Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Silvarum

Jenis dan Kelimpahan Jenis Pohon Eksotis di Kawasan Tahura Gunung Tumpa H.V. Worang Pasanda, Blasius Arthur; Langi, Martina A.; Kainde, Reynold P.
Silvarum Vol. 3 No. 2 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i2.57640

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendata jenis dan kelimpahan jenis pohon eksotis di kawasan Tahura Gunung Tumpa H.V. Worang. Penelitian ini menggunakan simple random sampling melalui plot pengamatan yang tersebar di empat arah mata angin. Pada setiap arah mata angin dibuat dua plot pengamatan areal berhutan. Hasil menunjukkan terdapat 42 jenis pohon dari 25 suku di mana di antaranya terdapat tiga jenis eksotis di Tahura Gunung Tumpa H.V. Worang. Ketiga jenis tersebut adalah Polyalthia longifolia yang berasal dari India dan Sri lanka, Calophyllum inophyllum yang berasal dari Afrika timur dan Australia, serta Spathodea campanulata yang berasal dari Afrika. Kelimpahan tertinggi pada tingkat pohon dan tiang adalah dari jenis Spathodea campanulate; pada fase pancang Spathodea campanulata memiliki kelimpahan relatif tinggi namun memiliki frekuensi perjumpaan yang rendah, dan pada fase semai Spathodea campanulata memiliki kelimpahan yang sama dan frekuensi yang seragam.
Potensi Ekowisata Gunung Payung Desa Poopo, Kabupaten Minahasa Selatan Pelle, Betrosali; Langi, Martina A.; Sumakud, Maria Y.M.A.
Silvarum Vol. 3 No. 2 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i2.57648

Abstract

Gunung Payung merupakan kawasan wisata yang berada diketinggian 500 mdpl, terletak di Desa Poopo, Kecamatan Ranoyapo, Kabupaten Minahasa Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi wisata berkaitan dengan aspek biofisik dan budaya masyarakat di kawasan wisata gunung payung desa Poopo. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik survey untuk melihat kondisi lokasi penelitian, eksplorasi untuk pengumpulan data jenis flora fauna, dokumentasi untuk melihat potensi fisik, dan wawancara untuk mengetahui potensi budaya masyarakat desa poopo. Hasil penelitian menunjukan Potensi biofisik terdapat 36 jenis flora; 1 jenis flora endemik sulawesi yaitu Pinang yaki (Areca vestiaria), dan 26 jenis fauna; 8 jenis fauna endemik Sulawesi 2 diantaranya berstatus Vulnerable oleh IUCN Redlist yaitu Kangkareng Sulawesi (Penelopides exarhatus), Julang Sulawesi (Aceros cassidix), 4 obyek fisik keindahan; lansekap lautan awan dan sunrise, pemandangan vegetasi hutan, persawahan, dan camping ground, selain potensi biofisik juga terdapat potensi 5 potensi Budaya masyarakat yaitu; peninggalan bersejarah batu lesung, batu tiga (tumani indo’ong), tradisi seni budaya mawolay, kuliner, dan budaya mapalus.
Struktur dan Komposisi Jenis Mangrove Desa Kulu, Kecamatan Wori, Sulawesi Utara Subiyanto, Subiyanto; Tasirin, Johny S.; Langi, Martina A.
Silvarum Vol. 2 No. 2 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v2i2.43549

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan komposisi jenis mangrove di Desa Kulu, Sulawesi Utara. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2022 di Desa Kulu, Kecamatan Wori, Sulawesi Utara. Penelitian menggunakan 12 plot pengamatan yang ditentukan secara acak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di hutan mangrove Desa Kulu terdapat 9 jenis (6 suku) mangrove, yaitu Acrostichum aureum, Aegiceras corniculatum, Bruguiera gymnorrhiza, Ceriops sp., Lumnitzera littorea, Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, Scyphiphora hydrophylacea, dan Sonneratia alba. Rhizophora mucronata memiliki INP tertinggi di fase semai (87,6%), sapihan (77,9%) dan pohon (150,8%) sedangkan fase tiang didominasi Rhizophora apiculata dengan INP 129,5%.
Keanekaragaman Jenis Kupu-kupu Sebagai Penunjang Ekowisata di Gunung Manado Tua, Kawasan Taman Nasional Bunaken, Sulawesi Utara Larenggam, Omega; Saroinsong, Fabiola B.; Langi, Martina A.
Silvarum Vol. 3 No. 1 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i1.44277

Abstract

Pulau Manado Tua adalah salah satu pulau yang berada di kawasan Taman Nasional Bunaken dan merupakan pulau terbesar dari kelompok pulau-pulau yang berada dalam batas teluk Manado. Pulau ini memiliki keanekaragaman flora dan fauna yang tinggi dan memiliki pesona pariwisata yang eksotik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keanekaragaman jenis kupu-kupu sebagai penunjang dan daya tarik ekowisata di Gunung Manado Tua. Metode penelitian yang digunakan ialah Metode pathway count dengan mengikuti jalur yang ada. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis kupu-kupu yang diperoleh berjumlah 20 jenis dengan total individu berjumlah 517 individu dari 5 famili yang berbeda. dari 20 jenis individu yang berhasil ditemukan terdapat 3 jenis kupu-kupu yang dominan terlihat sepanjang jalur pendakian yaitu Papilio gigon yang berjumlah 91 individu, Junonia hedonia berjumblah 79 individu, dan Ideopsis juventa sebanyak 69 individu adapun jenis kupu-kupu yang dilindingi yaitu kupu-kupu Troides helena dari famili Papolionidae . Dari hasil analisis keanekaragaman Shannon-Wiener indeks keanekaragaman kupu-kupu di Gunung Manado Tua bernilai H’=2,56 yang menunjukan kriteria keanekaragaman jenis sedang, dan tingkat keseragaman/Equitabilitas (E) bernilai E= 0,85 yang menunjukan tingkat keseragaman stabil. Dari hasil yang diperoleh keanekaragaman jenis kupu-kupu di Gunung Manado tua dapat menjadi salah satu daya tarik wisata dalam mengembangkan ekowisata yang ada di Gunung Manado Tua. Adapun jenis tumbuhan inang pakan imago yang diketahui berjumlah 4 jenis tumbuhan antara lain Crassosephalum crepidioides, Chromolaena odorata, Ixora sp, dan Mussaenda sp..
Keanekaragaman Jenis Burung di Danau Linow, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara Umbas, Antonius; Tasirin, Johny S.; Langi, Martina A.
Silvarum Vol. 2 No. 2 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v2i2.48527

Abstract

Burung merupakan satwa yang memiliki kemampuan daya jelajah yang luas sehingga burung dapat ditemukan di berbagai tipe habitat baik di hutan, lahan pertanian, daerah perkotaan, dan perairan. Keanekaragaman jenis burung pada kawasan ini penting untuk melestarikan berbagai jenis burung yang ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis burung yang ada di Danau Linow Kota Tomohon. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan September 2022 menggunakan metode titik yang diletakan sebanyak enam titik yang tersebar secara sistematis di tepian Danau Linow waktu pengamatan di setiap titik selama 15 menit. Pengamatan dilakukan pada pagi hari pukul 06.00-09.00 dan pada sore hari pukul 15.00-18.00. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 45 jenis burung dari 20 famili di kawasan Danau Linow Kota Tomohon. Dengan nilai indeks keanekaragaman H’= 2,92 dengan kategori sedang dan terdapat 42 jenis (93,3%) terkategori LC (least Concern), 2 jenis (4,4%) terkategori NE(Not Evaluated), 1 jenis (2,2%) burung dengan kategori NT (Not Threatened), dimana status ini berada dalam keadaan terancam punah.
Sebaran Pohon Namnam (Cynometra cauliflora L.) Di Pulau Sangihe Besar, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara. mananohase, maurend claudya; Lasut, Marthen T.; Langi, Martina A.
Silvarum Vol. 2 No. 3 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v2i3.48701

Abstract

This study aims to determine the distribution of the namnam tree (Cynometra cauliflora L.) on Sangihe Besar Island, Sangihe Archipelago District, North Sulawesi Province. The research was carried out from December 2022 to January 2023. The initial research was carried out by conducting an initial survey at the research location, the initial survey was carried out to find out information and the location of the Namnam tree. The variables observed in this study were the habitat or growing location, the altitude where it grew, and the coordinates of the growing location. In this research, namnam trees were found totaling 30 trees with different coordinate points, with the greatest distribution occurring in the lowlands.
Pemetaan Jalur Interpretasi Ekowisata Desa Tinongko dan Desa Buhias Taman Nasional Bunaken muriany, vinolya Prisilia; Langi, Martina A.; Rombang, Johan A.
Silvarum Vol. 3 No. 1 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i1.48731

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat pemetaan jalur interpretasi ekowisata di Desa Tinongko dan Desa Buhias, Taman Nasional Bunaken. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksplorasi pada lokasi yang telah disurvei. Analisis data yang digunakan yaitu metode deskripsi kualitatif dimana metode ini peneliti mendeskripsikan data hasil penelitian mengenai potensi wisata tentang keadaan dan kondisi objek ekowisata yang nantinya dibuat dalam bentuk tabel dan dilanjutkan dengan pembuatan peta jalur interpretasi ekowisata menggunakan aplikasi Arcgis 10.4. Hasil pemetaan jalur interpretasi ekowisata Desa Tinongko dan Desa Buhias dibuat mengelilingi kedua desa tersebut. Jalur interpretasi ekowisata ini memiliki jarak tempuh sepanjang 4,95 km. Titik awal pembuatan jalur dimulai dari Desa Tinongko yang nantinya akan melewati potensi wisata mangrove trail, hutan mangrove, titik pengamatan burung, pengamatan kupu-kupu, dan berakhir di mangrove trail Tinongko.
KARAKTERISTIK POHON TIDUR BURUNG NURI TALAUD DI KECAMATAN TAMPAN ‘AMMA KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD Boda, Meisprikel; Langi, Martina A.; Tasirin, Johny S.
Silvarum Vol. 3 No. 1 (2024): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v3i1.49166

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk karakteristik pohon tidur burung nuri talaud di Kecamatan Tampan‘Amma Kabupaten Kepulauan Talaud. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi lapangan. Pengambilan dokumentasi digital dan herbarium dilakukan untuk setiap jenis yang diidentifikasi (jika tidak diketahui jenisnya). Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat pohon dari dua jenis yang berbeda yang digunakan oleh koloni burung nuri talaud untuk pohon tidurnya, terdiri dari tiga jenis pohon gehe (Pometia corriaceae Radkl) dan satu jenis pohon lawean (Sterculia sp.). Tinggi pohon tidur nuri talaud berkisar 30,1-38,7 meter dan diameternya mencapai 42,3-59,7 cm. Pohon tidur nuri talaud di temukan pada ketinggian antara 437 m dpl sampai dengan 503 m dpl. Suhu rata-rata dari seluruh pohon tidur nuri talaud terdapat pada sore hari 26.8°C sedangkan tingkat kelembaban rata-rata dari seluruh pohon tidur nuri talaud terjadi pada pagi hari 80.68% dan intensitas cahaya yang masuk di sekitar seluruh pohon tidur burung nuri talaud rata-rata pada pagi hari 257.75 lux dan sore hari 287.25 lux. Vegetasi penyusun lingkungan pohon tidur burung nuri talaud pada tingkat pohon memiliki nilai INP terbesar pada jenis pohon kelapa (Cocos nucifera L) (61.63), pada tingkat tiang pada jenis pohon weneran (Macaranga hipsida) (32,39), dan untuk tingkat pancang pada jenis pohon binsar (Ficus variegata) (41.85).
Komposisi dan Struktur Vegetasi Mangrove di Desa Tatakalai Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah Sengkul, Sukmalita; Langi, Martina A.; Tasitrin, Caroline N.A.C.
Silvarum Vol. 2 No. 2 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v2i2.50888

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari komposisi dan struktur vegetasi pohon mangrove di Desa Tatakalai Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Metode survey lapangan dengan jalur berpetak dibuat sebanyak 34 buah yang tersebar di enam transek pengamatan. Komposisi dan struktur pohon pada vegetasi mangrove dianalisis menggunakan pendekatan Indeks Nilai Penting (INP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat enam jenis pohon mangrove mayor (sejati) dan dua jenis pohon mangrove asosiasi. Kelompok mayor vegetasi mangrove Desa Tatakalai terdiri atas enam jenis yaitu Rhizophora apiculata Bl, (Rhizophoraceae), Bruguiera gymnorrhiza (L.) Lamk. (Rhizophoraceae), Rhizophora stylosa Griff. (Rhizophoraceae), Ceriops tagal (Perr.) C.B.Rob. (Rhizophoraceae), Lumnitzera littorea (Jack) Voigt (Combretaceae), dan Sonneratia alba J.E. (Sonneratiaceae). Komponen asosiasi vegetasi mangrove Desa Tatakalai terdiri atas Hibiscus tiliaceus L. (Malvaceae) dan Morinda citrifolia L. (Rubiceae). Selanjutnya struktur vegetasi pohon hutan mangrove di Desa Tatakalai didominasi oleh tingkat pancang. Jenis yang mendominasi pada seluruh tingkat pertumbuhan adalah Rhizophora apiculata Bl. Distribusi penyebaran diameter paling besar yaitu 38,4 cm, sedangkan distribusi tinggi didominasi oleh jenis Bruguiera gymnorrhiza (L.) Lamk dengan angka tertinggi adalah 16 m.
Persepsi Petani terhadap Praktek Agroforestri di Desa Warembungan, Kecamatan Pineleng, Sulawesi Utara Hasni, Hasni; Langi, Martina A.; Ratag, Semuel P.
Silvarum Vol. 2 No. 3 (2023): Silvarum
Publisher : Fakultas Pertanian, Universits Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/sil.v2i3.53214

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mempelajari persepsi petani tentang praktek agroforestri ini dilaksanakan di desa Warembungan Kecamatan Pineleng pada bulan September sampai dengan Oktober 2021. Metode survey lapangan serta wawancara dilakukan terhadap responden yang adalah petani agroforestri di desa Warembungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat persepsi petani terhadap praktek agroforestri di Desa Warembungan tergolong tinggi serta berkorelasi dengan faktor usia dan tingkat pendidikan.