Claim Missing Document
Check
Articles

Desain Taman Olahraga pada Kawasan Stadion Kejapanan di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur Debora Budiyono; Rizki Alfian; Irawan Setyabudi; Hendra Kurniawan; Wahidyanti Rahayu Hastutiningtyas; Hendrikus Ngaga
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (992.947 KB) | DOI: 10.33366/japi.v6i1.2503

Abstract

Ruang terbuka hijau (RTH) merupakan salah satu isu yang sangat penting pada masa sebelum dan sesudah pandemi Covid-19. Kebutuhan sebuah RTH sangat    dibutuhkan baik pada skala kota atau desa untuk manusia dan makhluk lainnya. Legalitas Indonesia menetapkan pentingnya penerapan standar ruang pada suatu kawasan yang terdiri dari ruang terbangun dan tidak terbangun dimana setiap negara memiliki standar yang berbeda namun dengan tujuan yang sama untuk keberlanjutan lingkungan. Standar komposisi ruang terbangun 70% dan ruang tidak terbangun 30% dari luas kawasan atau wilayah. Salah satu bentuk RTH yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat adalah taman olahraga. Taman merupakan sebuah bentuk ruang terbuka hijau yang memiliki fungsi fisik, ekologis, arsitektural, dan estetika. Taman olahraga merupakan minat baru masyarakat dalam menjaga kesehatan tubuh dan pikiran manusia. Saat ini Desa Kejapanan yang terletak di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan yang sebagai    mitra merupakan salah satu desa yang membutuhkan sebuah keberadaan taman olahraga. Desa Kejapanan memiliki potensi lahan kosong seluas 11.644m2 yang dapat difungsikan sebagai taman olahraga. Permasalahan utama pihak mitra tidak memiliki sumberdaya manusia yang kompeten dibidang penataan sebuah taman olahraga yang fungsional dan estetika. Tujuan program kegiatan masyarakat (PKM) adalah mendesain taman olahraga pada kawasan stadion Kejapanan di Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Hasil pelaksanaan dari kemitraan ini masyarakat dapat memiliki taman olahraga yang berfungsi sebagai tempat olahraga, ruang terbuka hijau, dan bernilai estetika bagi masyarakat Desa Kejapanan. Konsep desain taman olahraga yang telah dibuat memiliki standar protokol kesehatan sehingga dapat mencegah penyebaran virus Corona-19.
Penataan Taman Mini Market sebagai Fasilitas Desa Wista di Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang Debora Budiyono; Rizki Alfian; Irawan Setyabudi; Hendra Kurniawan
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1846.388 KB) | DOI: 10.33366/japi.v5i1.1810

Abstract

Taman merupakan sebuah bentuk ruang terbuka hijau yang memiliki fungsi fisik, ekologis, arsitektural, dan estetika. Berdasarkan fungsi tersebut taman menjadi suatu kebutuhan manusia untuk menghadirkan taman berada di lingkungan tempat tinggal. Saat ini keberadaan taman juga dapat menunjang pengembangan sektor pariwisata di Indonesia. Salah satu tren pengembangan bentuk wisata di Indonesia yaitu desa wisata. Desa wisata merupakan program pemerintah untuk memperdayakan potensi desa dalam meningkatkan ekonomi masyarakat desa. Namun permasalahannya banyak lingkungan desa yang belum tertata dengan baik sehingga objek dan atraksi serta fasilitas desa wisata kurang menarik. Permasalahan ini juga yang sedang dihadapi oleh desa wisata di Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Tujuan program kemitraan masyarakat (PKM) ini adalah memperkenalkan pemanfaatan lahan kosong sebagai taman, memperkenalkan jenis-jenis tanaman, manfaat dari taman, dan meningkatkan daya tarik wisata desa. Metode yang digunakan adalah praktek langsung dilapangan dengan melakukan pelaksanaan hard material dan soft material pada Taman Mini Market. Hasil pelaksanaan dari kemitraan ini masyarakat dapat memiliki taman mini market yang indah dan fungsional dalam menunjang fasilitas objek dan atraksi desa wisata di Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang. Berdasarkan hasil pembuatan taman minimarket yang telah dilakukan, masyarakat Desa Mulyorejo antusias, bersedia, dan berharap para dosen akan bekerja sama lebih lanjut dalam penataan desa wisata.
Pelatihan Pemanfaatan Tanaman Rimpang di Tengah Pandemi Covid-19 Guna Meningkatkan Imunitas Tubuh Astri Sumiati; Debora Budiyono; Abd. Rohman; Rona Sari Mahaji Putri
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.895 KB) | DOI: 10.33366/japi.v6i2.3093

Abstract

Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan imunitas tubuh ialah dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang dapat mencegah infeksi serta meningkatkan daya tahan atau imunitas tubuh seperti dengan mengkonsumsi tanaman rimpang (Jahe, Kunyit, Kencur, dan Lengkuas). Tanaman rimpang seringkali dikenal dengan istilah TOGA (Tanaman obat keluarga). TOGA adalah istilah yang digunakan untuk tanaman budidaya atau peliharaan yang bersifat alami serta mudah ditanam pada sekitar pekarangan rumah dan mudah didapatkan dimana saja. Penanaman tanaman TOGA dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan di sekitar rumah ataupun pada media pot dan polybag. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat dari menanam tanaman rimpang sebagai tanaman obat keluarga (TOGA). Kegiatan yang dilakukanyaitu pemberian edukasi serta pelatihan penanaman tanaman rimpang yang bisa ditanam di sekitar pekarangan rumah. Pemahaman peserta mengenai budidaya dan pemanfaatan tanaman rimpang sebagai obat alami atau herbal meningkat 18% setelah mgikuti pelatihan dan sosialisasi yang dilakukan.
ANALISIS KESESUAIAN LANSKAP FULAN FENAN SEBAGAI OBJEK WISATA SEJARAH YANG BERKELANJUTAN Debora Budiyono; Hendra Kurniawan; Astri Sumiati; Yohanes Delvianus Assa
BUANA SAINS Vol 22, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/bs.v22i2.3771

Abstract

The Fulan Fehan area located in Dirun Village, Lamaknen District, Belu Regency, East Nusa Tenggara Province. The Fulan Feran area has beautiful natural potential expanses of meadows, cactus plants, and livestock grazing areas. While cultural values such as several makes forts inherited from the Portuguese and menhirs or offering tables, stone graves. The existence of Fulan Fehan area has the potential as a tourist attraction. Fulan Fehan area is one of the historical tourist destinations however, it develops without considering land suitability. The aimed of this study was to analyze the land suitability of the Fulan Fehan landscape as a sustainable historical tourism object. The method used is field observation and Focus Group Discussion (FGD) with the Dirun Village community. Data analysis was carried out spatially through a Geographic Information System (GIS), namely physical, history, objects and attractions, and visual landscapes. The results showed that the suitability of the landscape of the historical tourist area of Fulan Fehan is very suitable (SS) has an area of 149.62 ha (78.78%), quite suitables (CS) has an area of 25.99 ha (13.69%), and less suitable (KS) which has an area of 14.31 ha (7.53%). Suitability analysis of tourism and FGDs showed that Fulan Fehan has potential to develop sustainable historical tourism.
Penataan Taman Dan Fasilitas Sekolah Tk Islam Al-Ma’Un Sebagai Upaya Meningkatkan Minat Bermain Dan Belajar Anak, Di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang Debora Budiyono; Hendra Kurniawan; Astri Sumiati
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 7, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v7i3.4506

Abstract

Keberadaan taman dan fasilitas sekolah seperti taman bermain, perpustakaan, dan ruang serupa sangat dibutuhkan karena dapat dimanfaatkan sebagai ajang bermain dan belajar, oleh karena itu perlu penataan yang dapat berfungsi sebagai eco-edukasi untuk meningkatkan minat bermain dan belajar siswa. Program penataan taman dan fasilitas sekolah Taman Kanak-kanan (TK) sebagai sarana proses pengenalan dan belajar siswa mengenai lingkungan juga belum menjadi perhatian untuk ditangani dengan baik. Salah satu TK yang memiliki permasalah penataan taman dan fasilitas sekolah yaitu TK Islam Al-Ma’un. Permasalahan utama pihak mitra yaitu tidak memiliki sumberdaya manusia yang kompeten dibidang penataan taman dan fasilitas sekolah yang fungsional dan estetika. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat di Sekolah Tk Islam Al-Ma’Un sebagai upaya meningkatkan minat bermain dan belajar anak, di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Metode pendekatan yaitu participation learning action (PLA) dan Focussed Group Discussion (FGD) yang digunakan dalam pelatihan dan pendampingan meningkatkan kapasitas mitra dalam pengelolaan taman dan fasilitas sekolah TK Islam Al-Ma’Un. Berdasarkan hasil pengabdian yang dilakukan menghasilkan karya taman dan fasilitas sekolah yang memadai dan estetika serta minat belajar dan bermain anak-anak sekolah Tk Islam Al-Ma’Un mengalami peningkatan.
Desain Lanskap Koridor Jalan Raya Desa Wonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur Sitawati Sitawati; Euis Elih Nurlaelih; Agus Suryanto; Nurul Aini; Dewi Ratih Rizki Damaiyanti; Debora Budiyono
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 7, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v7i3.4505

Abstract

Lanskap pedesaan yang memiliki potensi sebagai desa wisata adalah Desa Wonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. KPSP Setia Kawan yang berada di Dusun Nongkojojor, Desa Wonosari merupakan koperasi dibidang peternakan sapi perah yang ingin mengembangkan wisata desa berbasis pertanian dan peternakan. Namun pihak KPSP Setia Kawan menyadari bahwa pengembangan wisata disertai dengan penataan lanskap desa yang indah dan fungsional. Salah satu elemen desa yang perlu diperbaiki adalah koridor jalan raya Desa Wonosari. Berdasarkan kebutuhan tersebut dibutuhkan sebuah konsep desain lanskap yang estetika dan fungsional pada koridor jalan raya Desa Wonosari. Tujuan kegiatan pengabdian adalah mendesain lanskap koridor jalan raya Desa Wonosari yang estetika dan fungsional. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian adalah  Metode yang digunakan adalah metode Focussed Group Discussion (FGD). Berdasarkan hasil pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim pengabdi terhadap mitra Desa Wonosari memberikan manfaat yang besar dalam pengembangan desa wisata. Konsep yang diusulkan pada kawasan lanskap koridor jalan raya Desa Wonosari yaitu desain yang estetika dan fungsional dengan mempertimbangkan penggunaan elemen hard material dan soft material lokal sehingga dapat menekan biaya pemeliharaan.  
EVALUASI VISUAL TAMAN MERBABU FAMILY PARK DI KOTA MALANG Debora Budiyono; Hendra Kurniawan; Astri Sumiati; Selly Irma Rahma Firdaus
BUANA SAINS Vol 22, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/bs.v22i3.4507

Abstract

This study aimed to produce a recommendation to the public and the government related to efforts to deal with the problem of the visual aesthetic quality of the landscape, especially in the garden landscape. The garden landscape is necessary to evaluate visual quality using assessment methods, namely Scenic Beauty Estimation (SBE). The methods produce low, medium, and high visual aesthetic quality categories where the relationship between them supports or does not support each other. The result showed dominant results are mutually supportive or appropriate on high-value playground areas and low-value soccer fields. The Welcome Area, Rest Area, and Infiltration Area have result that does not support each other with different quality values for each photo. Recommendations in this area are adjusted to the results of the assessment based on each method in the form of design concept recommendations that lead to the SBE method. 
Evaluasi Lanskap Agrowisata Desa Colol di Kabupaten Manggarai Timur Meta Jitro Gege; Irawan Setyabudi; Debora Budiyono
Jurnal Lanskap Indonesia Vol. 15 No. 1 (2023): Jurnal Lanskap Indonesia
Publisher : http://arl.faperta.ipb.ac.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jli.v15i1.40744

Abstract

The development of agricultural tourism villages has a positive impact on the agricultural sector and its people. Colol Village was designated by the Regional Government of East Manggarai Regency as an Agrotourism Village because it has good potential in coffee cultivation. This study evaluated tourism activities in Colol Village Agrotourism and problems from various aspects such as biophysical, socio-cultural, ecological, and tourism potential aspects. These problems must be considered to meet the standards or criteria for agrotourism landscape of Colol Village in Indonesia. In general, the problems formulation in this study includes the evaluation of the CololVillage Agrotourism landscape according to the criteria as a tourist place, and respondents’ opinions about Colol Village Agrotourism. The method used the KPI assessment. KPI evaluation includes physical and biophysical aspects, socio-cultural aspects, agrotourism potential, and ecology. The results show that the ecological aspects of the Colol Village Agrotourism area based on an assessment of KPI 50, topographic indicators, soil types, and indicators or hydrological systems with a value of 2 or good. The biophysical aspect in the Colol Village Agrotourism area is based on a KPI assessment of 66.6. Indicators of trees with optimal or maximum size with a score of 3, land productivity with a score of 2, climate with rainfall with a minimum temperature of 65% is very good with a score of 3. Socio-cultural aspects of the community based on KPI assessment with a score of 62.5. Based on indicators of community participation in planning, organizing, and spontaneous movement with a score of 3. The aspect of object and attraction indicator assessment with a score of 81.25 is very good
Analisis Kesesuaian Lahan Lanskap Wisata Pantai Lenggoksono Berbasis Sistem Informasi Geografi Desa Purwodadi, Kabupaten Malang Debora Budiyono; Hendra Kurniawan; Astri Sumiati; Hendrikus Ngaga
Jurnal Lanskap Indonesia Vol. 15 No. 2 (2023): Jurnal Lanskap Indonesia
Publisher : http://arl.faperta.ipb.ac.id/

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jli.v15i2.42500

Abstract

Purwodadi Village is located in Malang Regency, East Java which has the potential of a very beautiful coastal landscape as a tourist attraction. One of the advantages of Purwodadi Village is that there is a Lenggoksono beach which has natural and cultural potential as a tourist attraction. However, currently the development of the Lenggoksono beach tourism area has not been accompanied by an analysis of land suitability as a tourist attraction. The purpose of the research is to analyze the sustainable land suitability of the Lenggoksono coastal tourism landscape in Purwodadi Village, Malang Regency. The method used is field observation and interviews with the Malang district government. Data analysis is the physical aspect consisting of topographic analysis, beach width, beach type, water base material, beach depth, water brightness, coastal slope, current speed, dangerous biota, fresh water availability, and vegetation. Data analysis was carried out spatially with a land cover approach through a Geographic Information System (GIS). The results showed that the land suitability of the Lenggokson beach tourism area was classified as potential with an area of ​​10.6 ha (52.8%) and quite potential with an area of ​​9.5 ha (47.2%) of the total area of ​​21.1 ha. This shows that the Lenggoksono beach area has the potential to be developed as a sustainable beach tourism landscape by considering the carrying capacity of the area.
ANALISIS POTENSI LANSKAP CANDI PENINGGALAN KERAJAAN SINGOSARI DI KABUPATEN MALANG SEBAGAI OBJEK WISATA SEJARAH Debora Budiyono; Hendra Kurniawan; Astri Sumiati; Muh. Candra Kusumah
BUANA SAINS Vol 23, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/bs.v23i1.5027

Abstract

Malang Regency is an area that has many historical relics. One of the relics whose existence is preserved and can be visited is the temple landscape of the heritage of the Singosari kingdom which has the character and identity of the characteristics of the heritage of the Singosari kingdom. The Singosari Kingdom has several temples including Singosari Temple, Kidal Temple, Jago Temple, and Sumberawan Temple which are Hindu Buddhist temples based on the function, shape, and reliefs that exist in these temples. The purpose of this study is to analyze the potential of the temple landscape from the Singosari kingdom in the hope that it can be developed as a historical tourist attraction in Malang Regency, there are actions to preserve the temple landscape, and improve the economy of the local community around the temple. The research method used is descriptive quantitative. Based on the results of the analysis of existing path aspects, historical aspects, objects and attractions aspects, and visual aspects of the landscape in the landscape of the Singosari Temple, Kidal Temple, Jago Temple, and Sumberawan Temple, it shows that the four temples have the potential to be developed as historical tourism relics of the Singosari Kingdom in Malang Regency.