Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Equilibrium: Jurnal Pendidikan

Penyimpangan Sosial Human Trafficking Darman Manda; Rosleny Babo
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol 4, No 1 (2016): EQUILIBRIUM JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.724 KB) | DOI: 10.26618/equilibrium.v4i1.484

Abstract

Penelitian yang dilaksanakan merupakan penelitian sosial budaya yang jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik analisis data yang digunakan teknik analisis secara kualitatif dengan menggambarkan secara utuh dan jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang melatarbelakangi terjadinya human trafficking, bentuk dari human trafficking dan peran dari pemerintah dalam menanggulangi terjadinya human traffiking yang ada di Kota Makassar. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang melatarbelakangi terjadinya human trafficking dikarenakan kebutuhan ekonomi yang mendesak, baik dari korban maupun dari pelaku semuanya beralasan dikarenakan oleh kebutuhan ekonomi dan faktor yang lainnya juga dikarenakan oleh lingkungan dan teman bergaul dari orang yang bersangkutan. Adapun  bentuk dari human trafficking itu sendiri adalah yang bersangkutan atau korban dijadikan sebagai PSK oleh pelaku dan hasil dari dengan menjadikan korban PSK sepenuhnya diambil oleh si pelaku. Dan peran dari pemerintah sendiri dalam menanggulangi terjadinya human trafficking itu dengan melakukan sosialisasi dan seminar-semina kepada masyarakat, tempat-tempat hiburan dan hotel-hotel yang berada disekitar pusat hiburan, dalam hal ini pemerintah bekerjasama dengan pihak kepolisian dan Lembaga-lembaga Sosial.   Kata Kunci : Penyimpangan Sosial, Masyarakat, Human Trafficking
Komunikasi Interpersonal Komunitas Waria Rosleny Babo; Jamaluddin Arifin
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol 4, No 1 (2016): EQUILIBRIUM JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.943 KB) | DOI: 10.26618/equilibrium.v4i1.486

Abstract

Jenis penelitian kualitatif deskriptif, metode yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme yang di gunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah dengan tujuan untuk memahami suatu fenomena dalam konteks sosial dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan fenomena yang diteliti. Hasil dari penelitian adalah komunitas waria di kabupaten banteng eksis dengan kegiatan atau pekerjaan yang mereka tekuni secara berkelompok. Komunitas waria daerah ini memiliki bentuk komunikasi interpersonal seperti kebiasaan-kebiasaan dalam berkelompok dan bahasa khusus atau  simbol yang di gunakan dalam berkomunikasi yang tidak di pahami oleh banyak orang saat bertukar informasi. Pendidikan seks diperlukan, pada kalangan usia dini. Hal ini diperlukan karena untuk memberikan penjelasan dan pengarahan, agar dapat mengidentifikasi diri sesuai dengan jenis kelamin mereka untuk mencegah terjadinya transgender.Kata Kunci : Komunitas, Waria, Komunikasi, Interpersonal,
Pemberdayaan Masyarakat Desa Yang Buta Huruf Hidayah Quraisy; Rosleny Babo
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol 3, No 2 (2015): EQUILIBRIUM JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.616 KB) | DOI: 10.26618/equilibrium.v3i2.446

Abstract

Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriftif kualitatif dan teknik Purposive Sampling.ditunjang pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, teknik dokumentasi dari hasil foto dan arsip yang dimiliki pemerintah setempat. Dalam penelitian ini Pemerintah setempat, pengelolah, tutor atau pengajar, dan masyarakat yang buta huruf di desa Bontomarannu yang dianggap bisa memberikan informasi atau data yang sesuai dengan penelitian.Berdasarkan penelitian yang telah penulis lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa apa yang diharapkan oleh pemerintah dengan diselenggarakannya program Pemberdayaan masyarakat desa yang buta huruf telah tercapai, yaitu adanya kemajuan warga belajar dalam bidang sosial maupun ekonomi. Secara  sosial, masyarakat yang dulunya buta huruf sekarang mampu membaca, menulis, dan berhitung. Sedangkan secara ekonomi, masyarakat mampu berwirausaha secara mandiri dengan menerapkan materi keterampilan fungsional yang  telah  diberikan  pada waktu proses pembelajaran program pengentasan buta huruf yang dilaksanakan oleh  PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Satria Galesong.  Kata Kunci : Pemberdayaan, Masyarakat, Buta Huruf.