Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Identifikasi Potensi Pemanfaatan Jenis Tumbuhan Obat Di Kawasan RPTN Patok Picis Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Poegoeh Prasetyo Rahardjo; Niniek Dyah Kusumawardani; Yeremias Edi Samapaty
JURNAL GREEN HOUSE Vol 3 No 2 (2025): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63296/jgh.v3i2.44

Abstract

Tumbuhan obat merupakan tumbuhan yang memiliki manfaat dapat mencegah dan menyembuhkan penyakit serta bernilai ekonomi. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terdapat wilayah yang ditanami tumbuhan obat yang beragam jenis yaitu di RPTN Patok Picis. Untuk itu perlu dilakukan identifikasi jenis tumbuhan obat agar diketahui masyarakat. Tujuan penelitian untuk : (1)mengidentifikasi jenis tumbuhan obat di RPTN Patok Picis TNBTS; (2)mengetahui pemanfaatan jenis tumbuhan obat di RPTN Patok Picis TNBTS. Penelitian dilaksanakan di RPTN Patok Picis Blok Kopi Rejo, TNBTS pada bulan April sampai Mei2023. Penelitian menggunakan metode survei dan metode observasi langsung. Titik pengamatan ditentukan secara purposive sampling didasarkan atas habitat hidup tumbuhan obat yang dibagi menjadi 4 blok pengamatan yang dibuat dengan ukuran 10m x10m yang mewakili keseluruhan kawasan Blok Kopi Rejo. Pada masing-masing blok pengamatan dibuat 2 petak contoh masing-masing berukuran 2mx2m, disamping itu juga dilakukan wawancara terhadap masyarakat sekitar Kawasan RPTN Patok Picis yang ditentukan secara purposive sampling sejumlah delapan orang. Jenis data dan informasi yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer meliputi data jenis tumbuhan berkhasiat obat yang ada pada kawasan Blok Kopi Rejo dan objek yang diamati diprioritaskan pada jenis tumbuhan obat tingkat bawah, yang kemudian diidentifikasi dengan buku panduan tumbuhan berkhasiat obat dan wawancara dengan masyarakat sekitar kawasan. Analisis data menggunakan Shannon-Winner dan mendiskripsikan hasil wawancara responden. Hasil penelitian menunjukkan di Kawasan RPTN Patok Picis terdapat 13 jenis tumbuhan berkhasiat obat yaitu teklan, andong, lengkuas, bakung, tapak liman, serih, beluntas, keladi tikus, alang-alang, bunga matahari, ngokilo, ajeran dan wedusan dengan INP tertinggi teklan 68,40 dan indeks keanekaragaman (H’) jenis tumbuhan obat 1,69 yang tergolong sedang. Tumbuhan obat yang dimanfaatkan masyarakat sekitar kawasan ialah lengkuas, kunyit, dadap serep, sereh, dan jahe.
Studi Perilaku Harian Anak Lutung Jawa (Playgroup) Di Pusat Rehabilitasi Lutung Jawa Kurniawan, Iwan; Kusumawardani, Niniek Dyah; Taegusman, Eugenius
JURNAL GREEN HOUSE Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63296/jgh.v4i1.51

Abstract

Research objectives for knowing the daily behavior patterns of jouvenile (playgroup) at the Javan Langur Rehabilitation Center. The research was carried out at the Javan Langur Rehabilitation Center,Coban Talun, Tulungrejo Village, Bumiaji District, Batu City, East Java in May - June 2024. The tools used are writing instruments, cameras, watches and data tables field. The research object is four jouvenile individuals (playgroup) consisting of three jouvenile langur aged 11 months and one jouvenile langur aged 11 months one year. The direct observation method is used in research for knowing the daily behavior patterns of jouvenile langur (playgroup). Procedure data collection using scan sampling technique. Daily behavior recording jouvenile langur using continuous recording techniques. Behavioral parameters Observed daily activities include moving (locomotion), resting, social, eating, drinking, urination, defecation, auto grooming. Total daily behavior of jouvenile Langurs is calculated using the activity percentage formula.The results of the research show the daily behavior of jouvenile langurs (playgroup) at the Javan Langur Rehabilitation Center is a resting behavior of 54.72%, eating behavior 41.98%, movement behavior 1.06%, social by 1.35%, drinking behavior by 0.43%, auto grooming behavior of 0.39%, urination behavior of 0.04%, defecation behavior of 0.03%.
Spatial Analysis of Sugarcane Production to Support National Sugar Self-Sufficiency: A Case Study of East Java Province Niniek Dyah Kusumawardani; Didik Suprayitno; Anisa Zairina; Yani Quarta Mondiana
Agriecobis : Journal of Agricultural Socioeconomics and Business Vol. 8 No. 02 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/agriecobis.v8i02.41750

Abstract

Achieving national sugar self-sufficiency requires a nuanced understanding of regional production dynamics. This study employs a Geographically Weighted Regression (GWR) approach to analyze the spatial heterogeneity of sugarcane production in East Java Province, a critical region contributing approximately 40% of Indonesia's national output. Utilizing secondary data from 2019 to 2022 on production yield, harvested area, and key climatic variables, our GWR model reveals that harvested area is the most consistent and significant determinant of production across all regencies. In contrast, climatic factors such as rainfall and temperature exhibit localized, spatially varying effects. The model demonstrates high explanatory power, with a local R² value of up to 0.90, indicating it captures 90% of the spatial variation in production. These findings underscore the limitation of global regression models and affirm the superiority of the GWR method in providing location-specific insights. Consequently, this analysis offers a robust, spatially explicit foundation for policymakers to design targeted interventions aimed at optimizing regional productivity. Future research should integrate socioeconomic variables to further elucidate the linkage between localized production efficiency and the broader goal of national food security.
Analisis Perkembangan Bisnis Melalui Pendekatan Multiaspek di UMKM Pia Sekar Biaggi Takwa Adinegoro; Niniek Dyah Kusumawardani; Nunuk Hariyani
JURNAL GREEN HOUSE Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Green House
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63296/jgh.v5i1.74

Abstract

Agribisnis mencakup seluruh rangkaian aktivitas, mulai dari penyediaan sarana produksi, proses budidaya, pengolahan hasil, hingga pemasaran produk pertanian. Dalam rantai tersebut, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner memiliki peran strategis sebagai penggerak ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan bisnis UMKM Pia Sekar serta mengidentifikasi strategi dan langkah yang diterapkan dalam pengembangan usahanya. Penelitian dilakukan di rumah produksi Pia Sekar pada Oktober–November 2025 dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi, yang terdiri atas data primer dari pemilik usaha dan data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS). Instrumen penelitian meliputi kamera, alat perekam suara, kuesioner, dan catatan lapangan, sedangkan responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis dilakukan berdasarkan enam aspek, yaitu legalitas, pasar dan pemasaran, teknis dan operasional, manajemen dan organisasi, lingkungan, serta keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pia Sekar mengalami perkembangan pada seluruh aspek tersebut. Dari sisi legalitas, usaha telah memenuhi ketentuan regulasi yang berlaku. Aspek pasar dan pemasaran berkembang melalui perluasan target pasar dari institusi ke ritel oleh-oleh, didukung promosi digital dan pembaruan kemasan. Pada aspek teknis dan operasional diterapkan sistem produksi berbasis pesanan. Manajemen usaha masih sederhana dan terpusat pada pemilik dengan hubungan kerja yang harmonis. Dari aspek lingkungan, limbah produksi dikelola melalui pemanfaatan kembali, daur ulang, dan pengomposan. Aspek keuangan menunjukkan kemandirian modal tanpa pembiayaan eksternal disertai marjin keuntungan yang stabil. Kebaruan penelitian ini terletak pada kajian komprehensif perkembangan bisnis UMKM berdasarkan enam aspek tersebut sekaligus mengidentifikasi strategi pengembangan usaha yang diterapkan Pia Sekar.