Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

KONSEP PEMILIHAN VEGETASI LANSEKAP PADA TAMAN LINGKUNGAN DI BUNDERAN WARU SURABAYA Hendra Kurniawan; Rizki Alfian
BUANA SAINS Vol 10, No 2 (2010)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.843 KB) | DOI: 10.33366/bs.v10i2.210

Abstract

Circle of Waru represent green open space area with storey level of polutan dirt (PM 10) and Nitrogen oxide ( NOX) exceed standard due to high vehicle activity and quality trigger the existence of storey with level of polutan able to endanger health of human being. This research was conducted during 6 month. Location of the research is in Circle of Waru Surabaya, which located in Countryside Hamlet Mussel Singularity, District of Gayungan, Town of Surabaya and cowered area 35.000 m2, mean air temperature 28-34ºC and Laboratory/Studio Architecture Map University of Tribhuwana Tunggadewi. The result of this research, can be concluded that Town of Surabaya with storey level of actifity high vehicle that is: 4.164/hour, caused the condition of air of NOx and dirt have exceeded standard boundary lower quality, it is mean that area condition is impure to overcome problems of environment planning of settlement area is needed for Require To Be Green Open Space by selected of functional crop type and settlement of crop with high rise system, that is using birch crop, ground cover and clump
KAJIAN EVALUASI PERILAKU WISATAWAN PADA PERMUKIMAN KAMPUNG BIRU AREMA (KBA) DENGAN PENDEKATAN LANSKAP BERKELANJUTAN UNTUK KESEHATAN LINGKUNGAN Irawan Setyabudi; Desi Kurnia; Rizki Alfian; Wahidyanti Rahayu Hastutiningtyas
BUANA SAINS Vol 20, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/bs.v20i1.1932

Abstract

Riverbank settlements tend to have slum environments found in urban areas. Many factors such as land use change, increasing demand, population growth urges the use of urban space as residential land. Currently in the city of Malang; as a research location; has many settlements on the banks of the river, such as along the Brantas river, namely in Betek, around Tarekot (city recreation park) and Jodipan. Many efforts from the government to change the values and perceptions of the community to have a positive connotation, with thematic village programs. This relationship is reciprocity and formed the concept of tourist villages, such as the Kampung Warna Warni and the Kampung Biru Arema (KBA). This village has an identity which has the blue nuance as an icon of the Arema football club. This village successfully built the economy of the local population but also left a negative footprint on the environment. For example, visitor behavior that does not dispose of trash in its place or a mismatch of planning applications to visitor behavior. Its influence certainly has an impact on the environmental health of the KBA community itself. This study aims to determine the pattern of visitor behavior towards KBA locations and environmental conservation efforts. The study was conducted qualitatively with the behavior mapping method and time budget, and associated with the concept of sustainable landscapes for environmental health. The results of this study are recommendations for the use of environmentally responsive open space in accordance with the behavior of visitors to tourist attractions.
PERTANIAN PERKOTAAN ORGANIK DI KECAMATAN CEMORO KANDANG, KOTA MALANG, JAWA TIMUR Rizki Alfian; Hariadi Darmawan; Balqis Nailufar
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2018 "Inovasi IPTEKS untuk mendukung Pembangunan Berkelanjutan"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1231.019 KB)

Abstract

Pada negara berkembang kegiatan urban farming memiliki tujuan utama memenuhi kebutuhan pangan sehingga pengeluaran biaya untuk pangan berkurang, dan hasil penjualan produk yang berlebih dapat meningkatkan pendapatan. Namun minimnya lahan perkotaan menimbulkan konsekuensi terhadap optimalisasi pemanfaatan lahan tidur perkotaan sebagai lahan produksi pertanian yang berkelanjutan. Konsepsi dasar tersebut juga ditemukan implementasinya di kota Malang, tepatnya di Kelurahan Cemorokandang, Kecamatan Kedungkandang, terdapat “Kelompok Tani Cemara Organik” yang memanfaatkan lahan tidur sebagai kegiatan pertanian perkotaan dengan fokus pada budidaya tanaman pangan berupa hortikultura sayur. Program PKM Pertanian Perkotaan Organik di Kelurahan Cemorokandang ini dilakukan dengan metode PLA (Participatory Learning Action) dan Market Joined. Pada metode PLA tersebut, dilakukan pendampingan produksi mitra pertama oleh tim PKM Urban Farming Organik di Kelurahan Cemorokandang dalam penerapan teknologi vertikultur dalam pertanian organik perkotaan guana optimalisasi lahan produksi dengan melibatkan mitra kedua sebagai produsen pupuk organik. Pada metode Market Joined, dilakukan dengan metode FGD (Focussed Group Discussion) untuk menetapkan sistem kemitraan pasar dan serta melakukan review dan penetrasi pasar dari sistem yang dipilih tersebut. Dari evaluasi dan analisis program kemitraan masyarakat yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) masyarakat sangat mendukung dan antusias untuk maju dan mengembangkan teknologi vertikultur, 2) berdasarkan hasil respondensi, masyarakat merasa mudah dengan teknik vertikultur, 3) Program PKM dapat meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan dalam pemanfaatan lahan pekarangan sempit sehingga menjadi lebih produktif. 4) teknologi vertikultur memberikan hasil produksi yang lebih baik secara kuantitas dan kualitas dalam pemanfaatan lahan sempit kawasan pemukiman.
Penataan Ruang Terbuka pada Taman Edukasi SMK NU Sunan Ampel, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang Irawan Setyabudi; Rizki Alfian; Debora Budiyono; Hesti Triana Soelistyari; Wahidyanti Rahayu Hastutiningtyas; Lorenzo Agustino Soget
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 5, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.757 KB) | DOI: 10.33366/japi.v5i2.2128

Abstract

Ruang terbuka hijau akan memiliki nilai jika difungsikan, tidak hanya berupa hamparan ruang terbuka tetapi memiliki kombinasi antara hardscape dan softscape. Bisa juga wujudnya dari lahan sisa pada suatu lingkungan binaan. Pada kasus ini, SMK NU Sunan Ampel memiliki ruang terbuka yang cukup luas yaitu sekitar 2400m2. Sebelumnya, sekolah ini memiliki kerja sama yang cukup kuat dengan prodi Arsitektur Lanskap UNITRI yaitu pembinaan untuk lomba LKS yang mana telah berhasil mengantarkan sebagai juara nasional, selain itu juga sebagai lokasi PKL. Sebagai mitra, SMK NU membutuhkan ide rancangan ruang terbuka untuk taman edukasi yang berada di tengah sekolah. Kebutuhannya adalah taman untuk mengakomodasi untuk pentas/pertunjukan seni, olahraga, lahan parkir dan pujasera. Tujuan program pengabdian masyarakat mandiri adalah sebagai upaya realisasi ide rancangan untuk ruang terbuka, memperkenalkan jenis tanaman dan meningkatkan daya tarik bagi siswa SMK ataupun tamu. Metode yang dipakai adalah metode perancangan dengan praktek langsung di lapangan. Hasil pelaksanaannya adalah SMK NU memiliki taman yang estetik dan fungsional dalam menunjang kegiatan belajar mengajar, berupa konsep dan gambar rancangan tiga dimensi taman.
Desain Taman Olahraga pada Kawasan Stadion Kejapanan di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur Debora Budiyono; Rizki Alfian; Irawan Setyabudi; Hendra Kurniawan; Wahidyanti Rahayu Hastutiningtyas; Hendrikus Ngaga
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (992.947 KB) | DOI: 10.33366/japi.v6i1.2503

Abstract

Ruang terbuka hijau (RTH) merupakan salah satu isu yang sangat penting pada masa sebelum dan sesudah pandemi Covid-19. Kebutuhan sebuah RTH sangat    dibutuhkan baik pada skala kota atau desa untuk manusia dan makhluk lainnya. Legalitas Indonesia menetapkan pentingnya penerapan standar ruang pada suatu kawasan yang terdiri dari ruang terbangun dan tidak terbangun dimana setiap negara memiliki standar yang berbeda namun dengan tujuan yang sama untuk keberlanjutan lingkungan. Standar komposisi ruang terbangun 70% dan ruang tidak terbangun 30% dari luas kawasan atau wilayah. Salah satu bentuk RTH yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat adalah taman olahraga. Taman merupakan sebuah bentuk ruang terbuka hijau yang memiliki fungsi fisik, ekologis, arsitektural, dan estetika. Taman olahraga merupakan minat baru masyarakat dalam menjaga kesehatan tubuh dan pikiran manusia. Saat ini Desa Kejapanan yang terletak di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan yang sebagai    mitra merupakan salah satu desa yang membutuhkan sebuah keberadaan taman olahraga. Desa Kejapanan memiliki potensi lahan kosong seluas 11.644m2 yang dapat difungsikan sebagai taman olahraga. Permasalahan utama pihak mitra tidak memiliki sumberdaya manusia yang kompeten dibidang penataan sebuah taman olahraga yang fungsional dan estetika. Tujuan program kegiatan masyarakat (PKM) adalah mendesain taman olahraga pada kawasan stadion Kejapanan di Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Hasil pelaksanaan dari kemitraan ini masyarakat dapat memiliki taman olahraga yang berfungsi sebagai tempat olahraga, ruang terbuka hijau, dan bernilai estetika bagi masyarakat Desa Kejapanan. Konsep desain taman olahraga yang telah dibuat memiliki standar protokol kesehatan sehingga dapat mencegah penyebaran virus Corona-19.
Pertanian Perkotaan Organik di Kecamatan Cemoro Kandang, Kota Malang, Jawa Timur Rizki Alfian; Hariadi Darmawan; Balqis Nailufar
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.021 KB) | DOI: 10.33366/japi.v3i2.1053

Abstract

Pada negara berkembang kegiatan urban farming memiliki tujuan utama memenuhi kebutuhan pangan sehingga pengeluaran biaya untuk pangan berkurang, dan hasil penjualan produk yang berlebih dapat meningkatkan pendapatan. Konsepsi dasar tersebut juga ditemukan implementasinya di kota Malang, tepatnya di Kelurahan Cemorokandang, terdapat “Kelompok Tani Cemara Organik” yang memanfaatkan lahan tidur sebagai kegiatan pertanian perkotaan dengan fokus pada budidaya tanaman pangan berupa hortikultura. Program PKM Pertanian Perkotaan Organik di Kelurahan Cemorokandang ini dilakukan dengan metode PLA (Participatory Learning Action) dan Market Joined. Pada metode PLA tersebut, dilakukan pendampingan produksi mitra pertama oleh tim PKM Urban Farming Organik di Kelurahan Cemorokandang dalam penerapan teknologi vertikultur dalam pertanian organik perkotaan guana optimalisasi lahan produksi dengan melibatkan mitra kedua sebagai produsen pupuk organik. Dari evaluasi dan analisis program kemitraan masyarakat yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan sebagai berikut : 1) masyarakat sangat mendukung dan antusias untuk maju dan mengembangkan teknologi vertikultur, 2) berdasarkan hasil respondensi, masyarakat merasa mudah dengan teknik vertikultur, 3) Program PKM dapat meningkatkan wawasan, pengetahuan dan ketrampilan dalam pemanfaatan lahan pekarangan sempit sehingga menjadi lebih produktif. 4) teknologi vertikultur memberikan hasil produksi yang lebih baik secara kuantitas dan kualitas dalam pemanfaatan lahan sempit kawasan pemukiman.
Penataan Taman Mini Market sebagai Fasilitas Desa Wista di Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang Debora Budiyono; Rizki Alfian; Irawan Setyabudi; Hendra Kurniawan
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1846.388 KB) | DOI: 10.33366/japi.v5i1.1810

Abstract

Taman merupakan sebuah bentuk ruang terbuka hijau yang memiliki fungsi fisik, ekologis, arsitektural, dan estetika. Berdasarkan fungsi tersebut taman menjadi suatu kebutuhan manusia untuk menghadirkan taman berada di lingkungan tempat tinggal. Saat ini keberadaan taman juga dapat menunjang pengembangan sektor pariwisata di Indonesia. Salah satu tren pengembangan bentuk wisata di Indonesia yaitu desa wisata. Desa wisata merupakan program pemerintah untuk memperdayakan potensi desa dalam meningkatkan ekonomi masyarakat desa. Namun permasalahannya banyak lingkungan desa yang belum tertata dengan baik sehingga objek dan atraksi serta fasilitas desa wisata kurang menarik. Permasalahan ini juga yang sedang dihadapi oleh desa wisata di Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Tujuan program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah memperkenalkan pemanfaatan lahan kosong sebagai taman, memperkenalkan jenis-jenis tanaman, manfaat dari taman, dan meningkatkan daya tarik wisata desa. Metode yang digunakan adalah praktek langsung dilapangan dengan melakukan pelaksanaan hard material dan soft material pada Taman Mini Market. Hasil pelaksanaan dari kemitraan ini masyarakat dapat memiliki taman mini market yang indah dan fungsional dalam menunjang fasilitas objek dan atraksi desa wisata di Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil pembuatan taman minimarket yang telah dilakukan, masyarakat Desa Mulyorejo antusias, bersedia, dan berharap para dosen akan bekerja sama lebih lanjut dalam penataan desa wisata.
STUDI PERSEPSI PENGUNJUNG TERHADAP PENGELOLAAN HUTAN DI KOTA MALABAR MALANG Soleman Wadda Leba; Rizki Alfian; Hendra Kurniawan
Jurnal Lingkungan dan Kota VOLUME 2, NUMBER 1, MEI 2022
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.484 KB) | DOI: 10.25105/bhuwana.v2i1.14457

Abstract

Urban forest is one type of public green open space. Malabar City Fores is a protected area in Malang City. The purpose of the study was to identify visitors percepations of the management of the Malabar City Fores and to develop recommendations for ther management. The research methode used a questionnaire and observation. The area of the Malabar City Forest is 16,718 m2 and the number of trees is 1154, the forest has 79 species of trees and 22 species of birds. Visitors perceptions of the management of the Malabar City Forest based on the comfort aspec were 85.56% categoeized as very good, cleanliness 82.22% in good category. The recommendation for the management of the Malabar City Forest on the aspect of comfort is to provide education to the public about the importance of maintaining Green Open space. Recommendations for the management of the Malabar City Forest on the aspect of cleanliness int the redesign of the condition of the waste disposal system. While the recommenations for forest management in Malabar City on the aspect of facilities are revamping and improving the condition of the toilets so that they can comply with the standards of public toilets in Indonesia.
EVALUASI ESTETIKA LANSKAP PADA PANTAI KONDANG MERAK, DESA SUMBER BENING, KABUPATEN MALANG Rizki Alfian; Hesti Triana; Riski Riski
BUANA SAINS Vol 22, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/bs.v22i3.4023

Abstract

Malang has many tourist attractions, such as beach tourism including Tiga Warna Beach, Batu Bengkung Beach, Goa China Beach, Banyu Anjlok Beach, Sendang Biru Beach, and Balekambang Beach (Kondang Merak Beach). The potential of existing resources and aesthetics has the effort to evaluate the landscape based on the aesthetic value of Kondang Merak Beach. This study aims to determine and assess the visual quality of the Kondang Merak Beach landscape based on the estimation of beauty value through scenic beauty estimation and recommendations for the design model of the Kondang Merak Beach tourism landscape arrangement. The estimated value of the beautiful landscape using a scale of values between 1-10. The classification of values is divided into three categories of beauty value (high, medium, and low categories. The analysis carried out by SBE value is high with a value of 50-86. Medium SBE with a value between 30-49 and low SBE with a value of 0-29. For the high-value category recommended building a gazebo along the coast. For the medium-value recommended to build a guard tower, and for the low-value recommended to make a homestay on vacant land that has not been developed/utilized.
TIPOLOGI DAN MORFOLOGI RUMAH TRADISIONAL MASYARAKAT SAMIN BOJONEGORO Irawan Setyabudi; Rizki Alfian; Dian Kartika Santoso
Jurnal Ilmiah Arsitektur Vol 12 No 2 (2022): Desember
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/jiars.v12i2.3030

Abstract

Komunitas masyarakat Samin adalah salah satu kelompok kultural di nusantara yang masih mempertahankan sisi tradisional dan memiliki nilai-nilai kesetempatan yaitu Saminisme. Budaya masyarakat Samin di Dusun Jepang, tidak bersifat antoposentris dan sangat dipengaruhi oleh gubahan arsitektural maupun lanskap tradisionalnya. Pola pemukiman menyesuaikan topografi dan ketersediaan sumber daya alam wilayah setempat. Permasalahannya adalah rumah tradisional terdiri atas beberapa tipe dan telah mengalami perubahan bentuk, sehingga perlu pendokumentasian untuk mengetahui seberapa jauh tingkat perubahan ruangnya. Hal ini sebagai salah satu wujud pelestarian arsitektur. Tujuan penelitian ini adalah membuat hasil klasifikasi tipe rumah komunitas samin berikut sisi perubahan ruangnya dengan mengambil acuan dari beberapa penelitian sebelumnya. Metode analisis dilakukan dengan analisis deskriptif-kualitatif dengan pendekatan etnografi. Metode ini memungkinkan peneliti membuat kesimpulan yang detail terhadap tipologi rumah tradisional. Kesimpulan penelitian ini Terdapat tiga tipologi rumah Samin Bojonegoro. Penyebab perbedaan tipologi adalah kebutuhan akan rasa nyaman, faktor lingkungan dan mata pencaharian