Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELOMPOK USAHA JAJANAN TRADISIONAL (KIPING) NIRMALA DI CANGGU, KABUPATEN BADUNG A.A. Media Martadiani; Ida Ayu Surasmi; Ita Sylvia Azita Aziz; Dewa Ayu Niti Widari
Jurnal Bakti Saraswati (JBS): Media Publikasi Penelitian dan Penerapan Ipteks Vol. 10 No. 1 (2021): Jurnal Bakti Saraswati (JBS): Media Publikasi Penelitian dan Penerapan Ipteks
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan (Institute for Research and Community Empowerment) Universitas Mahasaraswati Denpasar Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali merupakan pulau kecil yang memiliki keunikan tersendiri, salah satu keunikannya adalah produk jajanan Kiping yang digunakan sebagai alat persembahan dalam upacara keagamaan Hindu. Kiping masih terus diproduksi oleh masyarakat Br Uma Buluh untuk keperluan upacara keagamaan khususnya agama Hindu.. Sasaran program kemitraan masyarakat / PKM ini adalah kelompok usaha pedagang kaki lima (kiping) Nirmala. Permasalahan yang dihadapi mitra antara lain: (1) Produksi Kelompok Usaha Jajanan Tradisional (Kiping) Nirmala kurang produktif karena kurangnya sumber daya manusia dan permodalan sehingga tidak dapat memenuhi permintaan, (2) Kiping yang kurang menarik bagi generasi milenial karena kemasan Kiping saat ini masih menggunakan plastik dan belum berlabel, (3) Tidak memiliki pembukuan terkait pembelian produk, penjualan produk atau untung / rugi. (4) Mitra kurang memahami pentingnya makna warisan budaya dan kearifan lokal. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah memberikan solusi bagaimana meningkatkan kualitas kemasan agar dapat dipasarkan di pusat oleh-oleh dan menjadi produk unggulan tradisional. Hasil dari kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa Jumlah aset yang dimilki masing-masing industri rumah tangga mengalami peningkatan setelah pelaksanaan kegiatan sebesar 20% dari 3 bulan sebelumnya; Omset penjulan masing-masing mitra mengalami peningkatan sebesar 30% dari sebelumnya; Jumlah produksi jajan kiping meningkat seiring meningkatnya permintaan karena pengetahuan mitra tentang tehnik pemasaran semakin baik. Jumlah produksi jajan kiping meningkat 40% dari sebelumnya.
Analisa Kepuasan Mahasiswa terhadap Kualitas Pelayanan Pendidikan Ni Luh Anik Puspa Ningsih; Dewa Ayu Putu Niti Widari; I Made Artawan
WACANA EKONOMI (Jurnal Ekonomi, Bisnis dan Akuntansi) Vol. 19 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.596 KB) | DOI: 10.22225/we.19.1.1403.24-29

Abstract

Abstract-During the learning process, students have experience with educational services at the University. This experience will create a perspective on the quality of education services provided. This will be related to the level of student satisfaction. This level of satisfaction will made an opinions. That generally will quickly spread, to family, friends and society. Bad opinion will affect the University's image, so it is important to analyze student satisfaction. A survey are held to gain information about student satisfaction.. This research was conducted at Warmadewa University, a private university in Denpasar, Bali. Survey results are summarized in the index of student satisfaction with the quality of education services at Warmadewa University. Based on the dimensions of service quality, namely tangibles, reliability, empathy, responsiveness, assurance students feel "satisfied". The overall survey results show that students assess the quality of education services at a "satisfying" level. Keywords: Student Satisfaction; Educational Service Quality Abstrak-Selama proses pembelajaran, mahasiswa memiliki pengalaman terkait pelayanan pendidikan di Universitas. Pengalaman ini menciptakan persepsi terhadap kualitas pelayanan pendidikan yang akan membentuk kepuasan bagi mahasiswa. Tingkat kepuasan tertentu akan membentuk opini. Ini akan menyebar dengan cepat, pada keluarga, teman dan masyarakat. Persepsi yang buruk akan mempengaruhi citra Universitas. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa tingkat kepuasan mahasiswa terhadap kualitas pelayanan pendidikan di Universitas. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa aktif Penelitian ini dilakukan di Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali. Penelitian dilakukan dengan metode survey. Hasil survey terangkum dalam indeks kepuasan mahasiswa terhadap kualitas pelayanan pendidikan di Universitas Warmadewa. Berdasarkan dimensi kualitas layanan yaitu bukti fisik, kehandalan, empati, daya tanggap dan jaminan, mahasiswa merasa “puas”. Hasil survey keseluruhan menunjukkan bahwa mahasiswa menilai kualitas layanan pendidikan pada tingkat “memuaskan” Kata kunci : Kepuasan Mahasiswa ; Kualitas Pelayanan Pendidikan
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM DETEKSI DINI KEHAMILAN RISIKO TINGGI PADA KELOMPOK IBU HAMIL DAN PENUNGGU PASIEN RS SANJIWANI A.A. Raka Budayasa; Dewa Made Sadguna; DAP Niti Widari; DAP Sri Masyeni
Buletin Udayana Mengabdi Vol 20 No 2 (2021): Buletin Udayana Mengabdi
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.621 KB) | DOI: 10.24843/BUM.2021.v20.i02.p12

Abstract

Kehamilan risiko tinggi adalah kehamilan yang harus dideteksi sejak dini karena dapat menimbulkan terjadinya bahaya atau komplikasi baik terhadap ibu ataupun janin. Kompilkasi dapat terjadi selama kehamilan, pada masa persalinan atau masa nifas. Keadaan ini dapat terjadi sebagai akibat atau komplikasi dari kehamilan atau disebabkan oleh suatu kondisi yang dimiliki ibu dari sebelum hamil. Kehamilan risiko tinggi merupakan penyebab terbanyak kematian pada ibu hamil. Oleh karena itu untuk mengurangi bahaya atau komplikasi akibat kehamilan risiko timggi, pengabdian ini bertujuan untuk membantu ibu hamil beserta penunggu pasien untuk dapat mengenali tanda-tanda kehamilan risiko tinggi sehingga angka kesakita dan kematian untuk ibu hamil dan jani dapat diturunkan. Kegiatan diawali dengan sosialisasi serta koordinasi dengan kelompok mitra, focus group discussion serta pelaksanaan kegiatan kemiteraan kepada masyarakat (PKM). Kegiatan PKM diawali dengan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu dan penunggu pasien, lalu penyuluhan mengenai kehamilan risiko tinggi dengan pamphlet, serta video. Pada akhir pelaksanaan PKM dilaksanakan post-test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan mitra. Output serta outcome PKM dievaluasi dari peningkatan pengetahuan mitra, kedatangan ibu dalam perawatan ante natalcare serta penurunan komplikasi akibat kehamilan risiko tinggi. Peningkatan pengetahuan mitra ditemukan sebesar 90% dalam pengenalan gejala kehamilan risiko tinggi, dan frekuensi antenatal care. Evalausi keberhasilan PKM akan dilaksanakan dari penurunan kasus kehamilan risiko tinggi serta penurunan kesakitan dan kematian ibu hamil.
PENGUATAN PERAN KELUARGA DALAM PENCAPAIAN TARGET REGULASI GULA DARAH PASIEN DIABETES MELITUS DI RS SANJIWANI W Eka Saputra; Dewa Nyoman Sadguna; D. A. P Niti Widari
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.5.2.2021.52-57

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan kelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan tingginya kadar glukosa di dalam darah (hiperglikemia) yang diakibatkan gangguan sekresi insulin, penurunan kerja insulin atau akibat dari keduanya. Target regulasi kadar gula darah pada pasien diabetes adalah kunci keberhasilan menenkan kesakitan serat mencegah munculnya komplikasi DM seperti gagal ginjal kronis, penyakit jantung ataupun stroke. Mencapai target gula darah yang terkendali baik merupakan hal yang sangat sulit bagi pasien akibat perilaku kurang disiplin dalam melakukan pengobatan maupun melaksanakan diit makanan yang merupakan standar pengobatan DM. Dukungan keluarga dekat sangat dibutuhkan dalam menegakkan disiplin pasien DM untuk mematuhi pengobatan dan pola makan yang sesuai instruksi dokter. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk membentuk kelompok pengawas minum obat dan pola makan pada mitra yang akan memantau pasien DM dalam mematuhi instruksi dokter. Kegiatan PKM dimulai dengan sosialisasi kegiatan, focus group discussion, pelaksanaan kegiatan serta evaluasi hasil kegiatan. Adapun outcome dari PKM ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan mitra mengenai penyakit DM, baik dari penyebab, gejala penyakit, pengobatan serta pola diit penderita DM. Dari hasil kegiatan PKM didapatkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan mitra mengenai penaykit DM, pengobatan serta pola diit DM sebesar 80%. Outcome kegiatan berupa regulasi kadar gula darah terkontrol baik dengan melakukan pemeriksaan kadar gula darah puasa dan 2 jam PP menunjukkan perbaikan sebesar 80%.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK MASYARAKAT SEBAGAI PENGAWAS MINUM OBAT PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS DI RS SANJIWANI D. G. A Budiyasa; Dewa Nyoman Sadguna; D. A. P Niti Widari; Sri Masyeni
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.5.2.2021.65-69

Abstract

Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan penyakit yang ditandai penurunan fungsi ginjal yang semakin progresif sehingga memerlukan bantuan berupa terapi pengganti mesin dialysis untuk menggantikan fungsi ginjal. Hemodialisis dengan mesin hemodialisis harus dilakukan secara rutin 2-3 kali seminggu dan berkesinambungan seumur hidup pasien. Selain hemodialisis atau cuci darah rutin, pasien PGK juga harus mengonsumsi obat dalam jumlah yang relatif banyak yang apabila tidak dikonsumsi secara rutin akan memicu kondisi akut yang mungkin akan memperburuk fungsi ginjal. Untuk mengantisipasi hal ini diperlukan bantuan keluarga terdekat untuk membantu mengawai pasien PGK untuk selalu mengonsumsi obat-obat sesuai dengan instruksi dokter. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk membentuk kelompok Kader Siaga Minum Obat pada mitra yang akan memantau pasien mematuhi instruksi dokter. Kegiatan PKM dimulai dengan sosialisasi kegiatan, focus group discussion, pelaksanaan kegiatan serta evaluasi hasil kegiatan. Adapun outcome dari PKM ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan mitra mengenai penyakit PGK, pencegahan perburukan serta peningkatan kualitas hidup pasien PGK sebesar 81% pada delapan mitra PKM. Output sementara, kegiatan dilakukan dengan observasi dan pengamatan frekuensi kejadian perburukan penyakit pada pasien sebagai hasil/peran dari fungsi kader Siaga Minum Obat.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK IBU PKK DI DESA RENON DALAM PENGELOLAAN DIIT DAN PEMANTAU MINUM OBAT PASIEN DIABETES Agus Santosa; D A P Niti Widari; K Irwan Setiawan; Vemi Hendrayani; Sri Masyeni
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 6 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wicaksana.6.2.2022.47-52

Abstract

Penyakit diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah yang diakibatkan oleh berbagai faktor seperti kerusakan sel beta pancreas atau penyakit autoimun yang menimbulkan kerusakan pancreas. Kadar gula darah yang berkepanjangan akan memicu kerusakan sel endotel yang dapat mengakibatkan komplikasi seperti penyakit ginjal kronis, penyakit jantung dan stroke yang akan memicu permasalahan yang lebih kompleks. Salah satu cara untuk memperlambat munculnya komplikasi diabetes adalah melalui pengontrolan gula darah melalui pengelolaan diit diabetes serta mengonsumsi obat secara rutin. Dukungan keluarga terdekat sangat dibutuhkan dalam membantu penderita diabetes dalam kontrol gula darah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan mitra, yaitu kelompok ibu di desa Renon supaya bisa berperan sebagai pengelola diit dan pemantau minum obat pasien diabetes. Kegiatan diawali dengan rapat koordinasi, focus group discussion untuk menemukan permasalahan prioritas mitra. Solusi untuk mitra adalah pemberdayaan kelompok ibu tersebut yang diawali dengan pre-tes untuk mengukur tingkat pengetahuan ibu mengenai diabetes, penyampaian materi, praktek mengatur diit diabetes serta mengawasi minum obat. Pemaparan materi dilakukan melalui peragaan pamphlet, poster serta video dan diakhiri dengan post-test. Out-put kegiatan diukur dari peningkatan pengetahuan mitra dari hasil pre dan post-test dimana ditemukan peningkatan pengetahuan mitra sebanyak 75%. Outcome akan diukur dari tercapainya kontrol gula darah pasien dan terhambatnya komplikasi diabetes.
PKM Pemanfaatan E-Commerce untuk Meningkatkan Pemasaran Produk Kerajinan Koran Bekas di Banjar Beng Desa Carangsari, Kabupaten Badung I Made Pulawan; Dewa Ayu Niti Widari; I Made Jamin Yasa
Community Service Journal (CSJ) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.438 KB)

Abstract

Sektor UMKM diharapkan mampu menjadi sumber kekuatan baru perekonomian nasional dalam menghadapi krisis.Untuk bisa menjadi kekuatan baru di bidang ekonomi, pemerintah hendaknya memperhatikan SDM dan Manajemennya. Inovasi dari rata-rata UMKM selama ini dirasa masih minim sehingga bisnis UMKM kerap jalan ditempat. Belum lagi persoalan financial atau modal usaha yang kerap menghambat pelaku UMKM untuk meningkatkan produktifitasnya. Persoalan terakhir yang harus diperhatikan adalah keterbatasan akses pemasaran dan juga penyediaan bahan baku. Salah satu desa yang menjadi sasaran kegiatan PKM adalah Desa Carangsari. Desa Carangsari termasuk salah satu desa di Kecamatan Petang dan terletak di sebelah barat Kota Denpasar yang berjarak ± 29 km. Khalayak sasaran program kemitraan bagi masyarakat ini adalah usaha kerajinan koran bekas milik Ketut Tirtayasa dan I Made Kadek Sudama. Menurut Ketut Tirtayasa 47 tahun) dan I Made Kadek Sudama di Banjar Beng kesulitan yang dialami selama proses produksi adalah lamanya proses pembuatan karena alat- alat yang digunakan masih tradisional/manual, berkurangnya permintaan /lesunya penjualan, dan bahan baku koran bekas semakin sulit diperoleh. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah sulit mengembangkan usaha. Karena terbatasnya modal, kurangnya promosi, belum menggunakan pemasaran online, belum melakukan pencatatan pembukuan terkait dengan biaya-biaya yang telah dikeluarkan dan dalam menjalankan usahanya mitra menjalankan usahanya secara kekeluargaan.Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan solusi bagaimana meningkatkan penjualan di masa pandemi oleh karena itu tim pengabdian memberi solusi berupa pemberian pelatihan dan pendampingan mengenai manajemen keuangan, manajemen pemasaran. Sekaligus melestarikan kelestarian budaya dan kearifan lokal.
Penguatan Pemasaran Dan Branding Produk Telur Asin Di Desa Baha Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung i Made Pulawan; Dewa Ayu Niti Widari; A.A. Avu ErnaTrisnadewi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi Vol. 2 No. 4 (2023)
Publisher : Jurnal Pengabdian Masyarakat Akademisi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54099/jpma.v2i4.767

Abstract

Abstract The MSME sector is expected to be able to become a new source of strength for the national economy in facing the crisis. To become a new force in the economic sector, the government should pay attention to human resources and management. It is felt that innovation from the average MSME is still minimal so that MSME businesses often run in place. One of the villages targeted for PKM activities is the salted egg business group in Baha Village, Mengwi-Badung District. The problem faced by partners is that it is difficult to develop the business. These include lack of promotion, not yet using online marketing, and not keeping bookkeeping records related to costs incurred. has been issued and in running the business the partner runs the business in a family manner. The results of the service show an increase in partners' understanding regarding good financial management, calculating the cost of goods sold in an effort to optimize profits that will be generated and the use of social media in business promotion, because this will have an impact on business sustainability.