Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Pilar

PENANGGULANGAN KEMISKINAN MELALUI PROGRAM KARTU KELUARGA SEJAHTERA Sulaeman Masnan; Ahmad Nashir
PILAR Vol 11, No 2 (2020): JURNAL PILAR, DESEMBER 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan kemiskinan merupakan masalah yang multi dimensi, yang sulit dicari solusi tepat untuk menyelesaikannya. Meski sejak era kemerdekaan pemerintah Indonesia telah mencanangkan beberapa program dalam pengentasan kemiskinan dari program peningkatan kesejahteraan pasca kemerdekaan sampai dengan program khusus penanggulangan kemiskinan. Penanganan kemiskinan dengan model sistem kesejahteraan sosial di berbagai negara, dikenal empat model sistem, yang didasarkan pada alokasi anggaran yakni; 1) model universal di mana pemerintah menyediakan jaminan sosial kepada semua warga negara secara melembaga dan merata; 2) model institusional, yaitu jaminan sosial dilaksanakan secara lembaga di mana konstribusi skim jaminan sosial berasal dari tiga pihak (payroll contribution), yakni pemerintah, dunia usaha dan pekerja; 3) model residual yaitu jaminan sosial dari pemerintah lebih diutamakan kepada kelompok lemah, seperti orang miskin, cacat dan pengangguran; dan 4) model minimal, yaitu Anggaran negara untuk program sosial sangat kecil, hanya di bawah 10 persen dari total pengeluaran negara. Di banyak daerah di Indonesia, pemerintah menggunakan konsep Program Kartu Keluarga Sejahtera untuk penanganan kemiskinan. Di kabupaten Sinjai, Program Kartu Keluarga Sejahtera telah berjalan dengan sesuai prosedur yang ditetapkan oleh Tim Pengendali Pelaksanaan Penyaluran Bantuan Sosial Secara Non Tunai dan terkordinasi dengan baik oleh Pemerintah Desa dan seluruh element yang terlibat mulai dari tahap sosialiasi sampai proses pembagian bantuan yang telah dilakukan secara transparan. Program ini sangat membantu masyarakat miskin dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, guna menigkatkan kualitas gizi utama masyarakat agar terhindar dari malanutrisi.Kata kunci: Kemiskinan, Penanganan Kemiskinan, Program Kartu Keluarga Sejahtera
PENANAMAN AKHLAK MULIA PESERTA DIDIK MELALUI METODE BERCERITA DI SEKOLAH DASAR NEGERI MANNURUKI Sulaeman Masnan
PILAR Vol 11, No 1 (2020): JURNAL PILAR, JUNI 2020
Publisher : PILAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan untuk Mengetahui konsep penerapan metode bercerita SD Negeri Mannuruki, untuk mengetahui proses penerapan metode bercerita dalam penanaman akhlak mulia peserta didik di SD Negeri Mannuruki, untuk mengetahui hasil penerapan metode bercerita dalam penanaman akhlak mulia peserta didik di SD Negeri Mannuruki. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Sember data dalam penelitian adalah Guru dan peserta didik. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu taknik reduksi data, penyajian data, dan verifikasi (penarikan kesimpulan). Hasil penelitian dapat dirangkum sebagai berikut: konsep awal penerapan metode bercerita di SD Negeri Mannuruki yaitu materi yang mencakup dalam RPP, buku kisah-kisah, dan alat peraga, al-Quran dan kitab hadist. Dalam penerapan metode bercerita di SD Negeri Mannuruki sudah tercipata dengan baik yang dimana sangat membantu peserta didik untuk memahami pembelajaran sehingga dapat menarik simpati peserta didik dan tidak merasa bosan. Serta hasil yang diperoleh dari proses penerapan metode bercerita dapat dilihat dari respon peserta didik yang cukup baik bagaimana peserta didik telah dapat memahami pesan-pesan moral yang disampaikan oleh guru serta melaksanakan pesan-pesan yang mengenai akhlak mulia adapun faktor pendukung yaitu, Kebiasaan atau tradisi yang ada di SD Negeri Mannuruki seperti kebiasaan mengucapkan salam ketika masuk atau keluar dari kelas, Kesadaran para peserta didik, Adanya kebersamaan dalam diri masing-masing guru dalam penanaman akhlak mulia peserta didik, Motivasi dan dukungan dari kedua orangtua dan faktor penghambat yaitu, Latar belakang siswa yang kurang mendukung, Lingkungan masyarakat atau pergaulan, Kurangnya sarana dan prasarana, Pengaruh tayangan televisi.