Zaenal Abidin
Fakultus Psikologi Universitas Diponegoro Semarang, Indonesia

Published : 33 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

“PORNOGRAFI PADA REMAJA PUTRI” STUDI FENOMENOLOGIS DESKRIPTIF TENTANG PENGALAMAN PSIKOLOGIS REMAJA PUTRI YANG TERPAPAR TAYANGAN PORNOGRAFI Jou Earness Tampubolon; Zaenal Abidin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 10, Nomor 3, Tahun 2021 (Juni 2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/empati.2021.31293

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi menimbulkan berbagai dampak positif dan negatif. Salah satu dampak negatif dari kemajuan perkembangan teknologi ialah kemudahan akses informasi pornografi. Secara garis besar, penelitian kualitatif mengenai tayangan pornografi pada remaja putri di Indonesia masih terbatas. Padahal, dengan melakukan berbagai riset mengenai pornografi, dapat dibentuk preferensi program guna menanggulangi keterpaparan tayangan pornografi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana pengalaman psikologis subjek dalam menonton tayangan pornografi, tahapan yang dilewati, dan proses pengambilan keputusan memasuki dunia pornografi. Subjek penelitian ini berjumlah tiga remaja putri dan didapatkan dengan menggunakan teknik purposif. Ketiga subjek berusia 20-21 tahun dan sudah terpapar tayangan pornografi lebih dari satu tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara semi-terstruktur. Penelitian ini dilakukan dengan studi fenomenologi dan dianalisis dengan menggunakan teknik eksplikasi data. Hasil penelitian mengungkap bahwa ketiga subjek pada saat sebelum hingga sesudah memasuki dunia pornografi dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal dipengaruhi oleh keinginan pribadi subjek memasuki dunia pornografi, sedangkan faktor eksternal dipengaruhi oleh keterbukaan dan dukungan yang didapat melalui kelompok sebaya. Dukungan sosial menjadi pengaruh terkuat yang kemudian mempengaruhi pengambilan keputusan ketiga subjek. 
RUWAT RAMBUT GEMBEL Eugenius Eko Yulianto; Zaenal Abidin
Jurnal EMPATI Jurnal Empati: Volume 5, Nomor 3, Tahun 2016 (Agustus 2016)
Publisher : Faculty of Psychology, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.491 KB) | DOI: 10.14710/empati.2016.15375

Abstract

Ruwat rambut gembel adalah tradisi yang dilakukan bagi anak yang memiliki rambut gembel yang dilakukan di daerah Dieng. Tradisi turun temurun ini dipercaya akan membawa keselamatan pada anak. Para orangtua yang memiliki anak berambut gimbal akan mengadakan ruwat rambut gembel atau mengikutsertakan anak mereka dalam ruwat rambut gembel secara masal. Tujuan dari penelitian ini adalah menggambarkan proses ruwatan rambut gembel dan tujuan dari ruwatan rambut gembel itu dilakukan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Model pengumpulan data adalah dengan melakukan wawancara dan observasi terhadap dua orang subjek dan tiga orang informan, serta menggunakan studi dokumentasi. Subjek adalah orangtua yang pernah melakukan ruwatan pada anak mereka, dan informan adalah orang yang berkaitan secara langsung dengan acara ruwatan yang dilakukan oleh subjek yaitu pencukur, sesepuh, dan ketua Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis). Peneliti mendapat subjek melalui key person, yaitu kenalan peneliti yang juga mengenal subjek. Peneliti menemukan beberapa tema besar, diantaranya kemunculan rambut gembel, budaya masyarakat, perilaku anak, hubungan orangtua-anak, melakukan ruwatan, religiusitas, dan setelah ruwatan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ruwat rambut gembel merupakan tata cara kebudayaan yang digunakan oleh masyarakat Dieng untuk mencukur rambut anak yang gembel (gimbal). Ruwatan ini bertujuan untuk menghilangkan sukerti (marabahaya) yang ada pada anak berambut gembel. Proses ruwatan dilakukan dengan pembacaan doa-doa seperti shalawat sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan.
Efektivitas Shalat Tahajud dalam Mengurangi Tingkat Stres Santri Sabiq M. Azam; Zaenal Abidin
JIP (Jurnal Intervensi Psikologi) Vol. 6 No. 2 (2014)
Publisher : Universitas Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/intervensipsikologi.vol6.iss2.art3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas shalat tahajud dalam menurunkan stres Santri Pondok Islam “Y” Bekasi Jawa Barat. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen pretest posttest control group design. Hipotesis penelitian ada 2, yang pertama ada penurunan tingkat stres individu setelah melakukan shalat tahajud dibandingkan dengan sebelum melakukan shalat tahajud, dan hipotesis kedua adalah tingkat stres santri yang melakukan shalat shalat tahajud lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak melakukan shalat tahajud. Sampel penelitian ini sebanyak 30 santri, yang terdiri atas 15 santri pada kelompok eksperimen dan 15 santri pada kelompok kontrol. Metode penggalian data dengan menggunakan satu skala psikologi yang terdiri atas 2 aspek yaitu biologis dan psikologis. Hasil uji validitas pada skala stres terdapat 44 aitem valid (α = 0,953), dan analisis data menggunakan paired t test dan independent sample test. Hasil prates dan pascates kelompok eksperimen didapatkan nilai t hitung sebesar 10,821 dengan p sebesar 0,000 (p<0,05), yang berarti ada penurunan tingkat stres individu setelah melakukan shalat tahajud dibandingkan dengan sebelum melakukan shalat tahajud. Hasil pengujian pascates antara kelompok eskperimen dan kelompok kontrol didapatkan t hitung sebesar -5,042 dengan p sebesar 0,000 (p<0,05). Hal ini berarti tingkat stres santri yang melakukan shalat shalat tahajud lebih rendah dibandingkan dengan yang tidak melakukan shalat tahajud. Jadi shalat tahajud terbukti sangat efektif dapat mengurangi tingkat stres santri di Pondok Islam “Y” Bekasi Jawa Barat.