Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search
Journal : Prologia

Strategi Kreatif Iklan Online Shop Aksesoris Wanita Di Media Sosial Instagram (Studi Pada Akun @Summercity_Id Dan @Neve_Blink ) Debby Riandy; Roswita Oktavianti
Prologia Vol 3, No 1 (2019): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v3i1.6211

Abstract

Penelitian ini membahas tentang strategi kreatif iklan yang dilakukan oleh penjual aksesoris wanita di media sosial Instagram. Penelitian ini mengangkat persoalan di bidang komunikasi pemasaran khususnya strategi kreatif iklan online shop aksesoris wanita di media sosial Instagram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode pengumpulan data berupa observasi terhadap akun Instagram aksesoris wanita, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Wawancara dilakukan dengan dua narasumber sebagai pemilik online shop aksesoris wanita di media sosial Instagram, yaitu @summercity_id dan @neve_blink. Hasil penelitian menunjukkan dalam melakukan strategi kreatif iklan di media sosial Instagram, penjual aksesoris wanita harus memperhatikan 3 jenis strategi kreatif dalam beriklan, yaitu kreatif dalam membuat pesan iklan, kreatif dalam menggunakan media, dan kreatif dalam mengatur anggaran. Dengan menguasai 3 strategi kreatif iklan tersebut, penjual aksesoris wanita akan dapat meningkatkan omset penjualan serta memperkenalkan produk yang dijual lebih luas.
Strategi Promosi Industri Jasa Perhotelan Melalui Media Sosial Instagram Dalam Meningkatkan Pengunjung pada Era New Normal (Studi Kasus Pada Swissbel Resort Belitung) Yolinda Destyana; Roswita Oktavianti
Prologia Vol 5, No 2 (2021): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v5i2.10161

Abstract

Covid-19 pandemic have an impact on Indonesia tourism.  This happen because government decided to ban all flights mid-February. Belitung is one of 34 provinces affected by Covid-19. Belitung Government had closed the airport for one month. The hotel was forced to close because there were no tourists / visitors. After reopening on 15 June 2020 all hotels starts to operate. This purpose of this research was to determine the promotion strategy of Swissbel Resort Belitung as one of the hospitality service industries in Belitung to increasing visitors through social media Instagram in the new normal era. The research method used in this study is a qualitative method with a case study approach. Interview, observation and documentation are technique to collect data for this research. This research shows that Swissbel Resort Belitung used free and paid Instagram features as a tool for promotion in the new normal era. Swissbel Resort Belitung uploads photos and videos to promote products and services they offer, they also used captions to provide information about the new normal program run by Swissbel Resort Belitung, used several Instagram features to interact with consumers and potential consumers. Swissbel Resort Belitung also used other Instagram features such as hashtags, geotags, insight and an Instagram for business account as their strategic to promote their products and services.Kondisi pandemi Covid-19 memberikan dampak bagi pariwisata Indonesia. Hal ini sejalan dengan adanya larangan penerbangan antar negara yang mulai diberlakukan pada pertengahan Februari lalu. Belitung merupakan salah satu dari 34 provinsi yang terdampak Covid-19. Pemerintah Kabupaten Belitung sempat menutup bandara selama satu bulan. Hotel terpaksa tutup karena tidak ada wisatawan/pengunjung. Setelah dibuka kembali pada 15 Juni 2020  hotel kembali beroperasi. Penelitian ini mengangkat persoalan mengenai strategi promosi Swissbel Resort Belitung sebagai salah satu industri jasa perhotelan di Belitung dalam meningkatkan pengunjung melalui sosial media Instagram di era new normal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Studi kasus dilakukan pada Swissbel Resort Belitung. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa Swissbel Resort Belitung menggunakan fitur Instagram yang gratis maupun berbayar sebagai alat untuk promosi di era new normal. Swissbel Resort Belitung mengunggah foto maupun video untuk mempromosikan produk dan jasa yang ditawarkan. Swissbel Resort Belitung juga menggunakan caption untuk memberikan informasi mengenai program new normal yang dijalankan oleh Swissbel Resort Belitung. Tak hanya itu, Swissbel Resort Belitung menggunakan beberapa fitur Instagram untuk berinteraksi dengan konsumen serta calon konsumen dan menggunakan fitur Instagram lainnya seperti hashtag, geotag, insight serta akun Instagram for bussines sebagai strategi dalam mempromosikan produk dan jasa mereka.
Strategi Komunikasi Pemasaran Pengusaha Brand Lokal (Studi Kasus Pada Fine Finest Hour Dan Your Apparel) Reynaldi Permana; Roswita Oktavianti
Prologia Vol 3, No 1 (2019): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v3i1.6242

Abstract

Berkembangnya zaman ditandai dengan teknologi informasi dan komunikasi yang sudah canggih. Perkembangan zaman dapat digunakan sebagai alat untuk menyusun strategi komunikasi. Fine Finest Hour dan Your Apparel adalah brand clothing lokal yang menggunakan beberapa strategi komunikasi pemasaran dan bauran pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi yang digunakan oleh pengusaha brand clothing lokal dalam pemasaran produk. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu studi kasus. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode wawancara dengan pemilik brand Fine Finest Hour dan Your Apparel dan beberapa konsumen dari masing-masing perusahaan, studi pustaka dan observasi secara tidak langsung. Dari seluruh kegiatan pemasaran yang diteliti menunjukkan bahwa kegiatan yang paling dominan diperhatikan oleh kedua perusahaan yaitu memilih saluran komunikasi dan mengukur hasil. Komunikasi dengan pelanggan dilakukan secara tatap muka, melalui media sosial, dan media elektronik lainnya. Kepuasan pelanggan diukur dengan melihat komentar melalui media sosial Instagram, ada juga melalui kolom review produk dari Tokopedia.
Komunikasi Eksternal Marketing Public Relations Dalam Membangun Citra Positif Perusahaan (Studi Kasus pada PT Sasa Inti) Aurelia Thomas; Roswita Oktavianti
Prologia Vol 5, No 2 (2021): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v5i2.10214

Abstract

Public Relations contributes to the marketing efforts of a company in fostering external relations. MPR is needed to become a bridge between product sales and the creation of a corporate image. In this research, the researcher tries to explain more deeply about how MPR external communication carried out by one of the fast-moving consumer good (FMCG) companies, namely PT Sasa Inti, in building a positive image. This study aims to see how MPR's external communication practices in building a positive image of the company through several forms of communication, programs, strategies and techniques that are able to support in influencing the public as well as realizing consumer loyalty. This research uses a qualitative approach with a case study method. The case study was conducted at PT Sasa Inti Jakarta. Data collection was carried out by interviewing techniques which were conducted face-to-face by applying the Covid-19 health protocol, observation, namely non-participant observation through a website visit and documentation in the form of photo awards obtained by this company. The MPR external communication carried out by PT Sasa Inti in building a positive image occurs reciprocally, namely communicating from the organization to the audience and vice versa, such as dealing with customers, communities and government. Public Relations berkontribusi dalam upaya marketing sebuah perusahaan dalam membina hubungan eksternal. Marketing Public Relations (MPR) Sangat dibutuhkan untuk menjadi jembatan antara penjualan produk dan penciptaan citra perusahaan. Di dalam penelitian ini, peneliti berusaha menjelaskan lebih dalam mengenai bagaimana komunikasi eksternal MPR yang dilakukan salah satu perusahaan barang konsumen yang bergerak cepat atau fast moving consumer good (FMCG) yaitu PT Sasa Inti dalam membangun citra positif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana praktik-praktik komunikasi eksternal MPR dalam membangun citra positif perusahaan melalui beberapa bentuk komunikasi, program, strategi maupun teknik yang mampu mendukung dalam mempengaruhi publik sekaligus mewujudkan loyalitas konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Studi kasus dilakukan pada PT Sasa Inti Jakarta. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara yang dilakukan secara tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19, observasi yaitu non-participant observation melalui website visit dan dokumentasi berupa foto penghargaan yang didapat oleh perusahaan ini. Komunikasi eksternal MPR yang dilakukan PT Sasa Inti dalam membangun citra positif  terjadi secara timbal balik yaitu berkomunikasi dari organisasi kepada khalayak dan sebaliknya, seperti berhubungan dengan pelanggan, komunitas dan pemerintah.
Pengaruh Komunikasi Persuasif Endorser Rachel Vennya Terhadap Minat Beli Pada Kalangan Pengguna Instagram Syani Putriani; Anoesyirwan Moein; Roswita Oktavianti
Prologia Vol 2, No 1 (2018): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v2i1.2394

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa pentingnya komunikasi persuasif endorser Rachel Vennya terhadap minat beli pada pengguna Instagram. Dengan rumusan masalah apakah terdapat pengaruh komunikasi persuasif endorser Rachel Vennya di media sosial Instagram terhadap minat beli produk. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan kuesioner dan studi kepustakaan. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan rumus Slovin sehingga hasilnya terdapat 100 responden untuk mengisi kuesioner. Metode analisis yang digunakan adalah uji normalitas, koefisien korelasi, koefisien determinasi, analisis regresi linier sederhana, uji f, dan uji t melalui program SPSS versi 23.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Terdapat pengaruh komunikasi persuasif terhadap minat beli dan signifikan. (2) Terdapat hubungan yang cukup antara komunikasi persuasif dengan minat beli. (3) Komunikasi persuasif memberikan kontribusi sebesar 30,8% kepada minat beli, sisanya 69,2% variabel lain yang tidak diteliti.
Pengaruh Motif Penggunaan Media Sosial Instagram terhadap Kepuasan Konsumen (Studi pada Followers @pluffyschoice) Cassandra Willianti; Roswita Oktavianti
Prologia Vol 3, No 1 (2019): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v3i1.6205

Abstract

Media sosial banyak diakses oleh generasi muda. Media sosial yang paling sering digunakan adalah Instagram. Instagram bukan hanya sarana berbagi foto dan video, tetapi juga dapat menjadi peluang berbisnis. Penelitian ini ingin mengetahui apakah ada pengaruh antara motif penggunaan media sosial Instagram terhadap kepuasan konsumen. Peneliti memakai teori uses and gratification di media sosial. Peneliti menyebarkan kuesioner kepada 100 responden yang merupakan pengikut akun online shop Instagram @Pluffyschoice dan menggunakan metode kuantitatif. Dalam mengolah data, peneliti menggunakan program SPSS ver.19. Hasilnya terdapat pengaruhmotif penggunaan media sosial Instagram terhadap kepuasan konsumen bersifat sedang dan sebesar 28%. Apabila motif penggunaan media sosial Instagram meningkat maka kepuasan konsumen juga akan meningkat
Strategi Digital Public Relations Pegiat Podcast dalam Membangun Brand Engagement (Studi Kasus dalam Podcast Duo Budjang) Bella Chitra; Roswita Oktavianti
Prologia Vol 3, No 2 (2019): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v3i2.6413

Abstract

This research studies about the digital public relations strategy of podcast enthusiasts in developing their brand engagement. The researcher used concepts of digital public relations and brand engagement in explaining the analysis. The scope of digital public relations concepts cover online or website publicity, social media, and online communities. Meanwhile, the concept of brand engagement can be seen in active interactions with followers or listeners. This research is a qualitative research using the case study methodology. The case studies used the Duo Budjang podcast. This study finds that the promotion on social media is more effective and efficient than on websites, especially on Instagram because the majority of the users are millennials. The promotion will be successful if the selection of media channels is tailored according to the target audience and consistent in its management. In developing the engagement, podcast enthusiasts pay attention to and make active interactions on both online and offline. One success story of the engagement is the existence an online or virtual community established by the loyal listeners of the podcasts. The community also helps in promoting the podcasts. Penelitian ini mengangkat tentang strategi digital public relations pegiat podcast dalam membangun brand engagement. Konsep yang digunakan yaitu digital public relations dan brand engagement. Konsep digital public relations seperti publisitas online atau website, media sosial, dan komunitas online. Sedangkan konsep brand engagement dapat dilihat pada interaksi yang aktif terhadap followers atau pendengarnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan metode studi kasus. Studi kasus dilakukan terhadap podcast Duo Budjang. Hasil penelitian ini adalah promosi di media sosial lebih efektif dan efisien daripada di website, khususnya di Instagram karena mayoritas pengguna adalah generasi milenial. Promosi akan berhasil jika pemilihan saluran media sesuai target audience dan konsisten dalam pengelolaannya. Dalam membangun engagement, pegiat podcast memperhatikan dan membuat interaksi yang aktif baik di dalam jaringan (daring) maupun di luar jaringan (luring). Salah satu contoh keberhasilan dari engagement yang dibangun adalah adanya komunitas online atau virtual yang merupakan pendengar setia podcast. Komunitas juga membantu dalam mempromosikan podcast.
Pengaruh Terpaan Iklan di Media Sosial Youtube terhadap Persepsi Konsumen (Studi terhadap Pelanggan Iklan Tiket.com di Youtube) Rachel Febrida; Roswita Oktavianti
Prologia Vol 4, No 1 (2020): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v4i1.6471

Abstract

Advertising becomes a very important promotional instrument, especially for companies that promote goods and services to the public. One form of advertising that the companies do is advertising exposure. Exposure can be interpreted as activity of hearing, seeing, and reading messages from the media or having an experience and attention to messages that happen to individuals or groups. Advertising exposure on youtube can build  consumer's perception. Perception is the process where consument choose, organize, and asume information to create a picture of life. This research wants to find out whether there is an influence of advertising exposure on social media especially Youtube on consumer’s perception. This research uses a survey method by distributing online questionnaires to 100 respondents. This research conducts research on Tiket.com customers who watch advertisements on Youtube. The results of this research is the effect of advertising exposure on social media Youtube on consumer’s perception. The advertisement has an influence on consumer perception by 34%, the remaining 66% is influenced by variables not examined in this research. Iklan telah menjadi salah satu promosi yang penting, terutama untuk perusahaan yang mempromosikan barang atau jasa kepada masyarakat luas. Salah satu yang dapat dilakukan perusahaan dengan cara menggunakan terpaan iklan. Terpaan dapat diartikan sebagai kegiatan mendengar, melihat, dan membaca pesan-pesan media ataupun mempunyai pengalaman dan perhatian terhadap pesan tersebut yang dapat terjadi pada individu atau kelompok. Iklan yang muncul bertubi-tubi pada Youtube menimbulkan munculnya persepsi pada konsumen. Persepsi adalah proses dimana individu memilih, mengorganisasi, dan mengartikan masukan informasi untuk menciptakan suatu gambaran tentang kehidupan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terpaan iklan di media sosial Youtube terhadap persepsi iklan. Metode survei adalah metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menyebarkan kuesioner online kepada 100 sampel responden.  Penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh terpaan iklan di media sosial Youtube terhadap persepsi konsumen. Terpaan iklan memiliki pengaruh terhadap persepsi konsumen sebesar 34%, sisanya 66% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Pengaruh Pesan Persuasif Media Sosial LINE Terhadap Brand Resonance (Survei Pelanggan Starbucks Tangerang) Andini Putri Apriani; Roswita Oktavianti
Prologia Vol 2, No 2 (2018): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v2i2.3582

Abstract

Penelitian ini membahas pengaruh pesan persuasif media sosial Line terhadap brand resonance terhadap pelanggan Starbucks Tangerang. Konsep yang digunakan pada penelitian ini adalah pesan persuasif dan brand resonance. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan menggunakan teknik survei eksplanatif asosiatif sebagai dasar penelitian. Teknik sampling yang digunakan adalah probability sampling dimana pengambilan sampel memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur populasi untuk dipilih menjadi unsur sampel. Penelitian ini menggunakan 117  responden sebagai sampel. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang sangat kuat dari pesan persuasif media sosial terhadap brand resonance. Hasil uji determinasi menunjukkan 77.8% variabel pesan persuasif dapat memberikan pengaruh terhadap variabel brand resonance, sedangkan sisanya 22.2% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain.
Pengaruh Brand Image E-Commerce Terhadap Minat Beli Konsumen (Survei Pada Pelanggan Tokopedia) Valensia Alvionita Wijaya; Roswita Oktavianti
Prologia Vol 2, No 2 (2018): Prologia
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/pr.v2i2.3740

Abstract

Majunya perkembangan teknologi juga diikuti dengan majunya media online. Kini media online tidak hanya digunakan untuk mencari informasi saja, melainkan merupakan suatu lapak bisnis (e-commerce). Salah satu e-commerce yang dikenali oleh masyarakat yaitu Tokopedia. Penelitian dengan judul “Pengaruh Brand Image E-commerce Tokopedia terhadap Minat Beli Konsumen”, memiliki rumusan masalah apakah terdapat Pengaruh Brand Image e-commerce Tokopedia terhadap Minat Beli Konsumen. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh brand image e-commerce Tokopedia terhadap Minat Beli Konsumen. Konsep yang digunakan pada penelitian ini adalah konsep brand image dan juga konsep minat beli. Pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 100 responden. Dari penelitian diperoleh hasil regresi linear yaitu Y=1,827 + 0,754X dan tingkat signifikasi 0,000 yang berarti menyatakan adanya pengaruh yang signifikan antara brand image e-commerce Tokopedia terhadap minat beli konsumen. Pengaruh brand image e-commerce Tokopedia Terhadap Minat Beli Konsumen dikatakan sangat kuat, dibuktikan oleh uji koefisien korelasi sebesar 0,836