Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS DI DESA SUKAMAJU KECAMATAN BATURAJA BARAT Rahma Dwi Andini; Sheryna Amanda; Adellia Cantina; Muhammad Zakial Khafidz; Oxsy Pramana; Eva Susanti
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i1.1767

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan strategis untuk meningkatkan akses pangan bergizi bagi masyarakat rentan, namun implementasinya di tingkat desa masih menghadapi kendala operasional. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan program MBG di Desa Sukamaju, Kecamatan Baturaja Barat. Penelitian menggunakan jenis deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Populasi mencakup seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program dan penerima manfaat, sedangkan sampel ditentukan secara purposive sampling meliputi kepala dapur, petugas dapur, akuntan, kurir distribusi, ahli gizi, dan keluarga penerima manfaat. Instrumen penelitian berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, focus group discussion, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program telah meningkatkan akses makanan bergizi, membantu pemenuhan gizi anak dan ibu hamil, serta mengurangi beban ekonomi rumah tangga. Kendala utama meliputi keterbatasan peralatan dapur, fluktuasi harga bahan pangan, distribusi yang belum optimal, dan koordinasi antaraktor yang belum konsisten. Kesimpulannya, program MBG di Desa Sukamaju berjalan cukup efektif dan memberi manfaat sosial ekonomi, tetapi memerlukan penguatan sarana, tata kelola distribusi, dan sistem pemantauan agar lebih berkelanjutan.
PERAN LEMBAGA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA DALAM TATA KELOLA PEMERINTAHAN DESA YANG PARTISIPATIF Ema Novithania; Yahnu Wiguno Sanyoto; Eva Susanti
Journal of Golden Generation Multidisciplinary Vol. 2 No. 3 (2026): Juni : Journal of Golden Generation Multidisciplinary
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jggm.v2i3.816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang partisipatif di Desa Tanjung Besar Kecamatan Mekakau Ilir Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan ilmu pemerintahan (Pendekatan Pembangun), dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap pemerintah desa, LPM, kepala dusun, masyarakat, dan akademisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran LPM telah berjalan, ditinjau dari indikator harapan sebagai penghubung antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mendorong partisipasi, indikator norma yang didasarkan pada aturan yang berlaku meskipun penerapannya masih fleksibel, serta indikator wujud perilaku yang terlihat dalam keterlibatan LPM pada musyawarah, pembangunan, dan gotong royong. Namun, pelaksanaan peran tersebut belum optimal karena belum merata di seluruh wilayah desa. Pada indikator penilaian dan sanksi, evaluasi telah dilakukan oleh pemerintah desa dan masyarakat, tetapi sanksi masih bersifat informal. Kondisi ini menunjukkan bahwa peran LPM perlu ditingkatkan agar partisipasi masyarakat dalam tata kelola pemerintahan desa dapat berjalan lebih optimal dan merata.
Evaluasi Program Seragam dan Perlengkapan Sekolah Gratis di SD Negeri 43 OKU Septa Ayu Pasela; Galih Mahendra; Dina Fitrilia; M. Rizky Jaya Pratama; Eva Susanti
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.8261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program seragam dan perlengkapan sekolah gratis di SD Negeri 43 OKU. Program ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah daerah untuk memperluas akses pendidikan dan meringankan beban ekonomi keluarga siswa, khususnya pada jenjang kelas I sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara langsung kepada kepala sekolah, guru, dan siswa penerima manfaat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini telah berjalan secara efektif. Sebanyak 90 siswa kelas I menerima bantuan berupa baju seragam merah putih, sepatu, tas, dasi, ikat pinggang, dan topi. Mekanisme distribusi dilakukan secara terbuka di lapangan sekolah dengan didampingi wali murid, sehingga menciptakan transparansi dan kepercayaan. Seluruh siswa kelas I menerima bantuan tanpa diskriminasi, menunjukkan pemerataan dalam pelaksanaan program. Respons siswa dan pihak sekolah sangat positif, terlihat dari meningkatnya semangat belajar serta kesiapan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Saran yang diberikan adalah agar program ini dapat terus dilanjutkan hingga akhir periode kebijakan guna mendukung pemerataan pendidikan dan peningkatan partisipasi sekolah.
Pengangkatan Bidan Dan Tenaga Kesehatan Honorer Menjadi ASN (PPPK) Di UPTD Puskesmas Pengaringan Analisis Kebijakan Dan Dampak Kesejahteraan Lusi Oktarina; Pamba Ardiansyah; Rani Salsabila; Okik Ardiansyah; Eva Susanti
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.510

Abstract

Penelitian ini mengkaji implementasi kebijakan pengangkatan tenaga kesehatan honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di UPTD Puskesmas Pengaringan. Kebijakan PPPK yang lahir melalui Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara dan regulasi turunannya menjadi harapan baru bagi tenaga honorer ang selama ini tidak mendapatkan kepastian penghasilan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam kepada informan kunci di UPTD Puskesmas Pengaringan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum pengangkatan PPPK, terdapat 34 tenaga honorer yang terbagi dalam kategori PTT, TKS, Magang, dan PNS, di mana sebagian besar tidak menerima penghasilan tetap sama sekali. Pasca pengangkatan PPPK, tenaga kesehatan honorer kini memperoleh gaji berkisar antara Rp3.200.000 hingga Rp3.700.000 per bulan beserta tunjangan keluarga. Namun, implementasi kebijakan ini masih menyisakan sejumlah persoalan, di antaranya: status kontrak selama 5 tahun tanpa jaminan hari tua, ketidakpastian perpanjangan kontrak, serta kesenjangan persepsi antara PNS dan PPPK. Penelitian ini merekomendasikan perlunya regulasi yang lebih komprehensif mengenai perpanjangan kontrak PPPK guna menjamin kesejahteraan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama.