Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Comprehensive Science

Profil Length of Stay dan Lama Penggunaan Ventilator Pasien Pneumonia Dengan Diabetes Melitus Tipe 2 di ICU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bongakaraeng, Tika Yudiyani; Lalenoh, Diana Christine; Laihad, Mordekhai Leopold
Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 12 (2025): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v4i12.3773

Abstract

Latar Belakang dan Tujuan: Pneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan bawah dengan dampak mortalitas dan morbiditas yang tinggi. Diabetes melitus tipe 2 menjadi faktor predisposisi penting terhadap infeksi, termasuk pneumonia. Length of Stay (LOS) merupakan indikator efektivitas pelayanan medis, sedangkan ventilator digunakan sebagai alat bantu napas di mana penggunaan berkepanjangan dapat mempengaruhi mortalitas. Penelitian ini bertujuan menggambarkan LOS dan lama penggunaan ventilator pasien pneumonia dengan diabetes melitus tipe 2 di ICU. Metode: Penelitian deskriptif dengan metode observasional secara retrospektif menggunakan data rekam medis. Hasil: Dari total 181 pasien, usia 30-65 tahun (55,8%) dan jenis kelamin perempuan (55,8%) paling dominan. Sebagian besar LOS ?14 hari (80,7%). Semua pasien keluar ICU dengan status meninggal (100%). Pasien lebih sering menggunakan ventilator ?48 jam (87,3%). Distribusi LOS berdasarkan usia didominasi oleh kelompok usia 30-65 tahun (46,4%) dengan LOS ?14 hari. Berdasarkan jenis kelamin, LOS ?14 hari paling banyak pada perempuan (45,3%). Distribusi lama penggunaan ventilator berdasarkan usia menunjukkan kelompok usia 30-65 tahun mendominasi dengan durasi ?48 jam (48,1%), demikian pula jenis kelamin perempuan (48,1%). Distribusi lama penggunaan ventilator berdasarkan LOS menunjukkan LOS ?14 hari dengan durasi ?48 jam (68,0%) dominan. Kesimpulan: Mayoritas pasien berada pada usia 30-65 tahun dan perempuan masing-masing 55,8%. LOS ?14 hari tercatat pada 80,7% pasien dan seluruh pasien keluar ICU dalam keadaan meninggal. Durasi ventilator ?48 jam (87,3%) paling dominan. LOS ?14 hari paling banyak ditemukan pada kelompok usia 30-65 tahun (46,4%) dan perempuan (45,3%). Durasi ventilator ?48 jam paling sering terjadi pada kelompok usia 30-65 tahun (48,1%) dan pada perempuan (48,1%). Penggunaan ventilator tertinggi ditemukan pada pasien dengan LOS ?14 hari dengan durasi ventilator ?48 jam (68,0%).
Profil Hemodinamik dan Angka Mortalitas pada Pasien Pascakraniotomi di ICU RS R. D. Kandou Periode Januari 2024 – Januari 2025 Louisandrina Saranti, Muifa; Leopold Laihad, Mordekhai; Christine Lalenoh, Diana
Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 12 (2025): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v4i12.3820

Abstract

Kraniotomi adalah prosedur bedah saraf kritis untuk menangani kondisi intrakranial seperti trauma dan tumor otak. Pasien pasca-kraniotomi memerlukan pemantauan perawatan intensif karena risiko yang memengaruhi hasil. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik, diagnosis, profil hemodinamik, dan angka kematian pada pasien pasca-kraniotomi elektif dan darurat. Studi observasional retrospektif dilakukan pada pasien di ICU Rumah Sakit Prof. Dr. R. D. Kandou dari Januari 2024 hingga Januari 2025. Studi ini mencakup 83 pasien, 18 di kelompok elektif dan 65 di kelompok darurat. Pada kelompok darurat, laki-laki lebih dominan, kelompok usia 18-40 tahun paling umum, trauma dengan diagnosis perdarahan intrakranial (ICH) adalah penyebab utama, dan angka kematiannya adalah 47,69%, dengan sebagian besar kematian terjadi setelah 24 jam. Pada kelompok elektif, perempuan lebih banyak ditemukan, kelompok usia 41-60 tahun mendominasi, dan Meningioma merupakan diagnosis yang paling sering terjadi, dengan angka kematian 38,89%. Hemodinamika pada kedua kelompok berfluktuasi dalam kisaran 0-20% dari nilai dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok usia 18-40 tahun (44,62%) dan laki-laki (80%) mendominasi pada kraniotomi darurat, sedangkan kelompok usia 41-60 tahun (86,67%) dan perempuan (83,33%) lebih umum ditemukan pada kraniotomi elektif. Diagnosis yang paling umum adalah Meningioma (78%) untuk kasus elektif dan SDH+ICH akibat trauma (15,38%) untuk kasus darurat. Angka kematian lebih tinggi pada kelompok darurat (47,69%) dibandingkan dengan kelompok elektif (38,89%).
Profil Hemodinamik dan Skala Nyeri Pada Pasien Preeklampsia dan Eklampsia yang Dilakukan Seksio Sesarea Serta Luaran Neonatal (Skor APGAR) Fendiputra, Melvin; Christine Lalenoh, Diana; Posangi, Iddo
Journal of Comprehensive Science Vol. 4 No. 12 (2025): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v4i12.3835

Abstract

Preeklampsia dan eklampsia adalah komplikasi kehamilan serius yang dapat membahayakan ibu dan janin jika tidak segera ditangani. Untuk menentukan profil parameter hemodinamik, skala nyeri, dan skor APGAR pada pasien preeklampsia dan eklampsia yang menjalani anestesi untuk operasi caesar. Penelitian deskriptif observasional retrospektif pada rekam medis pasien di Rumah Sakit R. D. Kandou Manado untuk periode Februari 2023 – Februari 2025. Insiden preeklampsia adalah 226 kasus dan eklampsia adalah 39 kasus, dengan mayoritas pasien berusia 20–35 tahun. Anestesi yang paling umum digunakan untuk preeklampsia adalah anestesi spinal dengan bupivakain + fentanyl, sedangkan eklampsia lebih umum menggunakan anestesi umum dengan propofol + fentanyl + rokuronium bromide. Gambaran hemodinamik perioperatif stabil, dan tidak ada perbedaan signifikan pada skala nyeri pascaoperasi antara kedua jenis anestesi tersebut.