Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

STRUKTUR KEPEMILIKAN DAN STRUKTUR MODAL TERHADAP KEBIJAKAN DIVIDEN DAN NILAI PERUSAHAAN Artini, Luh Gede Sri; Puspaningsih, Ni Luh Anik
Jurnal Keuangan dan Perbankan Vol 15, No 1 (2011): January 2011
Publisher : UNIVERSITY OF MERDEKA MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.563 KB) | DOI: 10.26905/jkdp.v15i1.1001

Abstract

The companys long-term goal was to maximize corporate value. Maximization of corporate value could berealized by using the aspect of corporate financial decisions and the amount of stock ownership by managementin the company. This study aimed to determine the effect of direct and indirect ownership structure and capitalstructure toward dividend policy and firm value. Ownership structure was measured by total percentage ofstock ownership by management, capital structure was measured with debt to equity ratio (DER), dividendpolicy was measured by dividend payout ratio (DPR) and the value of the firm measured by price to book value(PBV). Population research was all the firms in the manufacturing industries listed in Indonesia Stock Exchange(IDX) from 2006 until the year of 2009 namely 149 companies. Sampling conducted in the researchwas purposive sampling method. Based on the criteria obtained by purposive sampling, 15 companies wereeligible to be utilized as the research sample. The results of this research were the impact of ownership structurewas not significant on dividend policy, the ownership structure had a significant positive impact on corporatevalue, capital structure did not significantly effect on dividend policy, capital structure did not significantlyaffect the value companies, dividend policy had a significant positive impact on corporate value.
Interaksi Kewirausahaan Perempuan dengan Faktor Keuangan dan Kearifan Lokal Bali Ni Luh Anik Puspa Ningsih; Ni Putu Rediatni Giri; Putu Hella Mey Artha
Matrik : Jurnal Manajemen, Strategi Bisnis, dan Kewirausahaan Volume 16 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Faculty of Economics and Business Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/MATRIK:JMBK.2022.v16.i01.p06

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kewirausahaan perempuan dan nilai-nilai kearifan local dalam keputusan penggunaan hutang dan kinerja UKM di Bali. Penelitian ini mempergunakan data primer yang dikumpulkan dengan mempergunakan kuesioner dan indepth interview. Sampel penelitian terdiri dari 35 UKM dengan pemilik perempuan. Pengujian data menggunakan Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal yang digali dari budaya Hindu di Bali yaitu Jengah, Menyama-braya dan Dana Puniasecara signifikan mampu meningkatkan keputusan penggunaan hutang UKM tetapi tidak berdampak signifikan terhadap peningkatan kinerja UKM. Ketika pemilik UKM menggunakan hutang yang tinggi, justru menurunkan kinerja UKM. Orientasi kewirausahaan yang tinggi pada kepemilikan perempuan telah mereduksi keputusan penggunaan hutang pada struktur modal usaha, tetapi meningkatkan kinerja UKM. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori keuangan khususnya teori struktur modal, bahwa kinerja bisnis tidak hanya ditentukan oleh faktor keuangan tetapi juga faktor non finansial yaitu nilai-nilai kearifan lokal dan orientasi kewirausahaan perempuan.
Analisis dan Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Pada Masa Pandemi Covid-19 Pada Pekerja Salon dan Spa Putu Nita Cahyawati; Luh Gede Pradnyawati; Ni Luh Anik Puspa Ningsih
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 7 (2021): COMSERVA: (Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.806 KB) | DOI: 10.59141/comserva.v1i7.50

Abstract

COVID-19 merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia dan di dunia. COVID-19 yang melanda seluruh dunia memberikan dampak besar pada berbagai bidang kehidupan manusia, termasuk sektor pariwisata. Dalam upaya untuk menghidupkan kembali usaha pariwisata, pemerintah mencanangkan penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE). Tujuan kegiatan ini adalah menganalisis dan memberikan edukasi terkait perilaku hidup bersih dan sehat pada mitra. Mitra pada kegiatan ini bekerja pada usaha salon dan spa di wilayah Badung, Bali. Mitra yang dilibatkan sebanyak 5 orang. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pemberian edukasi, diskusi interaktif mengenai COVID-19, pretest dan posttest. Kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan dan dibagi menjadi 2 sesi. Berdasarkan hasil analisis perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) di rumah, diperoleh nilai sebagai berikut: mitra 1 (86,7), 2 (77,8), 3 (71,1), 4 (75,5), dan 5 (77,8). Sedangkan, hasil pengisian kuesioner PHBS di tempat kerja ditemukan hasil sebagai berikut: mitra 1 (66,7), 2 (66,7), 3 (55,6), 4 (81,5), dan 5 (77,8). Hasil ini menunjukkan bahwa rerata nilai penerapan PBHS di tempat kerja mitra lebih rendah dibandingkan dengan di rumah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pekerja salon dan spa belum mampu menerapkan PHBS secara konsisten.
PENGEMBANGAN KAWASAN DTW TUBING DESA NEGARI KOLABORASI DENGAN POKDARWIS TEGALSARI NEGARI DI DESA NEGARI, KEC. BANJARANGKAN, KAB. KLUNGKUNG, BALI Made Suryanatha Prabawa; I Ketut Sugihantara; Ni Luh Anik Puspa Ningsih
Lentera Karya Edukasi Vol 2, No 2 (2022): Jurnal LENTERA KARYA EDUKASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengembangan dan Kajian Sarana dan Prasarana Pendidikan (P2K Sarprasdik)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Bali as a tourist destination The world has a variety of tourist destinations (DTW) which are certainly popular. Of the total DTW, there are several in the Klungkung Regency area such as Banjarangkan, Nusa Lembongan, and Nusa Penida. Desa Negari as a village located in the Klungkung Regency area wants to participate in the post-COVID-19 tourism recovery period, which is marked by the increasing number of local/domestic/foreign tourists coming to the Klungkung area, by compiling a planning study to realize a tourist destination. (DTW) belongs to Desa Negari. The village plans to take advantage of the natural potential of the Tukad Bubuh River Basin to Tegal Besar Beach Estuary as a DTW Adventure Tubing. The main problem faced by the village is that it does not have expert human resources who are able to assist in preparing the DTW Tubing Development Plan in the Negari Village so that the Univ. Warmadewa came down to help. The results of the service show that there are several lands that can be used for Tubing locations (Starting-Finish), There will be increased employment opportunities, Realization of the initial concept of spatial planning (layout) of each Tubing Starting and Finish Point Area.Keywords: Tourist, Destination, Tubing, Desa NegariAbstrak: Bali sebagai destinasi wisata Dunia memiliki berbagai macam daerah tujuan wisata (DTW) yang tentunya populer. Dari keseluruhan DTW terdapat beberapa di wilayah Kabupaten Kelungkung seperti Banjarangkan, Nusa Lembongan, dan Nusa Penida. Desa Negari sebagai sebuah desa yang berada di wilayah Kabupate Kelungkung ingin ikut berpartisipasi dalam masa pemulihan pariwisata pasca COVID-19, yang ditandai dengan mulai banyaknya wisatawan lokal/domestic/mancanegara yang datang ke wilayah Klungkung, dengan menyusun sebuah studi perencanaan untuk mewujudkan daerah tujuan wisata (DTW) milik Desa Negari. Desa berencana memanfaatkan potensi alam yakni Daerah Aliran Sungai Tukad Bubuh hingga Muara Pantai Tegal Besar sebagai DTW Adventure Tubing. Permasalahan utama yang dihadapi oleh Desa adalah tidak memiliki SDM Ahli yang mampu mendampingi dalam menyusun Rencana Pegembangan DTW Tubing Desa Negari sehingga Tim Pengabdian Univ. Warmadewa turun untuk membantua. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa ada beberapa lahan yang dapat dimanfaatkan untuk lokasi Tubing (Starting-Finish), Akan adanya lapangan pekerjaan yang meningkat, Terwujudnya konsep awal tata ruang (layout) dari masing-masing Area Starting dan Finish Point DTW Tubing
PENGEMBANGAN INOVASI PENGAWETAN BAMBU SEBAGAI BAHAN KONSTRUKSI BANGUNAN DI DESA BELEGA, GINYAR, BALI A.A. Gede Raka Gunawarman; I Wayan Wirya Sastrawan; Ni Luh Anik Puspa Ningsih
Lentera Karya Edukasi Vol 2, No 1 (2022): Jurnal LENTERA KARYA EDUKASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengembangan dan Kajian Sarana dan Prasarana Pendidikan (P2K Sarprasdik)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Belega village is known as a center for bamboo craftsmen, especially furniture and interior decoration in Bali. The 90s were the heyday of the bamboo craftsmen in Belega Village who succeeded in exporting bamboo handicrafts to America, Europe, and several Asian countries. However, since the opening of the Ida Bagus Mantra bypass around 1998, tourist visits have begun to decrease and have resulted in a decline in furniture orders. The decline in orders for handicrafts caused some craftsmen to start switching to bamboo building construction in 2010. The method of implementing the service program began with the development of the production sector with a focus on bamboo preservation innovation. The field of management focuses on the implementation of administration specifically in problems that occur related to capital by providing socialization and assistance. Partners' participation in implementing this program is more about developing bamboo preservation ideas and innovations according to community needs and designing a marketing plan model with the team.Abstrak: Desa Belega dikenal sebagai pusat pengrajin bambu khususnya furniture dan hiasan interior di Bali. Tahun 90-an adalah masa jaya dari para pengrajin bambu di Desa Belega berhasil mengekspor hasil kerajinan bambu  ke Amerika, Eropa, dan beberapa negara Asia. Namun sejak dibukanya bypass Ida Bagus Mantra sekitar tahun 1998, kunjungan wisatawan yang mulai berkurang dan berdampak menurunnya pesanan furniture. Penurunan pesanan kerajinan menyebabkan beberapa pengrajin mulai beralih ke konstruksi bangunan bambu di tahun 2010. Metode pelaksanaan program pengabdian dimulai dengan pengembangan bidang produksi dengan fokus pada inovasi pengawetan bambu. Dalam bidang manajemen, berfokus pada pelaksanaan administrasi secara spesifik dalam permasalahan yang terjadi terkait permodalan dengan memberikan sosialisasi dan pendampingan. Partisipasi mitra dalam pelaksanaan program ini lebih kepada pengembangan ide dan  inovasi pengawetan bambu yang sesuai kebutuhan masyarakat dan rancangan model rencana pemasaran bersama tim.
Pendampingan Kesehatan Dan Keselamatan Kerja Dan Digital Marketing Pada Kelompok UMKM Laundry Putu Nita Cahyawati; Pande Ayu Naya Kasih Permatananda; Asri Lestarini; Anak Agung Sri Agung Aryastuti; Ni Luh Anik Puspa Ningsih
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 7 No. 2 (2023): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/jpd.v7i2.2899

Abstract

Mitra pada pengabdian ini adalah adalah kelompok usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) laundry di Kecamatan Kuta Utara. Berdasarkan diskusi awal, diketahui bahwa mitra mengalami kesulitan dalam bersaing dengan kelompok usaha laundry lainnya yang cukup banyak di wilayahnya. Mitra membuka usaha dengan modal yang tidak terlampu besar dengan sasaran masyarakat sekitarnya. Hal ini dikarenakan mitra belum memiliki keunggulan tertentu dibandingkan dengan laundry lainnya. Selama masa pandemi mitra juga belum memahami prosedur kesehatan dan keselamatan kerja dan prosedur penangannya. Berdasarkan permasalahan tersebut kegiatan pengabdian difokuskan pada pemberian edukasi kesehatan dan keselamatan kerja, peluang usaha dengan pemanfaatan aromaterapi dalam usaha laundry serta digital marketing untuk memperluas dan efektifitas pemasaran. Metode kegiatan meliputi diskusi, pemberian edukasi, pemberian bantuan, monitoring dan evaluasi. Kegiatan diawali dengan pretest untuk mengetahui karakteristik sosiodemografi dan pengetahuan awal mitra. Pemberian materi dilakukan secara blended learning. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini antara lain peningkatan pengetahuan mitra berdasarkan nilai pretest dan posttest dengan nilai rerata posttest sebesar adalah 78,33 poin, pelaksanaan kegiatan edukasi dilakukan sebanyak satu kali, dan bantuan diberikan pada seluruh mitra. Mitra didominasi oleh perempuan (60%), usia antara 20-40 tahun, pendidikan terakhir antara SD hingga SMA, lama bekerja antara 6 bulan hingga 3 tahun, mayoritas sudah menikah (60%) dan mayoritas beragama Hindu (60%). Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian telah berhasil dengan baik karena seluruh indikator yang ditetapkan telah berhasi terpenuhi.
PENGARUH HARGA DAN DESAIN PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK FASHION E-MARKETPLACE DENGAN MEDIASI CITRA MEREK I Putu Artha Yasa Wijaya; Ni Luh Anik Puspa Ningsih; Indiani, Ni Luh Putu
JIMEK : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Vol. 7 No. 1 (2024): JIMEK VOLUME 7 NO 1 2024
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jimek.v7i1.5517

Abstract

This study aims to analyze the influence of price and product design on the purchase decision of e-marketplace fashion products with brand image mediation in Bali Province. This study obtained 200 valid samples. This study used PLS-based SEM as an analytical tool. The results showed that price, product design, and brand image have a positive and significant influence on brand image and purchase decision. Brand image mediates the influence of price and product design on purchase decision. Aspects that need to be considered to increase purchase intention through prices are ensuring prices are affordable by the target market, prices in accordance with product quality, competitive prices with similar competitors' offers, prices following the benefits obtained by consumers, and providing regular discounts. In the product design aspect, namely up-to-date clothing models, varied product design choices, materials with long durability, comfortable products to wear, and stylish. In brand image, marketers need to ensure the brand is known to consumers, has a good reputation, and builds a good emotional connection with consumers.
PENGABDIAN EDUKASI VIRTUAL REALITY CERITA ANAK SEBAGAI SARANA EDUKASI PADA YAYASAN YPK BALI Andhika Wicaksana, Gde Bagus; Ni Luh Anik Puspa Ningsih; I Nyoman Darma Kotama
Jurnal Abdi Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Abdi Masyarakat November 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/jaim.v9i1.6789

Abstract

Yayasan Peduli Kemanusiaan (YPK) Bali menyediakan layanan rehabilitasi dan edukasi bagi anak dengan cerebral palsy (CP), kondisi neurologis non-progresif yang berdampak pada kemampuan motorik, postur, dan fungsi sensorik. Anak dengan CP di Bali masih menghadapi keterbatasan akses pendidikan inklusif dan layanan rehabilitasi, sehingga diperlukan pendekatan inovatif seperti intervensi dini berbasis keluarga dan pemanfaatan teknologi Virtual Reality (VR). Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu analisis kebutuhan melalui survei awal dan diskusi dengan pengajar serta terapis YPK; pengembangan konten VR meliputi narasi, aset 3D, mekanika interaksi, dan optimasi teknis; pelatihan penggunaan VR bagi tenaga pendidik dan terapis; serta evaluasi efektivitas melalui uji coba dan penyusunan model bisnis keberlanjutan. Proses perancangan dilakukan dengan metode co-design untuk memastikan aksesibilitas dan kenyamanan bagi anak CP. Hasil kegiatan mencakup lahirnya prototipe game edukatif “ZooVR: Feed & Explore” yang memungkinkan anak mengeksplorasi kebun binatang virtual, memberi makan hewan, dan membaca informasi sederhana sebagai bentuk stimulasi atensi, koordinasi mata–tangan, dan pembelajaran faktual. Pengembangan game design document, daftar aset, vertical slice, serta mekanisme implementasi turut memperkuat kesiapan program. Uji awal menunjukkan bahwa VR meningkatkan keterlibatan belajar, membantu guru melalui konten siap pakai, dan memperluas potensi rehabilitasi berbasis teknologi. Kesimpulannya, ZooVR berpotensi menjadi media edukasi inklusif yang aman dan adaptif, sekaligus dapat direplikasi ke sekolah dan komunitas melalui model bisnis berkelanjutan. Dengan pengembangan lanjutan, integrasi budaya lokal, serta kolaborasi lintas sektor, ZooVR diharapkan menjadi gerakan pembelajaran inklusif yang memberi dampak nyata bagi anak, keluarga, dan pendidik di Bali.
Analisis Pertumbuhan Laba (Studi Kasus Rasio Cael Pada LPD Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar) Made Pratiwi Dewi; Ni Luh Anik Puspaningsih
Warmadewa Management and Business Journal (WMBJ) Vol. 2 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmbj.2.2.2020.73-83

Abstract

Lembaga Perkreditan Desa (LPD) merupakan salah satu lembaga keuangan milik Desa Pekraman di Bali. Lembaga Perkreditan Desa (LPD) beroperasi seperti perbankan dan pengukuran kinerja (tingkat kesehatannya) seperti bank, walaupun LPD tersebut bukanlah bank. Pertumbuhan laba yang positif mencerminkan LPD mampu berkembang dalam operasionalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Capital, Asset, Earning, dan Liquidity (CAEL) terhadap pertumbuhan laba LPD. Studi empiris dilakukan pada LPD di Kecamatan Sukawati tahun 2015-2017 dengan jumlah sampel 28 LPD. Data penelitian adalah data sekunder yang diperoleh dari Lembaga Pemberdayaan Lembaga Perkreditan Desa (LPLPD) Kabupaten Gianyar dan beberapa dari LPD secara langsung. Teknik analisis menggunakan regresi linier berganda dengan uji t (untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial). Hasil penelitian menunjukkan bahwa CAR berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pertumbuhan laba, thitung (-5,629 ) ≤ ttabel (1,993), dengan α = 0,000. KAP berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan laba, thitung (3,819 ) > ttabel (1,993) , dengan α = 0,000. ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan laba thitung (5,676) > ttabel (1,993), dengan α = 0,000. Rasio Alat Likuid berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan laba, thitung (4,926) > ttabel (1,993), dengan α = 0,000.
ECOTOURISM-BASED SETTLEMENT PLANNING IN KARANGDALEM I SETTLEMENT, BONGKASA PERTIWI -BALI Raka Gunawarman; Ni Luh Anik Puspa Ningsih; Made Suryanatha Prabawa
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 7 No. 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.7.2.1568.75-82

Abstract

The group of Silver Craftsman Cipta Karya Pertiwi Br. Karang Dalem I of the Bongkasa Pertiwi Village, Abiansemal-Badung has the potential to be developed as a tourist destination. This potential is still not able to be processed properly considering the declining silver crafters that do exist in Br. Karang Dalem I. A fundamental problem that needs special attention is that the traditional silver crafters will not become extinct because they are defeated by silver artisans with machines in other areas. The residential environment owned by Br. Karang Dalem I has also become an asset that has a high sale value with a unique atmosphere of a traditional Balinese residential environment. It just needs a little touch so that the face of this region is increasingly supportive as a tourist destination with productive economic products. Lack of understanding and awareness of partner groups about products, management, and the environment are fundamental issues raised in this PKM. The solutions offered are divided into 3 parts: solutions for products, management and environmental management. The output of the solution in the aspect of product production is a change in the mechanism of the production process without reducing production details and traditions. The output of management solutions is improving business performance and community welfare. The output of settlement settlement structuring solutions is the changing face of a stronger environment into a tourism-worthy environment with architectural and landscape elements.