Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Chronologia

Eksistensi Topeng Tolay sebagai Kesenian Khas Daerah Kabupaten Tanggerang Hari Naredi; Muhammad Imam
CHRONOLOGIA Vol 1 No 1 (2019): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29.681 KB) | DOI: 10.22236/jhe.v1i1.3551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis “Eksistensi Topeng Tolay Sebagai Kesenian Khas Daerah Kabupaten Tangerang”. Metode yang digunakan adalah kualitatif fenomenologi yang memaparkan dengan jelas fakta yang terjadi di lapangan tanpa ada pengurangan maupun penambahan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi partisipan dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis triangulasi data yang terdiri dari tiga tahapan yaitu reduksi, sajian data dan verifikasi atau simpulan data. Hasil penelitian ini diketahui bahwa kesenian topeng Tolay masih eksis di wilayah kabupaten Tangerang dan sedang diupayakan sebagai kesenian khas Tangerang. Makna yang terkandung dalam kesenian ini berupa gambaran kehidupan dalam masyarakat pedesaan. Lakon yang dibawakan mengandung nasihat-nasihat berupa nasihat orang tua dan anak, pergaulan, keluarga dan agama yang menjadi pesan moral bagi masyarakat penikmat kesenian ini, sehingga dapat menjadi acuan bagi masyarakat dalam menjalani kehidupannya
Modal Sosial Komunitas Motor Tua Japs Bratstyle Indonesia: Studi Kasus Paspampres, Jakarta Timur Muhammad Amin Syaifuddin; Lelly Qodariah; Hari Naredi
CHRONOLOGIA Vol 1 No 2 (2019): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.361 KB) | DOI: 10.22236/jhe.v1i2.4717

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gaya hidup, kebebasan berekspresi, solidaritas sosial, dan tanggapan komunitas Japs Bratsyle Indonesia terhadap pandangan masyarakat yang sering memberikan stigma negatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Peneliti menggunakan teknik observasi yang berjenis observasi partisipasi moderat yang tersamar, teknik wawancara tak terstruktur kepada narasumber penelitian, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Komunitas Motor Tua Japs Bratstyle Indonesia memiliki beberapa modal sosial seperti tidak menampik dengan adanya arus Modernisasi pada perkembangan teknologi industri otomotif, gaya hidup Komunitas Japs Bratstyle Indonesia sebenarnya sama, yang membedakan itu penampilan kendaraan mereka masing-masing, tidak ada kelas sosial, semua sama, berbagi rasa bersama, suka, duka, susah, senang bersama, menepis ego membuang pemikiran yang bertentang dengan rasa kebersamaan. Solidaritas dalam Komunitas JBI masuk dalam solidaritas mekanik, mempunyai rasa kepercayaan, kebersamaan, ketiakawanan dan persaudaraan. Komunitas Motor Tua Japs Bratstyle Indonesia sangat menghargai kebebasan, tapi bukan berarti mereka artikan kebebasan yang negatif. Komunitas Motor Tua Japs Bratstyle Indonesia hanya ingin sedikit dihargai dan diterima di tengah masyarakat umum.
Upaya Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa dengan Menggunakan Model Discovery Learning dalam Pembelajaran Sejarah di SMA Negeri 55 Jakarta Adittyas Setiawan Yudha Prawira; Laely Armiyati; Hari Naredi
CHRONOLOGIA Vol 1 No 3 (2020): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.686 KB) | DOI: 10.22236/jhe.v1i3.4729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dengan menggunakan model discovery learning dalam pembelajaran sejarah di Kelas XI IPS B SMA Negeri 55 Jakarta. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 55 Jakarta tahun ajaran 2018/2019. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini melibatkan siswa Kelas XI IPS B sebanyak 36 siswa. Hasil penelitian pada siklus I ini menunjukkan 13,89% siswa mencapai kategori baik dan siklus II mengalami peningkatan, yakni 88,89% siswa mencapai kategori baik. Nilai rata-rata siswa pada siklus I hanya 62,2 dan meningkat menjadi 84,1 pada siklus II. Artinya, pencapaian kemampuan berpikir kritis siswa melalui model discovery learning pada pembelajaran sejarah Kelas XI IPS B SMA Negeri 55 Jakarta mengalami peningkatan. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa menggunakan model discovery learning dalam pembelajaran sejarah Kelas XI IPS B SMA Negeri 55 Jakarta.
Jugun Ianfu: Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan Pada Masa Pendudukan Jepang di Jawa Barat Tahun 1942-1945 Astrid Dwi Rahma; Suswandari Suswandari; Hari Naredi
CHRONOLOGIA Vol 1 No 3 (2020): Chronologia
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.907 KB) | DOI: 10.22236/jhe.v1i3.4731

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memperoleh gambaran secara menyeluruh bagaimana aktivitas Jugun Ianfu di Jawa Barat, bentuk-bentuk kekerasan terhadap Jugun Ianfu, perlindungan hukum dan pertanggungjawaban Jepang, serta dampak sosial-psikologis korban Jugun Ianfu di Jawa Barat. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat langkah, yakni heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perekrutan Jugun Ianfu dilakukan di daerah-daerah di Jawa Barat seperti Cimahi, Sukabumi, Bogor, dan Sumedang melalui penculikan dan dijanjikan akan dipekerjakan. Berdasarkan pemaparan para korban Jugun Ianfu, mereka seringkali menerima kekerasan-kekerasan seksual yang baik itu dilakukan oleh Tentara Jepang maupun para Perwiranya. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa Tentara Jepang sudah melakukan perkosaan, perdagangan orang untuk tujuan seksual, eksplotasi sosial, penyiksaan seksual dan juga perbudakan seksual terhadap perempuan-perempuan remaja di Jawa Barat dan memberikan dampak traumatis bagi mereka yang mengalaminya baik itu secara fisik, dampak terhadap masyarakat dan juga psikologis korban Jugun Ianfu tersebut.