Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengembangan Sistem Pemantauan Kualitas Air Akuakultur Berbasis IoT Menggunakan Logika Fuzzy Mamdani Siregar, Sefrani IG; Handani, Hesti Wahyu; Mege, Christio Revano; Drantantiyas, Nike Dwi Grevika; Putra, Septia Eka Marsha; Suaif, Ahmad; Ginting, Listra Yehezkiel; Mustaqim, Amrina; Hasugian, Friska; Afdi, Rozi
Jurnal Pustaka Data (Pusat Akses Kajian Database, Analisa Teknologi, dan Arsitektur Komputer) Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Pustaka Data (Pusat Akses Kajian Database, Analisa Teknologi, dan Arsitekt
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakadata.v6i2.1855

Abstract

Industri akuakultur membutuhkan manajemen lingkungan yang tepat untuk memastikan kesehatan biota perairan. Metode pemantauan konvensional seringkali mengalami keterlambatan pengambilan sampel manual, yang menyebabkan mitigasi perubahan lingkungan yang terlambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pemantauan kualitas air berbasis Internet of Things (IoT) untuk aplikasi akuakultur. Sistem ini mengintegrasikan sensor pH, Total Dissolved Solids (TDS), dan kekeruhan dengan mikrokontroler, yang terhubung ke aplikasi seluler yang dirancang melalui MIT App Inventor. Pengujian hasil kalibrasi tiga sensor pada 30 sampel menunjukkan akurasi >90%. Proses pengujian defuzzifikasi pada 12 aturan mendapatkan MAPE 0,33%. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa sistem secara akurat mengukur dan mengirimkan parameter, seperti kekeruhan 46 NTU, TDS 174 ppm, dan pH 7,67, menghasilkan klasifikasi kualitas "Baik" secara otomatis. Uji kinerja menunjukkan efisiensi tinggi dengan penundaan transmisi data rata-rata hanya 2 detik. Pengujian pada kolam akuakultur yang dilakukan selama 6 jam menunjukkan bahwa system mampu membaca dan memberikan Kesimpulan kualitas air secara akurat sesuai dengan aturan fuzzy yang dibuat. Kesimpulannya, sistem IoT ini menyediakan solusi yang andal dan hemat biaya untuk pemantauan jarak jauh, secara signifikan mengurangi risiko pengamatan manual sekaligus meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pengelolaan akuakultur melalui transformasi digital.
Modelling Optimisation of Distributed PV-Battery Charge and Discharge Modes Using Systems for Improved Sustainable Energy Management Baqaruzi, Syamsyarief; Mustaqim, Amrina; Muhtar, Ali; Rizky Hikmatullah, Muhammad; Fadhilah, Rahmat; Munandar, Andika; Kharisma Army, Edo; Wira Buana, Setiadi; Wahyudi, Rizqi; Rifqi Dwi S, Muhammad
Engineering Science Letter Vol. 5 No. 01 (2026): In Press - Engineering Science Letter
Publisher : The Indonesian Institute of Science and Technology Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56741/IISTR.esl.001508

Abstract

This study examines the simulation of charge and discharge modes of lithium-ion batteries in a distributed photovoltaic system using MATLAB/ Simulink modeling. The objective is to analyze the integration of solar panels with battery-based energy storage systems to optimize performance and efficiency. The methodology involves mathematical modeling of photovoltaic cells based on p-n junctions, with key parameters such as temperature (15–30°C) and irradiance (1000 W/m²), along with the design of a Solar Charge Controller (SCC) to regulate energy flow. Simulations were conducted on four 150 W photovoltaic panels under varying environmental conditions, integrated with parallel-connected 12 V 250 Ah batteries. Results show a system efficiency of 87% at 25°C and 1000 W/m² irradiance, with panel output voltages aligning with mathematical equations (0.15 A error). Discharge mode analysis, accounting for system losses (inverter 5%, SCC 3%, wiring 2%), confirms the battery can supply a 5 Ω load for approximately 2.00 hours at 45% State of Charge (SOC), representing a 9.5% reduction from the ideal calculation. Simulations also compare SCC performance using DC and photovoltaic sources, demonstrating consistency in energy flow regulation. Validation results indicate the Simulink model’s accuracy in representing real-world characteristics, though MATLAB code simulations exhibit higher precision. The study highlights the importance of SCC control and SOC management to enhance battery lifespan and stability in renewable hybrid energy systems. Implications include potential applications.
Peningkatan Literasi dan Kompetensi IoT Siswa SMK Dharmapala Panjang Ginting, Listra Yehezkiel; Suaif, Ahmad; Mustaqim, Amrina; Drantantiyas, Nike Dwi Grevika; Putra, Septia Eka Marsha; Mege, Christio Revano; Andirasdini, Indah Gumala
JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): JPEMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/adc.v4i2.1758

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya pemahaman dan keterampilan siswa SMK dalam menguasai teknologi Internet of Things (IoT) serta belum optimalnya pembelajaran berbasis praktik yang sesuai dengan kebutuhan industri di era digital. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan literasi teknologi, pemahaman konsep, dan keterampilan praktis siswa melalui pelatihan dan penerapan IoT berbasis pendekatan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, praktik langsung perakitan sistem IoT sederhana, serta evaluasi melalui pretest dan posttest terhadap 88 siswa jurusan kelistrikan SMK Dharmapala Panjang. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator pemahaman, yaitu pemahaman implementasi IoT meningkat dari 43 menjadi 88 peserta (51,14%), komponen sistem IoT dari 55 menjadi 85 peserta (34,09%), jaringan komunikasi IoT dari 23 menjadi 84 peserta (69,32%), serta langkah pembuatan proyek IoT dari 22 menjadi 88 peserta (75,00%). Selain itu, peserta mampu merakit dan mengoperasikan sistem pengendalian lampu berbasis IoT menggunakan mikrokontroler secara mandiri. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan yang mengintegrasikan teori dan praktik secara langsung efektif dalam meningkatkan kompetensi teknis dan literasi digital siswa, sehingga kegiatan ini berkontribusi dalam mendukung penguatan pendidikan vokasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Perancangan Strip Biosensor untuk Deteksi Gula Darah dan Asam Urat Berbasis Elektrokimia Maharsi, Retno; Afifah, Vista Sari; Maizi, Zikra; Gamilang, Ading Atma; Nugroho, Doni Bowo; Mustaqim, Amrina
Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Otomasi Kontrol dan Instrumentasi
Publisher : Pusat Teknologi Instrumentasi dan Otomasi (PTIO) - Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/joki.2026.18.1.5

Abstract

Rapid and accurate monitoring of glucose and uric acid levels is essential for the early detection of metabolic disorders such as diabetes mellitus and hyperuricemia. This study aims to develop an electrochemical biosensor strip based on a conductive carbon electrode for the detection of glucose and uric acid using glucose oxidase and uricase enzymes. The strip was designed with a three-electrode configuration on an acrylic substrate, which was selected due to its lower resistance and superior coating stability compared to PVC. The signal detection system employed a transimpedance amplifier circuit using the LM358, integrated with an Arduino Uno. Measurements were performed using artificial blood samples with various glucose concentrations (0–200 mg/dL) and uric acid concentrations (0–12 mg/dL). Calibration results demonstrated a linear relationship between analyte concentration and the output current, with R² values approaching 1. After correction, the glucose strip exhibited 92–100% accuracy and 92–97% precision, while the uric acid strip achieved 76–99% accuracy and 96–97% precision. These findings indicate that the developed biosensor strip provides consistent and reasonably accurate measurements, demonstrating its potential as an economical and portable point-of-care device for monitoring glucose and uric acid.