p-Index From 2021 - 2026
1.704
P-Index
This Author published in this journals
All Journal KUMARA CENDEKIA
Warananingtyas Palupi
PG PAUD UNS

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

HUBUNGAN FATHER INVOLVEMENT TERHADAP PERILAKU PROSOSIAL ANAK USIA 5-6 TAHUN Khairuniza Febriana; Warananingtyas Palupi
Kumara Cendekia Vol 13, No 2 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i2.100462

Abstract

Peran ayah dalam pengasuhan semakin diakui penting dalam mendukung perkembangan sosial dan emosional anak. Keterlibatan ayah yang positif dapat membantu anak mengembangkan kemampuan bersosialisasi, menunjukkan empati, serta membentuk perilaku prososial sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan mengkaji hubungan antara father involvement dan perilaku prososial anak usia 5–6 tahun dengan pendekatan kuantitatif dan metode korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 48 responden dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, serta korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 27. Hasil menunjukkan adanya hubungan signifikan antara father involvement dan perilaku prososial anak dengan nilai r = 0,562 dan p < 0,001, yang termasuk dalam kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa father involvement berperan dalam meningkatkan sikap berbagi, bekerja sama, dan empati anak. Oleh karena itu, peningkatan kesadaran orang tua, khususnya ayah, mengenai pentingnya keterlibatan dalam pengasuhan sangat diperlukan. Sekolah juga diharapkan dapat mengembangkan program yang mendorong partisipasi ayah dalam proses pendidikan anak, guna membentuk karakter positif sejak dini.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN ANAK DENGAN MEDIA LOTTO ANGKA BERWARNA Dannisa Tri Hapsari; Warananingtyas Palupi; Anjar Fitrianingtyas
Kumara Cendekia Vol 13, No 1 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i1.99836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan dengan media lotto angka berwarna pada anak usia 4-5 tahun. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelas A yang berjumlah 24 anak. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas oleh Kemmis Mc Taggart. Penelitian ini dilakukan selama 2 siklus, dengan setiap siklus dilaksanakan 3 kali pertemuan. Sumber data penelitian ini menggunakan sumber data primer yaitu anak dan guru kelas kelompok A, sedangkan sumber data sekunder didapat dari arsip atau dokumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian dan dokumentasi pada saat anak menggunakan media lotto angka berwarna dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ketuntasan kemampuan mengenal lambang bilangan dengan media lotto angka berwarna pada anak kelompok A usia 4-5 tahun meningkat dari pratindakan terdapat 10 anak (41,66%) tuntas, siklus I terdapat 14 anak (58,33%) tuntas, dan siklus II terdapat 21 anak (87,50%) tuntas. Berdasarkan uraian data di atas dapat disimpulkan bahwa menggunakan media lotto angka berwarna dapat meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan pada kelompok A usia 4-5 tahun.
HUBUNGAN SECURE ATTACHMENT NENEK TERHADAP KEDISIPLINAN ANAK USIA DINI Sekar Kurnia Wulan Sari; Warananingtyas Palupi
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i4.101566

Abstract

Kedisiplinan adalah kondisi yang terbentuk dari serangkaian perilaku yang mencerminkan nilai-nilai seperti ketaatan, kepatuhan, kesetiaan, keteraturan, dan ketertiban. Kedisiplinan tidak hanya dapat diukur dari kepatuhan terhadap peraturan dan sanksi, tetapi juga mencakup perkembangan kesadaran diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara secure attachment nenek dan kedisiplinan anak berusia 5-6 tahun. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan melalui kuesioner yang menggunakan skala Likert. Penelitian ini melibatkan 40 nenek berusia 45-70 tahun yang memiliki cucu berusia 5-6 tahun di lima Taman Kanak-kanak di Kecamatan Serengan, Kota Surakarta. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan signifikan antara secure attachment nenek dan kedisiplinan anak (r = 0,406, p < 0,009), yang menunjukkan semakin tinggi tingkat secure attachment nenek, semakin tinggi pula kedisiplinan anak. Temuan ini mengindikasikan penerapan secure attachment yang konsisten dapat berkontribusi pada peningkatan kedisiplinan anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi orang tua, figur pendamping, dan pendidik mengenai peran secure attachment dalam memengaruhi kedisiplinan anak, serta menekankan pentingnya kerjasama antara berbagai figur dalam pola pengasuhan yang konsisten.
PERBEDAAN LITERASI FINANSIAL ANAK USIA DINI DITINJAU DARI TINGKAT PENDIDIKAN AYAH DAN IBU Alyana Suciparasati Karunia Putri; Warananingtyas Palupi
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i4.105717

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perbedaan literasi keuangan pada anak usia dini berdasarkan tingkat pendidikan orang tua. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif komparatif dengan desain ex-post facto. Sampel penelitian diperoleh melalui teknik total sampling yang melibatkan 50 anak kelompok B di empat TK yang tergabung dalam Gugus Matahari di Kabtupaten Karanganyar. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, sedangkan validitas instrumen diuji melalui expert judgement. Analisis hipotesis dilakukan dengan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan literasi finansial pada anak kelompok B di TK Gugus Matahari berdasarkan tingkat pendidikan Ibu. Anak dengan ibu berpendidikan dasar dan tinggi menunjukkan tingkat literasi keuangan yang berbeda. Dominasi peran ibu dalam pengasuhan serta perannya dalam mentransfer pendidikan keuangan dalam keluarga menjadi faktor utama dalam temuan ini. Sebaliknya, tingkat pendidikan ayah tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap pemahaman keuangan anak. Minimnya keterlibatan ayah dalam memberikan pendidikan keuangan dapat menjadi salah satu penyebabnya. Meskipun begitu pendidikan keuangan sejak dini sebaiknya melibatkan kedua orang tua secara aktif agar anak memiliki pemahaman keuangan yang lebih baik dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Ulkainge Prajmukti; Warananingtyas Palupi; Jumiatmoko Jumiatmoko
Kumara Cendekia Vol 11, No 4 (2023): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i4.64815

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif sangatlah penting untuk dikembangkan sejak usia dini. Kemampuan tersebut dianggap sebagai kemampuan mendasar yang harus dimiliki oleh anak di era digital seperti saat ini. Oleh karenanya, pengembangan kemampuan berpikir kreatif perlu dilakukan. Penelitian dilakukan guna mengetahui pengaruh model pembelajaran kewirausahaan terhadap kemampuan berpikir kreatif pada anak usia 5-6 tahun. Subjek pada penelitian sebanyak 30 anak, pada kelompok eksperimen sebanyak 15 anak dan kelompok kontrol sebanyak 15 anak di BA Aisyiyah Jamalan. Jenis penelitian yang digunakan yakni penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Experimental berbentuk Non Equivalen Control Group Design. Jenis penelitian ini dimaksudkan untuk membandingkan hasil pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah adanya treatment. Pengujian diawali dengan uji prasyarat yang meliputi uji normalitas dengan Shapiro Wilk Levene dan uji homogenitas menggunakan Test For Equality Of Variance, kemudian dilanjutkan pada tahap uji hipotesis menggunakan Independent Sample t-Tes pada nilai hasil pretest dan posttest. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai rata-rata posttest pada kelompok eksperimen sebesar 20.33 dan pada kelompok kontrol memiliki rata-rata sebesar 17.20, yang kemudian didapat besar signifikansi 0.000 dimana nilai signifikansi tersebut kurang dari 0.05, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok tersebut terhadap kemampuan berpikir kreatif pada anak usia 5-6 tahun.