Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN IBU TENTANG ISPA MELALUI EDUKASI BERBASIS LEAFLET: STUDI PRETEST–POSTTEST DI POSYANDU GAROT KECAMATAN DARUL IMARAH ACEH BESAR Eva Rosdiana; Hartati Hartati; Ismail Ismail; Mira Abdullah; Febri Yusnanda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5951

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di Indonesia. Rendahnya pengetahuan dan pemahaman ibu mengenai pencegahan ISPA dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit tersebut pada anak. Upaya promotif melalui edukasi kesehatan menjadi strategi penting untuk meningkatkan literasi kesehatan ibu sehingga mampu menerapkan tindakan pencegahan ISPA secara optimal. Salah satu media edukasi yang mudah digunakan dan efektif adalah leaflet. Tujuan: Mengetahui efektivitas edukasi berbasis leaflet dalam memperkuat literasi kesehatan ibu tentang pencegahan ISPA pada balita. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan di Posyandu Garot, Gampong Garot, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar. Sampel penelitian adalah ibu yang memiliki balita dan berkunjung ke Posyandu Garot, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa edukasi kesehatan menggunakan media leaflet mengenai pencegahan ISPA pada balita. Pengukuran literasi kesehatan dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor literasi kesehatan ibu setelah diberikan edukasi berbasis leaflet. Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa edukasi menggunakan leaflet efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu mengenai faktor risiko, gejala, serta upaya pencegahan ISPA pada balita. Kesimpulan: Edukasi kesehatan berbasis leaflet efektif dalam memperkuat literasi kesehatan ibu tentang pencegahan ISPA pada balita. Pemanfaatan leaflet sebagai media promosi kesehatan dapat menjadi alternatif yang mudah, praktis, dan ekonomis dalam mendukung program pencegahan ISPA di tingkat posyandu dan masyarakat.
PENGARUH PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP STATUS GIZI PADA BALITA DI PUSKESMAS JEURAM KABUPATEN NAGAN RAYA Alamsyah Alamsyah; Eva Rosdiana; Rahmat Akbar; Febri Yusnanda; Mira Abdullah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5949

Abstract

Latar Belakang : Masalah gizi pada balita masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang serius baik secara global maupun nasional. Gizi buruk berkontribusi besar terhadap angka kematian anak, dan kekurangan gizi pada usia di bawah lima tahun berdampak pada wasting, underweight, dan stunting. Di Indonesia, meskipun prevalensi stunting mengalami penurunan, angkanya masih berada di atas target nasional. Provinsi Aceh, termasuk Kabupaten Nagan Raya, masih mencatat adanya kasus gizi buruk balita yang menunjukkan perlunya upaya penanganan berkelanjutan. Peran ibu sebagai pengasuh utama anak, khususnya terkait pengetahuan dan sikap terhadap pemenuhan gizi, sering dianggap sebagai faktor penting dalam menentukan status gizi balita. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan sikap ibu terhadap status gizi balita di Puskesmas Jeuram Kabupaten Nagan Raya tahun 2026. Metode Penelitian : penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 1–5 tahun, dengan jumlah sampel sebanyak 57 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, sedangkan analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian : menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan status gizi balita (p = 0,752) maupun antara sikap ibu dengan status gizi balita (p = 0,313). Mayoritas balita berada pada kategori gizi kurang, baik pada ibu dengan pengetahuan dan sikap yang rendah maupun tinggi. Kesimpulan dan Saran : Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap ibu bukan merupakan faktor determinan langsung terhadap status gizi balita. Diperlukan pendekatan intervensi yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan faktor pola asuh makan, sosial ekonomi, penyakit infeksi, dan lingkungan.