Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN IBU TENTANG ISPA MELALUI EDUKASI BERBASIS LEAFLET: STUDI PRETEST–POSTTEST DI POSYANDU GAROT KECAMATAN DARUL IMARAH ACEH BESAR Eva Rosdiana; Hartati Hartati; Ismail Ismail; Mira Abdullah; Febri Yusnanda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5951

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di Indonesia. Rendahnya pengetahuan dan pemahaman ibu mengenai pencegahan ISPA dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit tersebut pada anak. Upaya promotif melalui edukasi kesehatan menjadi strategi penting untuk meningkatkan literasi kesehatan ibu sehingga mampu menerapkan tindakan pencegahan ISPA secara optimal. Salah satu media edukasi yang mudah digunakan dan efektif adalah leaflet. Tujuan: Mengetahui efektivitas edukasi berbasis leaflet dalam memperkuat literasi kesehatan ibu tentang pencegahan ISPA pada balita. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan di Posyandu Garot, Gampong Garot, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar. Sampel penelitian adalah ibu yang memiliki balita dan berkunjung ke Posyandu Garot, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa edukasi kesehatan menggunakan media leaflet mengenai pencegahan ISPA pada balita. Pengukuran literasi kesehatan dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor literasi kesehatan ibu setelah diberikan edukasi berbasis leaflet. Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa edukasi menggunakan leaflet efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu mengenai faktor risiko, gejala, serta upaya pencegahan ISPA pada balita. Kesimpulan: Edukasi kesehatan berbasis leaflet efektif dalam memperkuat literasi kesehatan ibu tentang pencegahan ISPA pada balita. Pemanfaatan leaflet sebagai media promosi kesehatan dapat menjadi alternatif yang mudah, praktis, dan ekonomis dalam mendukung program pencegahan ISPA di tingkat posyandu dan masyarakat.
PENGARUH PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP STATUS GIZI PADA BALITA DI PUSKESMAS JEURAM KABUPATEN NAGAN RAYA Alamsyah Alamsyah; Eva Rosdiana; Rahmat Akbar; Febri Yusnanda; Mira Abdullah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol 12, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5949

Abstract

Latar Belakang : Masalah gizi pada balita masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang serius baik secara global maupun nasional. Gizi buruk berkontribusi besar terhadap angka kematian anak, dan kekurangan gizi pada usia di bawah lima tahun berdampak pada wasting, underweight, dan stunting. Di Indonesia, meskipun prevalensi stunting mengalami penurunan, angkanya masih berada di atas target nasional. Provinsi Aceh, termasuk Kabupaten Nagan Raya, masih mencatat adanya kasus gizi buruk balita yang menunjukkan perlunya upaya penanganan berkelanjutan. Peran ibu sebagai pengasuh utama anak, khususnya terkait pengetahuan dan sikap terhadap pemenuhan gizi, sering dianggap sebagai faktor penting dalam menentukan status gizi balita. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan sikap ibu terhadap status gizi balita di Puskesmas Jeuram Kabupaten Nagan Raya tahun 2026. Metode Penelitian : penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 1–5 tahun, dengan jumlah sampel sebanyak 57 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, sedangkan analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian : menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan status gizi balita (p = 0,752) maupun antara sikap ibu dengan status gizi balita (p = 0,313). Mayoritas balita berada pada kategori gizi kurang, baik pada ibu dengan pengetahuan dan sikap yang rendah maupun tinggi. Kesimpulan dan Saran : Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap ibu bukan merupakan faktor determinan langsung terhadap status gizi balita. Diperlukan pendekatan intervensi yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan faktor pola asuh makan, sosial ekonomi, penyakit infeksi, dan lingkungan.
EDUKASI KESEHATAN TENTANG ANEMIA PADA REMAJA DI SMAN 1 BAITUSSALAM Eva Rosdiana; Alfitri Wahyuni; Mira Abdullah; Febri Yusnanda
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol 8, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih banyak terjadi pada remaja, khususnya remaja putri, yang disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi, pola makan yang tidak seimbang, serta rendahnya pengetahuan tentang kesehatan. Kondisi ini dapat menimbulkan dampak seperti kelelahan, menurunnya konsentrasi belajar, serta penurunan produktivitas sehari-hari. Selain itu, anemia pada remaja juga dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang apabila tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran remaja. Edukasi kesehatan merupakan salah satu strategi yang efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai anemia dan cara pencegahannya. Melalui edukasi, remaja diharapkan mampu memahami pentingnya konsumsi makanan bergizi serta perilaku hidup sehat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemberdayaan remaja dalam pencegahan anemia melalui edukasi kesehatan. Tujuan pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas kepada para siswa-siswi tentang anemia dan pencegahannya pada remaja.Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan cara memberikan edukasi kesehatan secara langsung ke pada siswa-siswi SMAN 1 Baitussalam pada tanggal 02 Februari 2026. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan ini adalah sebanyak 30 siswa/i. Hasil pelaksanaan kegiatan terlihat bahwa siswa/i menjadi paham tentang anemia dan pencegahannya. Hal ini terlihat dari hasil nilai pretes dan postes yaitu 70% remaja mengetahui tentang bahaya merokok saat pretes dan meningkat menjadi 95% pada saat dilakukan postest. Kesimpulan dari pelaksanaan pengabdian ini siswa/i terlihat antusias mendengarkan edukasi kesehatan yang disampaikan, dan mereka menyatakan mau dan mampu melakukan pencegahan anemia untuk kehidupan yang lebih sehat.
PENGARUH PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TERHADAP STATUS GIZI PADA BALITA DI PUSKESMAS JEURAM KABUPATEN NAGAN RAYA Alamsyah Alamsyah; Eva Rosdiana; Rahmat Akbar; Febri Yusnanda; Mira Abdullah
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5949

Abstract

Latar Belakang : Masalah gizi pada balita masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat yang serius baik secara global maupun nasional. Gizi buruk berkontribusi besar terhadap angka kematian anak, dan kekurangan gizi pada usia di bawah lima tahun berdampak pada wasting, underweight, dan stunting. Di Indonesia, meskipun prevalensi stunting mengalami penurunan, angkanya masih berada di atas target nasional. Provinsi Aceh, termasuk Kabupaten Nagan Raya, masih mencatat adanya kasus gizi buruk balita yang menunjukkan perlunya upaya penanganan berkelanjutan. Peran ibu sebagai pengasuh utama anak, khususnya terkait pengetahuan dan sikap terhadap pemenuhan gizi, sering dianggap sebagai faktor penting dalam menentukan status gizi balita. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengetahuan dan sikap ibu terhadap status gizi balita di Puskesmas Jeuram Kabupaten Nagan Raya tahun 2026. Metode Penelitian : penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki balita usia 1–5 tahun, dengan jumlah sampel sebanyak 57 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, sedangkan analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian : menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan status gizi balita (p = 0,752) maupun antara sikap ibu dengan status gizi balita (p = 0,313). Mayoritas balita berada pada kategori gizi kurang, baik pada ibu dengan pengetahuan dan sikap yang rendah maupun tinggi. Kesimpulan dan Saran : Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap ibu bukan merupakan faktor determinan langsung terhadap status gizi balita. Diperlukan pendekatan intervensi yang lebih komprehensif dengan mempertimbangkan faktor pola asuh makan, sosial ekonomi, penyakit infeksi, dan lingkungan.
PENINGKATAN LITERASI KESEHATAN IBU TENTANG ISPA MELALUI EDUKASI BERBASIS LEAFLET: STUDI PRETEST–POSTTEST DI POSYANDU GAROT KECAMATAN DARUL IMARAH ACEH BESAR Eva Rosdiana; Hartati Hartati; Ismail Ismail; Mira Abdullah; Febri Yusnanda
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 12 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v12i1.5951

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita di Indonesia. Rendahnya pengetahuan dan pemahaman ibu mengenai pencegahan ISPA dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit tersebut pada anak. Upaya promotif melalui edukasi kesehatan menjadi strategi penting untuk meningkatkan literasi kesehatan ibu sehingga mampu menerapkan tindakan pencegahan ISPA secara optimal. Salah satu media edukasi yang mudah digunakan dan efektif adalah leaflet. Tujuan: Mengetahui efektivitas edukasi berbasis leaflet dalam memperkuat literasi kesehatan ibu tentang pencegahan ISPA pada balita. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimen dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Penelitian dilaksanakan di Posyandu Garot, Gampong Garot, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar. Sampel penelitian adalah ibu yang memiliki balita dan berkunjung ke Posyandu Garot, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa edukasi kesehatan menggunakan media leaflet mengenai pencegahan ISPA pada balita. Pengukuran literasi kesehatan dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah pemberian edukasi. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan skor sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor literasi kesehatan ibu setelah diberikan edukasi berbasis leaflet. Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pretest dan posttest (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa edukasi menggunakan leaflet efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu mengenai faktor risiko, gejala, serta upaya pencegahan ISPA pada balita. Kesimpulan: Edukasi kesehatan berbasis leaflet efektif dalam memperkuat literasi kesehatan ibu tentang pencegahan ISPA pada balita. Pemanfaatan leaflet sebagai media promosi kesehatan dapat menjadi alternatif yang mudah, praktis, dan ekonomis dalam mendukung program pencegahan ISPA di tingkat posyandu dan masyarakat.
EDUKASI KESEHATAN TENTANG BAHAYA MEROKOK PADA REMAJA DI SMAN 1 BAITUSSALAM Eva Rosdiana; Alfitri Wahyuni; Mira Abdullah; Febri Yusnanda; Ratna Willis; Ismail Ismail
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku merokok pada remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang semakin mengkhawatirkan. Aktivitas yang dahulu identik dengan orang dewasa kini telah merambah ke kalangan pelajar, bahkan pada usia sekolah dasar. Data global menunjukkan sekitar 38 juta remaja berusia 13–15 tahun merupakan perokok aktif, dengan tren peningkatan dari tahun ke tahun (Wijayanti & Ronoatmodjo, 2025). Di Indonesia, prevalensi perokok remaja mencapai lebih dari 20% dan menempatkan negara ini sebagai peringkat ketiga tertinggi di dunia (Fauziah et al., 2020; Vivy Maharani et al., 2021). Sebagian besar remaja mulai merokok pada usia sangat muda, yaitu 12–15 tahun (Rahayuwati & Castillo, 2020), yang meningkatkan risiko penyakit kronis di usia dewasa (Winelis, 2021). Melihat tingginya angka tersebut, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan tentang bahaya merokok. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai dampak negatif merokok terhadap kesehatan fisik, mental, dan masa depan mereka. Dengan pelaksanaan edukasi di SMA Negeri 1 Baitussalam Kabupaten Besar, diharapkan siswa mampu memahami risiko merokok serta menumbuhkan sikap menolak terhadap perilaku merokok sejak dini. Tujuan pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas kepada para siswa-siswi tentang merokok dan dampak negative yang dapat muncul akibat merokok sehingga siswa/i SMAN 1 Baitussalam terhindar dari perilaku merokok. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan cara memberikan edukasi kesehatan secara langsung ke pada siswa-siswi SMAN 1 Baitussalam pada tanggal 22 Februari 2025. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan ini adalah sebanyak 30 siswa/i. Hasil pelaksanaan kegiatan terlihat bahwa siswa/i menjadi paham tentang bahaya merokok dan dampaknya bagi kesehatan. Hal ini terlihat dari hasil nilai pretes dan postes yaitu 78% remaja mengetahui tentang bahaya merokok saat pretes dan meningkat menjadi 98% pada saat dilakukan postest. Kesimpulan dari pelaksanaan pengabdian ini siswa/i terlihat antusias mendengarkan edukasi kesehatan yang disampaikan, dan mereka yang sudah terlanjur merokok menyatakan menyesal sudah mengenal rokok dan akan berusaha untuk berhenti merokok. Kata Kunci : Bahaya Merokok, Edukasi Kesehatan, Remaja
EDUKASI KESEHATAN TENTANG ANEMIA PADA REMAJA DI SMAN 1 BAITUSSALAM Eva Rosdiana; Alfitri Wahyuni; Mira Abdullah; Febri Yusnanda
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih banyak terjadi pada remaja, khususnya remaja putri, yang disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi, pola makan yang tidak seimbang, serta rendahnya pengetahuan tentang kesehatan. Kondisi ini dapat menimbulkan dampak seperti kelelahan, menurunnya konsentrasi belajar, serta penurunan produktivitas sehari-hari. Selain itu, anemia pada remaja juga dapat berdampak pada kesehatan jangka panjang apabila tidak ditangani dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan upaya pencegahan melalui peningkatan pengetahuan dan kesadaran remaja. Edukasi kesehatan merupakan salah satu strategi yang efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai anemia dan cara pencegahannya. Melalui edukasi, remaja diharapkan mampu memahami pentingnya konsumsi makanan bergizi serta perilaku hidup sehat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemberdayaan remaja dalam pencegahan anemia melalui edukasi kesehatan. Tujuan pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman yang lebih luas kepada para siswa-siswi tentang anemia dan pencegahannya pada remaja.Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan cara memberikan edukasi kesehatan secara langsung ke pada siswa-siswi SMAN 1 Baitussalam pada tanggal 02 Februari 2026. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan ini adalah sebanyak 30 siswa/i. Hasil pelaksanaan kegiatan terlihat bahwa siswa/i menjadi paham tentang anemia dan pencegahannya. Hal ini terlihat dari hasil nilai pretes dan postes yaitu 70% remaja mengetahui tentang bahaya merokok saat pretes dan meningkat menjadi 95% pada saat dilakukan postest. Kesimpulan dari pelaksanaan pengabdian ini siswa/i terlihat antusias mendengarkan edukasi kesehatan yang disampaikan, dan mereka menyatakan mau dan mampu melakukan pencegahan anemia untuk kehidupan yang lebih sehat.