Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Organic Vegetables Marketing Model Yompi, Berno; Handayawati, Hani Sri; Kusumawardani, Niniek Dyah
Journal of Food and Life Sciences Vol 4, No 2 (2020)
Publisher : University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfls.2020.004.02.01

Abstract

This research was conducted in Kurnia Kitri Ayu Farm (KKAF), Sukun Village, Sukun District, Malang City, East Java in 2019. The aim of this study is finding out the distribution channels of organic vegetables and margins or the distribution profits of Kurnia Kitri Ayu Farm organic vegetables distribution.The purposive sampling method was used in this study and the respondent was the owner of Kurnia Kitri Ayu Farm as an agribusiness actor. Data obtained in the field were analyzed by margin analysis, distribution and marketing share. The results showed that Kurnia Kitri Ayu Farm organic vegetable distribution channel involved partner farmers using three channels: 1) KKAF to distributors, supermarkets and final consumers, 2) KKAF to sales and final consumers and 3) KKAF to final consumers or Baby Porridge Company. The marketing distribution margin of KKAF organic vegetables was carried out starting from partner farmers of Rp. 5,000, - KKAF of Rp. 5,000 and supermarkets of Rp. 3,000, resulting in the increase of marketing margins between partner farmers, KKAF and supermarkets by Rp. 13,000. Then, between KKAF and salesman, each of them got a margin of Rp. 10,000, causing the distribution of the margin between partner farmers of Rp. 5,000, KKAF of Rp. 2,000, and salesman of Rp. 3,000. The market behavior of partner farmers resulted in a distribution margin of Rp. 5,000, KKAF of Rp. 2,000 and salesman of Rp. 5,000 caused a marketing margin position of the market behavior of partner farmers, KKAF and salesman that was Rp. 12,000.
HUBUNGAN FAKTOR-FAKTOR SOSIAL EKONOMI DAN PSIKOLOGI DENGAN TINGKAT PENERIMAAN USAHATANI PADI Yasmiati Yasmiati; Niniek Dyah Kusumawardani; Sri Sulastri
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 13 No. 4 (2010)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.825 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ialah untuk menganalisis hubungan antara faktor-faktor umur, pendidikan dan pengalaman kerja (faktor sosial), luas lahan garapan, jumlah anggota keluarga (faktor ekonomi), motivasi kerja (faktor psikologi) dengan tingkat penerimaan usahatani padi. Penentuan lokasi peneltiian dilakukan secara purposive dan penentuan sampel secara simple random sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner dan datanya dianalisis dengan uji Chi Kuadrat untuk mengetahui hubungan antar variabel, dilanjutkan dengan uji koefisien kontingensi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tingkat penerimaan usahatani padi per tahun sebesar Rp. 7.725.677,42. Rata-rata umur petani 44,62 tahun dengan kategori tua 58,06 persen dan muda 41,94 persen; pendidikan formal petani 9,48 tahun; jumlah anggota keluarga 3,74 orang; luas lahan garapan 0,71 hektar; pengalaman kerja banyak 25,81 % responden dan pengalaman kerja sedikit 74,19% responden; motivasi kerjanya tinggi 32,26% responden dan motivasi kerjanya rendah 67,74 % responden. Luas lahan garapan, pengalaman kerja dan motivasi kerja berhubungan erat dengan penerimaan usahatani padi, sedangkan umur, pendidikan formal dan jumlah anggota keluarga tidak berpengaruh terhadap penerimaan usahatani padi. Kata kunci: Faktor sosial ekonomi, psikologi, penerimaan usahatani
EFISIENSI EKONOMI USAHATANI KUBIS ( DI KECAMATAN BUMIAJI, KABUPATEN MALANG) Niniek Dyah Kusumawardani; Dwidjono Hadi Darwanto; Moch. Maksum
Agro Ekonomi Vol 9, No 1 (2002): JUNI 2002
Publisher : Department of Agricultural Socio-Economics Faculty of Agriculture Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.375 KB) | DOI: 10.22146/agroekonomi.16809

Abstract

The objectives of this study were to know : (1) the factors that affected income: and (2) the economic efficiency of cabbage farm. The study was conducted at Desa Tulungrejo, the main cabbage production area of Kecamatan Bumiaji, Kabupaten Malang. The method of sample selection was random with 88 respondent who planted cabbage on wet season 2000/2001 or dry season 2001. Some factors that affected the real income per hectare were the real price of seed, the real price of anorganic and organic fertilizer, the real price of liquid and non liquid pesticides, and the real wage of hired labor. The cabbage farms per hectares were not economically efficient.
Pengaruh Jasa Layanan Ekosistem Terhadap Ketahanan Pangan Sri Sulastri; Yani Quarta; Anisa Zairina; Niniek Dyah Khusumawardhani
Journal of Forest Science Avicennia Vol. 5 No. 2 (2022): AGUSTUS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/avicennia.v5i1.21072

Abstract

Agroforestri merupakan ekosistem dominan di daerah pegunungan di Jawa Timur dan memiliki peran penting dalam mendukung konservasi lahan dan pemenuhan kebutuhan sosial ekonomi masyarakat. Agroforestri diketahui memiliki banyak jasa layanan ekosistem yang penting dalam mendukung ketahanan pangan, namun demikian kelestariannya terancam dengan adanya alih fungsi lahan, yang dapat menurunkan jasa layanannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh peran jasa layanan ekosistem yang dihasilkan agroforestri dalam mendukung ketahanan pangan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuisioner 100 responden yang dianalisis dengan structural equation modeling. Layanan ekosistem yang diberikan agroforestri mampu memberikan kontribusi yang nyata terhadap ketahanan pangan. Hal ini terlihat dari adanya produk agroforestri yang dapat dikonsumsi langsung oleh petani. Selain itu,   model yang terbentuk juga memperkuat bahwa jasa layanan ekosistem yang dihasilkan dari agroforestri dapat secara langsung mendukung ketahanan pangan.
Effect Of Income And Price Changes On Rice Demand Elasticity Kusumawardani, Niniek Dyah; Purwanti, Gettik Andri; Sofwani, Ahmad; Mondiana, Yani Quarta
Jurnal Ekonomi Vol. 13 No. 04 (2024): Edition October -December 2024
Publisher : SEAN Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the influence of changes in income and prices on rice demand in Sidoarjo City. Rice is still the main staple food in the region, but economic and social dynamics can affect its consumption patterns. Using monthly time series data from January 2018 to December 2022, this study applies a multiple regression analysis method to estimate the elasticity of prices and income to rice demand. The results of the study show that rice prices have a negative and significant influence on demand. Meanwhile, per capita income has a positive and significant influence. The regression model has a determination coefficient (R²) of 0.564, indicating that 56.4% of the variation in rice demand can be explained by changes in price and income. This finding implies the importance of maintaining rice price stability and anticipating an increase in demand in line with economic growth. The study also highlights the potential for food diversification, given the relatively low elasticity of income to rice demand. The results of this study can be an input for policymakers in formulating food security and rice price control strategies in Sidoarjo City.
Karakteristik Kimia dan Aktifitas Antioksidan Tepung Ubi Jalar Ungu Varietas Antin 2 dan Varietas Antin 3 Siti Farida; Niniek Dyah Kusumawardani; Nunuk Hariyani; Gettik Andri Purwanti
JURNAL GREEN HOUSE Vol 1 No 1 (2022): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan ubi jalar ungu segar sebagai pangan fungsional sangat terbatas karena kurang praktis, tidak tahan lama dan membutuhkan ruang simpan yang baik. Pengolahan umbi-umbian menjadi tepung memiliki kelebihan dibandingkan bentuk segar karena dapat disimpan lebih lama, efisien, lebih praktis, dapat meningkatkan nilai ekonomisnya serta mampu menyediakan bahan baku untuk industri sehingga berpotensi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor tepung terigu. Penelitian bertujuan mengetahui aktivitas antioksidan, komposisi kimia tepung ubi jalar dengan varietas Antin 2 dan Antin 3, menggunakan pengering cabinet dryer selama 2x24 jam dengan suhu perlakuan masing masing adalah 40ºC, 50ºC, 60 ºC. Penelitian dirancang menggunakan RAL Faktorial dengan perlakuan varietas jenis ubi jalar Antin 2 dan Antin 3, dan perlakuan suhu pengeringan (40°C, 50°C, 60°C). Parameter yang diuji yaitu , kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat, aktivitas antioksidan pada tepung ubi jalar varietas Antin 2 dan varietas Antin 3. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Annova pada taraf kepercayaan 95% dan dilanjutkan dengan uji DMRT 5%. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tepung ubi jalar ungu varietas Antin 3 perlakuan terbaik pada proses pengeringan suhu 50oC (A3T2) yang menghasilkan tepung dengan kadar air 8,71% , kadar abu 0,97%, kadar protein 2,32%, kadar lemak 2,24%, kadar karbohidrat 85,21%, dan aktifivitas antioksidan 73,28%. Sedangkan untuk varietas Antin 2 perlakuan terbaik adalah penggunaan suhu pengering 50oC (A2T2) menghasilkan tepung ubi jalar ungu dengan, kadar air 9,53% , kadar abu 0,97, kadar protein 5,50%, kadar lemak 1,13%, kadar karbohidrat 81,66%, aktifivitas antioksidan 73,26%.
Produksi Padi Sawah Dan Faktor Yang Mempengaruhinya Niniek Kusumawardani; Yani Quarta Mondiana
JURNAL GREEN HOUSE Vol 1 No 2 (2023): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.0000/jgh.v1i2.11

Abstract

Kabupaten Pasuruan merupakan salah satu penghasil tanaman pangan di Jawa Timur.  Salah satu kecamatan yang berpotensi menghasilkan tanaman pangan ialah Kecamatan Purwodadi. Tahun 2017  terjadi penurunan produksi padi dibanding tahun 2013 dan 2014. Tujuan  penelitian untuk mengetahui  (1) produksi dan penggunaan faktor produksi pada usahatani padi dan (2) faktor produksi yang mempengaruhi  produksi padi.  Penelitian dilaksanakan di Desa Capang, Kecamatan Purwodadi - Kabupaten Pasuruan. Data yang dikumpulkan ialah data primer dan sekunder dengan instrumen kuesioner. Pengambilan sampel menggunakan metode  Purposive Sampling terhadap 30 orang  petani padi sawah.  Analisis data menggunakan fungsi  produksi Cobb-Douglas. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata produksi padi 1.722, 9 kg dan penggunaan faktor produksi dengan rata-rata luas lahan 0,323 ha,   benih 11,93 kg, pupuk Urea 137 kg,   pupuk Phonska 69,5 kg,  pestisida berkisar 0 – 2 liter,   curahan tenaga kerja 29,2 HOK dan sebagian besar  petani responden memerlukan modal dalam kisaran Rp 1.100,- hingga Rp 2.000.000,-.   Faktor produksi yang mempengaruhi produksi padi  secara signifikan  ialah luas lahan  dan pupuk Phonska. Sedangkan faktor produksi yang tidak berpengaruh secara  signifikan terhadap produksi padi ialah benih dan  pestisida.   Kata kunci: faktor produksi,  produksi padi sawah
Struktur Biaya dan Pendapatan Usahatani Brokoli Niniek Kusumawardani; Dionisius Tarore; Ahmad Sofwani
JURNAL GREEN HOUSE Vol 2 No 1 (2023): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63296/jgh.v2i1.24

Abstract

Salah satu komoditi yang banyak dibudidayakan petani Di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu - Kota ialah brokoli. Pengelolaan usahatani brokoli banyak menggunakan tenaga kerja dalam keluarga yang biasanya tidak diberi balas jasa dalam bentuk upah. Hal ini menyebabkan rendahnya biaya usahatani. Penelitian bertujuan untuk mengetahui:(1) Struktur biaya usahatani brokoli;(2) Pendapatan usahatani brokoli di Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu, Kota Batu. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus hingga September 2021 di Dusun Toyomerto, Desa Pesanggrahan, Kecamatan Batu - Kota Batu. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Instrumen dalam pengumpulan data primer ialah kamera, buku, dan kuesioner. Sampel petani brokoli sebanyak 13 orang ditentukan dengan metode purposive sampling. Analisis data menggunakan analisis usahatani berdasar analisis finansial dan analisis ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Struktur biaya usahatani brokoli berdasar analisis finansial untuk lahan 0,30 ha terdiri dari pajak lahan 2,90 %, biaya benih 30,02 %, biaya pupuk 58,94 % dan biaya pestisida 8,14 %, rata-rata biaya total usahatani Rp 595.740/MT. Struktur biaya usahatani brokoli berdasar analisis ekonomi untuk luas lahan 0,30 ha terdiri dari pajak lahan 0,20 %, biaya penyusutan peralatan 0,32 %, biaya benih 2,09 %, biaya pupuk 4,10%, biaya pestisida 0,57% dan biaya tenaga kerja dalam keluarga 92,72%. Rata-rata biaya total usahatani brokoli berdasar analisis ekonomi Rp 8.566.424/MT. Adapun rata-rata pendapatan usahatani brokoli berdasar analisis finansial untuk luas lahan 0,30 ha Rp 11.253.964, dan rata-rata pendapatan usahatani brokoli berdasar analisis ekonomi Rp 3.283.280.
Pendapatan Usahatani Bawang Daun Niniek Kusumawardani; Selestinus Daga; Ahmad Sofwani
JURNAL GREEN HOUSE Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63296/jgh.v2i2.32

Abstract

Kota Batu mempunyai peluang besar dalam mengembangkan tanaman hortikultura, antara lain bawang daun. Salah satu kecamatan penghasil bawang daun di Kota Batu ialah Kecamatan Junrejo. Permasalahan yang dihadapi petani dalam mengelola usahatani bawang daun antara lain mahalnya biaya bibit, biaya pupuk, biaya pestisida dan biaya tenaga kerja. Tujuan penelitian untuk mengetahui: (1) Penerimaan, biaya dan pendapatan usahatani bawang daun dan (2) Faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani bawang daun di Kelompok Tani Agromulyo, Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo Kota Batu. Penelitian dilaksanakan di Kelompok Tani Agromulyo, Desa Torongrejo, Kecamatan Bumiaji Kota Batu pada bulan Juli sampai Agustus 2022. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari responden di lokasi penelitian dengan cara observasi dan wawancara dengan menggunakan kuesioner. Data yang dikumpulkan merupakan data usahatani bawang daun selama satu musim tanam. Data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistika, Desa Torongrejo, jurnal dan publikasi lainnya. Responden penelitian ialah petani bawang daun yang merupakan anggota Kelompok Tani Agromulyo, ditentukan dengan metode sampling jenuh (saturation sampling) terhadap 60 orang anggota Kelompok Tani Agromulyo yang berusahatani bawang daun. Analisis data menggunakan analisis usahatani dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata penerimaan usahatani bawang daun untuk luasan satu hektar selama satu musim tanam Rp 269.384.800,00, biaya usahatani Rp. 104.584.499,60 dan pendapatan usahatani sebesar Rp 164.800.300,40. Faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap pendapatan usahatani bawang daun yaitu produksi dan biaya bibit, sedangkan biaya tenaga kerja tidak berpengaruh secara signifikan.
Keragaman Agroindustri Minuman Herbal Jaselang Gettik Purwanti; Niniek Dyah Kusumawardani
JURNAL GREEN HOUSE Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63296/jgh.v3i1.38

Abstract

Masa Pandemi Covid 19 tahun 2020- 2022 menyebabkan permintaan terhadap minuman herbal berbahan baku rempah meningkat dengan cukup tinggi yang disebabkan adanya perubahan gaya hidup konsumen berperilaku pola hidup sehat. Salah satu pelaku agroindustri minuman herbal yang merespon peluang ini ialah Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Tanjung dengan produk minuman herbal merek Jaselang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui: (1) Profil KWT Sri Tanjung sebagai pelaku agroindustri minuman herbal Jaselang dan (2) Kelayakan KWT Sri Tanjung sebagai pelaku agroindustri minuman herbal Jaselang dari aspek hukum, aspek pasar dan pemasaran dan aspek teknik dan teknologi. Penelitian dilaksanakan di KWT Sri Tanjung yang berlokasi di Desa Sukosari, Kecamatan Kasembon - Kabupaten Malang pada bulan September hingga Oktober 2023. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari KWT Sri Tanjung melalui wawancara dan observasi juga dengan konsumen dengan menggunakan instrumen kuesioner. Pengelola KWT Sri Tanjung dan konsumen sebagai responden ditentukan secara sengaja (Purposive Sampling). Data yang telah diperoleh dari lapang, selanjutnya dideskripsikan secara kualitatif tentang: aspek hukum meliputi bentuk badan usaha dan legalitas produk yang dimiliki; aspek pasar dan pemasaran meliputi strategi pemasaran (segmentasi, target dan posisi pasar); bauran pemasaran; dan aspek teknik dan teknologi: meliputi lokasi usaha dan teknologi dalam berproduksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KWT Sri Tanjung sebagai pelaku agroindustri minuman herbal Jaselang mempunyai kelayakan dari aspek hukum, pasar dan pemasaran dan teknik dan teknologi.