Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

RESORT PANTAI DI KECAMATAN NANUSA KABUPATEN KEPULAUAN TALAUD: Arsitektur Ekologi Lua, Hendrianto M.; Wuisang, Cynthia E. V.; Lintong, Steven
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 13 No. 2 (2024): Daseng Volume 13 Nomor 2, Mei 2024
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Nanusa, Kabupaten kepulauan Talaud yang secara geografis terletak di area tropis dan kawasan pariwisata merupakan wilayah yang berpotensi tinggi akan kemajuan suatu daerah kepulauan. Dalam menghadirkan sarana ekowista terutama Resort Pantai di suatu daerah kepualauan, maka perlu dibangun suatu wadah baru tanpa adanya retribusi dalam merawat lingkungan sekitarnya dengan penerapan desain Ekologis yaitu memanfaatkan potensi alam yang ada. Arsitektur Ekologi merupakan suatu tema dalam gaya arsitektur yang mampu menerapkan suatu ide desain dengan memanfaatkan potensi lingkungan sekitar dalam membangun objek arsitektur ini “Arsitektur Ekologi” cocok menjadi tema perancangan, sehingga desain Resort Pantai ini diharapkan dapat meningkatkan perkembangan wisata di Kabupaten Kepulauan Talaud di Pulau Intata Kecamatan Nanusa, dan dapat memberikan keuntungan bagi pengelolah Resort, wisatawan mancanegara maupun lokal,pemerintah dan masyarakat yang ada di Kabupaten Kepulauan Talaud. Untuk memenuhi suatu fasilitas yang memadai, penulis berinisiatif untuk menghadirkan kompleks Kawasan Resort Pantai di Kecamatan Nanusa Kabupaten Kepulauan Talaud. Perencanaannya diharapkan memberi solusi terhadap permintaan masyarkat serta pemerintah daerah dan memenuhi kondisi tapak eksisting, serta dengan menggunakan metode yang dikemukakan oleh John Zeisel yakni mengikuti proses desain yang terdiri dari tiga elementer; imajinasi,presentasi dan tes. Serta konteksnya yang berubah dengan mengembangkan beragam variabel yang di tindaklanjuti dengan pengembangan sebuah objek atau massa bangunan. Kata Kunci:Arsitektur, ekologi, resort, intata
Perubahan Pemanfaatan Lahan di Sekitar Kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Minahasa Selatan Soenpiet, Kezia M; Sembel, Amanda S; Lintong, Steven
Sabua : Jurnal Lingkungan Binaan dan Arsitektur Vol. 13 No. 1 (2024): SABUA : JURNAL LINGKUNGAN BINAAN DAN ARSITEKTUR
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/sabua.v13i1.55986

Abstract

Abstrak Dalam RTRW Kabupaten Minahasa Selatan memperuntukkan kecamatan Amurang Timur sebagai pusat pemerintah Kabupaten. Hal tersebut menjadi daya tarik bagi penduduk pendatang untuk menjadikan kecamatan Amurang Timur sebagai lahan untuk tempat tinggal dan tempat usaha sehingga mendorong kebutuhan akan lahan juga semakin meningkat. Hal ini membawa implikasi beralihnya fungsi lahan pertanian dan semak belukar menjadi lahan terbangun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan lahan yang ada serta perubahan pemanfaatan lahan yang terjadi selama rentang waktu 15 tahun terakhir (2005 – 2021) dan keterkaitannya dengan faktor - faktor pendorong perubahan pemanfaatan lahan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik analisis spasial untuk mengetahui dan menganalisis perubahan pemanfaatan lahan yang terjadi selama rentang waktu 5 tahun terakhir. Pemanfaatan lahan terdiri dari pertanian lahan kering campur, sawah, permukiman, perkantoran, perdagangan dan jasa, industri, ruang terbuka hijau dan semak belukar. Dari hasil analisis secara spasial dengan menggunakan bantuan software ArcGIS didapatkan perubahan pada luasan dan pada guna lahannya untuk perubahan luas lahan terbangun mengalami peningkatan. Sebaliknya luas lahan pertanian dan semak belukar mengalami penurunan atau beralihnya fungsi lahan selama rentang waktu 15 tahun terakhir (2005 – 2021) disekitar kawasan pusat pemerintahan kecamatan Amurang Timur. Faktor – Faktor pendorong perubahan pemanfaatan lahan terbagi menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal dipengaruhi oleh (1)faktor geografis, (2)faktor demografi, (3)faktor aksesibilitas, (4)faktor ekonomi dan (5)faktor sosial budaya. Sedangkan faktor eksternal dipengaruhi oleh (1)faktor politik. Kata kunci: Perubahan Pemanfaatan Lahan, Kawasan Pusat Pemerintahan, SIG Abstract In the RTRW (Regional Spatial Plan) of South Minahasa Regency designates East Amurang sub-district as the center of the Regency government. This has become an attraction for migrants to make the Amurang Timur sub-district a land for residence and place of business, thereby driving the need for land to increase. This has the implication of changing the function of agricultural land and shrubs to built-up land. This study aims to determine existing land use and changes in land use that have occurred over the last 15 years (2005 to 2021) and their relationship to driving factors land use change. The research method used is qualitative descriptive analysis using spatial analysis techniques to determine and analyze changes in land use that have occurred over the last 5 years. Utilization the land consists of mixed dry land agriculture, paddy fields, settlements, offices, trade and services, industry, green open spaces and shrubs. From the results of spatial analysis using the help of ArcGIS software, it was found that changes in area and land use for changes in built-up land area have increased. On the other hand, the area of ​​agricultural land and shrubs has decreased or changed land functions over the last 15 years (2005 to 2021) around the central government area of ​​Amurang Timur sub-district. Factors driving changes in land use are divided into internal factors and external factors. Internal factors are influenced by (1)geographical factors, (2)demographic factors, (3)accessibility factors, (4)economic factors and (5)socio-cultural factors. Keyword: Land Use Change, Central Government Area, GIS
KARAKTER VISUAL FASADE BANGUNAN BERDASARKAN TEORI HAMID SHIRVANI DAN D.K. CHING (Studi Kasus: Hotel di Kawasan Business on Boulevard Manado) Lintong, Steven; Mandey, Johansen Cruyff; Kalalo, Loudy Moody Barce
JAMBURA Journal of Architecture Vol 7, No 1 (2025): JJoA : Juni 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v7i1.28349

Abstract

Hamid Shirvani emphasizes the importance of combining contemporary elements with local cultural and historical heritage in architectural design. This is reflected in his work, which often combines modern ideas with traditional elements, creating a harmony between the past and the present in building design. In addition, Shirvani also highlights the importance of social, cultural and economic context in sustainable urban design. Francis D.K. Ching in a famous theory states that it is important to understand the basic principles of formation, space and sequence in architectural design. Through his in-depth approach to the basic elements of architecture, Ching championed concepts such as scale, proportion, negative and positive space, and spatial organization in architectural design. He also highlighted the importance of the use of form, texture and lighting in creating meaningful and functional buildings. This research aims to analyze the visual character of building facades that function as 3 and 4 Star Hotels in the Business on Boulevard area of Manado City, which is located between the junction of Taman/Patung Piere Tendean and Sario Bridge/River. The hotels are Lion hotel, Quality hotel, Big Fish hotel, Four Points hotel and Ibis hotel. This research will focus on the components and architectural composition of the facade design that reflects the desired identity, image and visual character to meet operational needs as a hotel and at the same time attract market interest in the context of business in the area. The research method used is qualitative by involving direct observation of Hotel buildings that are already operating in the research location, as well as interviews with industry players and related stakeholders. From the research results, it was found that Hamid Shirvani's Theory and the rules of D.K. Ching were clearly visualized in the 5 research objects. Most of the components and compositions have been applied to the building facade elements. In general, it can be concluded that the visual character of the building facade in the 5 hotels that became the research sample is very strong and dominantly applies the theory of Hamid Shirvani and D.K. Ching both from the component elements and the composition elements.  Keywords: building, facade, visual character
KARATE MARTIAL ART CENTER IN MANADO. Analogi Direct Art in Defence Parauba, Umberger D. M.; Prijadi, Rachmat; Lintong, Steven
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 1 (2018): DASENG Volume 7, Noomor 1, Mei 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i1.20824

Abstract

Bela diri merupakan seni yang sudah berkembang lama di indonesia. Keberadaan seni bela diri karate di indonesia berasal dari jepang, yang pada dasarnya mengandalkan kekuatan fisik. Indonesia merupakan negara yang memiliki budaya yang sangat beragam, masuknya seni bela diri karate di indonesia bisa dikatakan sangat menyebar luas. Salah satu provinsi yang menggemari seni bela diri karate tersebut adalah sulawesi utara yaitu kota manado. Kota manado merupakan kota dengan kemajemukan penduduknya yang beraneka ragam, dengan perkembangan perkotaan yang semakin meningkat kota manado belum memiliki fasilitas yang menjadi pusat atau tempat yang memfasilitasi masyarakatnya untuk mengapresiasikan seni bela diri karate di kota. Sebagai cabang olah raga yang diakui pemerintah, dalam hal ini dibawah tangan dari forki ( federasi karate-do indonesia ) yang mengatur semua aktifitas cabang karate, belum juga memiliki suatu fasilitas yang dapat digunakan untuk event – event nasional dan internasional dalam pertandingannya. Fasilitas yang kini ada hanya meminjam dari cabang olah raga lain dimana relatif tidak memiliki sarana yang memadai dan sebagai “icon” yang mampu menjadi perhatian khalayak ramai untuk dapat datang mengetahui, mempelajari, dan melihat para atlit kita bertanding. Searah dengan tujuan untuk memberikan fasilitas yang layak, maka didesainlah sebuah konsep bangunan seni bela diri yang bertemakan ‘art in defence’ atau seni dalam bertahan dengan pendekatan ‘direct analogy’. Pendekatan analogi bukan hanya sekedar menjiplak bentuk objek alam yang dianalogikan, tapi diperlukan proses-proses analisis dan merangkainya sehingga menghasilkan bentuk baru yang masih memeiliki kemiripan visual dengan objek yang dianalogikan. Keberadaa pusat seni bela diri karate ini diharapkan mampu menjadi  wadah untuk menampung aktifitas dan kegiatan, mulai dari pelatihan, pengetahuan hingga proses pengembangan bakat para atlitnya dalam bertanding dan juga menjadi semangat dan memasyarakatkan dunia karate khususnya di kota manado. Kata kunci : Karate Martial Art Center, Analogi Direct Art In Defence, Kota Manado
SPORT CENTER DI KOTA MABA, MALUKU UTARA. Simbiosis Arsitektur Masrin, Subandrio La; Tinangon, Alvin J.; Lintong, Steven
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 7 No. 2 (2018): DASENG Volume 7, Nomor 2, November 2018
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v7i2.21264

Abstract

Kota Maba sebagai Ibu Kota Kabupaten Halmahera Timur yang berkembang pesat memiliki masyarakat yang mempunyai apresiasi yang tinggi terhadap perkembangan dunia olahraga. Olahraga sudah menempati posisi yang penting dalam kehidupan sehari-hari masyarakat di Kota Maba Kabupaten Halmahera Timur.Pembangunan Sport Center di Kota Maba dengan tema Symbiosis Arsitektur ini di harapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Halmahera Timur akan fasilitas olahraga secara terpadu yang di lengkapi dengan fasilitas penunjang lainnya, selain itu juga dapat meningkatkan kebugaran fisik sekaligus berekreasi dan menambah pengetahuan di bidang olahraga.Pada dasarnya objek perancangan merupakan penggabungan dari dua aspek yang memiliki satu tujuan berhubungan dengan petualangan alam dan dua tipe bangunan yang berbeda fungsi. Fungsi olahraga digabungkan dengan tempat olahraga yang berfungsi sebagai penunjang berolahraga dan latihan sebelum memulai kegiatan berolahraga yang sesuai dengan kebutuhan yang ada di Kota Maba,Kabupaten Halmahera Timur.Kata kunci: Sport center di kota maba, maluku utara, simbiosis arsitektur
SHOPPING MALL DI KOTAMOBAGU. Metafora dalam Arsitektur Subali, I Kadek E.; Makarau, Vicky H.; Lintong, Steven
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 8 No. 1 (2019): DASENG Volume 8, Nomor 1, Mei 2019
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v8i1.23676

Abstract

Kota Kotamobagu adalah salah satu kota di provinsi Sulawesi Utara. Kotamobagu termasuk kota dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang lumayan tinggi. Kotamobagu juga direncanakan akan menjadi ibu kota provinsi Bolaang Mongondow Raya yang merupakan hasil pemekaran dari Provinsi Sulawesi Utara. Pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat setiap tahunnya ini tentunya memerlukan sarana penunjang perokonomian dan investasi dalam bidang perdagangan dan jasa. Kotamobagu sebagai pusat pengembangan wilayah menunjang peranan penting baik dalam pemerintahan maupun kegiatan sosial ekonomi dan pusat distribusi jasa yang melayani kegiatan lokal, karena peran tersebut Kota Kotamobagu menjadi kota model jasa untuk daerah Bolaang Mongondow Raya. maka perlu dihadirkan sebuah Shopping Mall yang dapat menampung kegiatan berbelanja sekaligus refreshing. Dalam perancangan ini akan menerapkan tema Metafora dalam Arsitektur. Metafora adalah kiasan atau ungkapan bentuk yang diwujudkan dalam bangunan dengan harapan akan menimbulkan tanggapan dari orang yang melihat atau pangguna bangunan tersebut. Perumpamaan bentuk akan diambil dari bentuk sebuah kapal, dimana kata Bolaang yang berarti perkampungan yang ada di pinggir laut, serta nenek moyang suku Bolaang Mongondow merupakan pelaut maka bentuk sebuah kapal akan menjadi acuan dari bentuk dari Shopping Mall ini, dengan harapan dapat menjadi icon baru serta dapat menunjang perekonomian daerah. Kata Kunci : Kotamobagu, Metafota, Mall
Analisis Perubahan Penggunaan Lahan di Kota Tomohon Tahun 2003-2024 Masloman, Kayla; Tilaar, Sonny; Lintong, Steven
MEDIA MATRASAIN Vol. 22 No. 2 (2025): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Tomohon mengalami perubahan penggunaan lahan yang signifikan sejak pemekarannya dari Kabupaten Minahasa pada tahun 2003 (UU No. 10 Tahun 2003). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan serta faktor-faktor yang memengaruhinya di Kota Tomohon dalam kurun waktu dua dekade, yaitu tahun 2003, 2013, dan 2024. Perubahan penggunaan lahan yang terjadi secara masif menunjukkan adanya dinamika pembangunan wilayah yang cukup intens, khususnya pergeseran penggunaan lahan dari lahan perkebunan dan lahan hutan menjadi lahan terbangun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui analisis citra landsat menggunakan metode klasifikasi terbimbing dan teknik overlay peta penggunaan lahan, serta analisis regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variabel-variabel seperti kepadatan penduduk, aksesibilitas, topografi, ketersediaan sarana dan prasarana, serta kebijakan pemerintah terhadap perubahan penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan pada lahan terbangun dan penurunan luas lahan perkebunan selama periode analisis. Faktor dominan yang memengaruhi perubahan penggunaan lahan adalah pertumbuhan penduduk dan kebijakan pemerintah yang mendukung pembangunan permukiman. Penelitian ini memberikan rekomendasi penting bagi perencana wilayah dan pengambil kebijakan untuk mengarahkan perubahan penggunaan lahan secara terencana dan berkelanjutan di Kota Tomohon.
Pola Persebaran Dan Keterjangkauan Fasilitas Kesehatan Di Kota Bitung Menggunakan Konsep Neighborhood unit Maukar, Amanda; Tilaar, Sonny; Lintong, Steven
MEDIA MATRASAIN Vol. 22 No. 2 (2025): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Dalam lima tahun terakhir pertumbuhan penduduk di Kota Bitung mengalami perubahan, peningkatan serta penurunan, sehingga penting untuk menjamin bahwa layanan kesehatan di yang tersedia Kota Bitung mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal. Hal ini mencakup aspek ketersediaan, kapasitas dan kemudahan akses terhadap layanan kesehatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode spasial dan deskriptif kuantitatif. Metode spasial mencakup teknik analisis tetangga terdekat (Nearest Neighbour Analysis) dan buffering dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana pola sebaran dari fasilitas kesehatan serta jangkauan pelayanan fasilitas kesehatan di Kota Bitung. Metode deskriptif kuantitatif digunakan untuk menghitung kebutuhan fasilitas kesehatan yang ada hingga tahun 2044 dan untuk metode spasial digunakan untuk menjelaskan hasil dari analisis spasial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pola persebaran fasilitas kesehatan di Kota Bitung adalah cenderung mengelompok (clustered). Untuk setiap kecamatan sudah memiliki layanan kesehatan walaupun tidak tersebar secara merata. Dalam hal keterjangkauan, Kecamatan Ranowulu, Lembeh Selatan dan Lembeh Utara adalah Kecamatn yang paling tidak terlayani oleh fasilitas kesehatan, sebaliknya Kecamatan Matuari, Girian, Maesa, Madidir dan Aertembaga adalah Kecamatan yang paling terlayani oleh fasilitas kesehatan.
IMPLEMENTASI PRINSIP BANGUNAN PINTAR PADA BANGUNAN KOMERSIAL DI KOTA MANADO (STUDI KASUS: PUSAT PERBELANJAAN MALL) Lintong, Steven; Mandey, Johansen Cruyff; Supardjo, Surijadi
JAMBURA Journal of Architecture Vol 7, No 2 (2025): JJoA : Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jjoa.v7i2.35360

Abstract

Kota Manado, salah satu kota di Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi yang signifikan, menghadapi tantangan signifikan seiring dengan meningkatnya urbanisasi dan kebutuhan akan infrastruktur yang efisien. Pertumbuhan populasi dan aktivitas komersial yang pesat menyebabkan tekanan pada sumber daya alam, lahan, dan energi. Dalam konteks ini, konsep bangunan pintar (smart building) muncul sebagai solusi inovatif yang dapat membantu mengatasi berbagai masalah tersebut. Bangunan pintar tidak hanya menawarkan efisiensi energi, tetapi juga meningkatkan kenyamanan pengguna dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Prinsip bangunan pintar melibatkan integrasi teknologi informasi dan komunikasi dengan sistem bangunan untuk menciptakan lingkungan yang responsif dan adaptif. Untuk itu, penelitian ini bertujuan melakukan eksplorasi terhadap implementasi prinsip-prinsip bangunan pintar dalam konteks bangunan komersial di Kota Manado. Menurut Prof. Mohammed Ali Berawi, M.Eng.Sc., Ph.D, dkk, dalam Nusantara’s Smart Buildings Guidline (2023) menyatakan bahwa bangunan pintar memiliki 6 prinsip, yaitu otomatisasi, multifungsi, adaptabilitas, interaktivitas, inklusivitas, dan efisiensi. Bangunan pintar dilengkapi beberapa komponen atau fitur yang memungkinkan efisiensi energi, keamanan, dan kenyamanan yang lebih baik. Setiap prinsip memiliki komponen atau fitur yang terintegrasi pada bangunan pintar yang harus memenuhi persyaratan dan spesifikasi fungsional. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan secara rinci fenomena penerapan bangunan pintar dalam konteks bangunan komersial di Manado. Data diperoleh melalui survei terhadap penghuni bangunan untuk mengukur tingkat kenyamanan dan kepuasan mereka, serta wawancara mendalam dengan arsitek, pengembang, dan pengelola bangunan. Hasil penelitian yang dilakukan pada Manado Town Square dan Mega Mall Manado ditemukan bahwa secara umum dan signifikan ke – 2 objek telah mengimplementasikan prinsip – prinsip Bangunan Pintar.
Analisis Perubahan Penggunaan Lahan di Kota Tomohon Tahun 2003-2024 Masloman, Kayla; Tilaar, Sonny; Lintong, Steven
MEDIA MATRASAIN Vol. 22 No. 2 (2025): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Tomohon mengalami perubahan penggunaan lahan yang signifikan sejak pemekarannya dari Kabupaten Minahasa pada tahun 2003 (UU No. 10 Tahun 2003). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan penggunaan lahan serta faktor-faktor yang memengaruhinya di Kota Tomohon dalam kurun waktu dua dekade, yaitu tahun 2003, 2013, dan 2024. Perubahan penggunaan lahan yang terjadi secara masif menunjukkan adanya dinamika pembangunan wilayah yang cukup intens, khususnya pergeseran penggunaan lahan dari lahan perkebunan dan lahan hutan menjadi lahan terbangun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri atas analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) melalui analisis citra landsat menggunakan metode klasifikasi terbimbing dan teknik overlay peta penggunaan lahan, serta analisis regresi linier berganda untuk menguji pengaruh variabel-variabel seperti kepadatan penduduk, aksesibilitas, topografi, ketersediaan sarana dan prasarana, serta kebijakan pemerintah terhadap perubahan penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan pada lahan terbangun dan penurunan luas lahan perkebunan selama periode analisis. Faktor dominan yang memengaruhi perubahan penggunaan lahan adalah pertumbuhan penduduk dan kebijakan pemerintah yang mendukung pembangunan permukiman. Penelitian ini memberikan rekomendasi penting bagi perencana wilayah dan pengambil kebijakan untuk mengarahkan perubahan penggunaan lahan secara terencana dan berkelanjutan di Kota Tomohon.