Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Makna Candaan Seksis Bagi Pekerja Perempuan di Ruang Kerja Formal Haniyah Rizki Oktaviani; Edi Santoso; Wiwik Novianti
Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8, No 4 (2025): Lektur: Jurnal Ilmu Komunikasi
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/lektur.v8i4.25641

Abstract

Fenomena candaan seksis kerap dianggap sebagai bentuk humor yang lumrah dalam interaksi sosial di tempat kerja, namun pada kenyataannya sering kali mengandung unsur pelecehan dan ketimpangan gender yang terselubung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, yang bertujuan untuk memahami secara mendalam bagaimana pekerja perempuan memaknai pengalaman mereka terhadap candaan seksis di lingkungan kerja. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap delapan informan perempuan yang bekerja di berbagai sektor formal, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan tahapan analisis fenomenologi menurut Creswell dan Poth, mulai dari deskripsi pengalaman partisipan hingga penemuan makna esensial dari fenomena yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa candaan seksis dimaknai oleh pekerja perempuan dalam tiga bentuk utama. Pertama, candaan seksis dipahami sebagai bentuk pelecehan verbal terselubung. Kedua, candaan seksis dimaknai sebagai wujud kekuasaan dan dominasi maskulin, yang memperlihatkan adanya relasi kuasa antara laki-laki dan perempuan di ruang kerja. Ketiga, sebagian perempuan menafsirkan candaan seksis sebagai humor atau candaan yang wajar, terutama ketika disampaikan dalam konteks keakraban. Diperlukan peningkatan kesadaran gender, kebijakan organisasi yang responsif, serta ruang aman bagi perempuan untuk menyuarakan ketidaknyamanan terhadap bentuk candaan yang bersifat seksis, sehingga tercipta lingkungan kerja yang lebih setara dan inklusif.
Bauran Pemasaran dalam Komunikasi Pemasaran oleh Rumah Jawa Guest House melalui Instagram: Penelitian Abiyoso Harmadhani; Edi Santoso; Agus Ganjar Runtiko
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.319

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas bagaimana Rumah Jawa Guest House, sebuah penginapan di Yogyakarta, melakukan pemasaran melalui salah satu media sosial yaitu Instagram. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan konsep dan teori bauran pemasaran yang meliputi product, price, place, dan promotion atau 4P. Paradigma yang digunakan adalah paradigma konstruktivis. Sumber data didapatkan dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan datanya mulai dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian didapatkan dengan metode purposive sampling. Penyajian datanya menggunakan metode Miles dan Huberman yang kemudian dilakukan triangulasi untuk menguji keabsahan data. Hasil dan pembahasan penelitian menunjukkan bahwa Rumah Jawa Guest House menggunakan Instagram sebagai salah satu media untuk melakukan pemasaran dengan mengunggah konten-konten dengan tujuan tertentu. Berdasarkan strategi bauran pemasaran, penginapan tersebut menggunakan strategi product untuk memperkenalkan fasilitas yang ada, strategi price untuk memberi tahu apa saja yang didapatkan seperti pengalaman unik ketika menginap meskipun tidak disertakan secara rinci harga yang perlu dibayarkan, strategi place untuk menjelaskan bahwa Rumah Jawa Guest House berada di lokasi strategis baik itu secara lokasi yang dekat dengan destinasi wisata dan juga akses transportasi, strategi promotion dengan memberikan diskon di hari-hari tertentu. Kesimpulan yang dapat disajikan adalah bahwa Rumah Jawa Guest House melakukan promosi di Instagram dengan menggunakan empat strategi yang terdapat dalam konsep bauran pemasaran dalam bentuk konten-konten yang memiliki tujuannya masing-masing.