehidupan pernikahan seorang individu, mulai dari awal menjalani commuter marriage hingga komitmen untuk tetap bertahan menjalani pernikahan melalui berbagai upaya agar pernikahan yang dijalani tetap langgeng walau dengan konsekuensi hidup berjauhan tempat tinggal dari pasangan. Jarak yang memisahkan individu dengan pasangannya tidak mempengaruhi jalinan cinta yang hadir di dalam pernikahan. Rasa cinta tersebut tetap hadir di antara individu dengan pasangannya, tidak berkurang, bahkan semakin tinggi kedudukannya, dan tak lekang oleh jarak dan waktu. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan berguna bagi perkembangan keilmuan psikologi dalam bidang family and marriage.
SPIRITUALITAS PADA WARIA (Sebuah Pendekatan Kualitatif Fenomenologi) Noviana Falista Milandria; Zaenal Abidin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 2, Tahun 2016 (April 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.277 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15046

Abstract

Kaum waria tentunya memiliki pengalaman yang berbeda-beda mengenai kehidupan spiritualitas. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami spiritualitas yang terjadi pada individu waria. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yang dianggap cocok untuk penelitian jenis ini. Ketiga subjek bertempat tinggal di kota Semarang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yaitu dengan teknik IPA (Interpretative Phenomenologycal Analysis). Pengambilan data dilakukan dengan proses wawancara. Analisis data dilakukan dengan cara membuat serangkaian tema yang didalamnya terdapat pengalaman-pengalaman subjek yang berkaitan dengan kehidupan spiritualitas. IPA digunakan dalam penelitian ini karena teknik ini merupakan metode fenomenologi yang berfokus pada proses pemahaman akan pengalaman individu. Hasil dari penelitian menemukan bahwa pengetahuan dan dan pemahaman pada nilai-nilai keagamaan mengenai ajaran agama berpengaruh pada perwujudan spiriritualitas mereka dalam bentuk pelaksanaan ritual keagamaan, upaya untuk memperbaiki diri agar lebih dekat dengan Tuhan dan agamanya, serta berusaha untuk menjalin hubungan baik dengan lingkungan masyarakat. Adanya pengahayatan spiritualitas pada masing-masing subjek yang dapat dirasakan melalui kenyamanan saat memanjatkan doa, karena mereka merasakan adanya kedekatan dengan Tuhan. Ketiga subjek berusaha meminta ampunan atas segala dosa-dosanya serta bersyukur dan berserah diri kepada Tuhan atas takdir yang terjadi pada hidup mereka.
PERJALANAN CINTAKU : SEBUAH STUDI FENOMENOLOGIS TENTANG PENGALAMAN PENCARIAN JODOH PADA PRIA PENGGUNA APLIKASI TA’ARUF ONLINE INDONESIA Maulana Irfan; Zaenal Abidin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 8, Nomor 3, Tahun 2019 (Agustus 2019)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.683 KB) | DOI: 10.14710/empati.2019.26503

Abstract

Ta’aruf adalah proses berkenalan untuk megetahui calon suami atau istri yang ingin dinikahi dengan bantuan perantara orang lain dan sesuai dengan syariat Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman pria pengguna aplikasi Ta’arufOnline Indonesia (TOI) dalam pencarian jodoh mereka.Pendekatan yang digunakan untuk penelitian ini adalah kualitatif dengan metode fenomenologis dan menggunakan teknik analisis Deskripsi Fenomenologis Individual (DFI).Subjek yang digunakan dalam penelitian ini ada tiga orang pria pengguna aplikasi (TOI) yang dipilih menggunakan metode purposive.Metode pengumpulan data dengan menggunakan wawancara.Temuan dari penelitian ini adalah: Semua subjek pernah berpacaran. Proses hijrah membuat ketiga subjek memutuskan untuk berhenti pacaran dan beralih ke proses ta’aruf. Alasan subjek untuk memilih ta’aruf menggunakan aplikasi TOI adalah ; 1) Kesibukan kerja sehingga tidak punya waktu untuk ta’aruf, 2) dengan perantara ustadz atau tokoh agama, 3) rasa iseng untuk mencoba aplikasi TOI, 4) banyaknya pilihan akhwat atau wanita yang bisa diajak ta’aruf,5) niatan, dan  6) kesiapan untuk menikah. Pasca ta’aruf dengan aplikasi TOI, ditemukan subjek peneltian satu berhasil menikah, dan sisanya tidak melanjutkan proses ta’aruf
PRODUKTIF DI USIA LANJUT: STUDI FENOMENOLOGI PADA PEKERJA ADIYUSWA YANG PERNAH MENJALANI MOBILITAS Angela Jane; Zaenal Abidin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 9, Nomor 5, Tahun 2020 (Oktober 2020)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2020.29268

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana makna kerja pada adiyuswa yang pernah melakukan mobilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis, khusunya IPA (Interpretative Phenomenological Analysis). Teknik analisis IPA dipilih karena analisis yang dilakukan lebih mendalam dan data yang dihasilkan lebih kaya. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini berjumlah tiga orang, dua laki-laki dan satu perempuan (adiyuswa) yang berasal dari tiga kota yang berbeda yaitu Surabaya, Cilacap, dan Solo. Partisipan satu sudah pernah melakukan mobilitas selama 20 tahun, partisipan dua selama 45 tahun, sedangkan partisipan tiga selama 56 tahun. Hasil penelitian yang didapatkan ialah bahwa setelah melalui eksplorasi terhadap berbagai pekerjaan dan daerah pada akhirnya ketiga partisipan memaknai kerja menjadi tiga yaitu: (1) bekerja sebagai bentuk tanggung jawab; (2) upaya pengembangan peluang; dan (3) upaya pembuktian diri di masyarakat. Hal tersebut menunjukkan bahwa adiyuswa yang bekerja dan pernah berpindah-pindah daerah tempat tinggal masih berupaya untuk produktif dalam menjalani usia lanjut dan mematahkan pandangan bahwa adiyuswa menjadi beban bagi keluarga.
ADJUSTMENT OF MUALAF ADOLESCENCE Rizqa Andhini; Zaenal Abidin; Dinie Ratri Desiningrum
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 1, Nomor 1, Tahun 2012 (Oktober 2012)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.511 KB) | DOI: 10.14710/empati.2012.468

Abstract

Mualaf are individuals who converted to Islam. The threat of expulsion, termination of financial support, even the threat of termination of kinship is a potential conflict experienced mualaf. This problem has been very heavy when the perpetrators are adolescence because adolescence is an age-prone and unstable. Mualaf adolesence had to adjust to a new religion, and all the changes that accompany. The main objective of this study was to understand the adjustment experienced by mualaf adolescence.The method used is phenomenology. The sample consisted of three subjects who converted to Islam. Two of the subjects before Catholic and one another Hindu. The primary method of data collection is the depth interviews, while supporting the method used is the observation and recording of the interview.The results of this study found that adolescence who commit religious conversion as a strong belief in themselves, are not experiencing difficulty in aligning individual needs with present conflicts related his conversion. Dominant issues that arise in the adolescence self converts is a family matter. Parents and family rejection, feelings of guilt in parents and anxiety of the threat that comes from the parents is a problem that is present in adolescences who decide to convert religions.Adjustment made to the various changes and demands of the present is the way a normal adjustment, the adjustment through self-control, learning, substitution, planning and exploitation of personal abilities. As a defense mechanism that appears in the subject was withdrawn, regression and rationalization, but not dominant. Religiosity, peer support, and the presence of other significant social acceptance is a contributing factor that makes teens converts able to adjust well.
MAKNA SPIRITUALITAS PADA PENARI SINTREN DI PEKALONGAN A Zulfikar Ilyas; Zaenal Abidin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 4, Tahun 2016 (Oktober 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.581 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15437

Abstract

Tujuan dari penelitian Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) ini adalah mengungkap makna spiritualitas pada penari Sintren di Pekalongan. Prosedur tersebut dipilih peneliti agar dapat menggali makna spiritualitas lebih dalam pada subjek. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur. Penelitian ini melibatkan dua orang subjek yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan, yaitu seorang perempuan penari Sintren yang belum menikah, merupakan orang yang pernah menari Sintren, bersedia untuk menjadi subjek penelitian, dapat membaca, tinggal di daerah Kota atau Kabupaten Pekalongan. Peneliti menemukan subjek berdasarkan bantuan dari Ketua Sanggar Tari Sintren Kota Pekalongan. Proses penelitian ini memperhatikan kode etik psikologi untuk menjaga kerahasiaan data subjek. Dalam penelitian ini, ditemukan empat tema induk yaitu: kepercayaan subjek, kebermanfaatan, peran masyarakat, serta keputusan subjek. Selain empat tema induk, peneliti menemukan tema super-ordinat antara lain: kepercayaan subjek secara umum, kepercayaan subjek setelah menjadi penari, pemilihan kelengkapan penampilan, pelajaran yang dapat diambil dari tari Sintren, penerapan nilai sebagai penari, tujuan ditampilkan tari Sintren, dukungan sosial masyarakat, pentingnya melestarikan tari Sintren, keputusan bergabung dengan kelompok Sintren, arti penting Sintren bagi subjek, dan pengalaman subjek setelah menjadi penari. Dari penelitian ini diketahui bahwa dalam memaknai spiritualitas sebagai penari Sintren subjek mengalami perubahan dalam bentuk perilaku, baik perilaku yang berkaitan dengan orang lain, diri sendiri, maupun dengan lingkungan tempat subjek tinggal.