Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Sistem Pemantauan Kelembaban Tanah Jarak Jauh Berbasis LoRa Menggunakan Sensor pH dan Kelembaban Gani, Mina Naidah; Hepi Ludiyati; Rifa Hanifatunnisa; Eril Mozef; Rizqa Nur Ananti
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 22 No 2 (2023): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55893/jt.vol22no2.564

Abstract

This study focuses on the pivotal role of water and soil in agriculture, emphasizing their significance for photosynthesis and as a planting medium, respectively. Maintaining uncontaminated soil is crucial for optimal crop growth. Remote monitoring of soil quality is facilitated by LoRa technology, with a microcontroller system employing sensors for soil moisture and pH. YL-69 moisture sensors exhibit an average error of 0.077%, with a range from 0% to 0.016%, while pH electrode probe sensors register an average error of 0.0288%, ranging from 0.034% to 0.021%. The monitoring data is transmitted through the LoRa network connected to ESP32. Field testing under Line-of-Sight (LOS) conditions at a maximum distance of 500 meters and Non-Line-of-Sight (NLOS) conditions up to 50 meters reveals that the gateway successfully detects RSSI values (-104 dBm to -64 dBm) and SNR values (-2dB to +10dB) within acceptable ranges. The average delay during data transmission between the node and the gateway is measured at 2.118 seconds. This research demonstrates the effectiveness of LoRa technology in remotely monitoring and transmitting crucial soil parameters, providing valuable insights for precision agriculture.
Prototipe Sistem Pemantauan Tekanan Darah, Denyut Jantung, dan Saturasi Oksigen dalam Darah Berbasis IoT Rahmat Nur Saifudin; Mina Naidah Gani; Andry Haidar
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 25 No 1 (2026): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55893/jt.vol25no1.701

Abstract

Gaya hidup modern sering kali membawa manusia pada kebiasaan buruk pada konsumsi dan kegiatan yang buruk. Gaya hidup modern harus diimbangi dengan konsumsi dan kegiatan positif yang menunjang kesehatan. Untuk mengetahui mengenai kondisi kesehatan tentunya tidak lepas dari pemeriksaan rutin untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang. Tentunya pemeriksaan kesehatan akan memakan banyak waktu yang akan mengurangi produktivitas seseorang. Artikel ini mendeskripsikan alat pendeteksi tekanan darah, BPM, dan SpO2 untuk memantau kondisi kesehatan seseorang melalui beberapa indikator seperti sistol, diastol, BPM, dan SpO2. Alat dibuat menggunakan dua buah sensor yaitu sensor MPX 5050 DP untuk mendeteksi tekanan darah dan sensor MAX 30100 untuk mendeteksi BPM dan SpO2. Indikator hasil pemeriksaan ditampilkan dalam dashboard platform IoT ThingSpeak dan aplikasi media sosial Telegram, serta hasil pemeriksaan dapat ditampilkan pada layar LCD. Alat yang dibuat setelah dilakukan pengujian memiliki nilai akurasi sebesar 91,85% untuk pengukuran tensi yaitu sistol dan diastol serta tingkat akurasi sebesar 95,84% untuk pengukuran BPM dan SpO2.
Implementasi WSN dengan topologi mesh berbasis IoT untuk pemantauan kualitas udara di pasar tradisional Akbar Armanda; Rahmawati Hasanah; Rifa Hanifatunnisa; Mina Naidah Gani
JITEL (Jurnal Ilmiah Telekomunikasi, Elektronika, dan Listrik Tenaga) Vol. 6 No. 2: July 2026
Publisher : Jurusan Teknik Elektro, Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/jitel.v6.i2.2026.129-140

Abstract

Kualitas udara di pasar tradisional rentan tercemar akibat penumpukan sampah dan tingginya aktivitas masyarakat sehingga berpotensi mengganggu kesehatan. Berbagai teknologi pemantauan udara telah dikembangkan, seperti long range (LoRa) yang memiliki jangkauan luas dan konsumsi daya rendah, namun membutuhkan infrastruktur lebih mahal serta memiliki latensi tinggi. Sebaliknya, teknologi berbasis Wi-Fi seperti ESP8266 dan ESP32 lebih ekonomis dan mudah diterapkan, tetapi umumnya menggunakan topologi star yang bergantung pada satu gateway sehingga rentan terhadap gangguan jaringan. Penelitian ini merancang sistem pemantauan kualitas udara berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan Wireless Sensor Network (WSN) bertopologi mesh agar lebih fleksibel dan tahan terhadap kegagalan komunikasi. Sistem terdiri dari tiga buah node sensor dan satu gateway. Tiap node menggunakan ESP32 dengan protokol ESP-NOW sebagai mikrokontrolernya dan sensor DSM501A, MQ-7, dan MQ-2 untuk mendeteksi PM2.5 , karbon monoksida (CO), dan hidrokarbon (HC). Pengujian dilakukan pada kondisi udara bersih, asap kendaraan ringan, dan asap pekat. Hasil menunjukkan sensor mampu merespons perubahan kualitas udara secara stabil dan bertahap sesuai kondisi lingkungan. Data dikirim ke gateway, kemudian diteruskan secara real-time ke ThingSpeak dan Telegram. Node 1 dan node 2 juga berfungsi sebagai relay bagi node 3 sehingga komunikasi tetap berjalan saat salah satu node gagal. Sistem mampu mentransmisikan data dari ketiga node ke gateway secara stabil, dengan throughput 544 kbps dan packet loss 0%.
Meningkatkan Produktivitas Budidaya Jamur Tiram dengan Sistem Kendali Endang Sukarna; Sofy Fitriani; Mina Naidah Gani; Endang Habinuddin
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.13472

Abstract

Budidaya jamur tiram merupakan salah satu usaha pangan yang berpeluang dikembangkan karena kebutuhan masyarakat terhadap sumber protein dan pangan bernilai ekonomi terus meningkat. Permasalahan yang dihadapi Kelompok Petani dan Peternak Bina Tani di Kabupaten Cianjur adalah pemeliharaan baglog yang masih dilakukan secara konvensional sehingga perubahan temperatur dan kelembapan kumbung tidak dapat diatasi dengan baik. Penelitian terapan ini bertujuan mengevaluasi penerapan sistem kendali temperatur dan kelembapan pada budidaya jamur tiram serta keberhasilan operasional budidaya setelah teknologi diterapkan. Metode yang digunakan adalah pendekatan rekayasa terapan dan evaluasi deskriptif kuantitatif melalui penyuluhan, pembuatan kumbung, implementasi sistem kendali, pendampingan, dan pemantauan. Kumbung berukuran 6 × 3 m dilengkapi 12 rak tiga tingkat dengan kapasitas lebih dari 1.000 baglog. Sistem dirancang mempertahankan temperatur 23-28°C dan kelembapan 75-85% menggunakan kipas, pemanas, dan pompa pengabut, sedangkan pH media 5,0-6,5 diperiksa secara manual. Pemantauan dilakukan selama enam minggu terhadap 1.000 baglog. Uji respons menunjukkan kipas aktif pada temperatur 32°C dan pompa penyemprot aktif pada kelembapan 50-60%, sedangkan pada 85% pompa berhenti. Jumlah baglog yang menghasilkan meningkat dari 150 pada minggu ketiga menjadi 870 pada minggu keempat dan 998 pada minggu kelima serta keenam, atau mencapai 99,8% dari total baglog. Hasil menunjukkan bahwa sistem kendali dapat mendukung kestabilan kondisi kumbung dan keberhasilan budidaya. Namun, pengukuran produktivitas berbasis berat panen per baglog masih diperlukan untuk membuktikan peningkatan hasil secara langsung.