Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analysing the Potential of Agricultural Technology Integration in Crop Monitoring Systems to Improve the Efficiency of Soybean Cultivation Ida Marina; Ade Bastian; Kovertina Rakhmi Indriana; Dety Sukmawati; Ai Komariah; Imas Naimah Hasnah; Mukhlis
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 12 (2025): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i12.13361

Abstract

This study aims to integrate modern agricultural technology into soybean cultivation through the application of an Internet of Things (IoT)-based crop monitoring system combined with artificial intelligence (AI) and cloud-based data processing. The research was conducted at two experimental sites to evaluate system performance under different environmental conditions. IoT sensors and AI algorithms were utilized to monitor soil moisture, temperature, and plant health, optimize irrigation, detect pests, predict yield, and analyze plant health. Data collected included irrigation efficiency, pest control effectiveness, and plant health, which were analyzed using statistical methods. The results showed that the implementation of IoT-based monitoring technology significantly improved the technical efficiency of soybean farming by optimizing the use of land, fertilizer, and labor. Farms using monitoring technology achieved an average technical efficiency score of 0.991, higher than farms without technology, which only reached 0.920. In addition, the technology reduced water and fertilizer wastage, increased productivity, and supported data-driven agricultural decision-making. In conclusion, the application of IoT- and AI-based crop monitoring systems enhances the sustainability and productivity of soybean farming and provides an effective approach to improving agricultural efficiency in modern farming systems.
PENENTUAN PRIORITAS STRATEGI PENGENDALIAN DAUN KERITING PADA BUDIDAYA CABAI RAWIT (CAPSICUM FRUTESCENS L.) SISTEM TUMPANGSARI DENGAN KACANG TANAH MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Afifah Nur'aeni; Ida Marina; Paradise Zahratussita Elmakdumi
Journal of Sustainable Agribusiness Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jsa.v5i1.18833

Abstract

Epidemi penyakit daun keriting akibat serangga vektor menjadi kendala utama budidaya cabai rawit (Capsicum frutescens L.) karena menurunkan produktivitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis kriteria prioritas pengendalian penyakit daun keriting menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP), menentukan alternatif strategi terbaik, serta menguji kelayakan ekonomi sistem tumpangsari cabai rawit domba dan kacang tanah di Blok Cikalong, Kabupaten Majalengka. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif ini mengombinasikan pendekatan AHP dengan analisis finansial usahatani R/C Ratio pada lahan eksperimen seluas 47m². Kriteria yang diuji meliputi tingkat serangan hama penyakit, produktivitas, keberlanjutan tumpangsari, dan efisiensi biaya, dengan alternatif strategi: tumpangsari, pestisida nabati, dan mekanik. Hasil Analisis AHP menunjukkan tingkat serangan hama dan penyakit (K1) merupakan kriteria prioritas utama dengan bobot 0,35, diikuti produktivitas (K2 = 0,30), keberlanjutan tumpangsari (K3 = 0,20), dan efisiensi biaya (K4 = 0,15) dengan nilai Consistency Ratio (CR) konsisten sebesar 0,04. Optimalisasi sistem tumpangsari (A_1) terpilih sebagai strategi terbaik dengan bobot global 0,42 karena efektivitas kacang tanah sebagai pembatas fisik vegetatif. Implementasi strategi tumpangsari membutuhkan biaya produksi Rp358.500,- dan menghasilkan keuntungan bersih Rp241.500,-. Nilai \text{R/C Ratio} sebesar 1,67 > 1,00 menunjukkan usahatani ini sangat layak dijalankan dan mampu berfungsi sebagai sabuk pengaman ekonomi (economic safety net) melalui diversifikasi hasil tanaman meskipun terdapat 8 dari 30 tanaman yang bergejala daun keriting.
EVALUASI BUDIDAYA TUMPANGSARI CABAI DOMBA (CAPSICUM FRUTESCENS L.) DAN KACANG TANAH (ARACHIS HYPOGAEA L.) BERDASARKAN KONDISI LAPANGAN DAN BIAYA PRODUKSI DI DESA CIKALONG, KECAMATAN SUKAHAJI, KABUPATEN MAJALENGKA Silmi Kaffah; Ida Marina; Oktalia Rizki
Journal of Sustainable Agribusiness Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jsa.v5i1.18849

Abstract

Berbagai studi sebelumnya mengindikasikan bahwa metode tumpangsari dapat meningkatkan efektivitas penggunaan lahan dan hasil tanaman. Namun, praktik budidaya di lapangan tidak selalu menghasilkan hasil yang konsisten karena dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan cara pengelolaan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai praktik tumpangsari cabai domba (Capsicum frutescens L.) dan kacang tanah (Arachis hypogaea L.) dengan mempertimbangkan kondisi lapangan serta pengeluaran biaya produksi di Desa Cikalong, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini mencakup pengamatan di lapangan, dokumentasi kegiatan pertanian, analisis pengeluaran biaya produksi, dan penelaahan literatur terhadap 20 artikel ilmiah yang relevan. Pengamatan menunjukkan berbagai tantangan, seperti pertumbuhan tanaman yang tidak merata, kematian tanaman, gejala daun menguning, daun yang melintir, daun yang berlubang, serangan hama kumbang, genangan air, dan kendala distribusi air di beberapa bedengan. Total biaya produksi yang dikeluarkan selama penelitian adalah Rp. 209. 000. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pengimplementation sistem tumpangsari di lokasi yang diteliti belum sepenuhnya sejalan dengan hasil studi sebelumnya, yang umumnya menunjukkan kenaikan produktivitas dan efisiensi lahan. Oleh karena itu, diperlukan penilaian budidaya yang lebih menyeluruh untuk meningkatkan keberhasilan tumpangsari di berbagai kondisi lapangan.
ANALISIS OPERASIONAL AGRIBISNIS BUDUDAYA CABAI DOMBA (CAPSICUM FRUTESCENS L.) DENGAN SISTEM TUMPANG SARI KACANG TANAH (ARACHIS HYPOGAEA L.): STUDI KASUS DENGAN IDENTIFIKASI DAN PENANGANAN PERMASALAHAN LAPANGAN Gisca Razwa Septianur; Ida Marina; Paradise Zahratussita Elmakdumi
Journal of Sustainable Agribusiness Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jsa.v5i1.18850

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi budidaya cabai domba (Capsicum frutescens L.) dengan sistem tumpang sari kacang tanah (Arachis hypogaea L.), serta menemukan masalah dan upaya untuk menanganinya. Penelitian ini dilakukan di lahan pertanian di Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk mengamati kondisi tanaman, tanah, dan organisme pengganggu tanaman (OPT) secara langsung. Hasilnya menunjukkan bahwa sistem tumpang sari cabai domba dan kacang tanah dapat meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan dan memberikan keuntungan ekonomi dan agronomis. Namun, selama masa pertumbuhan vegetatif terjadi beberapa kendala utama. Ini termasuk pemadatan tanah yang disebabkan oleh aktivitas pemeliharaan; serangan kutu kebul (Bemisia tabaci), yang menyebabkan gejala keriting dan menguning pada daun; serangan kutu putih; dan serangan ulat pemakan daun (Spodoptera litura). pemanfaatan lahan dan memberikan keuntungan ekonomi dan agronomis. Namun, selama masa pertumbuhan vegetatif terjadi beberapa kendala utama. Ini termasuk pemadatan tanah yang disebabkan oleh aktivitas pemeliharaan; serangan kutu kebul (Bemisia tabaci), yang menyebabkan gejala keriting dan menguning pada daun; serangan kutu putih; dan serangan ulat pemakan daun (Spodoptera litura). Pengemburan tanah, sanitasi lahan, penyulaman, pengendalian hama secara mekanis dan kimiawi, dan pemantauan rutin adalah beberapa metode penanganan. Agar budidaya berhasil, pengelolaan yang berkelanjutan dan penerapan pengendalian terpadu diperlukan.
ANALISIS PERTUMBUHAN DAN PERMASALAHAN BUDIDAYA CABAI DOMBA (CAPSICUM FRUTESCENS L.) PADA SISTEM TUMPANGSARI DENGAN KACANG TANAH DI DESA CIKALONG, KECAMATAN SUKAHAJI Riska Maulina Wibawati; Ida Marina; Dena Noviansah; Syifa Fatimatun Zahra
Journal of Sustainable Agribusiness Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jsa.v5i1.18859

Abstract

Penelitian ini ,menganalisis perkembangan dan tantangan dalam budidaya cabai domba yang diterapkan pada sistem tumpangsari dengan kacang tanah di Desa Cikalong, Kecamatan Sukahaji. Penanaman dilakukan pada tanggal 10 Mei 2026 dengan 40 bibit berusia 4 minggu, yang dibagi dengan jarak tanam 35 cm dalam lahan seluas 360 m × 10 m yang dibagi menjadi 8 bedengan, sementara  lahan kosong ditanami kacang tanah. Observasi menunjukkan bahwa tinggi tanaman berada di kisaran 10–15 cm selama fase awal pertumbuhan. Beberapa masalah yang teridentifikasi meliputi adanya lubang pada daun, pertumbuhan yang tidak merata, gulma, kematian 4 tanaman yang sudah disulam, kondisi tanah kering pada bedengan terakhir, serta daun kering dan tanaman yang tumbuh bengkok akibat tertutup dedaunan. Pemeliharaan dilakukan dengan pemupukan setiap dua minggu, penyemprotan setiap minggu, dan penyiraman secara rutin. Berdasarkan hastil tersebut , sistem tumpangsari membutuhkan pengelolaan air, gulma, dan hama yang lebih intensif agar pertumbuhan cabai dapat optimal. Selain itu, biaya produksi yang dikeluarkan meliputi biaya benih, pupuk, pestisida. Dengan demikian, sistem tumpangsari cabai domba dengan kacang tanah berpotensi meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan, tetapi memerlukan pengelolaan budidaya yang baik agar pertumbuhan tanaman dan hasil produksi dapat optimal.
OPTIMASI SISTEM PRODUKSI CABAI DOMBA (CAPSICUM FRUTESCENS L.) PADA LAHAN TERBATAS MELALUI POLA TUMPANGSARI UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI INPUT DAN NILAI EKONOMI USAHATANI Imas Naimah Hasnah; Ida Marina; Haura Dwi Aryani
Journal of Sustainable Agribusiness Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jsa.v5i1.19149

Abstract

Penelitian ini menganalisis optimasi sistem produksi cabai domba (Chili pepper, Capsicum frutescens L.) pada lahan terbatas melalui pola tumpangsari untuk meningkatkan efisiensi input dan nilai ekonomi usahatani. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) yang didukung observasi lapangan pada lahan 38,7 m² di Desa Cikalong, Majalengka. Data dianalisis secara deskriptif-komparatif menggunakan matriks sintesis literatur. Hasil menunjukkan bahwa sistem tumpangsari cabai, kacang tanah, dan jagung meningkatkan efisiensi lahan dengan 113 tanaman (naik 140,43% dibanding monokultur) dan biaya input Rp68.000 yang relatif efisien. Kendala yang ditemukan meliputi serangan hama, daun keriting, dan kematian tanaman sebesar 10,64%. Sistem tumpangsari juga meningkatkan diversifikasi produksi yang berpotensi mengurangi risiko usaha dan meningkatkan nilai ekonomi usahatani. Kesimpulannya, tumpangsari meningkatkan efisiensi lahan, menekan risiko produksi, dan memperkuat potensi ekonomi pada lahan terbatas.