Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Hakikat Supervisi Pendidikan Hasrul. B; Khusnul Khotimah Mursalim; Rahmawati Rahmawati; Nurul Karimah Ahmad; Maman A Majid Binfas; Cita Audia
Journal on Education Vol 6 No 1 (2023): Journal On Education: Volume 6 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v6i1.4126

Abstract

The purpose of this article is to find out about the nature of educational supervision, the role of supervision, the purpose of supervision, principles of supervision, types (styles) of educational supervision. The research was carried out at the base school of the flagship presidential instruction of Putri Taman Sari. In this study using a descriptive literature method, from various sources, namely books, articles, journals, and other reading sources. The objective of creating this interactive media is to facilitate and simplify the process of delivering educational. The result of the evaluation, namely Education Supervision, is a method carried out by school supervisors or school heads with the aim of improving the quality of learning in each educational institution, and includes various interrelated aspects, such as monitoring, guidance, evaluation, and development of teacher professionalism. With the aim of providing assistance and providing convenience to educators in improving their teaching abilities, it aims to realize the learning goals of students to be achieved.
Pengembangan Modul Pembelajaran Fisika Berbasis Keterampilan Proses Sains Ela Syahratul Mufidah; Rahmawati Rahmawati; Edy Kurniawan
SAINTIFIK Vol 9 No 2 (2023): Saintifik: Jurnal Matematika, Sains, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/saintifik.v9i2.465

Abstract

Fisika merupakan pembelajaran yang bersifat abstrak dan mengharapkan peserta didik mampu berpikir kritis dan mempraktikkan proses sains dalam pemahaman konsepnya. Sedang observasi awal pada perangkat pembelajaran, khususnya modul pembelajaran belum mengakomodasi keterampilan proses sains peserta didik dalam belajar fisika. Oleh karena itu, peneliti mengembangkan modul pembelajaran fisika berbasis keterampilan proses sains. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development). Prosedur penelitian terdiri dari tahap pendefenisian, perancangan, pengembangan, dan penyebaran. Subjek dalam penelitian ini yakni tenaga ahli sebagai validator modul, guru mata pelajaran fisika, dan peserta didik SMA Negeri14 Gowa kelas X MIPA 1 sebanyak 36 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran fisika berbasis keterampilan proses sains menggunakan 4 indikator yaitu melakukan pengamatan, mengelompokkan, meprediksi, dan mengkomunikasikan. Hasil penilaian validator terhadap modul diperoleh 0,98% dengan kategori baik, dan efektifitas modul dari angket respon guru diperoleh 80,00% dikategorikan positif, angket respon siswa diperoleh 71,93% dikategorikan positif dan skor keterampilan proses sains diperoleh 85.00% dikategorikan sangat tinggi.
Validasi LKPD berbasis Discovery Learning untuk Menumbuhkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Keaktifan Siswa pada Topik Perpindahan Kalor Jian Puspita; Rahmawati Rahmawati; Hartono Bancong
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 7, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v7i3.77455

Abstract

Tujuan penelitian ini secara umum adalah menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Discovery Learning untuk menumbuhkan keterampilan berpikir kritis dan keaktifan peserta didik dalam pembelajaran IPA. Jenis penelitian yang digunakan berupa Penelitian dan Pengembangan dengan menggunakan model tahapan pengembangan 4-D yang meliputi empat tahapan, yaitu tahap define (pendefinisian), design (perencanaan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebaran). Adapun fokus tulisan ini yaitu membahas bagian tahap pengembangan (tahap validitas). Teknik analisis berupa deskriptif kuantitatif terkait hasil validasi instrumen LKPD. Instrumen penelitian berupa lembar angket validasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berbasis Discovery Learning valid dengan nilai koefisien validitas konstruk dan konten masing-masing 0,87 dan 0.92 secara berurutan dengan kategori tingkat kevalidan tinggi.  
Superioritas Kepemimpinan Lembaga Pendidikan Islam Rahmawati Rahmawati; Juliana Juliana; Aqsha Almadinah
IQRA : JURNAL MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM Vol 2, No 02 (2022): IQRA: JURNAL MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM
Publisher : IQRA : JURNAL MAGISTER PENDIDIKAN ISLAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Pengembangan mutu lembaga Pendidikan Islam salah satunya akan sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan yang dikembangkan oleh individu dalam memimpin lembaga pendidikan Islam. Kepemimpinan islami memiliki beberapa ciri khas yang dapat digunakan pemimpin lembaga pendidikan Islam dalam melakukan tugas kepemimpinan.Kepemimpinan Islami merupakan keseimbangan antara kepemimpinan dengan konsep duniawi maupun konsep ukhrawi, menggapai tujuan hakiki lebih dari sekedar tujuan organisasi yang bersifat sementara, menuntut komitmen tinggi kepada prinsip-prinsip Islam dan menempatkan tugas kepemimpinan tidak sekedar tugas kemanusiaan yang dipertanggungjawabkan hanya kepada anggota, tetapi juga di hadapan Allah Swt.Pengembangan mutu lembaga pendidikan Islam salah satunya akan sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan yang dikembangkan oleh individu dalam memimpin lembaga pendidikan Islam.Kepemimpinan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh seorang (pemimpin) yang dapat mewujudkan tujuan organisasi melalui orang lain dengan cara memberi motivasi agar orang lain dapat menjadi pribadi yang berjiwa pemimpin. Dan bisa memberi motivasi agar mau melaksanakan suatu hal yang sudah direncanakan sebelumnya menjadi suatu rencana yang sukses dan dapat memberi keuntungan terhadap orang lain. Seorang pemimpin harus memahami tentang dasar-dasar kepemimpinan atau unsur-unsur kepemimpinan agar menjadi seorang pemimpin yang bijak. Dikatakan seorang pemimpin bukan hanya dalam lingkungan masyarakat saja namun dalam lingkup keluarga seorang bisa dikatakan pemimpin karena bisa memberikan sesuatu yang bisa didengar dan dilakukan dengan baik. Ada juga yang disebut pemimpin dalam lingkup besar seperti dalam organisasi, pemimpin agama, pemimpin negara dan lain sebagainya. Karena menjadi seorang peimimpin tidak mudah seperti apa yang sudah dipikirkan banyak orang, melainkan menjadi seorang pemimpin hal yang sulit untuk dikerjakan, tetapi tergantung dalam masing-masing orang untuk menjalaninya. Kepemimpinan pendidikan merupakan kemampuan untuk menggerakkan pelaksaan pendidikan untuk pelaksanaaan tujuan pendidikan.Pendidikan islam adalah pembentukan kepribadian untuk menjadi manusia yang berakhlakul karimah, agar dalam kehidupan sehari-hari mendapatkan kententraman, kebahagiaan dan dapat mencerminkan ajaran islam
Efektivitas Model Pembelajaran Outdoor dalam Menumbuhkan Sikap Ilmiah Siswa Sekolah Dasar Rahmawati Rahmawati; Evi Ristiana; Muhammad Basri
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 5 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2025 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v5i3.2467

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran 0utdoor dalam menumbuhkan sikap ilmiah siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan instrumen berupa lembar observasi yang memuat delapan indikator sikap ilmiah, yaitu: rasa ingin tahu, objektif terhadap data/fakta, berpikir kritis, berpikiran terbuka, kerjasama, tanggung jawab, disiplin, dan peduli terhadap lingkungan. Subjek penelitian adalah 30 siswa kelas IV SD Inpres Tabaringan I Kota Makassar yang diobservasi selama empat pertemuan dengan teknik sampel purposive dan dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan skor sikap ilmiah dari 73.23% pada pertemuan pertama menjadi 97.20% pada pertemuan keempat. Rata-rata skor keseluruhan sebesar 84.41%, yang termasuk kategori Baik. Indikator dengan skor tertinggi adalah berpikir kritis 86.04%, rasa ingin tahu 85.21%, dan tanggung jawab 83.22%. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran outdor memfasilitasi pembentukan sikap ilmiah siswa secara efektif. Model pembelajaran outdoor direkomendasikan sebagai pendekatan alternatif dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar.